NovelToon NovelToon
Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Kania (Kembalinya Wanita Yang Ternoda)

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Pengkhianatan / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:31.7k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Kania harus mengalami malam tergelap dalam hidupnya, ia direnggut kehormatannya dan kehilangan harga dirinya. ‎Ketika kebenaran terungkap, orang-orang yang seharusnya menjadi tempat perlindungannya justru menjadi hakim yang paling kejam.

‎Tunangannya, Haris, langsung memutuskan pertunangan mereka, menganggap Kania sudah kotor dan tak layak lagi bersanding dengannya. Bahkan ayah kandungnya sendiri membuangnya, menyebutnya telah mencoreng nama baik keluarga.

‎Tanpa dukungan siapa pun, Kania terhempas ke jalanan, hingga seseorang mengulurkan tangan dan membantunya untuk bangkit dari keterpurukan.

‎Kini, ia kembali bukan lagi sebagai wanita lemah yang diusir, melainkan sebagai sosok yang berani menantang takdir.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

‎Suara dentingan peralatan makan terdengar beradu pelan. Di meja panjang itu, Tuan Aryan duduk di kepala meja, sementara Nyonya Melani dan Luna duduk di sisi lainnya. Hidangan yang tersaji lezat dan tertata rapi, namun tak ada satu pun yang benar-benar menikmatinya, terutama Luna yang dari tadi menunduk dengan wajah murung.

‎‎Nyonya Melani meletakkan garpu dan pisau makanannya perlahan, lalu menatap putrinya dengan tatapan menyelidik namun lembut.

‎‎"Luna..." panggilnya pelan, memecah keheningan. "Mama perhatikan sejak tadi wajahmu murung. Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Haris? Bukankah kalian sudah mulai sering bertemu? Apakah ada hal yang tidak berjalan baik?"

‎‎Luna mengangkat wajahnya perlahan, bibirnya mengerucut ke bawah, matanya berkaca-kaca seolah menahan kekecewaan yang mendalam.

‎‎"Belum ada kemajuan apa pun, Ma..." jawabnya lirih dan penuh kekecewaan. "Kak Haris masih bersikap dingin padaku, bahkan saat aku datang ke kantornya untuk mengajaknya memilih cincin pertunangan, dia langsung menolak dan menyuruhku untuk memilih sendiri saja. Rasanya aku hanya menggantikan tempat orang lain, Ma. Dan aku benci perasaan itu."

‎‎Tuan Aryan yang sejak tadi diam mendengarkan, akhirnya bersuara dengan nada berat. "Haris sedang berada di masa sulit, jadi kamu harus bersabar. Perlahan-lahan dia pasti akan bisa melupakan masa lalu dan mulai menghargaimu."

‎‎"Tapi sampai kapan harus menunggu, Yah?" balas Luna dengan nada sedikit naik, namun tetap berusaha sopan. "Aku sudah melakukan segala cara untuk mendekatinya, tapi hatinya masih tertutup rapat. Aku takut... aku takut meski kami sudah terikat janji, dia takkan pernah benar-benar menjadi milikku sepenuhnya."

‎‎Nyonya Melani tersenyum tipis, namun di balik senyum itu tersirat pandangan penuh perhitungan. Ia mengusap punggung tangan putrinya lembut.

‎‎"Jangan berkecil hati dulu, Sayang. Haris tidak punya pilihan lain selain menerima keadaan dan menerimamu."

‎‎Luna mengangguk pelan, meski wajahnya masih belum berubah cerah. Ia tahu Mamanya benar, sekarang kuncinya ada di tangannya, dan tak ada jalan mundur lagi bagi Haris.

‎-

‎-

‎‎Jarum jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam saat Nyonya Melani dan Tuan Aryan memasuki kamar utama yang hanya diterangi cahaya lampu tidur yang redup. Wanita itu duduk di tepi tempat tidur sambil melepas perhiasannya, lalu menoleh ke arah suaminya yang berdiri memandang ke luar jendela dengan wajah gelisah.

‎‎Ia berdiri dan menghampiri suaminya, meletakkan tangan di bahu pria itu dengan lembut namun tegas.

‎‎"Apa yang sedang kamu pikirkan, Mas?" tanyanya pelan. "Ini sudah malam, sebaiknya kamu istirahat. Tidak perlu memikirkan hal-hal yang tidak penting."

