Riyan Sadewa, seorang kuli bangunan di Bandung, hidup pas-pasan hingga sebuah kecelakaan di lokasi kerja mengubah segalanya. Sebuah sistem misterius muncul, memaksanya menghabiskan uang dengan syarat tidak boleh mendapatkan keuntungan sedikit pun. Jika ia untung, nominal uang yang harus dibuang justru berlipat ganda. Riyan terjebak dalam permainan ekonomi yang absurd, membeli aset besar hanya untuk merusak harganya demi memuaskan sistem. Di tengah tekanan ini, ia harus belajar bahwa membuang uang ternyata jauh lebih sulit daripada mencari nafkah, dan ia harus menemukan cara untuk menghentikan siklus ini sebelum hidupnya hancur.
"Sistem gila. Bukannya berkurang, duit gua sekarang malah bertambah."
"Gua cuma mau miskin, Ya Tuhan! Kenapa susah banget buat bangkrut di dunia ini?!"
Bagaimana kelanjutannya..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21
"Bagaimana, Saksi? Sah?"
"SAH!"
Suara koor dari puluhan tetua adat Keluarga Zevan menggema di dalam aula utama resor Lembang yang disulap menjadi pelaminan super megah.
Riyan Sadewa duduk dengan punggung tegak, bukan karena dia merasa gagah, melainkan karena korset baju yang dia pake berlapis benang emas murni ini menopang tubuh kulinya begitu ketat hingga napasnya terasa pendek-pendek.
Di sampingnya, Kezia Zevan sekarang resmi menjadi Kezia Sadewa secara hukum adat keluarga tersenyum tipis namun penuh dengan binar kemenangan.
Balutan kebaya putih brokat ekor panjang dan mahkota siger perak di kepalanya membuatnya tampak seperti dewi bisnis yang baru saja menaklukkan puncak dunia.
'Gua... beneran nikah... batin Riyan tatapannya kosong menatap meja akad.
'Semen tiga roda, pasir beton, linggis, sekop... tolong bangunin gua dari mimpi buruk nan kaya raya ini...'
[Denting Sistem! Misi Pernikahan Adat Selesai!]
[Log Sistem: Hubungan Inang dengan Target 1 (Kezia Zevan) telah terkunci pada status 'Suami Adat Sah'.]
[Evaluasi Keuntungan Tersembunyi: Akibat skema 'Dana Talangan Sepuluh Triliun' yang dipicu oleh tindakan Inang, mahar adat yang Anda serahkan dinilai sebagai investasi jangkar yang menghasilkan valuasi balik sebesar 150%.]
[Penalti Diaktifkan: Saldo hukuman sebesar 1 Triliun Rupiah ditambahkan ke rekening Anda sebagai sanksi atas 'Keberhasilan Finansial yang Tidak Disengaja'.]
[Saldo Terkini: 6,45 Triliun Rupiah!]
Riyan hampir saja menyemburkan air teh melati yang baru disuguhkan pelayan ketika teks transparan Sistem berkedip di pelupuk matanya. Enam koma empat puluh lima triliun! Uangnya bukannya habis malah beranak pinak seperti jamur di musim hujan.
"Suamiku," bisik Kezia lembut, aromanya yang wangi melati menusuk hidung Riyan.
Wanita itu dengan anggun meraih tangan Riyan yang kasar penuh kapalan bekas megang sekop, lalu mengecup punggung tangannya dengan takzim.
"Mulai hari ini, seluruh aset strategis Zevan Group di sektor properti berada di bawah pengawasanmu. Ayah sangat kagum dengan caramu menjebak Keluarga Vandersen subuh tadi."
Riyan menelan ludah dengan susah payah. "Nona—eh, Kezia... soal yang subuh tadi itu, jujur aku cuma—"
"Aku tahu," potong Kezia dengan kerlingan mata yang penuh arti.
"Kamu tidak perlu menjelaskannya di depan umum. Rahasia taktik 'Kota Hantu Seblak' dan 'Dana Talangan' ini akan tetap menjadi rahasia dapur kita berdua sebagai penguasa baru ekonomi Bandung."
'Rahasia dapur gundulmu! Gua beneran mau bangkrut, woi! jerit Riyan frustrasi dalam hati.
Di tengah suasana khidmat yang dipenuhi senyum sumringah Abraham Zevan yang terus memamerkan gigi emasnya kepada para kolega konglomerat, tiba-tiba pintu jati raksasa aula utama digebrak dari luar secara kasar.
BRAAAKKK!
Dua orang pengawal berbaju hitam milik Keluarga Zevan terlempar ke lantai aula, disusul oleh langkah kaki yang tegas dan penuh amarah. Seluruh hadirin di aula langsung menoleh, dan suasana meriah itu mendadak hening seketika, berubah mencekam.
Sesosok wanita dengan gaun beludru merah darah berdiri di ambang pintu. Rambut pirang platinumnya sedikit berantakan, dan sepasang matanya menyala penuh murka dan dendam yang siap meledak.
Valerie Vandersen.
Di belakang Valerie, beberapa pengacara internasional berpakaian necis tampak membawa koper-koper hitam besar dengan ekspresi wajah yang sangat tegang.
