NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri : Aku Yang Dianggap Boneka

Pembalasan Istri : Aku Yang Dianggap Boneka

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Suami Tak Berguna / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Tamat
Popularitas:955.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Naura memilih kabur dan memalsukan kematiannya saat dirinya dipaksa melahirkan normal oleh mertuanya sedangkan dirinya diharuskan dokter melahirkan secara Caesar.

Mengetahui kematian Naura, suami dan mertuanya malah memanfaatkan harta dan aset Naura yang berstatus anak yatim piatu, sampai akhirnya sosok wanita bernama Laura datang dari identitas baru Naura, untuk menuntut balas dendam.

"Aku bukan boneka!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Satu

Naura terbangun setelah mendengar suara ketukan yang cukup keras dari pintu kamarnya. Kepalanya terasa pusing. Sejak kehamilan, tubuhnya memang kurang fit. Sebenarnya dokter meminta untuk banyak beristirahat, tapi mertuanya seolah tak mengizinkan.

Naura bangun dari tempat tidurnya. Dia berjalan menuju pintu dan membuka kuncinya. Biasanya dia tak pernah mengunci pintu kamar, tapi tadi dia melakukan karena tak ingin di ganggu.

Saat pintu kamar terbuka, Naura melihat mertuanya berdiri sambil berkacak pinggang. Wajahnya terlihat sangat marah.

"Kenapa kamu hanya mengurung diri di kamar? Apa kamu ingin melihatku mati kelaparan? Sudah jam satu tapi kamu belum masak juga!" seru ibu mertuanya dengan suara yang melengking.

Naura menarik napas dalam. Padahal tadi dia sudah mengatakan pada ibu mertuanya jika dirinya merasa kurang sehat dan ingin beristirahat. Kepalanya terasa sangat pusing dan merasa sangat mual.

"Aku sudah katakan pada Ibu jika kepalaku pusing, Bu!" seru Naura dengan suara penuh penekanan.

"Alasan saja. Bilang saja kamu malas masak. Kamu mau aku kelaparan? Mau buat aku cepat mati?" tanya Ibu Rini dengan nada yang sangat tinggi.

Lagi-lagi Naura hanya bisa menarik napas. Sejak menikah dengan Alex, mertuanya memang tak pernah menyukai kehadirannya. Padahal wanita itu pasti tahu bagaimana kondisi wanita hamil, tidak semua kondisinya baik-baik saja. Ada kehamilan yang biasa saja, dan ada juga yang bermasalah.

Semua orang pasti tak menginginkan seperti yang dia alami. Kondisi kesehatannya tidak baik sejak dinyatakan hamil.

"Ibu bisa pesan makanan kalau lapar. Aku rasa Ibu bisa melakukan itu, bukankah ponsel Ibu sangat canggih!" seru Naura.

Gawai milik ibu mertuanya memang keluaran terbaru dan dari merek ternama, berbeda dengan miliknya. Walau dulu harganya juga mahal, tapi ini di beli sejak dia gadis dua tahun lalu. Setiap dia minta ganti, suaminya mengatakan pemborosan.

"Buat apa ganti ponselmu, bukankah masih bisa digunakan? Jangan pemborosan!"

Naura ingat betul ucapan suaminya itu. Namun, saat ibunya meminta, dia langsung membelinya.

"Kenapa kamu menyinggung ponselku? Kamu masih tak terima Alex membelikan ini untukku! Alex itu anakku, jadi dia berhak membeli apa pun untukku!" seru Ibu Rini dengan nada sangat tinggi.

"Aku tak marah, Bu. Selama ini apa pun yang Mas Alex belikan untuk Ibu, tak pernah aku larang walaupun itu dari uang perusahaan milikku!" ucap Naura dengan penuh penekanan.

Naura ingin mertuanya sadar jika semua fasilitas yang tersedia saat ini adalah miliknya. Memang perusahaan peninggalan orang tuanya semakin maju sejak di pimpin Mas Alex, tapi itu tetap milik Naura.

Saat Naura dan Ibu masih berdebat, terdengar suara langkah kaki dari depan dan semakin mendekati ruang tempat Naura dan mertuanya berdiri. Ternyata suaminya dan seorang wanita yang usianya mungkin lebih kurang dengannya. Penampilannya seksi dengan dandanan menor. Dia mendekati ibu mertua dan memeluknya serta mengecup kedua pipi Ibu Rini. Sepertinya mereka sudah sangat dekat.

"Weny, apa kabar, Nak? Kamu semakin cantik aja," ucap Ibu mertua Naura dengan sangat ramah. Berbeda sekali jika bicara dengan wanita itu.

"Ibu dan Naura sedang apa?" tanya Alex.

Dia menatap tajam ke arah istrinya yang tampak sedikit kusut dengan baju dasternya. Pandangannya seperti jijik saja. Lalu pandangan nya beralih ke Weny. Pria itu langsung tersenyum seperti bangga.

