Jatuh dari puncak kejayaan menjadi lelucon sekota dalam semalam, nasib Ye Xuan tampaknya telah berakhir. Namun, keputusasaan itu justru menjadi kunci pembuka rahasia kuno yang tertidur di dalam sebuah liontin tua. Di bawah bimbingan jiwa naga kuno, Ye Xuan mempelajari rahasia kultivasi yang menyimpang dari hukum langit. Dari turnamen kota kecil hingga medan perang antar benua, Ye Xuan menelan setiap rintangan dan kesengsaraan ilahi. Dunia menganggapnya sampah, namun ia akan membuktikan bahwa dirinya adalah penguasa sejati yang akan membelah surga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34: Kuil Darah Purba dan Ritual Pengorbanan
Setelah meninggalkan Su Yan dan sisa-sisa elit Sekte Awan Azure, Ye Xuan bergerak melesat membelah kabut kelabu Hutan Purba.
Dengan terobosan kultivasinya ke Alam Pembentukan Fondasi Menengah dan penyempurnaan fisiknya oleh Teratai Darah Purba, kelincahan Ye Xuan kini berada di level yang sangat tidak masuk akal. Langkah Guntur Sembilan Bayangan miliknya meninggalkan kilatan petir keemasan setiap kali ia melompat dari satu dahan raksasa ke dahan lainnya, sepenuhnya mengabaikan tarikan gravitasi purba yang memberatkan kultivator lain.
Sambil melaju, Ye Xuan membagi sebagian kesadarannya untuk memeriksa lima Cincin Penyimpanan milik elit Sekte Pedang Surgawi yang baru saja ia bantai.
"Miskin sekali," gumam Ye Xuan dengan nada kecewa. "Hanya ada sekitar dua ribu Batu Spiritual tingkat menengah, beberapa puluh botol pil penyembuh, dan beberapa tanaman spiritual tingkat rendah. Apakah mereka benar-benar elit sekte besar?"
"Jangan serakah, Bocah," kekeh Master Naga di dalam kepalanya. "Kau baru saja menelan Teratai Darah Purba yang nilainya setara dengan seluruh kekayaan kota kecil. Bagi murid biasa, isi cincin itu sudah merupakan harta karun."
Ye Xuan mendengus pelan, lalu memindahkan semua barang berharga ke dalam cincinnya sendiri.
Tiba-tiba, Master Naga terdiam. Detik berikutnya, nadanya berubah menjadi sedikit serius.
"Berhenti. Arah jam sebelas, sekitar lima mil dari sini. Ada fluktuasi formasi kuno yang sedang bergejolak. Seseorang sedang mencoba menghancurkan segel dengan metode pengorbanan darah."
Mata Ye Xuan menyipit. "Pengorbanan darah? Itu pasti ulah tikus-tikus dari Lembah Iblis Berdarah."
"Hawa di balik segel itu sangat pekat. Ada pusaka atribut Yin-Yang yang terkubur di sana. Jika kau bisa mendapatkannya, Api Naga Gagak milikmu akan berevolusi ke tahap selanjutnya!"
Mendengar kata "evolusi", ujung bibir Ye Xuan melengkung ke atas. Tanpa membuang waktu, ia mengubah arah lesatannya, mengubah dirinya menjadi bayangan hantu yang menyelinap menembus pekatnya kabut.
Lima mil di utara, lanskap Hutan Purba tiba-tiba terputus oleh sebuah ngarai hitam yang sangat dalam. Di dasar ngarai tersebut, separuh tertimbun oleh bebatuan purba, berdirilah sebuah kuil raksasa yang terbuat dari perunggu berkarat.
Pintu utama kuil itu tertutup rapat, dipenuhi oleh ukiran rune keemasan kuno yang berfungsi sebagai segel pelindung.
Namun saat ini, cahaya keemasan dari rune itu berkedip-kedip redup, perlahan terkikis oleh genangan darah pekat yang sengaja dialirkan ke arah pintu.
Di pelataran depan kuil, pemandangan yang tersaji benar-benar menyerupai neraka buatan.
Sekitar sepuluh kultivator berjubah merah berlumuran darah dari Lembah Iblis Berdarah berdiri mengelilingi sebuah altar batu buatan. Di atas altar itu, terikat lima orang murid—tiga dari Sekte Pedang Surgawi dan dua dari Sekte Awan Azure.
Pergelangan tangan dan leher kelima murid itu telah disayat dalam. Darah mereka dikuras perlahan-lahan menggunakan teknik iblis, dialirkan melalui parit kecil di tanah menuju pintu perunggu kuil untuk melelehkan segel surgawi.
"T-Tolong... bunuh saja aku..." rintih salah satu murid Sekte Pedang Surgawi, wajahnya sudah seputih kertas karena kehabisan darah.
Di depan pintu perunggu, seorang pemuda berambut merah darah yang dikepang panjang berdiri dengan tangan di belakang punggung. Ia memancarkan aura Puncak Alam Pembentukan Fondasi Akhir yang sangat kental, dengan bau kematian yang membuat udara di sekitarnya terasa anyir.
Ia adalah Xue Tu (Si Pembantai Darah), jenius nomor satu dari Lembah Iblis Berdarah, sosok yang jauh lebih ditakuti daripada Zhao Feng maupun Gu Chen.
"Diamlah, Babi," Xue Tu melirik murid yang merintih itu dengan senyum kejam. "Darah murni dari para jenius sekte lurus adalah pelumas terbaik untuk menghancurkan segel Kuil Yin-Yang ini. Kalian harusnya bangga bisa menjadi kunci pembuka jalan bagiku."
