NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Sang Arjuna Langit

Terjebak Cinta Sang Arjuna Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:308
Nilai: 5
Nama Author: chocomint09

Di kehidupan yang hanya sekali ini, tentu menikahi orang yang dicintai dan mencintai diri kita juga adalah impian semua orang. Laila pun begitu, gadis manja dan ceria itu selalu menyematkan do'a terbaik untuk kehidupan cintanya. Namun, wasiat Ibunya dan permintaan Ayah yang tak bisa ia tolak memaksa Laila untuk menikah dengan laki-laki yang bahkan jauh dari tipenya.

Siapakah sosok lelaki yang dijodohkan dengan Laila?

Apakah bisa Laila melewati perjodohan dan menjalani kehidupan pernikahan tanpa cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chocomint09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebenaran yang Terungkap

Arjuna sengaja datang lebih awal dengan berjalan kaki menuju beach club yang sudah diberitahu Devan tempo hari. Kesempatan bagus untuknya malam ini diizinkan untuk bergabung, ia bisa lebih dekat mengawasi Laila.

Saat beberapa langkah lagi akan melewati penginapan Laila dan teman-temannya, Arjuna melihat gerak-gerik mencurigakan dari seseorang yang ia kenal. Arjuna cepat bersembunyi di balik tanaman rimbun yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

"Dia, kenapa gerak-geriknya aneh," gumam Arjuna.

Di depan sana ia melihat Devan yang berjalan mondar-mandir. Setiap beberapa detik, matanya akan melirik ke arah jam tangan, lalu beralih cepat ke layar ponsel di genggamannya. Beberapa kali juga Devan terlihat melihat ke sekeliling seperti menunggu seseorang.

Tak lama seseorang berpakaian serba hitam, memakai topi dan masker sehingga wajahnya tak terlihat menghampiri Devan. Mereka menarik diri ke sudut dinding penginapan untuk menghindari tertangkap cctv.

Dilihat dari gerak-geriknya Arjuna sedang bertransaksi suatu barang yang tidak ingin orang tahu. Setelah transaksi itu selesai Devan memasukkan barang di genggamannya ke dalam kantong celana.

"Apa yang dia beli dari orang tadi?" gumam Arjuna.

Arjuna melihat jam tangannya, "Masih ada waktu."

Arjuna kemudian berlari mengejar sosok berpakaian serba hitam tadi. Soal lari Arjuna-lah juara di angkatannya saat pendidikan. Tak butuh waktu lama baginya menemukan dan menangkap orang tadi. Arjuna menyeret orang itu ke dalam gang sepi.

Ia menekan punggung orang itu dan mengunci pergerakan tangannya hingga orang itu menempel pada dinding.

"Ampun Bang!" teriak pria misterius itu.

"Abis transaksi apa kamu sama orang tadi?" tanya Arjuna dengan napas beratnya.

"Orang yang mana Bang?"

"Devan namanya," jawab Arjuna.

"Ohh orang itu, maaf saya gak bisa memberitahu karena sudah SOP-nya begitu Bang," jelas pria itu dengan gemetaran.

"Masih membicarakan SOP saat nyawamu saja sudah di ujung tanduk begini," gertak Arjuna.

Arjuna menekan kepala orang itu semakin keras hingga terlihat tetesan darah mengalir dari wajah sebelah kanan pria misterius itu.

"Aaaaaa!" rintih pria itu.

"Iya, iya saya kasih tau Bang. Tapi lepasin saya dulu," pinta pria itu.

Arjuna tentu tidak akan terkecoh dengan taktik murahan seperti itu, ia tetap mengencangkan kunciannya.

"Kamu pikir saya bodoh, saya tidak akan melepaskan kamu sampai saya tau apa yang kamu jual pada pria tadi!" bentak Arjuna.

Pria itu terlihat semakin sesak karena dadanya ditekan semakin kuat oleh Arjuna.

"Dia... dia beli obat tidur dosis tinggi Bang." Pria itu akhirnya menjawab pertanyaan Arjuna.

