NovelToon NovelToon
Sebatas Pengganti 2

Sebatas Pengganti 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Duda / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: pipit fitriyani

Cover by @Iqbald26



Butuh waktu untuk menyadari sebuah perasaan,bahkan tidak jarang kita terluka bahkan melukai.

Sebatas Pengganti mengajarkan kita untuk bermain rasa, menikmati sebuah kebahagiaan dari luka kecil. Sampai akhirnya kita benar-benar tau apa itu kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pipit fitriyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemui Nadya

Keesokan harinya, Kirana menemui Nadya dirumahnya. Kirana datang sekedar untuk bersilaturahmi,karena semenjak neneknya meninggal,Kirana,belum menemui saudara sepupu dari ayahnya tersebut.

"Assalamualaikum," ucap salam Kirana

Tak lama kemudian asisten rumah tangga Nadya datang untuk membukakan pintu.

"Wa'alaykumussalam,maaf mba cari siapa ya?," Tanya bi Papat asisten rumah tangga Nadya

"Saya Kirana Bu, keponakannya Bu Nadya," sahut Kirana pada wanita paruh baya tersebut

"Ya Allah mbak Kirana,yang sering ibu ceritakan itu ya,wah cantik, silahkan masuk mba,ibu ada di dalam,"

"Terima kasih Bu,"

"Jangan panggil ibu, panggil bibi aja mbak,"

"Baiklah,bi ..." Kirana terdiam karena belum mengetahui asisten rumah tangga yang baru itu

"Bi papat ,mbak"

"Iya,bi Papat, soalnya yang aku tahu asisten rumah tangga Tante Nadya namanya bisa Imah dan bi Ira,"

"Iya mbak,saya baru 3 tahun bekerja disini, asisten rumah tangga yang sebelumnya sudah berhenti,kalo bi imah katanya sih mau istrirahat di kampung,nah kalo bi Ira dia ikut suaminya tinggal di luar kota,"

"Hoalahhh,aku sudah banyak ketinggalan informasi ya,saking lamanya tidak pernah ke Jakarta,"

"Iya mbak,yuk masuk,"

"Iya bi,"

Kirana pun mengikuti langkah bi Papat, setelah itu Kirana dipersilahkan duduk . Bi papat langsung menemui Nadya untuk memberi tahu bahwa Kirana sudah datang .

tok ... tok... tok

Tak lama Nadya membuka pintu kamarnya.

"Ada apa bi?,"

"Maaf Bu mengganggu,itu di bawah mba Kirana sudah datang?,"

"Benarkah," sahut Nadya kegirangan

"Iya Bu,baru saja tiba,"

"Anak ini paling bisa kalau kasih kejutan,"

Tak lama Nadya pun turun untuk menemui keponakannya tersebut,rasanya sudah lama dia tak melihat Kirana. Semenjak kepergian neneknya,Nadya jarang menemui Kirana secara langsung,namun komunikasinya via telepon selalu mereka lakukan.

Nadya melihat Kirana sibuk memainkan ponselnya, sampai-sampai Kirana tidak menyadari kedatangan Nadya .

"Assalamualaikum, cantiknya Tante,"

Seketika Nadya melihat ke arah suara tersebut.

"Wa'alaykumussalam,tanteeeeee... aku kangen,"

"Sama,Tante juga kangen sama kamu,gimana kabar kamu sayang?,"

"Kabar ku baik Tante,Tante gimana?,"

"Seperti yang kamu lihat,tante Alhamdulillah baik. Kamu datang ke Jakarta kapan,ko ngga ngabarin Tante si,kan kalo kamu ngasih tau Tante bisa jemput kamu langsung kesana,"

"Tidak perlu Tante,aku bawa mobil sendiri"

Kedatangan bi Papat menghentikan sejenak obrolan keduanya.

