SANG NAGA PURBA (Garis Darah yang Terbuang)
Di Benua Canglan, garis darah adalah segalanya. Terlahir dari pasangan prajurit kuat Klan Chi, bayi Chi Tian justru dibuang ke kasta terendah karena Altar Naga tidak memberikan respon sedikit pun. Dianggap sampah tak berguna, ia ditinggalkan untuk mati.
Belasan tahun berlalu, Chi Tian kembali menyamar di balik jubah hitam dan zirah perak, siap membalas dendam di Arena Penyisihan.
Namun, empat klan agung tak pernah menyadari kebenaran mengerikan ini: Altar Naga hari itu bukannya mati, melainkan darah Chi Tian terlalu tinggi dan agung untuk dijangkau oleh altar biasa.
Mereka pikir telah membuang sebuah sampah, tanpa tahu telah melepaskan seekor Naga Purba yang siap meruntuhkan seluruh takhta kesombongan benua!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kausafiksi.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KECEPATAN MUTLAK DAN TANDUK DISTORSI
Setelah beberapa jam beristirahat dalam keheningan lorong batu yang telah hancur, napas Tian Xue perlahan kembali teratur.
Gejolak Garis Darah Naga Purba di dalam sumsum tulangnya yang semula mendidih liar kini mulai tenang, menyatu dengan setiap serat otot dan jaringan tubuh barunya.
Pemuda itu membuka kelopak matanya perlahan. Binar matanya setajam ujung tombak, memancarkan aura predator yang jauh lebih pekat dari sebelumnya.
Ia perlahan bangkit berdiri. Otot-otot di balik pakaian kasarnya menegang, menciptakan bunyi kertakan tulang yang renyah.
Dengan wajah tanpa ekspresi, Tian Xue menepuk-nepuk debu dan serpihan batu yang menempel di sekujur tubuhnya.
"Baiklah. Waktu istirahat sudah habis," ucap Tian Xue sedingin es abadi.
Pemuda itu menatap lurus ke arah celah pintu kedua yang gelap gulita. "Mari kita lihat, tantangan gila apa lagi yang telah disiapkan oleh para leluhur di depan sana."
Mendengar ucapan tersebut, Lu Shi yang sedang bersandar di dinding ikut bangkit berdiri.
Gadis barbar berparas jelita itu meregangkan kedua lengannya yang ramping. Senyum antusiasme yang liar perlahan mengembang di wajahnya, menggantikan raut kelelahan beberapa jam yang lalu.
"Tubuhku terasa sangat ringan! Aku sudah tidak sabar ingin menghancurkan sesuatu!" seru Lu Shi penuh gairah.
Tanpa banyak basa-basi, Tian Xue melangkah lebih dulu, memimpin jalan menuju pintu kedua.
Lu Shi mengikuti tepat di belakangnya. Keduanya melangkah melewati ambang pintu dengan tingkat kewaspadaan maksimum, bersiap jika hujan tembakan energi kembali menyambut mereka.
GHRRR... BAM!
Begitu tapak kaki mereka sepenuhnya menginjak lantai ruangan kedua, pintu batu raksasa di belakang mereka mendadak bergeser cepat dan tertutup rapat dengan suara dentuman yang memekakkan telinga!
Mereka berdua terkurung.
Namun, tidak ada formasi gaib yang menyala. Tidak ada sinar energi hijau yang meluncur.
Ruangan kedua ini berbentuk seperti sebuah arena melingkar yang amat luas, dikelilingi oleh dinding batu granit polos tanpa ukiran. Suasananya sunyi senyap, sangat hening hingga suara detak jantung mereka sendiri terdengar memantul.
"Tidak ada serangan energi seperti tadi?" gumam Lu Shi, matanya memindai sekeliling dengan curiga.
Tian Xue tidak menjawab. Insting naga purba di dalam darahnya mendadak berdering sangat keras.
Bulu kuduknya berdiri tegak. Sebuah ancaman yang murni berasal dari insting kebinatangan menyergap saraf-sarafnya.