"Penampilanmu seperti gembel saja. Tak bisakah kau sedikit berdandan agar bisa menyenangi suamimu? Melihatmu begini membuat seleraku untuk menyentuhmu jadi hilang!" ucap Mas Alex.

Ucapan Mas Alex yang begitu tajam dan menusuk itu membuat dada Naura sesak. Dia sepertinya malu melihat penampilan sang istri. Sedangkan wanita yang bernama Weny itu tampak tersenyum mengejek.

"Lihat Weny ini! Dia wangi dan dandannya begitu menarik. Setiap pria yang melihatnya pasti ingin selalu mendekati dan bangga berada di sampingnya!" seru Mas Alex lagi.

Dada Naura semakin sesak mendengar suaminya dengan terang-terangan memuji wanita lain dihadapannya. Dia seperti dipermalukan. Weny dan ibu mertuanya tampak tersenyum mengejek mendengar ucapan Mas Alex.

"Istrimu ini memang sangat memalukan. Entah apa saja kerjanya. Padahal masak pun tidak. Hanya tidur saja. Dasar pemalas! Ibu saja kelaparan saat ini karena tak ada makanan," ucap Ibu Rini mengadu pada putranya.

Weny yang mendengar ucapan Ibu Rini langsung memeluk wanita itu. Dia seperti sedang membujuk.

"Alex, istri kamu keterlaluan sekali. Masa Ibu di biarkan kelaparan begini. Bisa-bisa Ibu sakit nanti," ucap Weny seperti sengaja memancing amarah Mas Alex.

"Apa benar yang Ibu katakan, Naura? Kamu tak menyiapkan makanan untuk Ibu?" tanya Mas Alex dengan suara lantang.

Sebelum menjawab pertanyaan sang suami, Naura menarik napas dalam-dalam. Semua agar dia tak ikut terpancing dengan ucapan mertua dan suaminya. Dia masih punya sedikit rasa hormat dengan mereka.

"Mas, kepalaku pusing dari pagi. Aku harus beristirahat. Kamu tau'kan sejak awal kehamilan, tubuhku sering sakit. Dokter juga memintaku banyak beristirahat," ucap Naura mencoba membela diri.

Mendengar ucapan Naura, wanita yang dipanggil Weny itu tampak mencibir. Seperti tak percaya dengan apa yang dia katakan.

"Aku waktu hamil tetap bekerja kantor. Bawa kendaraan roda dua sendiri, dan tak ada kata manja. Kehamilan jangan jadi alasan buat kita bermalas-malasan," ujar Weny dengan nada menggurui.

Dada Naura semakin sesak mendengar ucapan wanita itu. Dia sepertinya sengaja menyiram bahan bakar ke api yang sedang menyala, agar terbakar. Terbukti dengan perubahan wajah Mas Alex yang tampak marah.

"Benar apa yang Weny katakan! Kamu hanya menjadikan kehamilan sebagai alasan untuk bermalas-malasan! Bilang saja kalau kamu tak mau memasak untuk ibuku!" ucap Mas Alex dengan membentak.

Weny dan ibu mertuanya Naura, tampak tersenyum mendengar Mas Alex memarahi sang istri. Kedua wanita itu saling pandang dan kembali menyunggingkan senyuman, sepertinya puas mendengar pria itu memarahi istrinya.

"Jadi kamu sudah pernah hamil? Berarti sudah punya suami, apakah suamimu tak marah bila mengetahui sang istri pulang kerja bukannya pulang ke rumah, justru pergi dengan suami orang?" tanya Naura.

Wajah Weny tampak merah padam menahan malu. Dia lalu melepaskan pegangan tangannya dengan ibu mertua Naura.

"Aku janda. Lagi pula aku kesini untuk menemui Ibu Rini. Aku sudah mengenalnya lama. Kamu jangan salah sangka, aku bukan pergi dengan suamimu. Hanya kebetulan kami bertemu, dan ketika tau aku ingin menjenguk ibunya, Alex mengajak pulang bareng," ucap Weny dengan panjang lebar menjelaskan semuanya.

"Oh, jadi kamu janda? Pantas dandannya seperti ini, untuk menggoda para pria ya?" tanya Naura dengan nada mengejek.

Kembali wajah Weny memerah karena malu. Dia sepertinya tak terima dengan ucapan Naura.

"Aku tak pernah ada niat menggoda pria manapun. Jaga ucapanmu. Apa kamu tak bisa mengajar istrimu agar berkata sopan, Lex? Bukankah kamu yang mengajakku kesini? Kalau memang istrimu tak terima kehadiranku, sebaiknya aku pulang!" seru Weny.

Weny lalu berjalan, ingin meninggalkan rumah. Tapi, baru beberapa langkah tangannya di cekal, dan ditahan.

