NovelToon NovelToon
Legacy Of Soryu: In The Name Of Love And Blood

Legacy Of Soryu: In The Name Of Love And Blood

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam
Popularitas:97
Nilai: 5
Nama Author: AzhuraAstra

Sembilan belas tahun lalu, Ryuichi Soryu ditemukan tewas dengan cara yang mengguncang jagat dunia bisnis Indonesia.

Berita kematiannya menjadi tajuk utama di seluruh kanal media pada saat itu, memicu kepanikan massal hingga membuat saham-saham di bawah naungan Soryu Group terjun bebas ke titik terendah.

Polisi menutup kasus itu dengan dalil "perampokan biasa" sebuah narasi yang tak masuk akal bagi siapa pun yang mengenal konglomerat berdarah Jepang itu.

Yang membuat kasus pembunuhan itu semakin terlihat jangal adalah tak ada satupun barang berharga yang hilang, tak ada satu pun saksi mata dikejadian perkara, seolah nyawa sang konglomerat hilang begitu saja.

Bagi sang putra, kematian ayahnya itu bukan sekadar tragedi. Itu adalah luka yang membekas di hidupnya selamanya.

Sekarang dirinya sedang mencari sang pelaku dan menyeretnya menuju kehancuran yang setimpal dengan apa yang dia dan ayahnya rasakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzhuraAstra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

𖣂|Bab 28 Davian? Apa Kau Menyukai Bosmu Sendiri?|

...|Legacy of Soryu|...

......· · ─ ·𖥸· ─ · ·......

Davian perlahan membuka matanya. Kepalanya terasa berdenyut nyeri. Hal pertama yang ia sadari adalah bau debu dan pesing yang menyengat. Kedua, ia menyadari bahwa tangannya terikat kuat di belakang sebuah kursi.

"Aduh, Mama... ini aku diculik beneran?" gumamnya lirih. Ia mencoba menggerakkan tangannya, namun ikatan itu terlalu kencang. "Kacamata... kacamataku mana?"

Ia merasa lega saat menyadari kacamatanya masih bertengger di hidungnya, meski sedikit miring. Davian menatap sekelilingnya. Ruangan itu luas, gelap, dan hanya diterangi oleh satu lampu itu pun remang-remang.

Suara langkah sepatu yang menghentak lantai semen terdengar mendekat. Pintu di depannya berderit terbuka, menampakkan sosok Shu Hades yang berjalan masuk dengan aura yang mengintimidasi.

Shu menarik sebuah kursi dan duduk tepat di hadapan Davian. Ia menyulut sebatang rokok, mengembuskan asapnya ke wajah Davian.

"Uhuk! Uhuk! Hei!!! Jangan disemburkan ke wajahku dong! Kulit wajahku ini perawatannya mahal, tahu!" Davian berseru kesal, mencoba memalingkan wajahnya meski gerakannya terbatas.

Shu tertawa rendah, suara yang terdengar sarkastik di ruangan kosong itu. Ia memajukan tubuhnya, menatap Davian dengan tatapan meremehkan.

"Berisik sekali," ujar Shu datar. "Baru disembur asap saja sudah mau menangis. Pantas saja Bara Soryu memeliharamu. Kamu ini... letoy sekali untuk ukuran orang yang bekerja di lingkaran Soryu."

Davian mendengus, berusaha memperbaiki posisi kacamatanya dengan menggerakkan pangkal hidungnya. "Letoy? Heh! Asal Anda tahu saya ini asisten profesional, bukan petarung bebas. Tugas saya mengurus jadwal dan aset, bukan baku hantam sama orang yang... Yang k-kaya Mas!"

Shu menyesap rokoknya lagi, matanya tidak lepas dari sosok Davian. "Asisten profesional yang tertangkap hanya dengan umpan motor mogok. Sangat mengesankan, Bara mungkin bangga denganmu."

"Itu namanya kemanusiaan! Mas saja yang jiwanya sudah busuk sampai tega menipu orang baik hati seperti saya, huh!" balas Davian berani, meski dalam hati ia mulai menghitung kemungkinan ia bisa keluar hidup-hidup dari sana.

Shu menyeringai tipis, terlihat terhibur dengan reaksi korbannya.

"Ternyata asisten letoy ini punya mulut yang cukup berani. Kita lihat seberapa berani bosmu itu saat tahu tangan kanannya sedang aku ikat seperti hewan kurban di sini."

Davian menggerakkan rahangnya yang kaku. Menolak untuk terlihat makin menggemaskan di mata penculiknya, ia mengumpulkan sisa ludah di mulutnya dan Cuh! meludah tepat ke arah jaket kulit hitam yang dikenakan oleh Shu.

Cairan itu mendarat tepat di bagian dada jaket Shu.

Seketika itu juga, seringai di wajah Shu lenyap. Rahangnya mengeras dan matanya berkilat murka. Tanpa peringatan, tangan kanan Shu melesat maju, mencengkeram wajah Davian dengan sangat kuat hingga pipi asisten itu tertarik ke belakang dan mulutnya sedikit terbuka.

