NovelToon NovelToon
Sistem Kuliner Absolute Sang Raja Dapur

Sistem Kuliner Absolute Sang Raja Dapur

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi Isekai
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Arka kehilangan segalanya dalam satu malam ketika warung makan peninggalan almarhum orang tuanya dihancurkan oleh lintah darat dan kekasihnya meninggalkannya demi pria kaya yang sombong. Di ambang keputusasaan saat mencoba memasak seporsi nasi goreng terakhir di tengah puing-puing warungnya, sebuah suara mekanis misterius tiba-tiba bergema di dalam kepalanya. Berbekal Sistem Kuliner Sakti yang memberinya hadiah uang tunai dan keterampilan tingkat dewa setiap kali pelanggannya merasa puas, Arka memulai langkah balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Plak!

​Sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi kiri Arka hingga wajahnya terpaling.

​Rasa panas dan perih langsung menjalar di kulitnya.

​Namun rasa sakit di wajahnya tidak sebanding dengan rasa sakit di dadanya saat ini.

​"Kamu itu cuma pedagang kaki lima yang miskin dan tidak tahu diri." Suara melengking Siska memecah keheningan malam di depan warung tenda yang sudah sepi.

​Arka memegangi pipinya sambil menatap nanar wanita cantik yang sudah dipacarinya selama tiga tahun terakhir itu.

​"Siska, kenapa kamu begini?" Arka bertanya dengan suara bergetar menahan emosi.

​"Aku sudah muak makan janji manismu yang katanya mau sukses." Siska melipat tangannya di dada dengan tatapan sangat merendahkan.

​Brummm!

​Suara mesin mobil sport terdengar menderu sebelum akhirnya berhenti tepat di belakang Siska.

​Dari balik mobil sport merah yang terparkir sembarangan itu, seorang pria berjas mahal melangkah keluar.

​Pria itu adalah Kevin, anak pemilik restoran mewah bintang lima yang bangunannya berdiri megah tepat di seberang jalan.

​"Sudahlah Siska sayang, jangan buang waktu berhargamu dengan gembel ini." Kevin merangkul pinggang Siska dengan senyum mengejek yang membuat darah Arka mendidih.

​"Siska, jadi kamu selingkuh dengan si sombong ini?" Arka menunjuk wajah Kevin dengan tangan gemetar.

​"Jaga mulutmu itu, Arka." Siska menepis tangan Arka dengan kasar.

​"Kevin bisa memberikanku segalanya, perhiasan, tas mewah, dan masa depan yang cerah." Siska tersenyum manja sambil menyandarkan kepalanya di bahu Kevin.

​"Sedangkan kamu? Kamu cuma bisa memberiku bau asap dan minyak jelantah setiap hari." Siska menutup hidungnya seolah merasa jijik.

​"Sialan, apa yang harus aku lakukan sekarang, semuanya sudah hancur." Arka mengutuk dalam hatinya sambil mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat.

​"Lihat saja warung reyotmu ini, sebentar lagi juga akan rata dengan tanah." Kevin tertawa meremehkan sambil menendang salah satu kursi plastik milik Arka hingga terpental.

​Brak!

​Kursi plastik itu pecah menghantam tiang tenda.

​"Jangan berani-berani kamu merusak barang peninggalan orang tuaku!" Arka maju selangkah dan berniat membalas perbuatan Kevin.

​Namun tiba-tiba dua orang pria berbadan besar dan bertato muncul dari kegelapan dan langsung menahan kedua lengan Arka.

​"Hei bocah, jangan macam-macam dengan Tuan Kevin." Ucap salah satu preman itu dengan suara serak yang mengancam.

​"Kalian siapa, lepaskan aku!" Arka meronta dengan sekuat tenaga tetapi cengkeraman preman itu terlalu kuat.

​"Kami ini orang suruhan Bos Boni." Preman satunya lagi tersenyum sinis sambil menepuk pipi Arka.

​Mendengar nama Bos Boni, seketika nyali Arka ciut dan wajahnya menjadi pucat pasi.

​Bos Boni adalah lintah darat paling kejam di kota ini, tempat di mana almarhum ayah Arka meminjam modal usaha sebelum meninggal dunia.

​"Hutang ayahmu sudah jatuh tempo hari ini beserta bunganya yang totalnya lima puluh juta." Preman bertato itu mengeluarkan secarik kertas tagihan dan menempelkannya di dada Arka.

​"Lima puluh juta? Bukannya ayahku cuma pinjam sepuluh juta?" Arka membelalakkan matanya tidak percaya dengan angka yang tidak masuk akal itu.

​"Itu namanya bunga berbunga, bodoh." Kevin menyela dengan nada mengejek sambil terus memeluk Siska.

​"Biar aku beritahu sebuah rahasia kecil untukmu, Arka." Kevin mencondongkan tubuhnya ke depan.

​"Akulah yang menyuruh Bos Boni untuk menagih hutangmu malam ini juga." Bisik Kevin dengan senyum iblis yang sangat menyebalkan.

​"Kamu memang bajingan licik, Kevin!" Arka berteriak marah sambil terus berusaha melepaskan diri.

