Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
Yang Yang melihat dengan baik-baik dimana posisi parasit itu.
"Direktur Felix, jangan dengarkan anak ingusan ini. Setelah pemeriksaan MRI, jantung anak anda baik-baik saja. Masa dia lebih hebat dari mesin MRI?" ucap Zhu You meremehkan.
Yang Yang mengangkat pandangannya. "Ha, betul sekali paman. Betul yang paman bilang. Aku lebih hebat dari mesin MRI."
Zhu You berdecak kesal dengan jawaban Yang Yang itu.
Yang Yang menusuk dada anak laki-laki itu dengan jarum. Anak laki-laki itu terlihat menahan sakit, akan tetapi yang dikatakan Yang Yang ternyata benar. Ada parasit di dalam jantung anak itu. Yang Yang mengeluarkan parasit itu dengan jarum. Semua orang yang berada di kamar itupun menatap tidak percaya.
"Ha. Mana mungkin? Ini benar-benar parasit." batin Lu Xie.
"Anak ini juga menguasai ilmu pengobatan?" gumam dokter itu pada dirinya sendiri.
"Jenius sekali anak ini. Andai aku bisa punya anak seperti dia. Beruntung banget Direktur Dimas ini." ucap salah seorang di ruangan itu. Dimas yang mendengarnya pun tersenyum kecil.
Aileen meraba dadanya. "Ha!! Aku tidak merasakan sakit lagi. Ayah! Ibu! Rasanya tubuhku jauh lebih baik dari sebelumnya." ucap Aileen dengan senyum kecil di wajahnya.
Direktur Felix melihat ke arah Yang Yang. "Nak, kamu sudah menyelamatkan hidup putraku. Direktur Dimas, anak anda ini sangat jenius. Saya sangat berterima kasih kepada anda. Sebagai imbalannya saya bersedia bekerja sama dengan perusahaan anda. Kalau Direktur perlu apa-apa, anda bisa hubungi saya kapan saja." Direktur Felix memberi hormat.
"Terima kasih Direktur. Terima kasih." Dimas tersenyum bahagia.
"Yang Yang, kamu memang keberuntungan keluarga Pratama." batin Dimas tersenyum kecil.
"Tidak Mungkin! Kenapa anak ini bisa melakukannya? Bahkan mesin MRI saja tidak bisa mendeteksinya. Aneh!!" gumam Zhu You tidak percaya. Ia bersama dengan kedua pengawalnya segera meninggalkan ruangan itu dengan rasa kesal. Lagi-lagi rencananya untuk membuat keluarga Pratama hancur gagal total.
"Kalau begitu, saya dan putri saya pamit pulang." ucap Dimas dan menggandeng tangan putrinya itu.
Ditengah perjalanan Dimas merasa sangat bahagia. Hari ini bukan cuman menyelamatkan nyawa orang tapi Yang Yang juga bisa membuatnya bekerja sama dengan perusahaan Direktur Felix dengan sangat mudah.
"Anak kampung ini tidak akan kubiarkan terus-terusan seperti ini. Aku harus bertindak sendiri. Aku akan menyingkirkan Kedua anak Dimas." batin Lu Xie dengan senyum licik di wajahnya.
"Adik, tadi kamu hebat banget. Mengeluarkan parasit semudah itu. matamu begitu tajam, bahkan mesin MRI saja kalah." puji Devin.
Zhuzhu yang mendengar itu pun mendengus kesal. " Hm. Kemampuan begitu saja dibanggakan. Itu hanya kebetulan." ucap Zhuzhu bersedekap dada.
"Kamu bilang kebetulan? Kamu bilang kemampuan biasa saja? Lalu kamu punya kemampuan apa? tanya Devin kesal. "Dibandingkan dengan Yang Yang, kamu itu tidak ada apa-apanya." lanjut Devin lagi.
Lu Xie tidak terima mendengar Devin berkata seperti itu kepada Zhuzhu. "Devin kenapa kamu seperti itu pada adik mu. Zhuzhu juga kan adikmu. Kenapa kamu tidak pernah adil sama Zhuzhu."
"Hemm,, Adik? Adik satu ibu dan adik beda ibu jelas beda." ucap Devin yang berhasil membuat Lu Xie berdecak kesal.
Dimas yang mendengar itu hanya diam dan tersenyum kecil. "Anak-anakku ini memang hebat melawan." batinnya.
Akhirnya mereka sudah sampai di rumah. Diruang tamu terlihat masih ada Nenek Sari yang duduk menunggu mereka pulang.