"Kau cari mati, hah?!" bentak Shu, suaranya rendah namun bergetar oleh amarah yang tertahan.

Davian meringis kesakitan karena cengkeraman kasar itu, namun ia dipaksa untuk menatap langsung ke dalam mata Shu. Pada jarak yang sedekat ini, apalagi dengan pencahayaan lampu remang-remang yang jatuh di guratan wajah Shu, Davian tiba-tiba membeku. Jantungnya mencelos bukan hanya karena takut, melainkan karena sebuah kesadaran yang mendadak melintas di kepalanya.

Tunggu dulu... batin Davian kebingungan. Kalau dilihat-lihat secara saksama dari dekat... kenapa garis wajah orang ini mirip sekali dengan Wakadanna? Bedanya orang ini kaya brandalan.

Shu yang tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Davian, semakin mempererat cengkeramannya pada wajah asisten itu, memaksa Davian kembali ke realitas.

"Dengar baik-baik, Letoy," desis Shu, wajahnya kini hanya berjarak beberapa sentimeter dari Davian.

"Keluarkan ponselmu. Telepon bosmu sekarang juga. Katakan padanya kalau kau sedang disekap, dan dia harus datang ke sini sendirian!"

Shu melepaskan cengkeramannya dengan sentakan kasar, membuat kepala Davian sempat terayun ke samping.

Davian terbatuk kecil, mengatur napasnya yang sempat tertahan. Meski wajahnya masih terasa sakit, ia menggelengkan kepalanya dengan tegas.

"Tidak mau! Saya tidak akan menjerumuskan Wakadanna ke tempat terpencil seperti ini. Cari saja umpan yang lain!"

Mendengar penolakan itu, Shu terkekeh sinis. Ia merogoh saku jaketnya, lalu mengeluarkan sebuah pisau lipat. Dengan satu sentikan ibu jari, mata pisau itu keluar dari sarangnya dengan suara klik.

Shu menempelkan sisi datar pisau itu ke leher Davian, perlahan menggesernya naik hingga menyentuh kulit pipi sang asisten.

"Aku tidak sedang memberikanmu pilihan," bisik Shu dengan nada mengancam.

"Telepon dia sekarang, atau aku akan memastikan kacamata bulatmu ini tidak akan punya tempat lagi untuk bertengger di wajahmu karena hidungmu sudah hilang."

Davian menelan ludah dengan susah payah. Dinginnya logam yang menempel di kulit pipinya mengirimkan sinyal bahaya yang nyata ke seluruh sarafnya. Ia bisa melihat pantulan cahaya lampu yang redup pada mata pisau tersebut yang sangat dekat dengan matanya.

"Ba-baik! Jangan potong hidung saya! Biaya operasinya mahal, Mas!" seru Davian dengan suara yang sedikit melengking karena panik.

Shu mendengus, namun ia tidak melepaskan pisaunya begitu saja. Ia merogoh saku kemeja Davian dan menarik paksa ponsel milik asisten itu. Dengan gerakan kasar, ia mengarahkan layar ponsel tepat ke depan wajah Davian.

Klik. Kunci layar terbuka seketika melalui pemindai wajah.

Shu mulai menggeser layar, mencari daftar kontak. Matanya menyipit saat melihat sebuah nomor yang berada di posisi paling atas, ditandai dengan ikon pin dan diberi nama "Wakadanna" lengkap dengan emoji love dan berlian.

Shu mengangkat alisnya, lalu menatap Davian dengan tatapan menyelidik yang menghina.

"Dipin? Bahkan ada emojinya segala?" Shu terkekeh pendek, sebuah tawa yang sarat akan ejekan. "Kau naksir bosmu sendiri? Hubungan asisten dan bos yang unik sekali. Aku baru tahu kalau Bara Soryu itu ternyata seorang gay. Apa jangan-jangan dia mendekati adikku hanya untuk menutupi seleranya yang menyimpang itu, atau justru dia..."

"Heh! Mulutnya tolong dijaga ya!" potong Davian dengan wajah yang mendadak memerah. "Itu namanya loyalitas tanpa batas! Saya menaruhnya di paling atas supaya kalau ada keadaan darurat, saya bisa lapor dengan cepat! Bukan karena saya naksir! Mana mungkin saya naksir balok es kutub utara seperti dia?"

Davian berusaha mengelak dengan nada bicara yang semakin cepat, namun rona merah di pipinya tidak bisa berbohong. Ia mendadak salah tingkah, meskipun tangannya masih terikat kuat.

Shu menatap Davian dari atas ke bawah dengan ekspresi mual. "Menjijikkan. Selera Soryu memang tidak pernah beres," desisnya ketus.

1
Alia Chans
Hadir Thor
Komen pertama , like + bunga🌹 , semangat😉
AzhuraAstra: Terimakasih 🫡
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!