​"Aku cuma ingin membersihkan sampah dari seberang restoranku agar pemandangannya lebih bagus." Kevin mengedikkan bahunya dengan santai.

​"Ayo sayang, kita pergi dari tempat kumuh ini." Siska menarik lengan Kevin untuk segera masuk ke dalam mobil.

​"Selamat menikmati malam terakhirmu dengan warung sampah ini, Arka." Kevin tertawa keras sebelum masuk ke mobil sportnya.

​Mobil merah itu pun melaju dengan cepat meninggalkan kepulan asap knalpot yang menerpa wajah Arka.

​"Nah, karena bos muda sudah pergi, sekarang giliran kita yang bersenang-senang." Preman bertato itu memberikan kode kepada temannya.

​Bugh!

​Sebuah pukulan keras mendarat di perut Arka hingga pemuda itu terbatuk dan jatuh berlutut di tanah.

​"Itu pukulan peringatan untukmu." Ucap preman itu sambil meretakkan buku-buku jarinya.

​Prang! Brak!

​Tanpa aba-aba lagi, kedua preman itu mulai menghancurkan isi warung tenda milik Arka dengan membabi buta.

​Mereka membalikkan meja kayu, membanting piring-piring kaca, dan menendang gerobak etalase hingga kacanya pecah berantakan.

​"Tolong hentikan, jangan hancurkan warung ini!" Arka memohon sambil merangkak mencoba menahan kaki salah satu preman itu.

​"Diam kamu!" Preman itu menendang bahu Arka hingga ia kembali tersungkur di atas genangan kuah kaldu yang tumpah.

​"Dengar baik-baik bocah." Preman bertato itu berjongkok dan menarik kerah baju Arka dengan kasar.

​"Kami beri waktu dua puluh empat jam untuk menyiapkan uang lima puluh juta itu." Preman itu menatap mata Arka dengan tajam.

​"Kalau besok malam uangnya belum ada, kami akan mengambil alih tanah ini dan menjual organ tubuhmu." Ancaman itu terdengar sangat nyata dan mengerikan.

​Setelah puas menghancurkan segalanya, kedua preman itu pergi meninggalkan Arka yang terkapar tidak berdaya di antara puing-puing warungnya.

Malam semakin larut dan udara terasa semakin dingin menusuk tulang.

​Arka perlahan bangkit dengan tubuh yang dipenuhi memar dan pakaian yang kotor oleh tanah serta sisa makanan.

​Ia memandang sekelilingnya dengan tatapan kosong dan air mata yang mulai menetes perlahan.

​Meja-meja patah, piring-piring berserakan, dan bahan makanan hancur terinjak-injak di tanah.

​"Ayah, Ibu, maafkan aku karena tidak bisa menjaga warung ini." Arka bergumam lirih dengan suara serak yang memilukan.

​Ia berjalan tertatih-tatih menuju kompor gas yang untungnya masih utuh tidak tersentuh oleh amukan preman tadi.

​Perutnya tiba-tiba berbunyi pelan menandakan bahwa ia belum makan apa pun sejak siang tadi karena sibuk melayani pelanggan.

​Arka melihat masih ada sisa sedikit nasi putih di dalam panci dan beberapa bumbu dasar yang belum tumpah.

​"Lebih baik aku mati setelah perutku kenyang." Arka tertawa miris pada dirinya sendiri.

​Ia menyalakan kompor dan menuangkan sedikit minyak ke dalam wajan yang sudah penyok di bagian pinggirnya.

Srek! Srek!

​Suara spatula besi bergesekan dengan wajan terdengar sumbang di tengah keheningan malam itu.

​Arka memasukkan bawang putih, telur sisa, dan nasi putih ke dalam wajan dengan gerakan yang kaku dan tanpa tenaga.

​Ia memasak nasi goreng itu tanpa minat sama sekali, hanya sekadar mencampurkan bahan agar bisa dimakan.

1
Ponny Sagita
serius thor? restoran mahal pake kursi plastik?
Ponny Sagita
kok masih pinggir jalan? othor niiih yaaa
Nissa Safira: mungkin iyaa outdoor kak, soalnya si Arka lagi proses membangun restoran mewahnya sendiri kak🤣
total 1 replies
Ponny Sagita
masak nasinya kan baru pagi pagi, kok bisa didinginkan semalaman?
Nissa Safira: hahaha dari semalem nasi nya belum habis kak gara2 malem nya di datengi preman🤣
total 1 replies
Wega Luna
keterlaluan udah hutang bunga tempat dagang dirusak ,itu bisa dilaporkan, loh
Nissa Safira: hahahaa namanya juga utang sama rentenir sadis kak😅
total 1 replies
Mohd Harmizi
berhasil jual 3 ribu kok poin kepuasan hanya 500?
Nissa Safira: iyaa juga iyaa.. kelupaan kak🤣
total 1 replies
m_reynaldi
mantapp.. update bab yg banyak thorr 😍
Fariq Banafsaj
lanjut🤩
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp.. lanjut...💪👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!