‎‎Tuan Aryan menghela napas panjang, ia menatap istrinya dengan pandangan menyelidik yang perlahan berubah menjadi tanya.

‎‎"Melani... sebenarnya kamu menyuruh orang-orang itu membawanya ke mana malam itu?" tanyanya tiba-tiba, suaranya rendah. "Ini sudah hampir sebulan, aku hanya ingin tahu keadaannya. Bagaimanapun, Kania adalah putri kandungku bersama Kirana."

‎‎Tangan Nyonya Melani yang sedang mengusap bahu suaminya seketika menegang. Matanya berkedip bingung sejenak, jantungnya berdegup kencang. Ia tak mungkin berkata jujur, tak mungkin mengaku bahwa gadis itu sudah kabur dan kini entah di mana.

‎‎Ia segera memasang wajah tenang, lalu tersenyum tipis seolah pertanyaan itu tak beralasan sama sekali.

‎‎"Ke tempat yang jauh dan terpencil, Mas," jawabnya pelan, menatap lurus ke mata suaminya agar terlihat meyakinkan. "Tempat di mana tak ada yang mengenalnya, tak ada yang akan menghakiminya. Dia hidup tenang di sana, jauh dari hiruk-pikuk dan pandangan orang. Apa Mas khawatir aku akan mencelakai darah daging Mas sendiri? Meskipun Kania anak tiriku, tapi aku menyayanginya seperti aku menyayangi Luna."

‎‎Ia menarik tangan suaminya perlahan, membimbingnya berjalan menuju tempat tidur.

‎‎"Sudahlah, jangan dipikirkan lagi. Tempat itu pasti aman dan cocok untuknya. Sekarang sudah larut malam, Mas butuh istirahat. Lupakan semuanya, tidurlah. Besok Mas masih harus pergi ke kantor untuk bekerja."

‎‎Tuan Aryan menatap wajah istrinya lama, namun tak menemukan kejanggalan yang jelas di sana. Akhirnya ia mengangguk pelan, lalu berbaring di tempat tidur sambil memejamkan mata meski di lubuk hatinya keraguan itu belum sepenuhnya hilang.

‎‎Nyonya Melani menyelimuti suaminya, lalu berbalik memunggungi sosok itu. Senyum diwajahnya hilang, digantikan tatapan dingin dan cemas. Ia tahu, kebohongan ini takkan bisa ia pertahankan selamanya.

‎‎"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Jika Mas Aryan tahu Kania berhasil kabur malam itu dan belum diketahui keberadaannya, dia pasti akan marah besar padaku," batinnya gelisah.

‎‎-

‎‎-

‎‎-

‎Suasana di dalam klub malam terasa riuh dengan dentuman musik yang memekakkan telinga, udara hangat bercampur aroma alkohol dan parfum menyelimuti setiap sudut. Haris duduk terhimpit di sudut bar yang sedikit gelap, gelas berisi minuman keras sudah menumpuk di hadapannya. Ia tak lagi ingat berapa gelas yang sudah diteguknya.

‎‎Pikirannya sudah kabur, pandangannya berbayang, tubuhnya terhuyung-huyung di atas kursi. Sesekali ia bergumam tak jelas, menumpahkan sedikit cairan dari gelas ke lantai tanpa peduli.

‎‎Tiba-tiba, ponsel di saku jasnya berdering berulang kali dengan getaran yang nyaris tak terdengar di tengah hiruk-pikuk. Temannya yang duduk di sebelah juga sudah cukup mabuk namun masih sedikit lebih sadar, ia mengambil ponsel itu, menatap layar yang menyala dengan nama 'Luna', lalu menekan tombol hijau dan menempelkannya ke telinga.

‎‎"Halo?" suaranya terdengar sedikit serak, harus berteriak sedikit agar terdengar jelas.

‎‎Dari seberang terdengar suara Luna yang  sedikit terkejut. "Halo? Kak Haris? Kenapa suaramu seperti itu? Di mana Kakak sekarang?"

‎‎"Eh... Luna ya? Ini aku, teman Haris," jawabnya sambil menoleh sekilas ke arah Haris yang kini menundukkan kepala di atas meja. "Dengar ya, Haris... dia sedang tidak enak badan. Sudah sangat mabuk, tidak sanggup jalan sendiri. Kami ada di klub pusat kota, lantai dua area bar. Tolong... tolong jemput dia ya? Kami tidak tega ninggalin dia sendirian di sini."