"Bu Nadya,mba Kirana, silahkan di minum teh nya,"

"Terima kasih Bi,"

"Oiya,apa saya perlu menyiapkan makan untuk mbak Kirana?,"

"Tidak perlu bi,saya sudah makan,"

"Bener kamu sudah makan? kalau belum biar nanti bi Papat siapkan,"

"Tidak perlu Tante,aku sudah makan,"

"Baiklah,kalo gitu bibi kembali kebelakang saja,nanti kalau saya butuh sesuatu pasti langsung panggil bibi,"

"Baik Bu,saya permisi kebelakang dulu,"

**

"Sayang, rencana kamu setelah ini apa?,"

"Belum tau Tan,aku si pengennya buka usaha kafe gitu Tan,"

"Wah bagus tu,Tante dukung kamu sayang. Jadi rencananya kapan?,"

"Belum Tan,masih rencana saja. Tadinya aku berpikiran untuk bekerja,tapi aku tidak terlalu suka sama rutinitas pekerjaan kantoran,lebih baik buka usaha yang waktunya kita yang tentuin,"

"Yasudah lebih baik buka kafe saja,Tante akan support kamu , kebetulan ada ruko yang pembangunannya baru selesai,itu tempatnya tidak jauh dari kantor om Kevin. Rukonya ada dua lantai,nah lantai bawah bisa buat cafenya dan lantai atas buat kantor kamunya"

"Wah,menarik tan. Tapi bukannya kalau ruko itu kecil ya?,"

"Bentuk bangunan mewah ko,udah gitu dalamnya cukup luas,lahan parkirnya juga luas. Belum lama Tante mampir kesitu bersama Kevan, sekedar liat aja si,habis bingung buat apa,Tante tertarik sama bentuk bangunannya aja,"

"Ohh gitu,pasti mahal deh kalau sewa?,"

"Kenapa harus sewa sayang,kamu beli cash saja,"

"Haha Tante bercanda,ruko sebesar itu harganya pasti em em-an, aku uang dari mana. Tabungan yang papa tinggalin dan hasil aku kerja sampingan cuma cukup buat sewa ruko kecil Tan,"

Nadya tersenyum mendengar ucapan keponakannya.

"Kamu jangan khawatir sayang,papa kamu dulu bekerja di kantor kakeknya Tante,dan di kantor itu kakek Damar memberikan sahamnya sebesar 10%,dan tak lama semenjak tante yang mengurus kantor kakek Damar,papah kamu memutuskan untuk memulai usaha sendiri,dan sahamnya yang 10% belum papa mu ambil,dia bilang di investasikan saja, untuk anaknya kelak,"

Kirana terharu mendengar apa yang disampaikan Nadya ,karena sejak awal papahnya sudah memikirkan masa depan Kirana,dari biaya hidup,sekolah, tempat tinggal bahkan sekarang saham yang dia miliki.

"Kamu kenapa sayang,kok sedih seperti itu?,"

"Maaf ,Tan aku hanya teringat papah dan mamah saja,andai saja mereka masih ada mungkin aku akan lebih bahagia lagi,"

"Kamu jangan sedih sayang,semua sudah kehendak yang di atas,"

"Iya Tan,"

"Yasudah,nanti Tante suruh Kenan untuk mengurus pembelian bangunannya,nanti prosesnya akan di bantu Kevan ,karena dia yang lebih tahu,"

"Baiklah Tante ,aku ikut keputusan Tante,tapi saham papa cukup kan untuk membeli ruko itu,kalau tidak sebaiknya jangan Tan,aku tidak mau memiliki hutang piutang apalagi dalam jumlah besar,"

Lagi lagi nadya tersenyum,karena Kirana berhasil tumbuh menjadi anak yang baik meskipun tanpa orang tuanya.

