NovelToon NovelToon
Kamu Milikku

Kamu Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Nikahkontrak / Romansa-Percintaan bebas
Popularitas:158.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: EnderGamer 1256

Reva, datang ke Taiwan dengan niat bersungguh-sungguh untuk kuliah dan lulus dengan nilai terbaik.

Steven, pemilik apartemen yang ditinggali Reva dan tinggal di gedung sebelah. Menganggap Reva anak bawang tapi juga mengagumi kecantikan Reva yang mirip dengan Tia, penyanyi sekaligus istri bossnya.
Sosok yang menjadi standarnya saat mencari pendamping hidup.

Sandy, yang dianggap sebagai Om oleh Reva, selalu memberinya dukungan dan pertolongan dalam beradaptasi dengan lingkungan baru.

Kisah cinta Sandy membuat Reva terpaksa membantunya dan membuatnya terjebak dalam kerumitan hubungan diantara mereka bertiga.

Hubungan Mereka bertiga, pacar Sandy dan pengagum Steven.

Siapa yang akan dipilih Reva?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EnderGamer 1256, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam Keluarga

Sandy sudah sampai di restoran sejak tadi.

Dia bersama dengan Robert dan Biliyan mengobrol di meja lebar.

Restoran ini penuh.

Restoran eksklusif tempat mereka biasa makan malam bersama sebulan sekali.

Bukannya mereka tidak pernah makan bersama, tapi memang mereka sengaja menjadwalkan satu waktu dalam satu bulan untuk makan malam formal sekeluarga di tempat yang formal.

Disini tempat para pengusaha dan artis papan atas makan.

Harganya selangit.

Jadi tidak sembarangan orang bisa masuk.

Suasana restoran mendengung dengan aliran percakapan para tamu.

Michael dan keluarganya belum tiba.

Memang mereka sengaja.

Mengatur siasat agar Sandy dapat memandang Reva seutuhnya saat masuk.

Mereka masih mengobrol.

Dengung suara mengeras.

Sandy menoleh ke pintu.

Lalu ternganga.

Michael masuk.

Di kanan kiri sikunya berpegangan istri dan keponakannya.

Tia dan Reva.

Tia memang sudah cantik.

Gaunnya menambah keanggunan gaya berjalannya.

Tapi..

Sandy tidak bisa melepaskan matanya.

Reva.

Dia nyaris tidak percaya itu Reva.

Reva yang biasa berpenampilan sederhana khas mahasiswa, kini berubah.

Seperti upik abu yang berubah menjadi putri.

Gaunnya.

Rambutnya ditata sedikit berantakan.

Makeup tipis yang malah makin menonjolkan kecantikannya.

Tanpa sadar Sandy berdiri.

Robert dan Biliyan menyimpan senyumnya.

Lalu ikut berdiri.

Michael menyapa.

"Maaf ya lama...

Maklum...dua cewek yang harus gue tungguin dandannya." senyumnya.

"Udah lama ya ?" sapa Tia.

"Ah enggak.." jawab Robert.

Pelayan lalu menarikkan kursi untuk mereka.

Saat pelayan akan menarikkan kursi di sebelah Sandy, Tia menggelengkan kepalanya.

"Reva duduk di sebelah suami saya." katanya.

Pelayan mengangguk lalu berjalan ke kursi seberang Sandy dan menarikkan kursi untuk Reva.

Sandy menarik wajah kecewa

Tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Dia bukan siapa-siapa.

Perubahan wajah Sandy tak luput dari pengamatan teman-temannya.

"Om...Tante..." sapa Reva tersenyum.

"Halo Va...

Badannya masih sakit gak ?" tanya Robert.

"Ah enggak Om..

Biasa aja."

"Emang kenapa?" tanya Biliyan.

"Tadi dibanting Steven." jawab Michael melirik sejenak pada Sandy.

"Hah ?!

Beraninya dia banting anak gue !" kata Tia.

"Enggak sakit kok Tante.

Tadi pas dibanting, Steven nahan badan saya." cerita Reva.

"Tapi kamu jerit." kata Sandy.

"Yah..karna Steve angkat badan saya tinggi." senyum Reva.

"Dia pegang kamu." kata Sandy datar.

Reva menatap heran.

"Bukannya emang jiu jitsu begitu Om ?"

Sandy memerah.

Yang lain saling berpandangan.

Sengaja diam supaya pembicaraan antara Reva dengan Sandy tidak terganggu.

