NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Memilih Menikahi Adikmu

Kali Ini Aku Memilih Menikahi Adikmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Setelah mengorbankan keluarga kandung, masa muda, dan hidupku demi menjadikan suamiku pewaris Mahendra Group, Sebastian justru memfitnah putra kami, membiarkan menantu dan cucuku meninggal, lalu mendorongku hingga tewas.

Saat kembali membuka mata, aku kembali ke hari Sebastian melamar ku.

Jika dulu aku memilih Sebastian Mahendra...
maka di kehidupan ini, aku akan menikahi adiknya, Stefanus Mahendra.

Aku tidak akan menikahi pria yang menghancurkan hidupku.

Aku akan memilih pria yang ternyata diam-diam mencintaiku sejak awal.

Namun, mengubah takdir ternyata tidak semudah mengganti calon suami.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Sepuluh Tahun

Angin malam berembus pelan menyapu leher Shaquena. Dia berdiri sendirian di balkon lantai dua mansion keluarga Mahendra. Gelas sampanye di genggamannya mengembun dingin.

Di balik pintu kaca yang tertutup rapat, denting gelas kristal, tawa tamu undangan, dan alunan waltz terdengar samar. Malam ini perayaan ulang tahun pernikahan mereka yang kesepuluh. Pesta mewah yang dirancang khusus untuk memamerkan kesempurnaan keluarga Mahendra kepada dunia.

Dari tempatnya berdiri, Shaquena menatap lurus ke bawah, menembus dinding kaca aula.

Sebastian Mahendra berdiri tepat di pusat keramaian. Jas hitam itu membuatnya tampak seperti raja di pesta malam ini.

Pria itu dikelilingi para taipan, politisi senior, dan kolega bisnis yang berebut mencari perhatiannya.

Para tamu mengangkat gelas ke arah Sebastian. Mereka menyebut suaminya CEO jenius, tangan dingin yang berhasil membawa Mahendra Group bangkit dari krisis dan merajai pasar Asia Tenggara.

Senyum andalan Shaquena pudar seketika saat tidak ada kamera yang menyorot.

Lima tahun lalu, lampu ruang rapat masih menyala hingga lewat tengah malam. Shaquena berpindah dari satu berkas ke berkas lain, memecat direksi korup, menenangkan vendor yang hendak membatalkan kontrak, lalu menyusun ulang laporan keuangan sebelum matahari terbit. Semua kebencian dia tanggung sendiri, memastikan nama Sebastian tetap bersih di mata publik.

Saat rapat pemegang saham tiba, Sebastian hanya membacakan hasil laporannya di depan podium dan menerima semua pujian. Shaquena berdiri diam di baris paling belakang ruangan. Semua itu dia lakukan demi menjaga kehormatan pria itu.

Bisnis tekstil ayahnya perlahan hancur karena dia menolak memberikan suntikan dana. Dia bahkan melewatkan masa saat ayahnya dirawat di rumah sakit demi menemani Sebastian menjamu menteri dan investor asing.

Decit pelan pintu kaca yang digeser memutus pikiran Shaquena. Dia memutar tubuh.

Nyonya Ratna Haryanto, istri salah satu pemegang saham terbesar Mahendra Group, melangkah santai ke balkon. Wanita paruh baya itu tersenyum lebar memegang segelas anggur merah. Kalung berlian di lehernya berkilau tertimpa cahaya lampu.

"Nyonya Mahendra, Anda bersembunyi di sini," sapa Ratna.

"Udara di dalam pengap, Nyonya Haryanto," jawab Shaquena tenang. Dia langsung memasang senyum andalannya, senyum seorang istri yang sempurna.

"Pesta yang luar biasa malam ini." Ratna berdiri di sebelah Shaquena, ikut menatap ke arah kerumunan tamu. "Sepuluh tahun pernikahan. Kalian memang pasangan emas Jakarta. Tidak ada yang bisa menandingi kalian berdua."

Genggaman Shaquena pada gelas sampanyenya mengerat.

"Kami hanya berusaha menjaga komitmen, Nyonya," balas Shaquena pelan.

"Jangan merendah. Semua orang melihat cara Tuan Sebastian menatap Anda saat pidato pembukaan tadi. Penuh kebanggaan," sahut Ratna. "Banyak wanita iri pada kehidupan Anda, Shaquena. Bersuamikan pria tampan, sukses, dan setia. Anda sungguh beruntung."

Beruntung.

Ratna tidak tahu isi rumah ini. Wanita itu tidak pernah mendengar cacian ibu mertuanya saat ada kesepakatan bisnis yang meleset. Ratna tidak melihat Sebastian yang selalu tidur memunggunginya setiap malam.

"Terima kasih atas pujiannya," balas Shaquena sopan. "Mahendra Group juga berutang budi pada dukungan penuh suami Anda."

Nyonya Ratna menyesap anggurnya. Pandangannya lurus ke arah aula. "Ngomong-ngomong, saya melihat Nona Helena Calista juga hadir malam ini. Dia memukau dengan gaun merahnya. Kudengar dia baru memenangkan kontrak eksklusif fesyen di Paris."

