lima tahun pernikahan Alia dan Reyhan belum memiliki anak. Suaminya menyalahkannya dan menceraikannya demi wanita lain. resmi bercerai Alia baru menyadari bahwa dirinya hamil. perjuangan Alia sebagai seorang ibu dan perjuangannya sebagai seorang wanita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggun Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permintaan Ayah
Berkali kali Farhan menelpon bos nya. Tapi tidak diangkat angkat. Terpaksa Farhan datang ke apartemen Rey. Ternyata Rey masih tidur.
Tumben jam segini tuan belum bangun.
"Bangun tuan, sekarang sudah jam 09.00."
Rey membuka matanya. Dia masih mengantuk, semalaman tidak tidur setelah pertemuannya dengan Alia kemarin.
"Mau saya siapkan air hangat tuan untuk mandi?"
"Tidak. Aku lebih butuh air dingin sekarang."
Rey menyibakkan selimut. Merenggangkan badannya.
"Tuan ada hal yang ingin saya sampaikan."
Rey menatap Farhan siap mendengarkan.
"Ayah anda dilarikan kerumah sakit pagi ini."
"Apa?" Rey panik mencari cari ponselnya.
"Ponsel anda saya temukan di sofa depan tuan. Habis baterai jadi sedang saya charge."
"Sialan. Berikan ponselmu." Farhan memberikan ponselnya. Rey menelpon ibu nya berkali kali tapi tidak di angkat.
"Kita pulang sekarang Farhan." Rey kekamar mandi bersiap siap pulang ke kotanya.
Rey naik pesawat dengan penerbangan tercepat. Hanya butuh 1,5 jam untuk sampai ke kotanya. Dari bandara dia langsung menuju rumah sakit. Rey berlari sepanjang koridor rumah sakit. Membuka pintu kamar inap ayahnya.
"Ayah."
Ayah Rey berbaring dengan banyak kabel terhubung di badan nya. Ibu Rey menghambur ke pelukan anaknya. Menangis pilu.
Setelah lebih tenang, Rey dan ibunya duduk di sofa.
"Saat Ayah sedang bersiap berangkat kerja, dia mengeluh sesak nafas. Badannya lemas. Akhirnya Ayah dilarikan ke rumah sakit. Dalam perjalanan, Ayah pingsan. Sampai sekarang belum sadar. Kata dokter, jantung Ayah harus di pasang ring. Ayah juga sakit ginjal yang diharuskan cuci darah."
"Kita lakukan apa pun kata dokter bu." Rey menggenggam tangan ibunya.
"Kita beri tahu Ayah saat siuman nanti."
Malam nya ayah Rey siuman. Dia bersikeras tidak mau di pasang ring dan cuci darah.
"Ayah, kita ikuti apa kata dokter ya."
Rey membujuk ayah nya. Ibunya sudah menangis lagi di samping Rey.
"Rey, kalau Ayah cuci darah, seumur hidup Ayah pasti harus melakukannya. Biarlah Rey, Ayah pasrah. Hidup dan mati Tuhan yang menentukan."
"Tapi Tuhan juga ingin kita berusaha Ayah. Jangan menyerah dulu."
Ayah nya tersenyum mendengar kata kata putranya.
"Kau tahu Tuhan mau kita berusaha, apa kau sudah berusaha mendapatkan istrimu lagi?"
Ayahnya mengalihkan pembicaraan. Mendengar kata kata ayah nya ingatan pertemuan terakhirnya bersama Alia muncul lagi. Rey menggeleng.
"Bukan saatnya memikirkan itu."
"Saran Ayah, sebelum penyesalanmu semakin dalam. Bawa dia kembali. Disini tempatnya Rey."
"Alia pasti akan kembali. Aku Ayah dari anaknya. Dia pasti datang padaku."
"Jangan terlalu percaya diri. Hati wanita gampang berubah. Atau kau yang akan menyesal Rey."
...💗💗💗💗...
Beberapa hari di rumah sakit ayah nya minta pulang ke rumah. Stress terlalu lama di rumah sakit katanya. Sampai sekarang dia kukuh tidak ingin melakukan pengobatan apa pun. Mau tak mau Rey membawa ayah nya pulang.
"Rey, Ayah punya permintaan."
Ayahnya menatap Rey dengan senyum lemah. Diraihnya tangan Rey dan menepuknya pelan.
"Bawa Alia dan cucu Ayah kesini. Ayah ingin bertemu mereka."
Rey tidak tahu harus menjawab apa. Dia tidak bisa menjanjikan apapun.
"Jangan bilang kau tidak bisa membawa Alia dan anakmu sendiri kesini."