"Yah..maksud Om..

Dia gak perlu angkat badan kamu tinggi banget sampe kamu njerit."

Reva tertawa.

"Steven suka becanda Om."

"Becandanya agak keterlaluan tadi."

Reva tidak berani menjawab lagi.

Khawatir Sandy marah.

"Dia sering ke rumah kamu Va ?" pancing Robert.

"Lumayan Om..

Suka bantuin saya belajar juga."

"Hah?! Emang dia ngerti Va ?" tanya Tia.

Reva mengangguk.

"Ngerti Tante.

Steven pinter banget."

"Padahal dia lagi sibuk.

Dan dia..gak pernah lagi mau ikut rapat sama kliennya.

Josh yang harus cover.

Tapi..yaah..gue akuin sih..

Apa yang diputuskan di rapat dikerjain sama dia." kata Sandy menggerutu.

Reva menatap mereka.

"Steven gak suka sama kliennya."

Lalu langsung menutup mulutnya.

Keceplosan.

"Maksudnya gimana Va ?" tanya Michael.

Reva memerah.

"Va ?" kejar Robert.

"Anu Om..

aduh..saya gak enak nyeritainnya.

Ini urusannya Steven."

Sandy menatap Reva. Mengamati.

Mencari tanda-tanda menyukai, cinta.

Tidak ada.

Sandy menghela nafas lega.

Lega?

Kenapa dia lega?

Reva jatuh cinta pada siapapun, itu bukan urusan dia bukan ?

Kenapa dia yang ..hm...repot ?

"Reva...ini yang nanya yang punya company." kata Robert serius.

Reva memucat.

Dia menatap Robert lalu Michael lalu Sandy.

Sandy menatapnya tajam.

Dia menarik nafas dalam.

Memberanikan diri.

"Tapi.. Steven cuma cerita sama saya.

Kalo saya cerita sama Om semua, nanti Steven tau kalo saya bocor.

Padahal..dia percaya sama saya..makanya dia mau cerita."

Michael menarik nafas.

"Iya..kamu bener.

Besok biar gue yang tanya.. Steven wakil gue di kantor."

Reva menghembuskan nafas lega.

"Halo..."

Mereka semua menoleh.

"Willy..." sapa Michael.

Willy Chang, relasi Tia yang juga memiliki perusahaan konstruksi.

"Lagi kumpul.." sapanya menyapu pandangannya.

Lalu berhenti agak lama pada Reva.

"Siapa ini ?" tanya nya sambil tersenyum.

"Anakku Will.." sahut Tia.

Mata Willy bersinar.

"Oya ?

Setauku anak kamu ganteng.

Yang ini..cantik sekali.

Kalian gak mau ngenalin aku ?"

Tia tersenyum.

"Reva, kenalin..ini relasi Tante."

Willy mengulurkan tangannya.

"Willy Chang."

"Reva." sambut Reva.

"Penyanyi juga ?"

Reva menggeleng.

"Saya kuliah."

"O ya ?

Dimana?"

Reva menyebutkan nama kampusnya.

"Ambil major apa ?"

"Biomedical engineering."

"Apa itu ?"

"Kami belajar mengembangkan materi baru untuk biosensor, diagnosis penyakit, dan regenerasi jaringan dengan berfokus pada tiga bidang utama: biosensor, biomaterial, dan Pengobatan Mikro dan Nano."

"Kanker ?"

"Iya..termasuk itu.

Kami meneliti sel kanker juga."

Willy meraih ponselnya.

"Aku minta nomor kamu ya ?"

Reva berpandangan dengan Tia kemudian Michael.

Tia mengangguk.

"Tapi saya baru semester satu.

Belum banyak tau."

"Gak papa.

Dalam dua tahun kedepan, kamu pasti bertambah ilmunya."

Reva menyodorkan ponselnya.

Willy mengetikkan nomor dan namanya lalu mendial.

Dia lalu mengembalikan ponsel Reva.

"Kapan-kapan aku ajak makan malam ya ?" katanya.

Reva kembali menatap Tia dan Michael.

Tia mengangguk.

Reva lalu mengangguk.

"Oke..aku gak mau ganggu kalian lebih lama.

Selamat malam semua.." pamit Willy.

Reva kembali menatap sekeliling meja.

"Kenapa dibiarin dia minta nomor Reva ?" kernyit Sandy.

"Ibunya Willy kena kanker.

