Sebuah kisah menarik....☺☺👍👍
Rajab Ambarawa tidak bisa melupakan masa lalu yang ia cintai yaitu Sofia yang sudah tiada meninggalkan nya. dua tahun berlalu kehidupan Rajab harus berjalan lanjut yaitu menikah dengan Luna seorang model terkenal di kotanya. Keinginan Oma yang harus Rajab turuti.
Kemudian sang adik Sofia kembali ke keluarga nya dimana dirinya akan membalas kan dendam kematian kakaknya yang sudah tiada. tindakan Vendra mendekati Luna Calon istri Rajab untuk mencari tahu kebenaran yang ada untuk minta keadilan.
Pertemuan mereka akan memulai hal menarik saling selisih antara saudara dan pertemanan saling salah paham terutama pada Vendra, Elisa dan Kasih tiga wanita memiliki sifat Antagonis merebutkan keinginan dari Rajab dan Luna...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 MENJAMBAK RAMBUT!!
"nih.. kunci motor nya". Denis menyerah kan Kunci motor pada Vendra. Senyum Vendra terpang-pang senang menerima kunci motor yang ia inginkan yaitu motor besar (Moge) berwarna hitam.
" Makasih! ". Senyum Vendra
Denis menghela nafas bete harus mengikhlaskan motor nya di pakai oleh temannya sendiri.
" terus rencana nya bagaimana? ". Tanya Denis
" untuk sementara aku mengawasi dari jauh ". Vendra berkata sambil melihat-lihat motor sembari menyentuh dengan ekpresi senang
" ohh! Hati-hati saja. kalau ada sesuatu hubungi aku! ok! aku tidak akan sering berkunjung ke hotel. besok udah mulai sibuk ". Ujar Denis
" Sibuk apa tidak biasa nya". Tanya Vendra
"Ayahku sakit aku harus mengurus kerjaannya di kantor". jawab Denis
" ohh.! ok!.".
Vendra memakai jaket berkulit hitam pasang Resleting tarik ke atas ujung lehernya lalu kedua tangan ambil helm hitam di pakai untuk melindungi kepala nya. dirinya naik ke atas jok motor putar kunci
"Ok! aku pergi". Ucap Vendra pamit pada Denis
" iya".
BRum... Brumm..
Vendra pun pergi meninggalkan Denis dengan motor nya.
Di perjalanan di atas jok motor yang ia duduki mengendarai sembari memikirkan sesuatu di tengah jalan
"aku akan terus berjalan sampai menemukan jalan yang harus aku dapat kan. Kak sofia....kali ini aku akan menemukan jawaban itu. entah itu buruk atau baik. yang pasti harus ada keadilan". Vendra tidak akan pernah berhenti untuk mencari keadilan sang kakaknya yang sudah tiada walaupun perjalanan nya akan semakin berat kedepannya nanti. ini adalah awal cerita di mulai.
"Satu-satunya jalan hanya keluarga Ambarawa. Rajab? pria itu...! sebenarnya pria itu segitu cinta nya kah sama kakak ku. aku harus membuktikan nya sendiri". Vendra masih belum yakin kalau Rajab bener-bener cinta pada kakaknya. Vendra masih curiga pada Rajab atas kematian kakaknya ia berfikir mungkin yang bikin kakaknya meninggal karena Rajab. banyak di pikiran Vendra yang kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. mungkin saja ketahuan selingkuh atau sakit hati atau juga hal lain. dan Rajab dendam atau marah bisa saja seperti itu.
namanya juga manusia biasa memiliki dosa dan hilap melakukan kejahatan. wajar saja Vendra berfikir negatif terhadap keluarga Ambarawa karena keluarga mereka terpandang dan berada.
Motor yang ia kendarain melaju cepat dengan memutar gas dan melepaskan kopling
Brummm...
****
****
Tampaknya Luna sedang di poles wajah nya oleh seorang perias wajah. saat ini dia berada di sebuah acara Shi Show acara pemilihan pakai yang akan di tunjuk paling agensi elegan dan sexy. Setelah selesai merias wajah ia bangkit. terlihat sebuah jubah jaket tebal terburai kebawah kaki yang ia kenakan seperti jaket musim dingin menutupi seluruh tubuh nya dari leher hingga di bawah kakinya. Rambut panjang nya di gulung ikat dengan anting-anting berkilap putih yang indah kedua telinga nya itu. Kemudian Luna bersiap untuk gilirannya melangkah ke atas panggung. Setelah namanya di panggil. Luna berlahan melangkah dengan elegan. sungguh indah dan luar biasa melihat ke atas hingga kebawah kaki tubuh ramping nya sangat cocok yang ia kenakan
Semua orang yang hadir di acara Shi Show terperangah melihat jubah jaket yang luar biasa yang di kenakan Luna.
Luna melangkah memutar dengan gaya sexy layaknya seorang model. lalu berjalan lagi berbalik kembali dengan wajah tegas menatap mata kedepan dengan tajam.
