Comedy - Romance - Fantasy.
Tidak untuk anak-anak karena banyak konflik kerajaan.
Putri Becca Malcon, mendapatkan kesempatan hidup yang kedua, setelah sebelumnya mendapatkan hukuman mati oleh tunangannya sendiri, yaitu Pangeran Mahkota Ebert Oswald. Karena di fitnah telah menyakiti wanita kesayangan sang putra mahkota.
Jiwanya kembali ke masa lalu, saat dia memenangkan sayembara yang di adakan oleh Keluarga Kerajaan Oswald, dan sebelum dia mengucapkan keinginannya melamar Pangeran Ebert.
Di tengah kebimbangan antara takut akan kematian dan juga tidak mau menghancurkan harga diri keluarganya, Becca justru terpesona dengan ketampanan sang raja hingga tanpa sadar mengucapkan sebuah kalimat di hadapan ayah mertuanya.
“Sebagai hadiah, saya ingin.. Melamar Yang Mulia Raja Basilio Oswald.”
Dan saat Becca tersadar, dirinya tidak bisa mundur lagi saat sang ayah mertua atau Raja Basilio justru tersenyum miring, serta menyetujui lamaran itu bahkan berniat menikahinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Tragedi di balik pesta
Di pesta itu, tidak hanya pertemuan antar para bangsawan saja, atau acara makan malam dan bergosip, tapi juga ada acara khusus untuk para raja dan putra mahkota, mereka berada di ruangan sendiri.
Ruangan pribadi yang di dominasi warna biru tua dongker, karena berada di Kerajaan Hanrinia, dan di sana duduk beberapa raja yang berasal dari berbagai Kerajaan, salah satunya adalah Kerajaan Gehelna, yang dipimpin oleh raja bernama Thorne, di sampingnya ada putranya, Pangeran Mahkota bernama Lucifer.
Raja Basilio duduk dengan Pangeran Ebert, lalu Raja Jonah bersama Pangeran Mahkota Arland.
Beberapa dari mereka berbicara satu sama lain, hingga Raja Thorne membuka suaranya.
“Aku dengar, Raja Basilio menikah lagi dengan perempuan yang lebih muda.” Ujar sang raja dengan senyuman misterius, semua tahu jika Raja Thorne itu sangat iri dan cemburu dengan Raja Basilio, dia juga suka sekali menjatuhkan lelaki itu dengan kalimat sinis.
Raja Basilio menanggapinya dengan tenang dan santai, “Itu benar, aku menikah dengan Becca Malcon, dia memenangkan sayembara yang aku buat, jadi sebagai hadiah.. Aku menikahinya.” Ujar Raja Basilio tanpa beban berat dan terlihat santai, Pangeran Ebert memutar matanya malas mendengarkan perkataan itu.
“Dan aku dengar, Pangeran Mahkota Ebert akan bertunangan dengan wanita desa.. Uh, maksudku wanita dari kasta rendah.” Ujar Pangeran Lucifer dengan nada meledek dan sombong, Pangeran Ebert menatap dengan penuh kemarahan, tapi dia hanya berusaha untuk menahan diri.
“Maafkan aku, Pangeran Lucifer, tapi bukankah yang namanya cinta tidak memandang status sosial ?? Lagipula aku mencintanya.” Ujar Pangeran Ebert dengan nada suara yang di paksakan.
Raja Basilio hanya berdiam dengan nada tenang, tapi sorot mata yang begitu tajam dan angkuh.
“Aku tidak percaya.. Jika Keluarga Oswald yang terkenal angkuh.. Mau menerima wanita dari kampung.” Lanjut Raja Thorne di sana.
Raja Basilio terkekeh pelan, “Benarkah ?? Mungkin perkataan kami terdengar terlalu tinggi bagi orang di bawah kami.” Ujar Raja Basilio menyeringai licik, membalas perkataan Raja Thorne.
“Begitu ?? Aku harap kerajaanmu tidak akan hancur, karena kesombonganmu.. Aku mendengar pepatah jika, kesombongan hanya akan membawa pada kehancuran.”
“Mungkin pepatah itu salah, karena buktinya.. Kerajaan Varilia masih yang terbaik dan terkuat sampai saat ini.” Ujar Raja Basilio dengan kepala sedikit mengangkat, dan menunjukkan keangkuhannya.
Raja Jonah hanya menatap ke arah kakaknya dan Raja Thorne secara bergantian, enggan untuk membuka suaranya.
“Bagaimana kabarmu, Raja Jonah ?? Apakah.. Tidak ada niatan menambah anak lagi ??”
Sial !! Kenapa menarikku ?! Raja Jonah hanya menghela nafasnya berat, dia tahu sang Raja Thorne juga sangat iri kepadanya, jadi dia pasti akan menarik adik Raja Basilio itu.
Raja Jonah terpaksa mengeluarkan senyuman ramah dan baik itu, “Ah, terima kasih atas perhatiannya Raja Thorne, tapi untuk saat ini.. Aku masih bisa mengandalkan putraku, Arland sebagai pewaris kerajaan.” Ujar Raja Jonah dengan bangga, menepuk bahu putranya, yang tersenyum ramah.
Pangeran Arland sedari tadi hanya terdiam dan memberikan senyuman ramahnya, seakan tidak terusik dengan perkataan sinis dari Raja Thorne.
“Pangeran Arland, aku dengar.. Beberapa orang sering memuji keramahan dan kebaikanmu.” Ujar Pangeran Lucifer kini mengarahkan matanya ke arah Pangeran Arland.
