NovelToon NovelToon
CHOSEN HUMAN

CHOSEN HUMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:2
Nilai: 5
Nama Author: Ya'purmansyah

Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melawan Penguasa Hutan Puruk Antas

Setelah hari mulai gelap mereka pun berhenti sejenak untuk mengisi perut mereka, dan langsung bergegas melanjutkan perjalanan mereka kembali.

Sebelum melanjutkan perjalanan, Bangkui pun keluar sebentar dari tubuh pemuda yang bernama Usang itu. Bangkui keluar hanya ingin mengeluarkan istrinya dari peti tersebut agar peti itu bisa di gunakan untuk kendaraan mereka menuju ke desa.

Bangkui baru bisa menggunakan peti ini hanya pada malam hari, karna peti ini bisa di pakai untuk terbang agar mereka cepat sampai ke desa.

Setelah mereka semua duduk di atas peti tersebut, Bangkui pun kembali masuk kedalam tubuh Usang lagi dan mereka pun segera berangkat.

Dengan kecepatan terbang yang tinggi, hanya perlu waktu satu jam saja mereka pun sudah sampai di desa tempat Usang hidup.

Setelah sampai mereka tidak langsung masuk ke desa, mereka memilih bersembunyi untuk menunggu keluarnya sosok gaib paling berbahaya penjaga Puruk Antas.

Sosok gaib itu bernama Nyaring, dan sekarang sedang menguasai tubuh adik perempuannya Usang. Saat ini adik perempuan Usang yang bernama Kambang yang sedang di rasuki oleh nyaring itulah sudah ada di desa tersebut. Dan ia lah yang mecoba untuk membunuh Usang dengan menusuk tubuh Usang sebuah pisau dan mendorongnya jatuh ke jurang.

Karna malam ini masih malam bulan purnama, di perkirakan tepat tengah malam nantilah Nyaring akan memulai aksinya. Nyaring akan memangsa semua warga yang ada di desa tersebut.

Sembari menunggu tengah malam mereka pun mulai membuat rencana untuk mengalahkan Nyaring, menunggu ia keluar dari tubuh Kambang lalu kemudian memusnahkannya.

Mendengar semua rencana mereka, Ishah istri dari Bangkui pun tersenyum, jika dengan rencana mereka tidak dapat memusnahkan Nyaring maka Ishah akan menggunakan rencana yang telah ia buat sendiri.

Malam pun semakin larut bersama cahaya bulan purnama yang semakin terang. Terdengar alunan suara nyanyian Nyaring nan syahdu, yang membuat satu persatu warga di desa itu keluar dari gubuk mereka dengan berjalan tidak sadarkan diri. Mereka semua seperti terhipnotis mendengarkan alunan lagu yang di nyanyikan oleh Nyaring.

Setelah semua warga berkumpul di luar, maka Nyaring akan dengan mudah memulai aksinya tersebut. Dengan memakan satu persatu warga desa yang di mulai dari ayah Usang dan Kambang, kemudian di lanjutkan ke yang lain.

Nyaring pun mulai mendekat ke arah ayahnya Usang. Setelah tepat berdiri di depan lelaki tersebut, Nyaring pun mulai membuka lebar mulutnya dan bersiap untuk melahap korbannya.

Begitu Nyaring mulai beraksi, dengan cepat Usang menarik tubuh ayahnya ke belakang agar terhindar dari terkaman Nyaring. Dan di saat itu juga dengan cepat Usang menghujamkan tombak ke tubuh Nyaring, namun tombak tersebut hanya melewati tubuh Nyaring.

“Sudah ku duga.” Gumam Usang dalam hatinya.

Usang pun mundur mengambil jarak dari Nyaring agar dapat dengan mudah menghindari serangan dari Nyaring.

Nyaring yang begitu marah pun mulai menyerang Usang secara terus menerus dengan cakarnya yang tajam. Tapi Usang dapat terus menghindari serangan tersebut. Dan sesekali Usang mencoba untuk menyerang balik Nyaring, tapi semua serangannya tidak dapat mengenai tubuh Nyaring.

