NovelToon NovelToon
Dayuh Sigadis Supernatural

Dayuh Sigadis Supernatural

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Mata Batin / Tamat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mawarhirang94

Dayuh sigadis Indigo atau supranatural, dia memiliki kelebihan itu semenjak umur batita, Yang diturunkan oleh kedua orang tuanya. Terutama Ibu Dayuh yang memiliki kelebihan yang cukup istimewa itu dari keturunan sebelumnya. Jika Ibunya memiliki anak atau keturunan, dengan berjalannya waktu dan bertambahnya umur anak tersebut maka kelebihan Ibunya akan berkurang. Maka tugas selanjutnya adalah anaknya yang melanjutkan. Jika tidak memiliki penerusnya maka kelebihan tersebut akan terus dimilikinya dan berkembang.
.
Ibu ingin menceritakan pengalaman yang Ibunya alami selama ini. Mungkin nanti Ibunya akan menceritakan secara pelan-pelan.

Akan kah Dayuh menerima semua kelebihan nya atau sebaliknya melepaskannya?

Yuk simak cerita nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawarhirang94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 1 Gangguan Tengah Malam

"Dayuh...dayuh...kemari lah," Dayuh... dayuh mati kau....." Ucap suara yang menyeramkan tersebut dan berteriak keras ditelinga Dayuh.

Tidak menunggu cukup lama, Dayuh pun berlari ketakutan langsung kekamar Ibunya yang sudah sedari tadi tertidur lelap. Dengan wajah ketakutan berlumur keringat panas dingin Dayuh langsung naik kekasur dan menarik selimut Ibunya, dengan tubuh bergemetaran sambil memanggil Ibunya. Ibunya pun terbangun dikarenakan Dayuh sangat ketakutan.

"Ibu ibu bangun, Dayuh takut bu." Ucap Dayuh dengan nada ketakutan dan tubuhnya pun bergetar bercampur keringat panas dingin dibalik selimut milik Ibunya.

Untuk kali ini Dayuh benar-benar sangat ketakutan dan tidak bisa menahan rasa takutnya lagi. Entah kenapa malam ini Dayuh merasa berbeda dari malam sebelumnya. Ibunya pun berusaha menenangkan Dayuh.

"Dayuh ya Allah nak, kenapa kamu?" Tanya Ibu dengan nada terkejut sambil memeluk tubuh anaknya yang ketakutan.

"Nyebut nak nyebut." Astaghfirullah Alazim. Ayok nyebut nak, Astaghfirullah Alazim. Sambil membujuk Dayuh untuk membuka selimutnya." Tenang disini ada Ibu nak." Ucap Ibu kembali kepada Dayuh sambil menenangkannya.

"Astaghfirullah Alazim, Astaghfirullah Alazim.." Sahut Dayuh dengan bibir bergetar sambil mengeluarkan air mata.

"Nak minum dulu ya. Bismillah." Ujar Ibunya sambil menenangkan Dayuh.

Tidak lama kemudian Dayuh pun mulai

tertidur disaat itu juga Ibunya mengusapkan wajah Dayuh menggunakan tangannya sambil berdoa, dengan perasaan yang tidak nyaman. Ibu pun segera melaksanakan sholat hajat dan tahajud untuk meminta pertolongan dan perlindungan kepada sang pencipta. Sambil mengaji dan berzikir tak lama kemudian Ibu pun kembali untuk tidur. Waktu subuh pun tiba seperti biasa Ibu membangun Dayuh untuk sholat subuh bersama.

"Nak bangun sudah subuh, Yuk kita subuhan dulu." Ujar Ibu Dayuh sambil mencium kening anaknya.

"Hem... ya buk Dayuh bangun ini." Sahut Dayuh sambil duduk bangun dengan mata masih terpejam.

Mereka pun berwudhu bersama seperti biasanya. Tidak menunggu lama mereka pun melaksanakan sholat subuh bersama, Setelah itu mengaji bersama. Tak terasa waktu pun menunjukkan pukul 6 pagi dini hari. Dayuh pun bersiap-siap untuk mandi dan kekampus seperti biasanya. Ibu dan Bik mirah pun seperti biasanya sibuk didapur untuk menyiapkan sarapan.

Sejak kejadian semalam Dayuh tidak ingat apa-apa. Ya seperti tidak terjadi sesuatu apapun yanh menimpa dirinya. Ibu pun berencana akan pergi kepondok untuk menemui kyai guru Ibunya, kyai yang terkenal akan kesaktiannya mengatasi hal-hal gaib. Tak lama kemudian Dayuh sudah siap dan segara sarapan pagi bersama sitara.

"Pagi Bik." Sapa Dayuh dengan ramah.

"Pagi juga neng, Silahkan neng sarapannya." Sahut Bik mirah sambil menyodorkan sarapan kepada Dayuh.

"Terima kasih Bik!" Ucap Dayuh sambil tersenyum.

"Sama-sama neng." Balas bik mirah dengan ramah.

"Bik kak Sitara mana ya?" Tanya Dayuh dengan ramah.

"Ada neng, Lagi bersiap-siap didalam neng. Sebentar lagi keluar kok. Ini dia neng." Sahut Bik mirah sambil menyiapkan sarapan untuk anaknya Sitara.