“Benarkah ?? Aku hanya merasa bersifat seperti manusia pada umumnya, Pangeran Lucifer.”
“Tapi berhati-hatilah, terkadang orang yang terlalu baik.. Justru bisa di jatuhkan dengan lebih mudah.” Pangeran Lucifer tersenyum misterius saat mengucapkan kalimat itu.
Situasi seperti ini sering terjadi di kalangan para raja dan pangeran mahkota, mereka akan saling bersitegang hanya demi membuktikan kerajaan siapa yang paling hebat, dan pangeran mahkota mana yang paling tahan banting dan bisa menjaga wibawanya, seakan menjadi perlombaan tersendiri bagi para bangsawan kelas tinggi, seperti raja.
Benar-benar membosankan, apakah Becca baik-baik saja di luar sana ?? Akh, aku sudah merindukan wanitaku batin Raja Basilio dengan nada muak di dalam sana. Karena berisikan sindiran, hujatan atau makian dari para bangsawan lainnya.
...
“Aku tidak menyangka, jika.. banyak drama di keluargamu.” Ujar Ratu Tamara dengan nada perlahan dan lirih, Ratu Becca tersenyum kecil.
“Ada sedikit.. Ketidaksukaan Pangeran Ebert kepadaku, mungkin karena aku bukan berasal dari manusia sihir.” Ujar Ratu Becca dengan sedikit sedih.
“Tidak perlu minder, aku juga terlahir tanpa kekuatan sihir, bahkan aku berasal dari rakyat biasa.” Ujar Ratu Tamara dengan nada lirih dan pelan, Ratu Becca membulatkan matanya terkejut.
“Eh ??? Ma.. Maafkan aku..”
Ratu Tamara tersenyum kecil, “Tidak apa, ini sudah menjadi rahasia umum. Aku dulu bekerja sebagai tukang kebun kerajaan, tapi kemudian.. Nasib membawaku kemari, hingga menikah dengan Raja Jonah.”
Ratu Becca tersenyum jahil, “Anda terlihat sangat mencintai Yang Mulia Raja Jonah.”
Wajah Ratu Tamara bersemu merah malu, dirinya memang sangat mencintai Raja Jonah, dan tidak menyangka jika kisah cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Sang raja juga mencintainya, dan bahkan melamarnya.
“Eh.. Tentu saja.. Dia suamiku, tidak mungkin kami tidak saling mencintai..” Ujar Ratu Tamara berusaha menjaga wibawanya, meskipun terlihat malu-malu di sana. Ratu Becca sempat tersentak dengan perkataan itu.
Menikah tanpa cinta ?? Batin Ratu Becca dengan sedih, karena dia belum bisa mencintai Raja Basilio dengan sepenuh hati.
Ayo Becca, kau pasti bisa !! Semangat !! Batin Becca lagi, mencoba menguatkan dirinya.
Becca menoleh, beberapa bangsawan tampak akrab satu sama lain, dan saling berbicara. Ratu Becca merasa ragu, apakah dirinya harus masuk ke dalam lingkaran sosialita para bangsawan atau tidak, terlebih tanpa kemampuan sihir, Keluarga Malcon seakan terasingkan oleh para bangsawan lain yang memiliki kekuatan sihir.
“Jika kau tidak mau masuk ke dalam lingkungan bangsawan, tidak apa.”
“Eh ??”
Ratu Tamara tersenyum kecil, “Sejak dulu aku juga di kucilkan, terlebih aku terlahir dari rakyat biasa. Suamiku juga melarangku masuk ke dalam pertemanan bangsawan, karena takut.. Aku mendapatkan hinaan dari mereka. Suamiku juga bilang, pertemanan seperti itu, sia-sia saja, mereka mau mendekatimu karena statusmu saja.” Ujar Ratu Tamara menjelaskan panjang dan lebar, membuat Ratu Becca tersenyum kecil, ternyata pilihannya untuk tidak masuk ke sosialita bangsawan adalah pilihan yang tepat.
“Ah, astaga..”
“Ada apa ??”
“Apakah ada kamar mandi ?? Aku harus menerima panggilan alam.” Ujar Raja Becca, membuat Ratu Tamara terkekeh pelan.
“Tentu saja, arah utara, kau melihat lorong ke arah barat, lalu terus saja, baru kau akan menemukan kamar mandi.”
“Terima kasih Ratu Tamara, aku pamit dulu.” Ujar Ratu Becca dengan berjalan cepat, bergegas untuk pergi dari sana, menuju kamar mandi.
Ratu Tamara terkekeh melihat pemandangan itu, dia sedikit terhibur dengan kehadiran Ratu Becca yang adalah sosok rendah hati dan sopan.
...
Saat berjalan melewati lorong, Ratu Becca berjalan sedikit tergesa-gesa, beruntung arah yang di berikan Ratu Tamara cukup jelas, jadi dia tidak perlu terlalu berkelit untuk mencari kamar mandi.
Tapi sebelum sampai ke kamar mandi, seseorang membawa sebuah tongkat kayu mengikuti dari belakang, dia kemudian mengayunkannya ke arah kepala Ratu Becca..
Bugh !!!
❤️👑❤️👑❤️👑❤️👑❤️👑❤️
gapapa publish aja cerita baru pasti aku baca semua 😍😍😍🔥🔥🔥
gak papah lah klo masih seawet muda brad pitt🤣🤣🤣
latar kerajaaan bgini makin seru thor, berasa ky di novel2 terjemahaan. 😄
semangat thor😄