GHRR... KREK!
Tiba-tiba, di ujung seberang arena, sebuah pintu besi berat berkarat perlahan terangkat ke atas.
Dari balik kegelapan lorong di seberang sana, hembusan angin yang membawa bau anyir darah dan tekanan aura yang sangat menekan menyapu seluruh ruangan.
Sebuah gelombang tekanan murni khas Peringkat 4 tumpah ruah bagaikan air bah!
Dari balik bayangan, melangkah keluar seekor Beast berukuran sebesar kuda perang.
Tubuhnya ramping, dipenuhi otot-otot lentur bak pegas baja, dengan bulu berwarna kuning keemasan bermotif tutul hitam.
Di atas dahinya, menancap sebuah tanduk kristal melengkung yang memancarkan pendar energi ruang yang aneh.
Cheetah Tanduk Distorsi!
"Beast Peringkat 4 lagi?!" Lu Shi menggertakkan giginya, wujud sembilan ekor energi perlahan bermanifestasi di belakang tubuhnya.
Namun, sebelum Lu Shi atau Tian Xue sempat memasang kuda-kuda pertahanan mereka—
WUSH!
Sosok Cheetah bertanduk itu mendadak lenyap dari pandangan!
Bukan bersembunyi atau menghilang karena sihir gaib, melainkan binatang buas itu bergerak dengan kecepatan fisik yang benar-benar tidak masuk akal!
‘Di atas!’ Insting naga Tian Xue menjerit.
Tanpa perlu melihat, Tian Xue memicu tenaga penuh di kakinya, melenting mundur ke belakang, sementara Lu Shi melompat ke arah samping.
BAM!
Lantai batu granit tempat mereka berdiri hancur berkeping-keping! Kawah kecil terbentuk akibat hantaman cakar Cheetah tersebut, mengirimkan serpihan tajam ke segala arah.
"Gila! Kekuatan mutlak Beast ini ada pada kecepatannya!" teriak Lu Shi seraya memutar tubuhnya di udara.
Cheetah Tanduk Distorsi itu tidak membiarkan mangsanya bernapas.
Dalam sekejap mata, ia kembali memantul dari dinding arena, meluncur bagaikan seberkas kilat emas langsung ke arah leher Tian Xue!
WUSH! WUSH!
Tian Xue dan Lu Shi mencoba mengimbangi pergerakan sang Beast.
Dengan bekal refleks dan kepekaan insting yang baru saja meningkat pesat dari ujian pertama, mereka berdua bergerak lincah ke sana kemari, berupaya mencari titik buta musuh.
Namun, keterkejutan besar segera menghantam mental mereka.
Mereka berdua berpikir bahwa kelincahan mereka sudah bertambah puluhan kali lipat dari sebelumnya.
Namun di hadapan Cheetah bertanduk ini, gerakan mereka terasa seperti balita yang baru belajar merangkak!
Kecepatan Beast Peringkat 4 ini sangat luar biasa, merobek udara murni hanya dengan kekuatan otot kakinya.
TRAK!
Cakar sang Cheetah nyaris merobek leher Lu Shi. Gadis itu terpaksa menggunakan salah satu ekor energinya sebagai tameng, yang seketika hancur berantakan terkena tebasan.
"Ukh!" Lu Shi terpelanting ke belakang.
"Jangan hanya menghindar! Kita tidak akan menang adu lari dengan binatang kilat!" seru Tian Xue.
Sisik naga hitam kusam menjalar cepat menutupi kedua lengannya. Tian Xue memfokuskan pandangannya, menunggu celah sedetik saat sang Cheetah berpijak.
‘Sekarang!’
Tian Xue menerjang maju, melayangkan pukulan cakar naga bertenaga penuh untuk memotong jalur lari sang Beast.
Namun, di luar dugaan, Cheetah itu sama sekali tidak menghindar.