Usang mulai lengah dan Nyaring pun dengan mudah menyerang dan berhasil melukai tubuh Usang. Akibat serangan Nyaring begitu kuat, tubuh Usang pun terlempar sangat jauh. Dan ia pun tidak sanggup lagi untuk berdiri, ia pun terduduk lemas di tanah.

Melihat Usang yang kelihatannya tidak sanggup lagi berdiri, Nyaring pun berniat untuk membunuh Usang dengan satu serangan terakhirnya.

Tanpa terlihat tiba-tiba Nyaring sudah ada di depannya, dan langung menyerang dengan cakarnya. Namun serangan tersebut masih sempat di halangi oleh Ipul menggunakan parang pemberian tetua adat di desa Bangkui.

Begitu melihat Nyaring dapat di tahan oleh Ipul, Bangkui segera keluar dari tubuh Usang dan langsung menendang Nyaring dengan kakinya.

Nyaring pun terlempar cukup jauh akibat serangan itu, namun Nyaring dapat kembali terbang dan mulai menyerang lagi. Bangkui juga tidak memberi kesempatan, mereka pun beradu kekuatan di udara menghasilkan sebuah gelombang kejut yang menyebabkan area di sekitar mereka hancur.

Bangkui pun berhasil menahan semua serangan Nyaring menggunakan Beliung nya, lalu di susul oleh serangan Ipul menggunakan senjatanya dan berhasil memotong lengan kiri Nyaring.

Namun perlahan lengan yang terpotong tadi tumbuh kembali seperti semula.

Nyaring sangat murka karna semua rencana yang telah ia buat telah dikacau kan oleh mereka.

Karna kemarahan yang besar itu, terlihat seluruh kuku pada tangan Nyaring mulai memanjang berbentuk seperti cakar binatang buas. Ditambah lagi ia dapat menyerap seluruh kekuatan dari cahaya bulan purnama membuat ia tak dapat di kalahkan siapa pun.

Dengan perubahannya itu, ia pun menyerang Bangkui secepat kilat dan tak dapat terlihat oleh siapa pun. Seketika itu juga Bangkui terpental akibat serangan yang dahsyat darinya itu. Dan untungnya serangan cakarnya dapat di tahan Bangkui menggunakan Beliung yang ia pegang.

Setelah menyerang Bangkui, ia pun langsung menyerang Ipul dengan terbang secepat kilat. Ipul pun terkena serangan kukunya yang tajam itu, namun anehnya Ipul tidak terluka sedikit pun.

Melihat musuh yang di serangnya tadi tidak terluka, Nyaring pun makin kesal. Ia kesal karena serangannya yang kuat tadi tidak dapat membunuh musuhnya.

Lalu ia pun kembali mencoba menyerang Ipul dengan serangan yang sama, namun Ipul tetap tidak tergores sedikit pun serangannya itu.

Serangan demi serangan menggunakan kukunya terus mengenai tubuh Ipul, namun masih saja tetap tidak sanggup melukai tubuh musuh yang ada di hadapannya itu.

Nyaring pun frustasi dan mengamuk sejadi-jadinya, dan terus menerus menyerang Ipul dengan membabi buta tanpa henti.

Akibat serangan itu Ipul tidak dapat menyerang balik, ia hanya bisa bertahan menahan dan menghindari serangan tersebut.

Nyaring seperti hilang kesadarannya saat menyerang musuhnya dengan brutal. Melihat sedikit cela untuk dapat menyerang balik Nyaring, Ipul pun langsung mengayunkan senjatanya ke arah Nyaring.

Namun senjata itu seperti membentur sebuah baja yang keras, alhasil senjata yang digunakan Ipul itu terlepas dan terlempar akibat membentur tubuh Nyaring.

Kini Ipul tidak memiliki senjata untuk bertahan dan menyerang Nyaring, ia hanya bisa bisa menggunakan kedua tangannya untuk menahan serangan yang bertubi-tubi datang padanya.

