NovelToon NovelToon
Kepentok Perawat Magang

Kepentok Perawat Magang

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Teddy Briand Wijaya, adalah pria yang setia. Mencintai 1 wanita semenjak SMA, sampai di usia 34 tahun kenyataan yang membentur dan hampir tidak bisa dipercaya wanita bernama Zarisha Allova, memilih pria lain.

Teddy sempat hancur, pekerjaan tidak fokus, dan memilih berdiri di pinggir dermaga mencoba menenangkan hati.

Ternyata di dermaga, malah menemukan gadis yang sedang menangis sejadi-jadinya. Gara-gara tugas dari konsulernya di rumah sakit jiwa tempat dia magang, ga pernah benar.

"Aku mau bunuh diri!" Teriak gadis Aira Permata Salmi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Di Ujung Keputusasaan

​"Kamu tahu apa taruhannya kalau sampai tidak lulus mata kuliah praktik keperawatan jiwa ini, Saudari Aira?"

​Suara Dokter Arnoldy Darmawan tidak membentak sama sekali. Akan tetapi terdengar dingin, datar, dan menusuk, mengalun tajam di dalam ruang ruang pertemuan utama Rumah Sakit Jiwa.

Sepasang matanya yang tajam menatap lurus pada Aira yang berdiri mematung, menggenggam ujung jas praktiknya karena ketakutan yang luar biasa pada pria di depannya ini.

​Sebagai Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa sekaligus Konsulen Penguji Utama untuk mahasiswa praktik di rumah sakit ini, Arnold terkenal sangat perfeksionis dan tak kenal ampun.

​"Tahu, Dok," cicit Aira. Kepalanya hampir tertunduk, tetapi teringat bahwa pria ini akan semakin marah jika dia semakin menundukkan kepala.

​"Saya perhatikan, selama sebulan masa praktikmu di sini, fokus kamu sangat berantakan. Kamu telah salah membaca lembar observasi dan teledor menyusun laporan asuhan keperawatan untuk pasien VIP yang saya tangani! Tindakan cerobohmu itu hampir membuat pasien salah menerima dosis terapi!"

​Arnoldy melirik jam tangan Swiss di pergelangan tangannya, lalu menutup map dokumen dengan hentakan keras yang menggema di ruangan sepi itu.

​"Hari ini adalah evaluasi akhir stasemu di RSJ ini. Dan saya tidak peduli apa pun alasan pribadimu di luar sana. Kalau dalam tiga hari ke depan kamu tidak bisa merevisi total laporan dan membuktikan kompetensimu, saya sendiri yang akan menandatangani surat tidak lulus untukmu. Silakan mengulang lagi dari awal di semester depan."

​Kata-kata itu bagai vonis mati bagi Aira. Praktik di RSJ ini adalah praktik terakhirnya sebagai calon perawat. Memang benar apa yang diucapkan Dokter Arnold, pikirannya sedang buyar karena masalah percintaan yang menggantung tak jelas beberapa waktu terakhir.

Dengan langkah gontai dan kepala yang mendadak pening, Aira berjalan menuju taman belakang rumah sakit yang sepi. Dia duduk di bangku semen, mencoba mengatur napasnya yang mulai memburu karena serangan panik.

Demi menenangkan diri, tangannya yang gemetar meraba saku jas, mengambil ponsel bergetar mencari kontak tempat yang ia harap bisa menenangkan hatinya. Namun sayang, salah satu penyebab buyarnya konsentrasi akhir-akhir ini adalah Mas Beni. Kekasihnya itu seakan hilang dari peredaran.

Pesan yang ia kirim pun, sangat jarang mendapat balasan.

​Mereka baru menjalani kisah sebagai sepasang kekasih, selamq satu tahun ini. Hanya saja, tak lama kemudian mereka terpaksa menjalani hubungan jarak jauh (LDR) karena Mas Beni yang seorang abdi negara mendapat tugas di pulau timur nan jauh.

Hubungan mereka pun terasa makin jauh. Mas Beni mendadak lebih sibuk dibanding biasanya semenjak bertugas di negeri ujung sana.

Namun, kali ini ​Aira ingin mengadu, jemarinya langsung bergerak hendak mengetik pesan. Akan tetapi, belum sempat pesan itu terkirim, sebuah notifikasi dari nomor tak dikenal masuk ke layar ponselnya.

Saat pesan itu dibuka, ternyata berisi sebuah gambar pernikahan sederhana di pinggir pantai. Di sana, Beni sedang tersenyum lebar duduk di samping seorang gadis lokal mengenakan pakaian adat, wilayah sana.