"Kakak Pertama," seorang bawahan Xue Tu melangkah maju dan menunduk hormat. "Darah mereka hampir habis, namun segel pintu perunggu ini masih tersisa sekitar dua puluh persen. Kita butuh lebih banyak 'bahan'."
Xue Tu mengerutkan kening. "Di mana kelompok si Pucat? Bukankah aku menyuruhnya mencari Teratai Darah dan menangkap beberapa mangsa di perjalanan?"
"Belum ada kabar, Kakak Pertama. Mungkin dia terbunuh oleh binatang purba."
"Cih, dasar tidak berguna," Xue Tu meludah ke tanah. "Jika darah mereka tidak cukup, pakai darah kalian sendiri! Segel ini harus hancur hari ini ju—"
TAK... TAK...
Suara langkah kaki yang sangat tenang dan berirama tiba-tiba menggema di dasar ngarai, memotong ucapan Xue Tu.
Seluruh murid Lembah Iblis Berdarah serentak menoleh, tangan mereka langsung menggenggam pedang bergerigi dan botol racun.
Dari balik bayang-bayang pilar perunggu yang runtuh, sosok Ye Xuan melangkah keluar. Jubah putihnya berkibar pelan, Tombak Besi Hitam-nya masih tersarung dengan rapi di punggung. Matanya menyapu altar darah, murid-murid yang sekarat, dan pintu perunggu, dengan ekspresi yang sepenuhnya datar.
"Maaf menyela kegiatan kotor kalian," suara Ye Xuan terdengar santai, mengalir jernih di tengah bau anyir darah. "Tapi pintu itu tujuanku. Bisakah kalian menyingkir, atau aku harus membersihkan sampah-sampah ini sendiri?"
Melihat yang datang hanyalah seorang pemuda dengan kultivasi Pembentukan Fondasi Menengah, para murid Lembah Iblis Berdarah tertegun sejenak sebelum akhirnya tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha! Apa aku tidak salah dengar? Seorang Murid Awan Azure datang ke sarang harimau dan menyuruh kita menyingkir?!"
"Hei, Kakak Pertama! Sepertinya surga mengirimkan tambahan kantong darah untuk kita!"
Dua murid Sekte Awan Azure yang masih memiliki sisa kesadaran di atas altar membuka mata mereka. Saat melihat Ye Xuan, secercah harapan sempat muncul, namun seketika padam saat menyadari Ye Xuan sendirian.
"K-Kakak Ye... larilah... Xue Tu terlalu kuat..." bisik salah satu murid dengan sisa napasnya.
Namun Ye Xuan mengabaikannya. Tatapannya terkunci pada Xue Tu.
Xue Tu menatap Ye Xuan dari atas ke bawah, insting pembunuhnya yang dilatih melalui ribuan pertarungan berdarah merasa ada sesuatu yang tidak beres. Pemuda ini terlalu tenang.
"Awan Azure... Pembentukan Fondasi Menengah," Xue Tu menyipitkan matanya. "Kudengar Zhao Feng baru saja dilumpuhkan sebelum turnamen, jadi gelar Kakak Pertama beralih padamu? Menarik."
Xue Tu menjentikkan jarinya, menunjuk ke arah Ye Xuan.
"Tangkap dia hidup-hidup. Aku ingin darahnya menetes perlahan untuk membuka pintu ini."
"Baik, Kakak Pertama!"
Dua elit Lembah Iblis Berdarah yang berada di tingkat Pembentukan Fondasi Menengah langsung melesat ke arah Ye Xuan. Keduanya melepaskan kabut beracun berwarna merah yang bisa melelehkan kulit dan meridian kultivator dalam hitungan detik.
"Jangan bunuh dia langsung! Potong urat kakinya!" teriak salah satunya sambil mengayunkan sabit berantai yang meneteskan racun.
Melihat serangan ganda yang mematikan itu mendekat, Ye Xuan tidak mundur, tidak juga mencabut tombaknya. Ia hanya melebarkan kuda-kudanya dan mengangkat kedua tangannya.
"Racun darah murahan seperti ini..." Ye Xuan tersenyum mengejek.
BZZZT!
Api Naga Gagak berwarna emas dan hitam meledak dari telapak tangannya!
Bukannya menghindar, Ye Xuan menerjang langsung menembus kabut racun merah tersebut. Api suci di tubuhnya membakar racun itu menjadi uap tanpa sisa seketika.
Sebelum kedua murid Iblis Berdarah itu sempat bereaksi melihat racun mereka tidak berguna, tangan Ye Xuan melesat menembus asap.
CRAAAK! CRAAAK!
Dua tangan Ye Xuan, yang kini dilapisi sisik naga emas transparan, secara akurat mencengkeram wajah kedua elit Pembentukan Fondasi Menengah tersebut!
Gaya dorong fisik Ye Xuan yang mencapai seratus lima puluh ribu kati menghantam tubuh mereka seperti kereta besi yang melaju kencang. Ye Xuan menyeret kepala kedua orang itu ke tanah berbatu purba, berlari sejauh belasan meter.
BAM! BAM! BAM!
Tengkorak kedua elit itu bergesekan dengan batu purba hingga hancur berantakan! Darah dan otak berserakan, tewas seketika bahkan tanpa bisa menjerit!
Ye Xuan berhenti, melepaskan cengkeramannya dari sisa-sisa wajah mereka yang tak lagi berbentuk, lalu mengebaskan darah kotor dari tangannya.
Ia mengangkat wajahnya, menatap Xue Tu dan delapan murid tersisa yang kini membeku dalam keterkejutan absolut.
"Nah," Ye Xuan tersenyum iblis, matanya memancarkan cahaya petir emas yang mengerikan. "Siapa lagi yang ingin menyumbangkan darahnya untukku?"