NovelToon NovelToon
Suami, One Day

Suami, One Day

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.6
Nama Author: Chicy L

Suami, satu hari. Ya hanya satu hari aneh tapi memang itu yang aku alami menikah karena keadaan.

Keadaan dimana membuat hidup ku berubah drastis, setelah pernikahan satu hari itu kita tidak pernah bertemu satu sama lain dalam waktu cukup lama

Ku berharap tidak pernah bertemu kembali tapi Tuhan berkata lain setelah beberapa tahun kita tidak pernah bertemu, Tuhan mempertemukan kita kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chicy L, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya alle sampai di sebuah bandara John F Kennedy Amerika serikat

"Nona, nona" panggil asisten Ben pada Alle yang tertidur di atas sofa

"Engghhh"

Lenguh Alle ia mengucek kedua matanya menyipit kan kedua matanya karena silau terkena cahaya lampu

"Ada apa asisten Ben" tanya Alle dengan suara khas orang tidur

"Maaf Nona, tapi sebentar lagi pesawat kita akan landing nona" ujar asisten Ben

"Iya, aku mau cuci muka dulu" alle mengangguk ia lalu berdiri menuju kamar mandi

Sedang asisten ben keluar dari ruangan itu

Setelah Alle mencuci mukanya ia lalu keluar dari ruang itu lalu duduk di tempat sebelum nya ia duduk

Saat ia akan ke kursinya ternyata sudah Alex yang duduk diam memandang langit di kursi nya

Alle kemudian melanjutkan langkahnya ia duduk di kursi nya tak lama asisten Ben datang membawa sebuah map

"Nona, silahkan tanda tangan" ucap asisten Ben

Alle menatap asisten Ben lalu menunduk melihat di depan nya ia menghela nafas panjang lalu menandatangi nya

"Terimakasih nona, ini barang milik nona, di dalam sini sudah menjadi hak milik nona, mau nona buang, jual sekali pun terserah nona" ujar asisten Ben menunjuk sebuah paper bag di samping Alle entah dari kapan asisten meletakkan semua paper bag itu

"Hem" Alle hanya berdehem saja

"Saya permisi jaga diri anda baik-baik nona" ujar asisten Ben

Alle hanya diam ia melihat ke arah luar pesawat yang menampilkan pemandangan negara Amerika yang terang cahaya lampu

Alle tiba pada tengah malam, yang sudah bayaj orang untuk beristirahat terkecuali orang-orang tertentu

Tak lama pesawat pribadi milik Alex berhenti di bandara mereka lalu bersiap untuk turun ke bawah begitu juga dengan alle ia turun ke bawah Sammbil membawa paper bag di tangan nya

"Welcome Amerika" ucap Alle

Ia menata sekeliling lalu melangkab keluar Bandara yang pertama ia lakukan adalah memesan taksi untuk pergi ke apartemen nya

Namun sebelum itu ia menarik uang terlebih dahulu

"Ya ampun kenapa banyak sekali bukan kah seharusnya berkurang" gumam Alle melihat nominal angka yang sesuai dengan kesepakatan 5M

Tapi yang ada di dalam kartu itu tak berkurang sedikitpun karena Alle meminta membelikan rumah mobil dan perhiasan untuk keluarga Yohanes dari uang kesepakatan

"Jadi yang ia berikan pada keluarga itu semuanya uang nya dia" gumam Alle

"Nanti aku berikan kompensasi" ucapan Alex terlintas di pikiran Alle

"Atau ini yang di maksud kompensasi?" ujar Alle

"Ahh sudah lah bikin pusing saja lebih baik aku segera narik uang ngeri juga kalau di sini kelamaan" ucap Alle mengacak rambut nya lalu melihat sekeliling yang sepi dan gelap di sudut-sudut

Setelah selesai menarik uang secukupnya Alle keluar dari bandara dan kebetulan ada sebuah taksi yang berhenti di depan sana