​Di bawah foto tersebut, sebuah kalimat singkat tertera dengan teramat kejam.

[ Maaf ya, Kak. Mas Beni sudah memilih menetap di sini menjadi suami saya. Tolong kamu ikhlaskan dan jangan mencarinya lagi. ]

Tanpa ia sadari, air mata jatuh begitu saja di pipinya. "Mas Beni ...." bisiknya.

​Dunia bagai runtuh dan berputar hebat di atas kepala Aira. Dipermalukan oleh dokter konsulen di rumah sakit, terancam gagal dalam mata kuliah praktik, dan dalam waktu yang bersamaan dikhianati oleh seorang pria yang ia impikan mengikrarkan ijab kabul terhadapnya.

​Rasa sakit, malu, dan hancur berbaur menjadi satu, memutus sirkuit logis di otaknya. Air matanya tumpah ruah semakin deras. Tanpa berpikir panjang, Aira bangkit berdiri. Dia berlari keluar dari area rumah sakit bagai orang kesurupan.

Bruk

Tanpa sengaja ia menabrak teman kuliah yang sama-sama praktik dengannya. "Eh, Rin ... Maaf," gumamnya menghapus air mata dengan cepat.

"Aira, kamu menangis? Apa yang terjadi?" tanya temannya itu dengan wajah penasaran.

Aira menggeleng cepat kembali berlari tanpa tahu arah.

.

.

Sore itu, angin di ujung dermaga kota bertiup sangat kencang, seolah ikut mengamini badai yang sedang berkecamuk di dalam dada Teddy Brian Wijaya.

Pria berusia tiga puluh empat tahun itu berdiri tegak menghadap hamparan laut yang menggelap. Wajahnya terlihat begitu kaku, matanya menatap kosong ke gulungan ombak di bawah sana.

Hampir dua tahun lalu, Lova, wanita yang menjadi cinta pertamanya semenjak zaman SMA, telah resmi dinikahi oleh pria lain. Selama kurun waktu yang panjang, Teddy hidup dalam denial.

Sampai hari ini, terlalu sulit bagi dirinya untuk membuka hati. Teringat dua tahun lalu, kabar tentang Lova yang telah hamil, anak dari pria yang menjadi orang yang paling ia benci.

'Saat ini, anaknya pasti sudah besar,' gumamnya mencoba mengira-ngira usia anak mereka.

Namun, lamunannya dikejutkan oleh sebuah teriakan.

"AKU BOSAN HIDUP DI DUNIA INI ... SEMUA ORANG KENAPA BEGITU JAHAT PADAKU!!!"

Sebuah jeritan melengking yang sarat akan keputusasaan tiba-tiba memecah gemuruh ombak.

Teddy tersentak. Dia menoleh cepat ke arah kanan. Beberapa meter darinya, seorang gadis dengan jas perawat bewarna putih, yang sedikit kotor terkena debu jalanan, sedang menangis histeris, bersiap memanjat pagar pembatas dermaga dengan gerakan cepat.

Melihat kaki gadis yang akan bertindak nekat, kilat panik menyergap Teddy. Naluri kemanusiaannya mendadak mengambil alih lamunan dari kisah masa lalunya.

"Hei! Jangan gila!"

Teddy berlari kencang. Tepat saat tubuh Aira meluncur ke depan, tangan kokoh Teddy berhasil menyambar lengan jas praktik gadis itu. Dengan sentakan kuat yang dipenuhi kepanikan, Teddy menarik tubuh gadis asing itu kembali ke atas dermaga.

Gubraakkk!

Keduanya jatuh terempas di atas lantai semen hingga jidat mereka saling beradu dengan keras.

"Aaaawwwwww!" pekik mereka serempak memegangi kepala.

Teddy mendorong gadis itu menjauh darinya dan segera menekan kening yang terasa sakit luar biasa.

"Bisa nggak sih, mau bunuh diri di tempat yang tak ada orangnya?" ungkapnya dengan kesal, beralih menatap gadis tadi.

Seketika, Teddy mematung menatap wajah gadis yang sangat muda ini yang ternyata sedikit mirip dengan wajah gadis yang masih menari-nari saat masa sekolah dulu.

Teddy menggeleng cepat. 'Kau jangan gila Teddy. Tak mungkin ini Lova! Dia orang yang berbeda!' jerit Teddy mencoba untuk menyadarkan dirinya.