Postur tubuh Shaquena seketika kaku. Dia memaksa ekspresinya tetap datar.

"Benar. Helena selalu menjadi tamu kehormatan keluarga kami," jawab Shaquena tenang. "Ibu mertuaku menyayanginya."

"Tentu saja. Semua orang tahu kedekatan mereka berdua dalam keluarga ini." Nyonya Ratna tersenyum simpul. "Baiklah, saya harus kembali ke dalam. Suami saya pasti mencari."

Setelah Ratna masuk ke aula, Shaquena meletakkan gelasnya di meja pualam. Dia menarik napas lambat. Obrolan tadi menguras energinya. Pandangannya kembali menyapu aula. Sejak pesta dimulai, Sebastian belum sekali pun berdiri di sisinya.

Shaquena masuk kembali ke dalam mansion. Udara dingin menyergap tubuhnya. Dia mencari sosok suaminya di aula utama, tapi pria itu tidak ada di kerumunan kolega bisnis.

Shaquena berjalan menyusuri tepi ruangan, membalas sapaan beberapa tamu dengan anggukan kecil. Langkahnya membawa Shaquena menjauh dari keramaian menuju sayap barat mansion yang kosong.

Lorong itu remang. Musik waltz dari aula hanya terdengar samar. Karpet tebal meredam suara langkahnya.

Deretan lukisan klasik yang ia pilih sendiri masih menghiasi lorong. Bahkan bunga lili putih di sudut ruangan pun baru ia rangkai pagi tadi. Rumah ini dipenuhi jejak tangannya, tetapi Sebastian tetap terasa begitu jauh.

Mungkin Sebastian sedang menerima telepon klien atau mencari ketenangan di ruang biliar.

Shaquena melambat saat mendekati pintu perpustakaan utama. Dua bayangan berdiri berhadapan di ujung lorong.

Shaquena menahan langkah. Dia mundur, bersembunyi di balik pilar besar.

Itu Sebastian. Pria itu bersandar santai pada dinding bercat gading. Jasnya terbuka, memperlihatkan rompi hitam yang pas di badan.

Di depannya berdiri Helena Calista. Perempuan itu mengenakan gaun sutra merah menyala yang mencetak jelas lekuk tubuhnya. Wajah perempuan itu memenuhi papan iklan dan sampul majalah bulan ini. Helena juga teman masa kecil Sebastian.

Selama ini, Sebastian dan ibu mertuanya selalu berdalih bahwa Helena sudah dianggap seperti adik perempuan. Setiap kali ibunya menyebut Helena "adik", Shaquena hanya mengangguk sambil memaksa bibirnya tetap tersenyum.

Namun, posisi mereka berdua malam ini tidak mencerminkan hubungan kakak adik.

Jarak tubuh mereka terlalu rapat. Ujung sepatu merah Helena nyaris menyentuh sepatu hitam Sebastian. Wajah perempuan itu mendongak menatap Sebastian dengan senyum memuja.

Sebastian mengangkat sebelah tangannya perlahan, menyelipkan anak rambut Helena ke belakang telinga perempuan itu. Helena tidak menyingkir. Bahkan memejamkan mata saat jemari Sebastian menyentuh pipinya.

Napas Shaquena tertahan. Jemarinya meremas kain gaun hingga buku-buku jarinya memutih.

Di lorong remang itu, Sebastian tersenyum tipis.

Senyum yang tak pernah diberikan kepada Shaquena. Pria itu menunduk perlahan, memangkas jaraknya dengan Helena.

Shaquena mundur tanpa suara, berbalik dan melangkah cepat menjauhi lorong tersebut. Tidak ada air mata yang jatuh. Musik waltz masih terdengar dari aula, para tamu masih tertawa, tetapi langkahnya terasa semakin ringan.

Baru malam ini ia mengerti.

Selama sepuluh tahun, hanya dirinya yang menganggap pernikahan itu nyata.

1
watno antonio
lanjut thor
Carisoy
Baca nti ajh tunggu kalau sudah selesai revisi deh👍
DdCantik
Emang bisaan bikin cerita seru, jadi si shqena paling udah gila, mantaplah ayok lanjut
DdCantik
Semangat 💪💪💪💪
Fahreziy
👣👣👣
falea sezi
jd saquena uda gila kali q 😓
falea sezi
baru aja baca😕 uda nyesek😓 air mata keluar sendiir😓
DdCantik
ribet banget jadi orang kaya🤭
Pratiwiajah
kaya gini palingan beneran ada di Konoha sini ya????🤭
Pratiwiajah
ok Fik aku benci si basbas ini
Pratiwiajah
tragis bgt/Sob/
NolaRona
up🙏
Betharia Anggita Dominique
thor, bikin cerita mesti sadis👍
Betharia Anggita Dominique
bagussss👍👍👍👍
Betharia Anggita Dominique
wih, kaga bisa bayangin begimana jadi shaqena duh
Betharia Anggita Dominique
keluarga lucknut
Jitison
ditunggu 🙏
Jitison
kasihan skali
Carisoy
lanjutkan yu
DdCantik
makin seru👍👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!