Alle pun Meminta nya ke alamat apartemen nya

(Untung aku jago bahasa Inggris kalau tidak bisa kayak orang bego) batin Alle

Di tengah perjalanan Alle mengambil ponselnya ia lalu menghubungi sahabat nya

"Hallo Alle, kemana aja kamu dari tadi aku telfonin tapi gak aktif, dimana sih kamu, kalau terjadi apa-apa gimana kamu, sekarang kamu di mana aku susul ya" cerocos Dira

"Aduh Dira bisa tidak satu-satu ngomong nya" ujar Alle

"Heheh ya maaf lagian kamu sih gak ada kabar satu hari ini" ucap dira terkekeh kecil

"Huh"

"Kamu di mana sih" tanya Dira

"Aku lagi di Amerika" ucap Alle pelan ia menunduk kan kepala nya melihat jari-jari nya

"Haha ngapain ke Amerika, naik apa Bu ke Amerika naik kaki" kekeh Dira yang mengira Alle bercanda

"Aku serius Dira" ucap Alle

"Haha janga ngibul kamu" ucap dira masih tak percaya

Alle menoleh ke arah Jendela ternyata nampak patung Liberty Alle pun memfoto nya dan mengirimkan nya ke Dira

"Buka gambar yang aku kirim" ucap Alle

Dira terdiam lalu tak lama terdengar pekikan dari Dira

"What yang bener kamu di Amerika alle" tanya Dira terkejut

"Iya" ucap Alle

"Kok bisa, tunggu-tunggu apa aku mimpi ini" ucap dira

"Kamu gak mimpi Dira emang aku lagi di Amerika" kesal Alle ia langsung mematikan telfonnya

"Dasar Dira" ucap Alle menggeleng kepala

Tak lama mobil taksi yang di gunakan Alle sampai di alamat apartemen, Alle pun turun setelah membayar taksi

"Apa ini benar tempat nya kenapa besar sekali tempat nya, luas lagi" ucap Alle menatap bangunan yang di depan nya yang luas lebar dan juga tinggi

Ia pun masuk ke dalam menekan tombol lift menuju kamar nya yang ada di lantai 7

Ting

Pintu terbuka Alle keluar dari lift ia melihat sekeliling nya cukup rapi bersih di sekitar lorong ia lalu mencari kamar apartemen nya

"Mana nih" ucap Alle celingukan

"Ahh ini dia" ucap Alle ternyata tempatnya ada di ujung sana

Ia menekan tombol sandi pintu yang tertulis di kertas bersama alamat nya tadi

tit tit tit tit tit ting

Pintu terbuka Alle langsung masuk ke dalam apartemen nya, ia lalu maju melihat sekeliling nya

Ternyata dua lantai apartemen nya lantai satu ada sofa, tv, meja makan, dapur dan juga balkon

"Tidak luas tidak sempit" ucap Alle

Alle lalu naik ke atas melihat kamar nya, ia membuka pintu lalu masuk ke dalam ada ranjang, ada lemari ada toilet dalam, ada meja dan yang paling Alle suka ada jendela besar nya

Alle meletakkan semua barang nya lalu membuka lemari ternyata sudah ada pakaian

"Ternyata sudah ada isinya" ucap Alle melihat pakaian yang tergantung

Ia lalu menutup nya kembali, kakinya melangkah ke arah korden ia menyibak korden nya pemandangan yang sungguh indah

Lampu kemerlap bersinar menghiasi malam alle pun kembali menutup nya lalu ia kembali turun ke bawah melihat dapur nya

Ia melangkah ke arah dapur tapi matanya melihat sebuah buku di atas meja depan sofa

Karena penasaran Alle pun mengambil nya dan membacanya, ternyata apa saja yang ada di dalam apartemen itu, pembayaran, fasilitas gedung, keamanan dan sebagainya

Selesai membaca Alle mengembalikan buku itu lalu ia melangkah ke dapur membuka isi lemari dingin sudah ada beberapa jenis sayuran untuk satu bulan kedepan

