NovelToon NovelToon
Gadis Jalanan Terobsesi Pada CEO

Gadis Jalanan Terobsesi Pada CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:978
Nilai: 5
Nama Author: Fitria Susanti Harahap

Bagi Adrian, Dira hanyalah seorang gadis jalanan yang pernah ia selamatkan. Namun bagi Dira, Adrian adalah alasan ia bertahan hidup, bangkit dari kemiskinan, dan mengubah takdirnya.

Malam itu, ia bertekad mengubah dirinya bukan sebagai gadis jalanan lagi, melainkan wanita yang siap melakukan apa saja demi memiliki pria yang telah menguasai hatinya.

"Sekecil apapun kesempatan itu, akan ku manfaatkan sebaik mungkin!" (Dira)

#CintaRomantis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Beberapa bulan kemudian, ketika Dira sedang mencari tambahan pendanaan untuk memperluas kapasitas produksi, kepala daerah tersebut mempertemukannya dengan lembaga pembiayaan daerah dan sejumlah pelaku usaha lokal yang mendukung pengembangan UMKM.

"Usahamu memiliki potensi besar," ujar kepala daerah itu. "Sayang kalau pertumbuhannya terhambat hanya karena keterbatasan modal."

Melalui dukungan jaringan tersebut, Dira akhirnya memperoleh pembiayaan usaha dengan skema yang jelas dan profesional. Dana itu memberinya kesempatan untuk mengambil langkah yang selama ini hanya menjadi impian. Membangun pabrik sendiri.

Pembangunan pabrik berlangsung selama berbulan-bulan. Dira hampir setiap hari datang ke lokasi untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana. Ia mengawasi pemasangan mesin. Memeriksa tata letak ruang produksi. Memastikan standar kebersihan dan pengendalian mutu diterapkan sejak hari pertama.

Ketika bangunan itu akhirnya selesai, Dira berdiri di depan gerbang pabrik dengan mata berkaca-kaca. Ia teringat masa ketika seluruh usahanya hanya berawal dari beberapa kotak skincare di sudut kamar yayasan.

Kini, ia tidak lagi bergantung pada jasa maklon. Seluruh proses produksi Dira Skincare dilakukan di pabrik miliknya sendiri dengan pengawasan yang lebih ketat terhadap kualitas. Langkah itu membuat kapasitas produksi meningkat drastis. Biaya produksi menjadi lebih efisien. Pengembangan produk baru pun dapat dilakukan lebih cepat.

Beri yang datang melihat pabrik itu tersenyum bangga. "Aku masih ingat waktu kamu menjual beberapa produk di sekolah."

Dira ikut tersenyum. "Aku juga masih ingat."

"Siapa sangka sekarang kamu sudah punya pabrik sendiri."

Dira memandang bangunan megah di hadapannya. "Ini bukan akhir, Kak."

"Lalu?"

"Ini baru pondasi." Di dalam hati, Dira kembali mengingat satu nama yang selama bertahun-tahun menjadi alasan ia terus melangkah. Adrian Maulana. Ia merasa dirinya semakin dekat dengan impian yang dulu tampak mustahil. Namun ia belum tahu, semakin tinggi ia terbang, semakin dekat pula takdir akan mempertemukannya kembali dengan lelaki yang telah mengubah hidupnya.

***

Keberhasilan demi keberhasilan akhirnya mengubah kehidupan Dira secara perlahan. Suatu pagi, ia berdiri di depan jendela sebuah unit apartemen yang menghadap ke pusat kota. Cahaya matahari menyinari lantai marmer yang masih kosong. Belum ada sofa, belum ada meja makan, bahkan kardus-kardus berisi barang masih berserakan di sudut ruangan. Namun senyum Dira tidak pernah selebar itu.

Hari itu, ia resmi membeli apartemen mewah pertamanya. Bukan dengan cicilan yang memberatkannya. Bukan pula dengan bantuan siapa pun. Melainkan dari hasil kerja kerasnya sendiri selama bertahun-tahun.

Dira berjalan perlahan menyusuri setiap ruangan. Ruang tamu. Dapur. Kamar tidur. Lalu berhenti di depan jendela besar yang memperlihatkan hamparan gedung-gedung tinggi.

Tanpa sadar, air matanya menetes. Dulu... Ia pernah tinggal di sebuah gubuk berdinding kardus yang bocor setiap kali hujan turun. Malam-malamnya dipenuhi rasa takut. Takut kelaparan. Takut dipukul ayahnya. Takut menjadi korban orang-orang yang mengincarnya.

Sekarang... Ia berdiri di tempat yang bahkan dulu tidak pernah berani ia impikan. Perlahan Dira mengusap air matanya. "Aku berhasil melewati semuanya..." Suara itu begitu lirih hingga hanya dirinya yang dapat mendengarnya.