"Masih cukup sayang,bahkan sampai proses launching kafe kamu juga dananya masih cukup,maaf ya hanya saham papah kamu yang bisa Tante lindungi, sedangkan harta warisan dari papahnya, semuanya diambil oleh saudara tirinya,dan Tante tidak bisa berbuat banyak,"

"Tidak apa-apa tante,segini pun aku sudah bersyukur karena papa dan mama sudah menyiapkan masa depan aku, lagi pula aku ingin memanfaatkan apa yang papa perjuangkan dan hal itu tidak akan sia-sia,"

"Tante,bangga sama kamu sayang,"

"Oiya nanti kita makan malam ya,dengan anak-anak Tante,pasti mereka terkejut melihat kamu yang sudah dewasa dan cantik, terakhir mereka ngeliat kamu pas acara pemakaman orang tua kamu 10tahun yang lalu,"

"Iya Tante,aku juga penasaran ingin melihat kak Kevan dan kak Kenan pasti mereka tumbuh menjadi laki-laki yang tampan,"

"tentunya,tapi kedua anak itu memiliki kepribadian yang berbeda,yang satu dingin dan yang satunya lembut,"

"Wah,pasti menyenangkan mengenal mereka berdua,"

"Mangkanya Tante ingin mempertemukan kalian, sekaligus Tante ingin membicarakan sesuatu sama kamu,ini perihal wasiat nenek kamu yang dititipkan sama Tante,"

"Wasiat apa ya yang?,"

"Nanti saja ya,Tante beri tahu setelah semuanya kumpul ,"

"Yasudah Tan,kalau gitu aku pamit pulang dulu,karena aku harus mengurus surat kepindahan ku dari tempat sebelumnya,"

"Baiklah kalau seperti itu,Tante senang akhirnya kamu menetap disini juga,"

"Iya Tan, Alhamdulillah, sampai jumpa nanti malam ya Tan,"

Kirana pun pamit untuk pulang. Dia harus mengurus surat kepindahan dan juga mengurus keperluan lainnya yang akan menyita waktunya.

***

Jangan lupa like,komen dan vote❤️

Jangan lupa bersyukur hari ini 😍

1
Hartati
good
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
erike Erike
bisa ga tanpa menyiksa diri sampi badan kurus,buktikan kamu wnita yg kuat jgn lemah krna cowok,buat dia mnyesal sudah merendahkan kamu,ttplah cntik
Kasmawati S. Smaroni
akhirnya terulang lagi,mungkin ini yg di namakan karma
Kasmawati S. Smaroni
KASA KASA!!!EMANG AKY KAIN KASA😄😄😄😄😄
Kasmawati S. Smaroni
kirana lebai,kamu aja di tinggalkan beberapa bulan kevan enjoi aja,ini baru kena air hujan su kevan,kirananya udah blingsat mikirin keadaan kevan
Kasmawati S. Smaroni
dari awal emang sdh salah jadinya ya gini deh.
Kasmawati S. Smaroni
salah satu orang tua yg terlalu ikut campur urusan anaknya,walaupun menurutnya baik blm tentu baik utk anak2nya
Kasmawati S. Smaroni
biarpun akhirnya bahagia tapi setidaknya kirana janganlah begonya seperti nadya
Kasmawati S. Smaroni
kasian kirana di paksa mengikuti keadaan
Kasmawati S. Smaroni
yg aku salahkan nadya,masa nadya akan mengulang kisah yg sama dgn kisahnya.tdk semua wanita kuat dan mau di injak2 hrg dirinya seperri kisahnya ndya
Kasmawati S. Smaroni
begitulah kodratnya wanita yg ada di novel,selalu lemah,nurut apa yg orang tua mau dgn alasan wasiat.
Kasmawati S. Smaroni
sy jg heran sm nadya,seenaknya memaksakan perjodohan,wong kurana aj adh pasrah dan terima kalo gak usah di paksakan wasiat nemeknya
Kasmawati S. Smaroni
nadya jg gak ada kapok2nya,nadya gak jadikan pelajaran berharga pengalamannya
Fa Rel
tumben end nya q gk.suka krna di awal q sukanya keana bkn keasa hmmm
Fa Rel
gk bs bayangin kasian kevan kehilangan anaknya
Fa Rel
emaknya maksain bgt kasian kirana
Ria Nurma
bagus Kirana..jngn mau balik dlu...biar tau diri tu kevan
Lely Su
jujur sgt kcewa sih....krn keana di buat mnggal...mskipun judulnya stas pngganti, nmun dr awl keana yg jd peran pertma, tp knp justru di mati kan
dreamy
😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!