Di luar gedung Shi Show tampaknya Kasih berada di parkiran mobil yang sedang berdiri terdiam samping mobil sambil main ponsel nya.
Sebuah panggil muncul di layar ponsel nya. langsung ia angkat menempel kan di telinga kanan nya.
"halo! gimana? ". Tanya Kasih
" semua nya beres. tinggal nunggu dia datang ". Jawabnya di dalam telepon dari nada suara nya seperti seorang pria muda.
" ok". Kasih langsung tutup telepon melangkah jalan.
****
Kemudian Kasih melangkah jalan di lorong berjalan dengan cepat sesuatu keluar dari kepala nya yang begitu keras. Seperti seorang yang kesel. sempat melirik ke samping kiri lalu membelok dan____
Bruk*
"Aduhhh". Kedua nya langsung terjatuh kebawah lantai sambil menyentuh badan mereka yang sakit saat bertubrukan.
Kasih melihat kedepan langsung bangkit sambil merapikan baju yang lecet yang mengenakan gaun indah nya.
Tampaknya yang yang menubruk Kasih adalah Vendra berpakaian jaket hitam.
Vendra bangkit berdiri di hadapan Kasih. kini mereka berdua saling menatap.
"Hei lihat-lihat jalan dong! ".Ngegas Kasih sambil tunjuk jari depan nya.
" Loh.... ko aku? yang ada kamu! kenapa engga lihat kedepan? ". Tanya Vendra serentak
Kasih melihat tampilan wanita tomboy di depan nya hanya dengan ekpresi sinis
" Mau kemana? dengan pakaian kayak gitu. di sini bukan jalanan nakal mu! KAMU SALAH TEMPAT. NGAPAIN DISINI? ". Sentak Kasih tengil menyindir tampilan Vendra yang tomboy
Vendra pun melihat dirinya. " UNTUK APA KOMENTARIN TAMPIL ANKU. LIHAT SENDIRI SOK GAYA GAUN. mau apa MAU GODAAN PRIA IYA! ? ". Sentil Vendra menyinggung Perempuan di hadapan nya.
" KURANG AJAR. IYA.. JANGAN MULUT MU ITU". Sentak Kasih marah
"KENAPA? HAH? TERSINGGUNG! HAHAHAHAHA BERARTI BENAR IYA!!! " Vendra ketawa ledek pedas menyindir sok lagat berani
"HEI.....!! DASAR...! SINI KAMU! ". Kasih langsung menjambak rambut tarik dengan kasar yang terikat itu.
" AAAARRGGGHH!! ". teriak sakit Vendra. Vendra pun membalasnya menjambak rambut Kasih dengan kasar juga.
" AAAHRRGGHH! ".
Mereka berdua pun saling tarik menarik rambut panjang mereka dengan kasar secara paksa hingga saling menyakiti satu sama lain.
Tidak lama Luna yang melangkah di lorong sambil fokus melihat layar ponsel yang ia gengam.
" Aaaa arrrggghhh!! ".
seketika Luna kaget mendengar suara. langsung menoleh ke depan. Luna kaget ternyata ada dua wanita sedang berantem saling menjambak rambut saling menyakiti.
" Itukan Vendra sama Kasih.. loh... ". Luna bergegas menghampiri mereka berdua. " HEI ADA APA INI! HENTIKAN! ". Luna berusaha memisahkan mereka yang saling tarik rambut.
" AAAA ARRRGGGHHH!! ".
" SUDAH HENTI KAN!! ". LUNA PUN MASUK DAN DORONG TUBUH KASIH DAN TAHAN TANGAN NYA VENDRA. " VENDRA!! KASIH!!SUDAH!! ". Ekpresi marah terpang-pang jelas di wajah Luna menatap tajam pada mereka berdua. Hingga mereka pun mereda saat di henti kan oleh Luna hingga terdiam saling menatap tajam antara Vendra dan Kasih.
Kini mereka berdua duduk di kursi sebuah lorong lobby. Vendra dan Kasih duduk menatap kedepan yang hanya terdiam bengong. Tidak lama Luna datang membawa botol air minum untuk mereka berdua.
"nih! ". Luna memberikan sebotol air minum pada Kasih lalu Vendra.
" Sebenarnya kenapa kalian berdua saling jambak rambut. berantem lagi. di tambah! kenapa kalian ada di sini! mau ngapain? ". Tanya Luna pada mereka berdua dengan kedua tangan melipat di bawah dada nya menatap serius pada mereka.
Mereka saling menatap satu salam lain yang tidak menyangka tujuan mereka sama bertemu dengan Luna secara diam-diam. Tapi Vendra dan Kasih tujuan nya berbeda. tidak lama saling menatap menoleh kedepan ke arah Luna.
"Jawab! kenapa diam? ". Ngegas Luna
" Aku cuman hanya ingin tahu ke adaan saja". Di jawab oleh Vendra ekpresi bingung.