Mata binatang buas itu berkilat mengejek. Tanduk kristal melengkung di dahinya mendadak bersinar terang!
SREEEK!
Sebuah distorsi aneh terjadi di udara.
Tian Xue yang sedang meluncur ke depan mendadak merasakan tubuhnya tertarik secara paksa! Udara di sekeliling tanduk Cheetah itu seolah berubah menjadi pusaran ruang yang kuat, menyedot apa pun di dekatnya bagaikan magnet raksasa.
Tarikan gravitasi buatan itu merusak total kuda-kuda dan titik tumpu Tian Xue.
Pukulannya meleset jauh, dan tubuhnya kini justru terseret tak berdaya lurus menuju ujung tanduk tajam sang Beast!
"Tian Xue! Awas!" jerit Lu Shi dari kejauhan.
"Sialan!" umpat Tian Xue tertahan.
Ini bukan sekadar serangan fisik biasa. Tanduk Beast itu mampu menarik dan memanipulasi ruang gerak musuhnya. Semakin mereka mencoba bergerak menjauh, tarikan dari tanduk itu justru akan semakin kuat mengunci mereka!
Cheetah Tanduk Distorsi itu menggeram buas. Ia menundukkan kepalanya, mengarahkan ujung tanduk kristalnya yang setajam tombak tepat ke jantung Tian Xue yang sedang terseret tanpa daya di udara.
Bagi petarung biasa, ini adalah akhir dari segalanya.
Namun, Tian Xue bukanlah manusia biasa. Di saat maut nyaris menjemputnya, pikiran pemuda itu justru menjadi sangat jernih dan sedingin es.
‘Jika aku tidak bisa mundur dari tarikan ruang ini... maka aku akan menyambutnya!’
Sepasang mata Tian Xue berkilat memancarkan kekejaman mutlak—kekejaman yang ia tujukan bukan hanya untuk musuhnya, melainkan untuk tubuhnya sendiri!
Ia tidak memutar badannya untuk menghindar. Sebaliknya, ia dengan sengaja menjulurkan lengan kirinya lurus ke depan, membuka telapak tangannya lebar-lebar tepat di jalur lintasan maut sang Beast!
CRASSSHHHH!
Tanduk kristal sang Cheetah menembus telak bagian tengah telapak tangan kiri Tian Xue!
Ujung tanduk tajam itu merobek daging, menembus punggung tangannya, dan bersarang dalam hingga mengoyak otot lengan bawahnya.
Darah segar menyembur deras mewarnai udara, dan rasa sakit yang merajam sumsum tulang langsung meledak di saraf otaknya!
"Mati kau, Keparat!" raung Tian Xue.
Mengabaikan rasa sakit yang bisa menghancurkan kewarasan manusia normal, Tian Xue memanfaatkan momen brutal tersebut.
Dengan membiarkan telapak tangan kirinya berlubang tertusuk, ia telah sukses mengunci pergerakan kepala sang Beast pembelah ruang secara mutlak!
Dengan senyum berdarah layaknya iblis, cakar kanan Naga Purba milik Tian Xue yang memadat oleh tenaga puncak meluncur deras, mengincar langsung tengkorak sang Cheetah yang kini tidak memiliki ruang untuk melarikan diri!
BAM!
Darah hitam muncrat berhamburan. Tengkorak Cheetah Tanduk Distorsi itu retak parah, membuat sang Beast meronta hebat dalam cengkeraman maut Tian Xue.
Namun, di detik yang sama, tepat saat Tian Xue mengira pertempuran telah berakhir...
GHRRR... KREK! KREK! KREK!
Dinding granit di sekeliling arena melingkar itu mendadak bergetar hebat. Suara gemeretak batu bergeser terdengar bersahutan dari segala penjuru gelap.
Bukan hanya satu...
Dari empat celah dinding yang baru terbuka di sekeliling arena, selusin pasang mata merah menyala menatap tajam ke arah mereka berdua dengan aura haus darah yang berkali-kali lipat lebih mengerikan!