Sudah berobat kemana-mana.

Sekarang dia sibuk dikejar-kejar disuruh kawin.

Karena ibunya pingin liat dia punya istri sebelum meninggal.

Sementara Willy sendiri lebih suka fokus menyembuhkan ibunya." cerita Tia.

"Oh..." mulut Reva membentuk huruf O.

"Tapi saya belum bisa ngasih apa-apa sama dia

eh...

Hmm..mungkin malah Steven yang bisa." kata Reva merenung.

Mereka semua saling berpandangan.

"Kamu banyak tau tentang Steven ya Va ?" kata Robert.

"Ah enggak kok Om.

Tapi saya sering ketemu Steven.

Steven juga suka datang ke apartemen saya."

"Ngapain dia di apartemen kamu Va ?" tanya Sandy berusaha menyembunyikan nada tidak suka.

"Main aja Om.

Sama anak buahnya Om yang lain juga.

Eh..ee...kadang suka sendirian juga sih."

"Kamu hati-hati lho nerima cowok sendiri di rumah." kernyit Sandy.

"Iya Om.

Tapi... Steven bukan tipe seperti itu."

"Memang aku tipe seperti apa Va ?" sapa satu suara di belakang Reva.

Sandy mengernyit.

Reva menengok ke belakang.

"Oh..Steve !

Kamu disini ?!"

Steven tidak menjawab.

Dia hanya menatap Reva lama.

Lalu seperti tersadar, menoleh menatap semua yang ada di meja.

"Boss...

Madam..." sapanya.

"Halo Steven..." sapa Tia tersenyum.

Robert, Michael, dan Biliyan semua tersenyum.

Hanya Sandy saja yang tetap datar.

...🎋🍎🌴...

1
Anonim
Lanjut Dong
minsy
kapan uppp
Nana_Ratna
ooohhh Author, knp ga pernah update lagi?. kangen ma Sandy n Reva
Nana_Ratna
kapan Up Thor? kangen Sandy neeh
Ridhan Insya
thor.....lama banget upnya....gue jg lg nunggu yg di asdos thor.....up dhonk thor.....please.....😍😍😍😍😍😍😍
Nayla Sasa
aku tim sandy aja dechhh
kerennnnn
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
cerita yg menarik dan luar biasa.. semangat buat othornya 🤗😇
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
Steven ini pantang menyerah bngt yaa, jelas² Reva sdh milik Sandy.. move on Steve, msh bnyk gadis yg lebih dari Reva di luaran sana jadi jadi pebinor dech aah😏
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
aseeek mau di isiin nastar🤣🤣
Ris Andika Pujiono
steve2 gitu aja udah ke geeran. Berasa reva masih cinta? move on woyyy
Ris Andika Pujiono: wadu.. suruh sama Cindy aja klop
total 2 replies
Nana_Ratna
sok banyakin bikin salah Vs,biar makin byk hukumannya n level hukumannya makin meningkat🤣🤣
Nana_Ratna: kan itu tujuannya🤣🤣🤣
total 2 replies
Ridhan Insya
thor.....lama banget upnya ya......dah gak sabar gue nunggunya thor.....please....
EnderGamer1256 @endergamer1256: iya Kak.. diusahakan. Author nya terbagi waktunya dengan novel Selingkuhku Selingkuhmu ..😀
total 1 replies
Ris Andika Pujiono
kirain habis nikah tuh ceritanya sdh g bikin deg2an ternyata masih dilanjut
jangannbilang terjadi huru hara saat pesta lho kak author
Yusup Priyono
mesti sabar - sabar....
baca novel ini....... !@#$^&*%!!
ida siz
happy married y mas sandyreva.. bahagia selalu Buat klian ber 2..
Ris Andika Pujiono
honeymoonnya dikencengin. Kalian usah melwwati lika liku yg bikin jantung reader mo copot. Semoga langgeng ya
cheers 🥰🥰🥰
Bunga Terakhir 🌹
nikah udah .. tinggal punya baby .. yeyy
Nana_Ratna
ikut happy buat kalian b2. smoga kamu ga kegoda lg yaa Va. n jadi tegas ma mantan
Gedang Raja
Sandy di butakan akan cintanya pada Cindy
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
aduuh kenapa makin bnyk aja sich thor pengganggunya.. pertama Steven lalu Cindy dan bisa jadi kemungkinan maminya Sandy menjadi duri dlm rumah tangga anaknya sendiri..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!