"Hy Kak, Ayuk sarapan bareng aku." Ucap dayuh dengan wajah tersenyum manis.

"Iya dek, Terima kasih." Sahut Sitara dengan ramah sambil tersenyum.

Dayuh dan Sitara pun sarapan bersama dimeja yang sama, Semenjak Ayahnya meninggal Sitara dan keluarga diperbolehkan makan bersama Ibu dan Dayuh. Ya menurut Ibu dan Dayuh keluarga mereka hanya lah Bik mirah dan keluarganya.

"Hem..... Kenyang waktu nya berangkat." Ujar Dayuh sambil mengunyah roti lapis coklat.

"Buk, salim, Kami berangakat ya". Ujar Sitara sambil bersaliman kepada Ibunya dan Ibu Dayuh.

"Dayuh juga berangakat ya, Buk, Bik." Ucap dayuh kepada Ibu dan Bik mirah sambil bersaliman.

"Hati-hati ya nak." Ucap kedua ibu mereka sambil tersenyum.

"Pak, Kami berangkat ya". Ucap Sitara sambil bersalim yang diikuti Dayuh.

"Ya hati-hati nak, Neng." Sahut Pak Jayadi dengan ramahnya.

Setelah Dayuh dan Sitara sarapan pagi dan berpamitan dengan kedua orang tuanya. Mereka pun berangkat bersama menggunakan mobil milik Dayuh. Seperti biasa Dayuh mengantarkan Sitara lebih dulu ketempat dia bekerja. Selanjutnya baru Dayuh kekampusnya. Tidak lama kemudian Sitara pun membuka membicaraan.

"Dek, Kamu masih mimpi buruk setiap malamnya." Tanya Sitara dengan wajah cemas.

"Hah, Tidak kak". Seperti malam tadi aku tetidur lelap sekali dikamar Ibu." Sahut Dayuh dengan santai.".Memangnya Kenapa kak?" Tanya Dayuh dengan nada penasaran.

"Oh, Tidak Apa apa dek." Syukur lah kalau kamu tadi malam tidurnya pulas." Sahut Sitara dengan nada meyakinkan sambil tersenyum.

Tidak menunggu lama, Dayuh dan Sitara pun sampai ditempat dia bekerja. Sitara pun turun dari mobil Dayuh dan Langsung berpamitan.

"Sudah sampai, Duluan ya Dek, Terima kasih." Hati-hatilah dijalan." Ucap Dayuh kepada sahabatnya sambil tersenyum.

"Iya kak, Sama-sama. Dadah.." Sahut Dayuh sambil melambai kan tangan dan tersenyum.

Untuk menuju kekampus Dayuh memakan waktu kurang lebih 1 jam lamanya perjalanan. Dayuh pun menyempatkan penjemput sabahat satu-satunya yang sekelas bersama dia dikampus. Sebut saja Dru namanya. Dru sahabat Dayuh sejak sedari mereka SMA, Dru tau persis seperti apa sahabatnya. Dayuh pun akhirnya sampai dikediaman nya Dru.

"Pagi, Tante Drunya ada." Sapa Dayuh kepada Ibu Dru sambil bersaliman.

"Pagi juga Dayuh, ada nak diatas silahkan masuk saja." Sahut Ibu Dru yang sedang menyiram tanaman didepan rumahnya.

Dayuh pun masuk dan menghampiri Sahabatnya yang sedang bersiap-siap untuk berangkat kekampus.

"Hy, Dru... Sudah siap belum kamu?" Tanya Dayuh dengan nada tegas.

"Tenang aman boskuhhh. Ini sudah siap kok." Yuk kita berangkat." Sahut Dru sambil tersenyum.

"Buk.. Aku berangkat ya." Ucap Dru kepada Ibunya.

"Buk, Kami berangakat dulu. Permisi Bu." Ucap Dayuh sambil mencium tangan Ibunya Dru.

"Iya nak, Hati-hati dijalan ya, Pulang jangan malam-malam loh ya." Sahut Ibu Dru dengan nada ramah dan penuh peringatan.

Tidak menunggu lama kurang lebih 10 menit mereka pun sampai kekampus Nusa bangsa. Sampai disana banyak masang mata kepada mereka berdua. Mereka berdua bisa dibilang seleb nya kampus, ya karna mereka pintar dan cantik. Siapa tidak iri dengan kelebihan mereka. Banyak yang menyukainya dan banyak pula yang membenci mereka. Tapi mereka berdua tidak perduli dengan membenci mereka. Ya bisa dianggap mereka-mereka itu hanya lah sebuah serpihan debu kata Dru. Anggap saja mereka sebagai motivasi kita untuk lebih maju dan lebih semangat lagi mencapai mimpi-mimpi yang belum dipunya.

"Dru kamu percaya hal gaib tidak." Tanya dengan nada penasaran.

"Percaya-percaya saja day, Tumben pertanyaan mu kayak begitu. Memang ada apa day?" Jawab dan tanya Dru kembali dengan nada penasaran.

"Oh... Tidak apa apa cuman bertanya saja Dru." Sahut Dayuh dengan nada santai.

"Kirain ada apa day." Jawab Dru dengan ramah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!