Nyaring pun tidak memberi kan sedikit pun peluang bagi musuh yang ada di hadapannya ini untuk kabur atau pun menyerang. Nyaring pun terus menerus memberikan serangan terkuatnya tanpa henti.

Melihat tuannya yang sedang terdesak, Bangkui pun mencoba menyerang Nyaring dengan serangan terkuat dari titik yang tak terlihat oleh Nyaring. Setelah seluruh kekuatan yang di kumpulkan Bangkui di salurkan ke Beliung yang ia pegang, Bangkui pun melemparkan Beliung itu ke arah Nyaring.

Beliung itu pun terbang melesat dengan cepat dan langsung menghantam tubuh Nyaring. Walau pun tubuh Nyaring tidak terluka akibat serangan itu, namun tubuhnya terlempar cukup jauh akibat hantaman dari Beliung yang di lemparkan Bangkui.

Karna melihat tuannya tidak lagi di serang, Bangkui pun bergegas menuju ke tempat tuannya sedang berdiri. Ia pun langsung masuk mengambil alih tubuh tuannya untuk menjaga tuannya dari serangan Nyaring berikutnya.

Setelah mereka bersatu, Bangkui dengan cepat melesat ke arah Nyaring untuk menyerangnya lagi dengan pukulan yang kuat menggunakan kedua tangannya.

Tanpa memberi sedikit pun kesempatan untuk musuhnya dapat menyerang balik, Bangkui terus memukul musuh yang ada dihadapannya dengan tinju terkuatnya tanpa henti.

Nyaring pun hanya bisa menahan semua pukulan dari Bangkui tanpa dapat menyerang balik. Nyaring terus terpojok akibat serangan Bangkui dan Ipul hingga dirinya tidak lagi bisa menangkis serangan itu. Dan Nyaring pun di paksa pasrah menerima semua pukulan yang mengenai tubuhnya terus menerus tanpa henti.

Walaupun Nyaring sama sekali tidak terluka sedikit pun, namun Nyaring merasakan rasa sakit akibat pukulan tersebut dan tanpa sadar Nyaring berteriak keras kesakitan.

Akibat teriakan kerasnya itu, seluruh orang yang terhipnotis di sana semuanya sadar. Mereka semua bingung dan juga terkejut melihat ada yang sedang bertarung di dekat mereka.

Karna takut akan dampak dari pertarungan itu, mereka dengan panik berlari ke tempat yang aman untuk mencoba menyelamatkan diri mereka masing-masing.

Walau pun teriakan Nyaring tak terdengar lagi, Bangkui masih terus memukul tubuh Nyaring hingga musuhnya itu ilang kesadaran.

Dengan terus menghujani tubuh Nyaring dengan pukulan demi pukulan yang tiada henti, tiba-tiba tubuh Nyaring mengeluarkan aura hitam yang seketika membungkus seluruh tubuhnya. Yang membuat tubuh Ipul dan Bangkui terlempar karna pukulan terakhirnya tertahan oleh aura hitam tersebut.

Aura hitam yang membungkus tubuh Nyaring itu pun mulai membentuk pelindung untuk melindungi tubuhnya. Lalu mereka berdua pun mencoba menyerang kembali, namun serangan mereka seperti ditahan oleh sebuah pelindung yang kokoh.

Dan alhasil mereka pun terlempar kembali akibat benturan antara penghalang dan pukulan yang mereka lepaskan.

Lalu aura hitam yang keluar dari tubuh Nyaring membungkus seluruh tubuhnya berbentuk seperti bola hitam dan perlahan mulai membesar lalu kemudian gumpalan hitam itu pun meledak.

“Duarrrrrr....”

Terdengar ledakan yang sangat keras.

Ledakan itu mengakibatkan kan semua yang ada di dekatnya hancur menjadi debu. Andaikan masih ada warga desa di situ, sudah di pastikan tidak ada yang bisa selamat dari ledakkan tersebut.