"Huh seperti dibuang saja, di kasih uang, di kasih tempat tinggal, di kasih makanan, di kasih baju" gerutu Alle

"Enggak sekalian di kasih pekerjaan biar aku gak cari pekerjaan lagi" ucap Alle

Ia pun mengambil gelas tapi

"Aku mau ngapain ya kok ambil gelas?" ujar Alle lupa ia mau ngapain terlanjur enak menggerutu sendiri

"Oh Iya aku kan mau minum, kenapa lupa segala sih" ucap Alle menepuk keningnya ia kembali membuka kulkas

"Tinggal di negara orang, jauh keluarga, jauh sahabat gak ada yang aku kenal" ucap Alle masih saja menggerutu tanpa melihat apa yang ia ambil

Alle mengambil nya lalu menuang kan nya di dalam gelas dan meletakkan nya di di samping gelas ia lakukan itu dengan feeling nya

Ia lalu meminumnya tanpa melihat ke arah gelas nya karena matanya fokus menatap sekeliling nya dan bibir yang masih saja terus menggerutu

"Kok gak ada" ujar nya tak merasakan apapun dari gelas nya

"Kok kosong" ucap Alle baru sadar gelas nya yang kosong melompong

"Ya Tuhan kau bodoh sekali alle, kau kan mau minum kenapa kau ambil seledri(seledri yang besar-besar)terus kamu tuang Begitu saja di atas gelas emang kamu ini penyihir yang bisa ubah seledri jadi jus yang tinggal tuang gitu" ucap Alle menggeleng kepala nya mengingat betapa konyol nya dirinya

Ia pun mengembalikan seledri itu dan mencari minum tetapi tidak ada ia kembali membaca buku di atas meja siapa tau bisa minum langsung dari air keran batin nya

Ternyata memang benar air bisa langsung di minum alle segera meminumnya karena sudah haus setelah itu dia kembali ke atas untuk tidur karena ia merasa capek

1
SR.Yuni
ini nih typo apa emang niat othor sih buat definisi....jauh banget loh artinya divisi sama definisi thor...
SR.Yuni
wkwkwk....asistennya kocak
Ismalinda
Luar biasa
Diajeng Ayu
cerita novel ga jauh" dari penderita prempuan klasik anj lemah kali benci bgt seakan akan perempuan makhluk paling lemah tidak berdaya
Aku anak sehat com Com com
lanjut ke cerita sahabatnya alle dong thor
Kamiem sag
kok Ale pertama kali berpasangan Thor??
bukankah sebelumnya juga berpacaran dgn Jason ditempat kerja sebelumbya???
Kamiem sag
perasaaan dari bab awal Alex gak punya sahabat lah Tor
yg ada cuma asistennya
Kamiem sag
semangat Ale
semangat Thor
jangan buat si Ale tetap bodoh tolol paok lagi
Kamiem sag
Alex korban keserakahan bi na tang berwujud ma nu sia
Kamiem sag
apa ya alasan Alex nikahin Ale?
Kamiem sag
ya begitu kalo bodoh
kena tindas terus
bisa kan habis gajian minggat kekota lain?
cari kehidupan baru meski krberuntungan masih belum tentu?
tapi dasar bodoh tolol paok pekok longor makanya terus menerima siksaan
Kamiem sag
Ale aneh
sepertinya kikir
Suyudana Arta
bukannya divisi?
Evy
orang tua Alle mungkin... wah.. pantesan saja Alle pintar dan selalu mampu mengerjakan tugas perusahaan dengan baik karena faktor keturunan yang mumpuni..
Budhe Chichi
Luar biasa
Er Diana
bagus
aagnes
Luar biasa
Kynan Adinata
tuan Hutapea ortunya Alle
sri harjuni
Luar biasa
Teti Hayati
kirain kerjanya paruh waktu, sampe gak bisa makan karena gak ada bgt simpenan..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!