"Kezia Zevan! Riyan Sadewa!" pekik Valerie, suaranya yang melengking tinggi bergetar hebat di dalam aula.
Dia melangkah maju tanpa memedulikan puluhan moncong senjata tersembunyi milik pengawal Zevan yang mulai terarah kepadanya.
"Kalian berdua benar-benar pasangan iblis yang kejam! Kalian bersekongkol menjebakku dengan dana dua triliun itu!"
Kezia perlahan berdiri dari kursi pelaminan, aura dinginnya sebagai permaisuri dinasti langsung keluar, menandingi amarah Valerie.
"Nona Vandersen, ini adalah hari pernikahan kami. Jika kamu datang hanya untuk meratapi kekalahan memalukan bursa saham subuh tadi karena keserakahanmu sendiri, aku sarankan kamu keluar sebelum pengawal kami menyeretmu secara tidak hormat."
"Kekalahan memalukan?!"
Valerie tertawa histeris, air mata kemarahan menggenang di sudut matanya yang indah. Dia menunjuk Riyan dengan jarinya yang gemetar.
"Pria bajingan ini! Dia meneleponku dari kamar mandi malam-malam, memberikan dana dua triliun tanpa syarat, berpura-pura ingin mengkhianatimu demi membuat bank Zevan kolaps!"
"Tapi apa hasilnya?! Rekening internasional Vandersen Group sekarang dibekukan oleh otoritas moneter karena dituduh melakukan predatory attack! Kami denda tiga triliun rupiah oleh Bank Sentral!"
Valerie melangkah lebih dekat ke meja akad, menatap Riyan dengan tatapan yang seolah-olah ingin menguliti kuli bangunan itu hidup-hidup.
"Riyan! Kamu sengaja mengumpani aku dengan dua triliun agar keluarga kami hancur secara legal, kan?! Kamu menggunakan aku sebagai batu loncatan untuk mendapatkan dana talangan negara!"
Riyan yang duduk di kursi pelaminan hanya bisa memegangi dahinya yang mendadak pening luar biasa.
'Aduh, si Pirang ini malah ikut-ikutan salah paham tingkat dewa! Gua beneran mau bantu lu ngebajak bank si Kezia, tapi pemerintahnya aja yang kelewat rajin ngasih talangan!
"Tapi jangan harap kalian bisa menang begitu saja!"
Valerie menggebrak meja akad dengan keras, membuat dokumen pernikahan Zevan sedikit bergeser. Dia memberi kode pada pengacaranya.
"Sesuai dengan hukum arbitrase keluarga rahasia nusantara, karena dana dua triliun milik Riyan yang disita negara melibatkan aset jaminan komparatif Vandersen Group di sektor hiburan malam dan perhotelan, maka secara hukum... Riyan Sadewa sekarang secara otomatis memiliki 49% saham di jaringan bisnis hiburan Vandersen Group!"
Valerie menatap Riyan dengan senyum penuh dendam yang bengis.
"Kamu mau menghancurkan kami dari luar? Tidak akan kubiarkan! Mulai detik ini, kamu adalah pemegang saham terbesar kedua di perusahaanku, Riyan! Aku akan menyeretmu masuk ke dalam lingkaran neraka bisnisku! Kamu harus ikut menanggung utang denda tiga triliun kami, atau reputasi bisnismu akan hancur bersamaku!"
[Denting Sistem! Kejutan Plot Terdeteksi!]
[Target 2 (Valerie Vandersen) secara paksa mengikat Inang ke dalam jaringan bisnisnya melalui hukum jaminan arbitrase!]
[Misi Baru Diaktifkan: Selamat! Anda resmi memasuki ARC 2 (Konflik Industri Hiburan & Saham Vandersen Group).]
[Tugas Sistem: Bersihkan denda atau hancurkan jaringan hiburan malam Vandersen dalam waktu 48 jam dengan sisa saldo Anda tanpa memicu keuntungan baru!]
Riyan Sadewa menatap blangkon emasnya yang dia lepas dan letakkan di meja dengan pasrah.
'Baru aja sah jadi suami nona kaya raya nomor satu, rutuk Riyan dalam hati, matanya melirik Kezia yang cemburu menatap Valerie, lalu melirik Valerie yang menatapnya penuh dendam kepemilikan saham.
'Sekarang gua malah punya setengah aset dari nona kaya raya nomor dua yang mau ngajak gua bangkrut bareng. Gusti... ini mah bukan harem untung, ini mah harem penderitaan kerja rodi finansial!
#NOTE
Waduh, makin seru atau makin bikin gemas, nih? Coba ketik pendapat kalian sekarang!
Supaya aku makin semangat, jangan lupa klik like dan tinggalkan jejak di komentar, ya.
Aku juga sangat mengharapkan ulasan (review) jujur dari kalian tentang novel ini bintang dan masukan dari kalian adalah kompas bagi jalannya cerita ini ke depan. Oh ya, kalau bab ini sukses menghibur kalian, dukung aku lewat gift seikhlasnya, ya. Terima kasih banyak, kalian luar biasa! 🙏❤️