Untungnya semua warga tadi sudah melarikan diri untuk berlindung ke tempat yang aman karna ketakutan. Alhasil tidak ada yang satu pun yang menjadi korban akibat ledakan itu.

Setelah gumpalan hitam yang menyelimuti tubuh Nyaring itu meledak, terlihat Nyaring masih mengambang di udara dengan bentuk tubuh berbeda dari sebelumnya.

Kini seluruh tubuh Nyaring berubah berwarna merah menyala seperti bara api. Dan rambutnya yang tadinya merah, kini berubah menjadi api menyala yang berkobar seperti ingin membakar apapun yang ada dihadapannya.

Kedua kaki Nyaring kini semakin besar dan diselimuti api merah menyala, serta kuku kakinya semakin runcing dan tajam. Dan kini kedua tangannya berubah menjadi sepasang sayap kelelawar berwarna merah yang juga di selimuti api.

Setelah perubahan bentuk tubuhnya selesai, ia pun tertawa menyeringai dan berkata.

“Hihiihiihihi... Rasakan kemarahan api neraka ini, dan matilah kau dalam rasa sakit terbakar hingga seluruh tubuh mu menjadi abu" Teriak Nyaring yang begitu marah dengan suara keras kepada musuhnya.

Nyaring pun langsung mengeluarkan serangan meteor api yang sangat banyak menggunakan kibasan kedua sayapnya ke arah musuhnya.

Karna jumlah meteor yang di lepas sangat banyak dan cepat, mustahil serangan itu dapat di tahan atau pun di hindari oleh mereka berdua.

Semua meteor itu pun melesat cepat ke arah mereka yang sudah tak bisa lagi bergerak ke mana pun untuk menghindar.

Sebelum semua meteor itu menghantam tubuh mereka, terlihat sosok gadis muda yang cantik dengan rambut panjang berwarna merah membawa sebuah peti mati berada tepat di depan mereka.

Ia pun tersenyum manis dan berkata

“Terima kasih.” Lalu gadis itu pun meletakkan peti mati itu ke tanah.

Seketika peti itu berubah menjadi sebuah tameng berukuran besar, tameng tersebut pun berhasil melindungi mereka dari hantaman meteor yang datang.

Serangan meteor itu terus berjatuhan tanpa henti seperti hujan deras yang terus menghantam mereka sedang berdiri dibalik perisai yang melindungi mereka.

Bahkan serangan hujan meteor dari kibasan sayap Nyaring yang sangat banyak itu pun masih tidak mampu menembus perisai itu, alhasil mereka pun aman dari serangan itu.

Merasa serangan yang di lepaskannya dapat di tahan musuh, Nyaring pun menyerang kembali menggunakan kombinasi kibasan sayapnya yang cepat dan lengkingan suara teriakan yang keluar dari mulutnya.

Kombinasi Serengan itu membentuk beberapa bilah tebasan angin melengkung yang besar seperti tebasan pedang yang tajam.

Serangan bilah angin itu pun terus menghantam tameng pelindung mereka, hingga tameng dan gadis itu pun terlempar cukup jauh ke belakang karena tak mampu menahan serangan kombinasi yang di keluarkan oleh Nyaring.

Melihat musuhnya tidak lagi ada yang melindungi, Nyaring pun berniat melenyapkan musuhnya dengan serangan terakhir menggunakan kuku kaki yang di selimuti api neraka yang dapat membakar apa pun menjadi abu.

Dengan mengibaskan sayapnya, Nyaring pun melesat dengan cepat menyerang menggunakan serangan cakar api nerakanya untuk mengakhiri pertempuran ini.

Serangan terakhir dari Nyaring yang secepat kilat itu hampir saja mengenai Ipul, namun tiba-tiba hantaman cakar kakinya tertahan. Dan tepat di hadapan Ipul, terlihat Usang yang sedang memegang sebuah parang dengan kedua tangannya untuk mencoba menghentikan serangan Nyaring.

