NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Transmigrasi: Menjadi Istri Kedua Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Jeslyn tidak percaya jika dirinya masuk kedalam cerita novel dan parahnya menjadi istri kedua yang tidak diceritakan dalam novel, ibu tiri dari pria yang diceritakan akan meninggal karena memperebutkan seorang wanita.

Jeslyn istri tidak diinginkan suaminya serta anak tirinya berniat mengubah takdir Lucian anak tirinya, siapa sangka niatnya hanya ingin menyelamatkan tokoh Lucian saja malah mendapatkan bonus jika suaminya malah jatuh cinta padanya dan juga Lucian yang bucin pada ibu tirinya.

Mampukah Jeslyn menyelamatkan Lucian dan mengubah takdir Lucian? Selamat Membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jeslyn Terlihat Berbeda?

Suasana ruang makan malam itu terasa sangat ganjil. Biasanya, meja panjang berlapis kain sutra ini hanya diisi oleh suara denting alat makan yang beradu dengan piring porselen. Namun malam ini, ada aura yang berbeda. Keith, sang kepala keluarga, duduk di ujung meja dengan tatapan yang sesekali mencuri pandang ke arah dua orang di depannya.

​Jeslyn, yang biasanya mengenakan gaun mencolok dan duduk dengan posisi yang sangat meminta perhatian agar bisa memikat Keith, malam ini justru tampil sederhana. Ia mengenakan blus putih longgar dan celana panjang, rambutnya dicepol asal-asalan. Yang lebih mengejutkan lagi, perhatiannya sama sekali tidak tertuju pada Keith.

​"Lucian, sayurannya dimakan, jangan disisihkan," ucap Jeslyn lembut sambil memindahkan potongan brokoli ke piring Lucian dengan sendok saji.

​Lucian hanya berdehem singkat, wajahnya tetap datar. "Aku tidak suka brokoli."

​"Aku tahu," sahut Jeslyn santai, tidak marah sedikit pun.

"Tapi ini bagus buat peradangan di pipi kamu. Makan sedikit saja, ya? Biar cepat sembuh lukanya."

​Keith meletakkan pisau dan garpunya dengan denting yang cukup keras. Ia menatap Jeslyn dengan alis terangkat.

"Jeslyn, sejak kapan kamu menjadi begitu perhatian pada Lucian?"

​Jeslyn bahkan tidak menoleh. Ia masih sibuk memotong daging ayam menjadi bagian-bagian kecil agar Lucian lebih mudah mengunyahnya.

"Memangnya salah kalau aku mau mengurus anak yang sedang terluka, Keith? Bukannya itu hal yang normal?"

​Keith terdiam. Ia merasakan ada sesuatu yang janggal. Biasanya, jika ia bertanya, Jeslyn akan langsung melompat dengan wajah ceria dan mencoba duduk di dekatnya atau mencari celah untuk bicara manis. Malam ini, Keith merasa seperti hantu yang tidak terlihat.

​"Tentu tidak salah," jawab Keith formal, suaranya terdengar kaku.

"Hanya saja, ini perubahan yang... cukup drastis."

​"Orang bisa berubah, kan?" jawab Jeslyn singkat tanpa ekspresi, lalu ia kembali fokus pada Lucian.

"Lucian, nanti setelah makan, aku sudah siapkan salep yang baru. Tadi aku suruh penjaga beli di apotek, katanya itu ampuh buat bekas luka supaya nggak membekas di wajah kamu."

​Lucian melirik Jeslyn sebentar. Ada kilatan bingung di mata biru pemuda itu, tapi ia segera menunduk kembali.

"Terima kasih."

​Keith menatap interaksi itu dengan dahi berkerut. Terima kasih? Lucian, anak yang bahkan jarang sekali bicara lebih dari tiga kata padanya, baru saja mengucapkan terima kasih pada Jeslyn?.

​"Lucian," panggil Keith, mencoba menarik perhatian anaknya.

"Bagaimana dengan sekolahmu? Apa hukuman skors itu membuatmu lebih sadar diri?"

​Lucian terdiam sejenak. Ia baru saja akan menjawab, tapi Jeslyn sudah lebih dulu memotong dengan nada ketus yang ditujukan tepat pada Keith.

​"Dia sudah sadar diri, kok. Yang perlu disadarkan itu sebenarnya lingkungan sekolahnya yang berisi anak-anak tidak berpendidikan. Dan ya, Keith, sebagai ayah, bukankah seharusnya kamu bertanya bagaimana perasaan anakmu setelah dikeroyok, bukan malah bertanya soal kesadarannya?"

​Keith tersedak anggurnya sendiri. Ia terbatuk pelan, lalu menatap Jeslyn dengan tatapan tajam.

"Aku sedang mendidik, Jeslyn. Kamu tidak perlu mencampuri caraku berkomunikasi dengan Lucian."

​Jeslyn meletakkan sendoknya dengan suara klontang yang cukup nyaring di atas piring. Ia menatap Keith dengan mata cokelatnya yang tajam, tidak ada rasa takut atau cari muka yang tersisa.

"Cara kamu berkomunikasi? Kamu menyebut bentakan di ruang kerja tadi sebagai cara berkomunikasi? Kalau itu cara kamu mendidik, aku tidak heran kenapa anak ini tumbuh jadi anak yang dingin dan menutup diri."