Ayah Rey terkekeh pelan.
"Aku bisa. Sudahlah Ayah harus istirahat."
"Ayah yakin Alia masih mencintaimu. Tunjukan padanya kalau kau pria yang pantas untuknya."
"Aku hanya pria brengsek di matanya." Rey teringat kembali makian Alia.
"Alia melalui banyak hal sendirian setelah berpisah denganmu. Sekarang saatnya kau menebus itu semua."
Di lain tempat.
Alia sedang sibuk sibuknya dengan toko kuenya. Entah kenapa hari ini sangat ramai. Biasanya juga tidak seperti ini. Alia lelah jadi dia memilih beristirahat di bangku depan tokonya. Cuaca hari ini bagus. Tidak panas, tidak mendung juga. Alia duduk beristirahat sambil meminum susu coklat kesukaanya.
"Boleh bergabung?"
Alia menoleh melihat siapa yang berbicara padanya.
"Leo."
"Hai?"
"Sedang apa kau disini?"
"Bertemu dengamu." Leo duduk dikursi di samping Alia.
"Ada perlu apa?"
"Ini."
Leo meletakkan sebuah amplop di depan Alia.
"Apa ini?"
"Ucapan terima kasih. Kau sudah menolongku kemarin."
Alia membuka amplopnya. Melihat isinya. Alisnya berkerut.
"Kau memberiku uang?"
"Ya, bukankah wanita suka uang?"
Alia meletakkan kembali amplopnya di depan Leo.
"Ambil kembali. Aku tidak mau menerimanya."
"Ini hadiah untuk mu."
"Aku lebih senang kau mengucapkan terima kasih."
"Apa jumlah nya kurang?"
Alia tercengang dengan jawaban Leo.
Pria ini bebal atau apa sih.
"Dengar ya aku sudah menolak nya baik baik. Sekarang pergilah."
Alia berdiri dan hendak masuk meninggalkan Leo.
"Alia tunggu, kenapa kau marah?" Leo meraih tangan Alia. Refleks Alia menarik tangannya.
"Aku membantumu bukan karena mengharapkan uang. Jadi simpan uang mu itu."
"Oke baiklah. Aku ambil kembali uang nya. Lalu kau mau apa? Tas? Sepatu? Atau perhiasan mungkin."
Ini orang ngoceh seenaknya. Kayaknya otak nya geser saat kecelakaan kemarin.
"Leo, pulang lah. Aku lekah karena toko sedang ramai. Aku tidak bisa meladenimu." Alia mengusirnya. Leo malah tersenyum.
"Kau tahu, aku mengiklankan toko rotimu ini di social media ku. Mereka semua yg datang pasti followerku."
Leo tersenyum bangga. Dia menunjukan kepada Alia post tentang toko rotinya di social media miliknya. Alia semakin pusing mendengar ocehan laki laki ini.
"Aku berterima kasih padamu sudah membuat tokoku ramai." Alia tersenyum terpaksa. "Jadi sekarang kita impas. Kau bisa pulang sekarang."
"Baiklah, kalau begitu. Tapi besok aku kembali lagi."
"Jangan." jawab Alia cepat.
Leo heran Alia langsung menolaknya. Biasanya wanita wanita yang dia dekati akan senang kalau Leo perhatian padanya. Bahkan akan menempel terus padanya. Tapi wanita ini, bahkan menolak uang yang dia berikan.
"Kau tidak ingin aku datang??"
"Tidak bukan itu maksudku."
Leo tersenyum senang.
"Itu artinya aku boleh kan datang lagi."
Alia menekan pelipisnya karena sakit kepala dengan ucapan Leo.
"Aku sibuk. Aku tidak bisa menemuimu kalau kau datang."
Alia masih mencoba untuk melarang Leo datang.
"Aku hanya ingin melihatmu." Leo tersenyum ceria.
Astaga. Pria ini tertawa lebar seperti anak kecil. Manis sekali.
"Kalau begitu aku pulang dulu."
Leo melambaikan tangannya dan melajukan motor sportnya.
"Itu siapa mbak?" Lena yang sudah melihat Alia dan Leo dari dalam bertanya antusias.
"Bukan siapa siapa."
"Masa sih, kalian keliatan akrab banget loh." Kata kata Lena mengandung kecurigaan. "Pacar ya mbak?" Lanjut Lena.
"Jangan sembarangan bicara Lena." Alia meninggalkan Lena masuk ke dalam.
"Nanti juga ketahuan."
Lena menyusul Alia kedalam.
alia yang masih blm bisa move on sepenuhnya ma leo kembali tergoda akan kehadiran leo 😂 CLBK cinta lama belum kelar