Dengan sekuat tenaga Usang mencoba menahan terjangan cakar kaki Nyaring yang begitu panas hingga membuat parang yang di pegang Usang pun ikut memerah seperti bara api yang sangat panas.

Walau pun tangannya terasa panas seperti ikut terbakar, namun Usang tetap berusaha bertahan dan di belangnya terasa Ipul juga membantu menahan tubuhnya agar tetap bisa bertahan dari serangan itu.

Disaat Ipul mencoba membantu menahan tubuh Usang dengan kedua tangannya itu, ia melihat Usang membawa sebuah pisau kecil yang terselip di belakang pinggangnya.

Lalu Ipul pun mengambil pisau tersebut, dan melompat dari belakang Usang dengan memegang sebilah pisau. Ia pum menekan bahu Usang menggunakan tangan kirinya untuk melompat terbang ke udara.

Begitu Ipul tepat berada di depan wajah Nyaring, ia pun langsung menancapkan pisau itu tepat di atas kepala Nyaring dan menekan pisau itu sekuat tenaga dengan kedua tangannya.

Pisau itu pun berhasil tertancap dalam di atas kepala Nyaring, lalu tubuh Ipul pun terlempar begitu jauh akibat pukulan Nyaring menggunakan rambut apinya.

Setelah mendapat tusukan pisau yang begitu dalam di kepalanya, Nyaring pun merasakan rasa sakit yang tak terkira. Iya pun terbang menggelepar kesana kemari tak terkendali, sambil meronta ronta menahan rasa sakit.

Lalu Usang yang berhasil menahan serangan Nyaring tadi pun tumbang, setelah Nyaring menghentikan serangannya akibat kepalanya tertusuk pisau.

Usang merasa kedua tangannya sudah mati rasa, dan seluruh tubuhnya tidak dapat ia gerakan lagi. Jika setelah ini ia mendapatkan serangan lagi dari Nyaring, maka ia pun harus rela mati karna tidak dapat lagi menghindar.

Ipul yang terlempar akibat pukulan rambut api Nyaring tadi pun tidak sadarkan diri, akibatnya Bangkui di paksa keluar dari tubuh tuannya setelah mendapatkan serangan itu.

Untungnya serangan itu tidak membuat tuannya terluka, namun alhasil Bangkui lah yang mendapat luka parah karna ia yang menahan serangan itu.

Karna sudah kehabisan tenaga untuk menyerang lagi, Bangkui pun hanya dapat memakai sisa tenaganya untuk menjaga tuannya yang tidak sadarkan diri sambil memperhatikan Nyaring yang masih terbang kesana kemari tanpa arah.

Terlihat di udara Nyaring yang masih meronta menahan rasa sakit yang tak terkira itu pun tiba-tiba-tiba hilang kesadaran, perlahan tubuhnya berubah kembali kebentuk semula dan perlahan mulai jatuh ke tanah.

Melihat Nyaring sudah kembali ke wujudnya semula, Ishah yang masih menggunakan tubuh Kambang pun mulai mendekati tubuh Nyaring yang masih melayang di udara.

Lalu Kambang pun meletakkan peti mati Ishah yang terbuka tepat dimana tubuh Nyaring akan jatuh.

Setelah tubuhnya jatuh ke dalam peti itu, kambang pun segera menutup peti itu dengan tutupnya. Dan pertarungan melawan Nyaring pun telah usai, karena Nyaring sudah terperangkap dan tidak dapat keluar lagi dari peti itu.

Lalu Ishah pun keluar dari tubuh Kambang dan langsung menghampiri suaminya yang sedang menjaga tuannya.

Dan Kambang pun yang telah sadar juga berlari menghampiri tubuh Usang yang sedang tergeletak di tanah tidak dapat bergerak sedikit pun.

Melihat abangnya yang masih dapat bernafas, Kambang pun memeluknya sembari menangis bahagia. Lalu semua warga pun bergegas menghampiri mereka dan membawa mereka ke dalam gubuk yang masih tersisa agar mereka semua bisa di rawat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!