​Makan malam itu mendadak sunyi. Lucian menegang di kursinya. Selama bertahun-tahun, Jeslyn adalah orang yang akan selalu membela Keith, seberapa pun jahatnya pria itu. Melihat Jeslyn membalas Keith dengan cara seperti ini benar-benar tidak masuk akal.

​"Kamu berani membantahku?" tanya Keith, suaranya merendah, menahan rasa tidak senang.

​"Aku bicara fakta," balas Jeslyn acuh tak acuh. Ia kembali mengambil gelas air putihnya dan meminumnya dengan tenang.

"Lucian, kalau sudah selesai makan, langsung ke kamarmu. Aku akan menyusul sebentar lagi untuk mengompres lukamu."

​"Aku bisa sendiri," sahut Lucian, meski suaranya tidak setegas biasanya.

​"Aku tahu," jawab Jeslyn dengan senyum tipis.

"Tapi aku ingin membantu. Kamu tidak perlu menolak."

​Keith menatap mereka berdua dengan tatapan penuh selidik. Ia merasa kehilangan kendali atas rumahnya. Istrinya, wanita yang biasanya sangat haus akan kasih sayangnya kini seolah tidak menganggap keberadaannya lebih penting daripada sepotong brokoli di piring Lucian.

​"Aku sudah selesai," kata Lucian tiba-tiba. Ia bangkit dari kursi, melirik Keith sekilas dengan tatapan dingin, lalu menatap Jeslyn.

"Aku tunggu di atas."

​Setelah Lucian pergi, Jeslyn pun berdiri tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Keith. Ia mengumpulkan piring kotornya sendiri dengan rapi.

​"Jeslyn," panggil Keith lagi.

​Jeslyn berhenti melangkah, tapi ia tidak berbalik. "Ya?"

​"Ada yang ingin kamu bicarakan denganku?"

​Jeslyn akhirnya berbalik. Ia menatap Keith dengan tatapan datar, tatapan yang benar-benar tidak terbaca.

"Tidak ada. Aku hanya ingin menjalani hidupku dengan tenang tanpa drama. Kamu bisa lanjut makan malammu, Keith. Selamat malam."

​Keith hanya bisa terdiam mematung di ujung meja. Ia melihat punggung Jeslyn yang menjauh, meninggalkan ruangan makan yang mendadak terasa sangat dingin dan kosong. Pria yang terbiasa memegang kendali atas segala sesuatu di hidupnya itu kini merasa asing di rumahnya sendiri.

​Sementara itu, di lantai atas, Lucian yang berdiri di ambang pintu kamarnya melihat Jeslyn berjalan menyusuri lorong menuju ke arahnya. Ia melihat wanita itu, sosok yang dulu ia benci karena sifat buruknya, kini terlihat seperti satu-satunya orang yang benar-benar peduli apakah ia makan dengan kenyang atau apakah lukanya sudah diobati.

​Lucian tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi satu hal yang pasti, rumah ini tidak lagi terasa seperti tempat yang mengerikan untuk pulang. Meskipun ia belum bisa memanggil Jeslyn dengan panggilan "mami", setidaknya, dinding es di hatinya sudah menunjukkan keretakan yang cukup besar.

​"Kenapa masih di sini? Masuklah, biar lukamu ku bersihkan," ucap Jeslyn saat sampai di depan Lucian, suaranya terdengar lembut dan tulus, menghilangkan sisa-sisa amarah yang ia tunjukkan pada Keith beberapa saat lalu.

​Lucian mengangguk pelan, lalu melangkah masuk ke kamarnya, membiarkan wanita itu masuk ke ruang pribadinya, sesuatu yang tidak pernah ia izinkan bagi siapa pun sebelumnya.

Bersambung...

Semoga kalian suka ya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak kalian.

1
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 33 sampai bab 37
Potatoes 🥔
Bagus Banget,/Kiss/
Fajar Fathur rizky
cepat bikin mcnya bongkar kebusukan hera
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 29 dan bab 33 thor
It's me Ri🥕: Udah ya tunggu beberapa menit lagi, selamat membaca
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
jangan bikin lu cian cinta thor bikin perasaan itu seperti anak yang tidak mau ibunya lebih perhatian kepada ayahnya
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 25 sampai bab 30
It's me Ri🥕: Sebentar ya kak, lagi di cek dan edit lagii🙏
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor ko belum update bab 16 sampai bab 20
It's me Ri🥕: Sudah di up ya, tunggu sebentar lagi🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Aawww🥺 Semoga suka ya kak😘
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
bikin adegan Lucian menganggap mcnya seperti ibu kandungnya sendiri
Fajar Fathur rizky
nanti pas lahiran bikin mcnya jadi model yang terkenal dan cantik bikin banyak yang suka bikin suaminya cemburu
Fajar Fathur rizky
cepat update thor bab 7 sampai bab 11 thor ceritanya seru
It's me Ri🥕: Kak😭 Ini udah di up kok, semoga suka yaa/Kiss/
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
besok bikin 5 bab thor ceritanya seru bikin pas mcnya selesai lahiran bikin dia jadi model yang terkenal dan cantik
Fajar Fathur rizky: biar suaminya cemburu thor mcnya banyak yang naksir hahaha
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!