Teddy meringis menahan sakit di kepala, lalu kembali menatap deburan ombak, mencoba kembali fokus dan mencerna apa yang baru saja terjadi.

"Jadi, seberapa berat hidupmu hingga kau memutuskan untuk bunuh diri?!" selidik Teddy, menurunkan suaranya.

"Kamu tahu di bawah sana itu ada banyak batu karang? Kalau kamu melompat, kamu bukan hanya mati di tempat, tetapi tubuhmu juga akan hancur berkeping-keping!"

"Biarin! Biar semuanya hancur sekalian!" balas Aira tak kalah histeris, suaranya serak. Dia memeluk lututnya, menenggelamkan wajahnya di sana sambil menangis tergugu.

"Biar Dokter Arnold puas karena aku juga nggak akan dikasih lulus olehnya! Biar Mas Beni juga tahu kalau dia sudah membunuh aku dengan pernikahan dadakannya! Biar si tante jahat juga bahagia kalau aku tak ada lagi numpang di rumahnya!"

Teddy yang awalnya sedang merapikan kemejanya yang kotor, seketika mematung. Gerakan tangannya terhenti di udara.

Dokter Arnold?

*bersambung*

1
Evi Lusiana
ortu kocak laen bgt sm anakny
Evi Lusiana
kaku perutku thor gr² aira mo bls jasa pke brondolan sawit
SoVay: dikumpulin dulu smpai 2 karung y kak 🤣
total 1 replies
Evi Lusiana
aku suka karakter cewek tegas ky aira cm sayang aj knp gk milih kost sndri drpd hidup bareng tante jahat
Anbu Hasna
musuh jadi besan 🤣🤣
SoVay: halo kakak, mampir yuk cerita baru aku. udah 5 bab 🙈
total 4 replies
Evi Lusiana
kocak deh si aira,bs² ny lg sedih dia mint fto🤭
SoVay: namNya juga abegeh kak 😭😚
total 1 replies
Dewi kunti
sini ak ajarin om🤭🤭🤭🤭🤭
SoVay: wkwkwkw..punya bakat alami seorang pria kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Dewi kunti
tuch dokter kompor banget ya
Dewi kunti: berarti dikerjain author nya ini😤😤😤😤
total 2 replies
sryharty
eallaaaah modus,,ngomong aja kamu pengen cepet2 belah duren bujang om ted2
SoVay: wkwkwkw awas grasa grusu 🙈
total 1 replies
sryharty
si pak junet lg jadi nyamuk penngganggu neh🤭🤭
Dewi kunti
aduuuuuuhhhh si bapak kenapa gak pergi2 sich
SoVay: jadi nyamuk dulu 🤣
total 1 replies
mimief
hisss...si bapak tau aja yaa🤣🤣
ini demi masa depan kita bersama
modus si dikit,tapi kan biar dia mau pak 🤭
SoVay: modus dikit maunya banyak 🤣
total 1 replies
sryharty
makanya bap junet buruan di sah kan
biar bebas bisa pegang2 tangannya,,
siapa tau bisa pegang yg lain,,kan mantap
nanti pak junet cepet dapat cucu loh dari Aira..
SoVay: wkwkwkwk 😭😭😭 pegang apa tuh kak. sim salabin ja apa prok prok prok 🤣🤣
total 1 replies
mimief
Wkwkwk
ke gap camer
apa rasa tu🤭🤣🤣
SoVay: duh, berani2nya berduaan di tengah org ramai. paling nggak, tunggu rumah kosong dulu kan ya 🤣🤣
total 1 replies
mimief
sabar...sabar
tinggal dikit lagi aku padamu
sryharty
biarin Ra si bujang lapuk di gigitin nyamuk,,di gigit Wewe gombel pun gapapa ko,,aku ikhlas 🤭🤭
mimief
yah begitulah namanya jomblo udah karatan
sekali nya jatuh cinta lagi
begini ni🤭🤣
mimief: lah abis Meleng dikit ilang
trauma Thor 🤣🤣
total 2 replies
mimief
de ileee...yg mulai bisa nge gombal
mimief: iy..y🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
mimief
orng dirumah di tuan putriin kok
disini malah jadi begini
hajaar pak🤣🤣
mimief: mang... kepala aj ka
kelamaan jomblo begitu tu, jadinya karatan rasanya 🙄🤣🤣
total 2 replies
mimief
cepet pulih Thor..
saya yg tanggung jawab Bu
lahir bathin juga boleh 🤣🤣
dih,ngarep🤭
mimief
bingung dia ..om Jovannya🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!