Setelah mendapat jawaban yang ia mau, Arjuna perlahan melepas kunciannya dan membiarkan pria itu melarikan diri.

Arjuna mengernyitkan dahi, "Untuk apa obat itu?"

Dia tak mau berpikir negatif dulu, mungkin saja Devan sedang membutuhkan obat itu untuk dirinya sendiri. Setelah melihat jam tangannya Arjuna bergegas melanjutkan perjalanannya menuju beach club yang sempat tertunda.

Saat sampai Arjuna sengaja memilih meja dekat bar, karena di sana ia bisa melihat dengan jelas orang-orang yang keluar masuk. Tak lama ia melihat Kiera dan Tasya memasuki beach club diikuti Laila dan Devan yang bergandengan tangan di belakang mereka. Arjuna mengikuti setiap pergerakan mereka, mereka naik lantai dua dari beach club. Arjuna hendak menyusul mereka, namun langkahnya terhenti dan memaksanya untuk duduk kembali di meja tadi saat melihat Devan yang sudah di tangga hendak turun menuju bar.

Arjuna refleks mengambil sebuah majalah yang ada di meja bar dan menutupi wajahnya dengan itu. Diperhatikannya setiap gerak-gerik Devan dari sana. Ia melihat Devan memesan minuman pada bartender dan membayar minuman itu. Namun, tak sampai situ saja. Tak lama Devan terlihat merogoh kantong celananya mengambil plastik kecil transparan yang terlihat bubuk putih di dalamnya, ia menyodorkan plastik itu pada bartender dan memberikan beberapa lembar uang pada bartender.

Sekarang Arjuna paham kemana larinya tujuan Devan malam ini, tentu minuman yang di tambah obat tidur berdosis tinggi itu akan ia berikan pada Laila dan akan melancarkan aksinya saat Laila sudah tak berdaya.

"Dasar pria mesum," gumam Arjuna.

"Pantas saja Om Dirga punya firasat buruk tentang orang ini." ucap Arjuna dalam hati.

Setelah minuman pesanannya jadi Devan kembali berjalan menuju meja mereka diikuti seorang waiters yang mengikutinya bersama pesanan yang ia pesan tadi.

Arjuna mengikuti langkah Devan tanpa sepengetahuan pria itu. Arjuna tidak langsung duduk bergabung dengan mereka, melainkan ia melihat minuman yang Devan berikan pada Laila.

Laila yang tak tahu dengan polosnya akan menyesap minuman itu tanpa tahu bahwa Devan telah mencampur minuman itu dengan obat tidur berdosis tinggi.

Arjuna bergegas mendekati mereka dan menepis tangan Laila yang sedang memegang minuman, hingga minuman itu jatuh ke lantai. Arjuna melihat bulir-bulir obat tidur yang belum larut dalam minuman yang tumpah itu.

"Apa-apaan sih lo!" teriak Laila.

"Lo kenapa selalu dateng dan hancurin momen seneng-seneng gue!" Laila sudah tak dapat menahan emosinya yang sudah tertahan lama.

"Apa mau lo?!" Beberapa pasang mata melihat kegaduhan yang mereka sebabkan.

"Sayang sabar, ayo kita duduk dulu," ajak Devan.

"Gak, orang ini harus dikasih pelajaran sayang, dia udah keterlaluan." Laila menepis tangan Devan.

Tasya berdiri dari duduknya dan mencoba menenangkan Laila. Namun, hasilnya nihil. Laila tetap berdiri berhadapan dengan Arjuna dengan emosi yang terlihat memuncak.

"Jawab gue, apa mau lo?"

Arjuna yang sedari tadi diam akhirnya menjawab dengan tegas, "Melindungi kamu."

"Melindungi gue? dari apa?"

"Dari..." Arjuna mengalihkan pandangannya ke arah Devan.

Devan yang tersadar ditatap tajam oleh Arjuna kebingungan, ia mencoba mengingat hal salah apa yang ia lakukan pada Arjuna. Namun dengan cepat ia menyadari satu hal dan menyambungkan dengan kejadian Arjuna yang sengaja menumpahkan minuman Laila.