‎‎Luna terdiam sejenak, lalu nada suaranya berubah sigap. "Baik, aku segera berangkat. Jangan kemana-mana, tunggu aku."

‎‎Sambungan terputus. Teman Haris meletakkan kembali ponsel itu ke saku, lalu menepuk pelan bahu Haris yang diam tak bergerak.

‎‎"Tunggu sebentar... sebentar lagi dia akan datang untuk menjemput kamu, Ris," gumamnya pelan. "Setidaknya kamu tidak akan tidur semalaman di tempat ini."

-

-

-

Bersambung...

1
W I 2 K
terimakasih so much kk author... ending yg manis... kayak aku 🤣🤣😍😍
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih kembali kakak /Kiss//Kiss//Kiss/
total 1 replies
MamDeyh
Loveee sekebon kakkkk
🔥Violetta🔥: /Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
total 1 replies
Elina thea
selamat berbahagia kania_victor,jangan lupa ngadon biar ada tambahan keluarga baru....
🔥Violetta🔥: Terimakasih kakak sudah mengikuti cerita ini sampai akhir 😁🙏
total 1 replies
Elina thea
betapa beruntungnya si luna...di saat terpuruk pak aryan sebagai ayah slalu ada di sampingnya,kasian Kania.....
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
tau² udh end aja thor pengen liat victor & kania junior 🤭 sumpah cerita nya bagus i like it thor 🥰
semangat trs untuk karya² selanjutnya kk 😘
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak 😁🙏
total 1 replies
Rizky Manik
terimakasih sudah menyajikan karya yg luar biasa thor
kamu dan karyamu sangat keren🥰🥰
peluk jauh🤗
teruslah berkarya thor💪🏼
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak /Drool//Drool//Drool/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
terima kasih atas karya luar biasanya kaka..tetap smangat untuk lanjut karya selanjutnyaaa/Kiss//Kiss/
🔥Violetta🔥: Terimakasih banyak kakak sudah mengikuti cerita ini sampai akhir 😁🙏
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mereka akhirbya saling menerima keadaan🥹
🔥Violetta🔥: Ya.. mau gimanaa lagi 🤭🤭🤭
total 1 replies
Manis
bulan depan apa Minggu depan nih, paragraf sebelumnya bulan depan
🔥Violetta🔥: Makasih kak udah bantu koreksi... tandai aja kalau ada typo nanti aku revisi 😁🙏
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
siap untuk kondangan
W I 2 K: cosplay jaelangkung dong 🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
W I 2 K
diperkaos y lun..... kasiannnnnnnnn, kehormatan diblas keHormatan dibayar TUNAI !!!!!!!
〈⎳ FT. Zira
andai semua tindakann salah bisa selesai dengan satu kata, menyesal.. damailah indonesia ini🤧🤧🤧
Rizky Manik
sebenarnya aku kesal sama ayah Aryan ini, cuman kita juga harus ngerti posisi ayah Aryan, cuman Luna yg dia punya saat ini. dia cuman ingin berusaha menjaga keluarga yg tersisa agar tak terlalu menyesal
kymlove...
udah di perkosa rame2 tetap dimaafin dan gak di usir kayak kania dulu, fiks sih.. bapak blo'on matii aja kau!!
Lee Mba Young
Kita lihat bakal di usir gk di Luna itu. kl gk berarti pak Aryan cm sayang ma Luna gk sayang ma Kania.
Lee Mba Young
di perkaos pasti Luna. tp Wes gk perawan kn dia.
zahrahaifa
pasti abis diperkaos.... rasain....1 sama....kita liat pemirsah apakah anak kesayangan bakalan diusir
kymlove...
gantian lun, kamu juga ngrasain rsanya di nodai orang lain, yah meskipun km udh gak suci sih kan sisa 2 lelaki 😌
zahrahaifa
mampoooss lu ... culik aja pak.... enak bener idup lo udah berbuat jahat + mau ngebunuh orang masih aje lenggang kangkung... klo perlu buang ke tengah laut
🔥Violetta🔥: Astaga /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
berharap boleh lun,,tapi lihat keadaan lah.. masih mimpi aja🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!