Sore harinya, Bu Emi, Dokter Monik, dan Beri datang untuk melihat apartemen baru itu.

"Wah..." Bu Emi menatap sekeliling dengan mata berkaca-kaca. "Siapa sangka anak yang dulu datang ke yayasan tanpa membawa apa-apa, sekarang sudah punya rumah seindah ini."

Dira memeluk Bu Emi erat. "Kalau bukan karena Yayasan, Bu Emi, Dokter Monik, dan Kak Beri... aku mungkin tidak akan pernah sampai di sini."

Dokter Monik tersenyum bangga. "Kami hanya membuka pintu."

Beri menambahkan sambil tersenyum kecil, "Yang berjalan menembus pintu itu adalah kamu."

Semua tertawa pelan. Malam itu mereka makan malam sederhana di apartemen yang masih dipenuhi kardus. Belum ada kemewahan selain pemandangan lampu kota dari balik jendela. Namun bagi Dira, malam itu terasa jauh lebih hangat daripada pesta apa pun. Sebab ia menikmati keberhasilan pertamanya bersama orang-orang yang telah menjadi keluarga kedua dalam hidupnya.

Saat semua orang pulang, Dira kembali berdiri di depan jendela. Lampu-lampu kota berkilauan di bawah sana. Ia menggenggam liontin kecil yang selama ini selalu dibawanya pengingat akan titik awal perjalanan hidupnya. "Mas Adrian..." Senyum tipis terukir di wajahnya. "Aku sudah semakin dekat."

Bagi Dira, apartemen itu bukan sekadar simbol kekayaan. Melainkan bukti bahwa masa lalu tidak harus menentukan masa depan, selama seseorang berani berjuang tanpa menyerah.

***

Malam itu, setelah semua orang pulang, apartemen kembali sunyi. Dira duduk sendirian di depan jendela dengan secangkir teh hangat di tangannya. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia merasa telah cukup kuat untuk mencari tahu kabar seseorang yang selama ini hanya hidup dalam ingatannya. Adrian Maulana.

Nama itu diketik perlahan pada mesin pencari. Dalam hitungan detik, puluhan berita bermunculan. Dira membacanya satu per satu. Semakin banyak ia membaca, semakin ia menyadari bahwa Adrian telah melangkah sangat jauh.

Setelah menyelesaikan pengembangan bisnisnya di Amerika, Adrian kembali ke Indonesia dan berhasil membawa perusahaan keluarganya berkembang pesat. Kini, ia dikenal sebagai salah satu CEO muda paling berpengaruh di industri pariwisata. Namanya sering menghiasi majalah bisnis.

Wawancaranya muncul di berbagai media. Bahkan beberapa kali ia masuk dalam daftar pengusaha muda paling sukses di Indonesia. Dira tersenyum kecil. "Mas Adrian..." Ia merasa bangga. Lelaki yang pernah menyelamatkannya ternyata benar-benar menjadi sosok yang luar biasa.

Namun senyum itu perlahan memudar ketika matanya membaca sebuah artikel hiburan. Judulnya membuat dadanya terasa sesak. CEO Muda Adrian Maulana Dikabarkan Menjalin Hubungan dengan Mayang.

Dira membuka artikel itu. Di sana terpampang foto Adrian sedang menghadiri sebuah acara bersama seorang perempuan cantik dan anggun bernama Mayang. Mayang berasal dari keluarga terpandang. Ia berpendidikan tinggi, aktif dalam berbagai kegiatan sosial, dan sering mendampingi Adrian dalam acara-acara resmi. Media bahkan menyebut mereka sebagai pasangan yang serasi.

Jari Dira perlahan menggenggam ponselnya. Dadanya terasa sesak. Selama ini ia bekerja keras dengan keyakinan bahwa suatu hari nanti ia akan mampu berdiri sejajar dengan Adrian. Namun kini... Di samping Adrian telah berdiri perempuan lain.

Dira memejamkan mata. Beberapa detik kemudian, ia mengembuskan napas panjang. "Tidak apa-apa..." Ia berbisik kepada dirinya sendiri. "Setidaknya sekarang aku tahu dia bahagia."

Meski bibirnya mengucapkan kalimat itu, jauh di dalam hatinya muncul tekad yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia belum menyerah. Ia ingin bertemu Adrian. Bukan untuk meminta balas kasih. Bukan pula untuk merebut tempat siapa pun. Melainkan untuk menunjukkan bahwa gadis jalanan yang pernah ia selamatkan telah menepati janjinya. Ia telah bangkit. Dan ia tidak akan berhenti berkembang sampai hari pertemuan itu benar-benar tiba.

1
Inde Hara
sepertinya Beri suka Dira🤭
Inde Hara
Ceritanya bagus
Fitria
Jangan lupa tinggalkan Like dan komen agar author semangat update. Terimakasih.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!