"Apa dia tau rencana gue?" ucap Devan dalam hati.

"Maksud lo apa Mas natap gue tajam gitu," cela Devan karena merasa terganggu dengan tatapan intimidasi dari Arjuna.

"Melindungi Laila? emangnya Laila lagi diincar sama bahaya apa?" tanya Devan yang sudah maju dan berhadapan dengan Arjuna.

"Dan lagi apa hak lo mencampuri urusan Laila, lo cuma sepupu jauh dia," tekan Devan.

"Saya bukan sepupu jauh Laila, saya calon suaminya." Semua terkejut dengan ungkapan jujur Arjuna.

Keira dan Tasya saling bertukar tatap.

"Hah? apa tadi, CALON SUAMI." Devan menekankan suara pada kata calon suami. Ia heran dengan pengakuan Arjuna yang tiba-tiba itu.

Devan mengalihkan pandangannya pada Laila, menuntut penjelasan dari Laila. "Maksudnya apa sayang, dia bilang calon suami kamu."

Laila bungkam beberapa saat, ia tidak menyangka Arjuna akan mengungkap rahasia itu tiba-tiba. Ia bahkan belum menyiapkan diri untuk jujur pada Devan tentang perjodohan itu.

"Sayang jelasin dong," cecar Devan.

Devan yang tak tahan menjadi bahan tontonan dan terlebih lagi shock dengan pengakuan Arjuna memutuskan untuk pergi keluar dari beach club. Laila mencoba mengejar Devan yang berjalan cepat menjauhinya.

"Sh*t" umpat Keira.

"Kenapa harus di momen ini sih Mas Juna, lo ngehancurin kesenangan aja," keluh Tasya.

Arjuna tidak menanggapi keduanya, ia berjalan mengejar Laila dan Devan.

Laila beberapa kali mencoba menggapai tangan Devan untuk menjelaskan, namun langkahnya kalah cepat dengan Devan yang tinggi itu.

"Sayang tunggu dulu, aku bisa jelasin!" teriak Laila.

Devan menghentikan langkahnya dan berbalik melihat Laila yang sudah beberapa meter darinya.

"Dengerin aku dulu pleaseee," ucap Laila memohon.

"Apa, mau jelasin kalau apa yang dibilang Arjuna bener?" cetus Devan.

Laila mendekat dan menggenggam erat kedua tangan Devan. Air matanya sudah tak terbendung lagi dan membasahi pipi.

"Arjuna bener, dia calon suami aku," jelas Laila mengonfirmasi pengakuan Arjuna.

"Kamu tega ya," sela Devan. Beberapa detik ia terdiam sejenak, air matanya pun jatuh tanpa ia sadari, rasa sesak memenuhi dadanya karena sudah dibohongi oleh Laila selama ini.

"Aku-"

"Shuttt..." Devan menutup mulut Laila dengan telunjuknya.

"Aku gak butuh penjelasan kamu, rasanya sesek banget sayang dadaku. Aku gak mau denger lebih jauh lagi," lirih Devan.

Devan memutuskan untuk pergi dari hadapan Laila saat itu juga.

"Sayang! sayang tunggu! Devan!" Laila terus mencoba mengejar Devan, namun beberapa langkah mengejar ia tersandung dan lututnya mendarat sempurna di tanah berkerikil.

"Auhhh," ringis Laila. Kedua lututnya mengeluarkan darah segar.

Arjuna menghentikan langkahnya ketika melihat Laila terjatuh. Tidak mau menambah runyam perasaan yang Laila rasakan saat ini.

"Apa memang aku salah timing ya?" Kalimat itu terus terngiang-ngiang di kepala Arjuna saat ini.

"Minggir." Keira menabrak lengan Arjuna dari belakang dan melewatinya begitu saja, diikuti Tasya yang tak lama melewati Arjuna juga dengan wajah judesnya.

...Bersambung... ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!