Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.
"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik
"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23
Tio mematung dan memegang pipinya apa barusan dia mimpi Alina men**um nya lebih dulu biasanya dia yang harus nyosor pada Alina,Tio masih tidak percaya kejadian nya begitu cepat sampai dia tidak bisa mengejar nya.
Ya tuhan Alina kenapa bisa kamu senekat itu bagaimana kalau Tio berpikir macam macam tentang kamu dasar bodoh ini bibir kenapa main sosor aja sih,Alina meninggalkan kantor Tio sebelum ia pulang Alina dapat pesan dari mamah Lia untuk menemui nya di mall.
"Ya mah ini Alina sudah dilobi mamah sebelah mananya?"
"Mamah ada di butik biasa langganan mamah"
"Oke sebentar lagi Alina kesitu"Tak lama Alina sampai di butik
"Hai mah apa kabar?"ucap Alina
"Kabar mamah baik sayang,kamu apa kabar?maaf mamah belum bisa menengok Ezra"
"Alina baik mah,iya gapapa Ezra sekarang ada di rumah Alina bareng mamah"
"Apa Ezra baik baik saja sayang?"
"Iya mah Ezra baik baik saja,sekarang Ezra udah mulai MPASI mah"
"Wah mamah banyak melewati perkembangan nya"
"Oh ya mah ada apa mamang nyuruh Alina kesini"
"Mamah denger dari Tio,Minggu depan Tio akan melamar mu Alina"
"Iya mah"
"Sekarang mamah mau menyiapkan seserahan untuk nanti sayang jadi sekarang kita belanja apa saja yang kamu butuhkan,ayo sekarang ikut mamah"
Alina mengikuti kemana mamah Rina membawa nya ia tidak banyak memilih tapi mamah Rina selalu menambahkan barang belanjaan nya.
"Mah Alina kira ini cukup kok jangan banyak banyak"
"Tenang sayang ini masih belum cukup masih banyak yang harus dibeli"
Ya tuhan ini udah banyak sekali mau sebanyak apa lagi,baru lamaran aja segini banyak nya gimana nanti kalau nikahan,dari kejauhan Alina seperti melihat Tio dan benar saja Tio menghampiri nya.
"Kenapa kamu kesini mas bukannya kamu kerja"tanya Alina
"Tentu saja untuk menemani kamu untuk membeli seserahan sayang"
"Bukannya udah sama mamah mas kenapa kamu harus ikut"
"Kita juga mau beli cincin sekalian Alina masa gak aku coba dulu"
"Mas apa ini gak berlebihan ya?"
"Gak ada berlebihan kalau untuk kamu sayang"
Alina dan Tio mereka sudah berada di toko perhiasan,Alina memilih cincin yang simple karena ini hanya untuk lamaran saja.
"Mas yang ini aja ya kan cuma untuk lamaran aja,kalau buat nikah nanti kamu boleh pilih terserah kamu"
"Ya sudah,mba kita pilih yang ini saja"
Setalah tio beres membayar semuanya Alina menghampiri mamah Rina yang juga belum beres membeli barang barang nya.
"Kalian sudah beres membeli cincin nya"tanya mamah rina
"Iya mamah apa masih lama?"
"Iya kalian pulang duluan aja ya"
"Kalau gitu kita pulang duluan mah"
Tio menggandeng tangan Alina mereka berjalan beriringan,Tio membuka pintu mobil untuk Alina dan sekarang mereka menuju pulang
"Kenapa kamu langsung kabur hmm?"tanya Tio
"Bisa mas kamu jangan bahas yang tadi aku malu tau"
"Kenapa kamu malu tapi tadi saat kamu melakukan nya kamu tidak malu sayang"
"Sudah mas aku malu"Alina menutup wajah nya dan Tio sangat senang melihat Alina malu seperti itu
"Oke oke aku tidak akan membahas nya tapi kamu harus melakukan nya sekali lagi"
"Enggak mau mas kamu jangan aneh aneh ya"
"Aku gak aneh aneh sayang ayo coba sekali lagi"
"Aku gak mau,kamu fokus saja nyetir aku gak mau kenapa napa mas"
"Oke tapi kalau kita sudah sampai aku tagih"
"Aku kan gak buat janji mas"
"Aku gak mau tau sayang"
Tio dan Alina sudah sampai di depan rumah tapi Tio belum juga membuka kunci mobil nya ia menahan Alina supaya Alina melakukan nya sekali lagi.
"Ayo lakukan atau kita gak akan ke luar dari sini"
Dan Alina mengecup pipi Tio tapi malah membalikan wajah nya,dan yang terjadi bukan pipi Tio yang Alina kecup tapi bibir Tio mata Alina terbelalak apa apaan bapak ini kenapa memalingkan wajah nya ini pasti sengaja.
"Mas kamu sengaja ya,ihhh curang"Alina mencubit perut Tio dan Tio malah tertawa
"Ampun sayang iya maaf maaf"
"Aku gak suka kamu mesum terus mas,kalau begini aku gak mau ketemu lagi sama kamu sampai kita sah menikah"
"Kok gitu sih ancaman nya,oke oke aku minta maaf sayang"
"Gak tau pokonya aku sebel sama kamu mas!"
"Apa kamu mau nambah lagi sayang?"
"Enggak ya mas buka gak pintu nya!"Alina sangat kesal sekali dari tadi Tio terus mengerjai nya"
"Oke ayo kita masuk"
Alina dan Tio memasuki rumah dan mereka disambut oleh Ezra yang sudah mandi dan harum khas bayi sangat Alina suka.
Hai sayang maafkan mamah ya,mamah ke luar nya terlalu lama apa hari ini kamu makannya habis hmm,kok harus sekali anak bayi ini
"Sini sama papah sayang,papah juga kangen sama kamu"
Ezra hanya berceloteh khas bayi dengan senyum yang menampil kan gusinya yang belum tumbuh gigi.
"Kalian baru sampe,ayo masuk sekarang mau Maghrib"ucap mamah lia
"Biar aku yang gendong sayang,kamu duluan saja"
"Ya sudah aku ke kamar dulu mas badanku sudah sangat lengket"
Tio membawa Ezra ke ruang tamu dan membiarkan Ezra bermain dan Tio menemani nya.
"Kamu bersih bersih aja dulu Tio biar mamah yang jaga Ezra"
Tio pergi ke kamarnya dan membersihkan tubuh nya,rasanya ia tidak ingin pulang kalau tidak enak sama orang tua Alina
"Mas emangnya kamu gak mau makan malam dulu disini"tanya alina
"Nanti saja dirumah,aku titip Ezra ya sayang kalau ada apa apa kamu langsung hubungin aku"
"Iya mas hati hati dijalan nya"
"Iya selamat malam sayang"
"Loh Alina keman Tio?"tanya mamah Lia
"Mas Tio gak ikut makan malam karena ada berkas yang tertinggal dirumah dan harus di kerjakan sekarang,mas Tio juga titip salam karena gak pamitan sama mamah"
"Ya sudah ayo masuk"