"Ibu! Kok ibu belum tidur?" Dimas mendekati ibunya.
"Ibu tidak bisa tidur kalau cucu kesayangan ibu belum pulang." ucap Nenek Sari mengelus lembut rambut Yang Yang.
Zhuzhu yang melihat itu pun lagi-lagi terbakar api cemburu. "Yang Yang terus! Yang Yang terus! Kenapa semua orang menyukai Yang Yang. Ayah, Nenek dan Kakak, kalian semua tidak adil pada Zhuzhu." Zhuzhu mendengus kesal dan berlari kembali ke kamarnya dengan wajah kesal.
"Lu Xie, lihat ajaranmu kepada putrimu itu." ucap Dimas.
Lu Xie tidak membalas dengan sepatah kata pun. Ia segerah menyusul putrinya.
Malam semakin larut. Yang Yang sedang berada di dalam kamarnya. Ia belum tidur, matanya masih terjaga.
"Hadir di keluarga ini rasanya capek banget, setiap hari harus menghadapi nenek sihir dan anaknya itu. Kasihan banget tubuh anak ini, pasti dia tersiksa banget jika harus menghadapi ibu tiri dan saudari tiri yang selalu ingin mencelakainya. Tapi tidak! Selama aku berada di tubuh anak ini, tidak akan kubiarkan siapapun menyakitinya." batin Yang Yang. Ia terus menatap langit-langit kamarnya itu.
Seketika Yang Yang mulai merasa ngantuk. Ia akhirnya terlelap dalam mimpi indahnya.
***
Sinar matahari pagi menembus masuk melalui selah-selah tirai jendela kamar Yang Yang. Hangat dan pelan. Yang Yang mengerjakan matanya. Semalam ia tidur dengan sangat lelap, ia duduk di tempat tidurnya sambil meregangkan badannya.
"Huufff!! tidurku rasanya nyenyak banget." ucap Yang Yang.
Tok tok,,,
Suara ketukan pintu terdengar. "Sayang! Apa kamu sudah bangun." ucap Dimas dan membuka pintu kamar Yang Yang.
"Ayah!" ucap Yang Yang tersenyum kecil.
"Ayo turun sarapan bareng. Hari ini Ayah akan ke kantor pagi-pagi." ucap Dimas mengelus lembut kepala putrinya itu.
Yang Yang mengangkat pandangannya. "Ayah! Hari ini aku ingin berkunjung ke toko Paman Arya." ucap Yang Yang.
"Kalau begitu, kamu minta Devin menemanimu saja. Nanti Ayah akan suruh pengawal mengantar kalian." ucap Dimas.
"Baik Ayah. Ayo sekarang kita sarapan." Yang Yang menarik tangan Ayahnya menuju ke lantai bawah untuk sarapan bersama.
Dari tangga sudah terlihat Lu Xie, Zhuzhu, Devin dan Nenek Sari sedang berbincang.
"Yang Yang, kamu seperti ratu saja. Harus di panggil terus." ketus Zhuzhu.
"Zhuzhu!" Dimas menatapnya tajam.
"Sudah, sudah, sudah! Ayo sarapan sekarang." ucap Nenek Sari.
Dimas menyajikan makanan ke piring Yang Yang. "Ibu! Hari ini Dimas ada kerjaan penting di kantor. Mungkin lusa baru pulang."
"Hmm, iya iya." jawab Nenek Sari.
Ditengah sarapan mereka, Dimas melihat ke arah putranya. "Devin, nanti kamu temani Yang Yang ke toko Dokter Arya. Nanti Ayah suruh Toni mengantar kalian" ucap Dimas.
"Baik Ayah!" ucap Devin.
Lu Xie yang mendengar itu seketika raut wajahnya berubah. Tentu saja ia sedang memikirkan rencana. Dia tidak akan melewatkan kesempatan emas seperti ini. Apalagi Dimas tidak di rumah. Ini adalah kesempatan dia untuk menyingkirkan Yang Yang dan Devin.
"Ibu..!" Zhuzhu hendak mengatakan sesuatu tapi Lu Xie mengedipkan mata ke arahnya. Zhuzhu langsung paham apa maksud ibunya itu. Ia membalas dengan senyuman licik di wajahnya.
"Ini adalah kesempatan bagus untuk menyingkirkan dua bocah sialan itu!" batin Lu Xie tersenyum licik ke arah Yang Yang dan Devin.
lucu ajah si gak nyambung euyyy🤭🤭🤣🤣