"Kamu jangan pergi. Aku yang mengundangmu. Ini rumahku. Aku berhak menentukan siapa tamu yang boleh berkunjung," bujuk Mas Alex.

Weny membalikan tubuhnya. Wajahnya yang tadi tampak cemberut akhirnya sedikit tersenyum.

"Dan kamu, Naura ... jaga ucapanmu! Jika kamu tak suka dengan kehadiran Weny, kamu bisa pergi atau mengurung diri di kamar. Jangan membuatku melakukan hal yang tak diinginkan!" seru Mas Alex dengan penuh penekanan.

Weny berjalan mendekati ibu mertua Naura. Keduanya tampak tersenyum puas mendengar Alex memarahi istrinya itu.

1
iin indri
menarik sekali.....
Kristina Sihmirmani
semoga Lina mendapatkan jodoh yg lbh baik Dari Rasya
Nike Natalie
nntar keceplosan,,,Rasya manggilnya Naura bukan Laura trus d depan Alex,,,
Nor Azlin
rasakan apa yang Naura rasakan yah ...biar kalian yang bertengkar dengan kehadiran Laura nya yah😂😂😂 makan tu cinta mu weny belum nikah aja Alex sudah tertarik pada orang lain memang enak tu ... lanjutkan thor
Nor Azlin
si weny memang menginginkan harta kamu itu deh tapi dia lupa harta yang kamu ada itu cuman pinjaman dari Naura yah...dulu saat dia pacaran sama kamu dia memilih laki2 yang ada uwang nya ...setelah menikah dia mendengarkan kamu itu sudah menjadi kaya kerana bisa menikah dengan orang kaya juga pemimpin perusahaan yang besar maka dengan itu dia menceraikan suami nya serta meninggalkan anak nya demi ingin kembali pada mantan pacar nya yah ...orang serakah kayak weny ini pasti mencari laki2 yang lebih kaya yah 😏😏😏lanjutkan thor
Nor Azlin
Alex mungkin masih ragu lagi yah kerana masih meragukan weny yang mengambil semuanya yah ...juga dia masih ragu atas perpisahan dengan weny dulu apa betul dia setia nanti nya dia akan meninggalkan diri nya lagi 😂😂😂semoga Naura nya cepat2 mengajukan surat cerai nya deh bebas terus dari Alex kan lagi bagus yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
itu lah kebodohan si Naura nya Coba aja dari dulu kamu itu memimpin perusahaan mu itu ini semua tidak akan terjadi yah ...juga walau pun papa mu berjanji untuk ke aku menikah sama Alex tapi kamu bisa aja mungkir janji deh ...yang udah pergi bulan nya bisa bersuara lagi yah kamu yang akan memulakan hidup mu kedepan nya ini lah jadinya kalau kamu menurut aja kemauan orang yang ingin pergi yah ...pikirkan papa mu hanya ingin kamu ada yang menjaga mu tapi papa juga kamu masih tidak tau perasaan juga hati budi so Alex pada waktu itu kan nah ini lah yang terjadi apabila orang serakah menjadi kaya mendadak akan lupa diri lho siapa yang punya harta juga siapa yang kaya seperti nya Alex percaya dia lah pemilik perusahaan juga pemimpin lik harra warisan mu itu yag😂😂😂 ayo tujukan pada nya siapa kamu itu deh ....lanjutkan thor
Nor Azlin
aku rasa si Alex hanya mengertak Naura nya aja tu padahal harta nya Naura masih jadi milik nya lagi tu kayak nya cuman Alex aja yang bicara begitu agar Naura tidak mengungkit nya kali yah ...ayo Naura nya kamu panggil tukang kunci nya deh biar dia bukakan peti brangkas mu itu ...aku rasa masih ada tu mana mungkin yah kalau dia sudah dapatkan aku rasa Naura nya udah lama di usir tu ...lanjutkan thor
Dede Bleher
c Lina seperti teman kerjaku.
dia cinta pada teman sendiri.
segala macam dia jalani bareng.
sudah aku bilang jangan goblok.
si pria cm anggap teman tk lebih.
tyta betyta
Bagus
Saya Sayekti
good job
Saya Sayekti
sayaaaang Lina banyak banyak
Sharon
Iya thor lina jg butuh kebahagiaan 🙏🏻 kasi jodoh terbaik ❤️ terimakasi jg buat cerita ini yg menarik🌹
Sharon
Kasi jodoh thor buat lina jd hati nya bs tenang ada pendamping jg 😉
Sharon
Udh enak hidup punya segalanya bahkan istri sempurna main api sih.
Sharon
Habis semua harta balik ke pemilik nya ,
Sharon
Kaca mana ya weny😩
Sharon
Weny bercocok tanam d tempat lain minta tnggung jwb ama alex🤣 . Kan udh lama gk berhubungan ama alex tiba tiba bil hamil
Sharon
Duh ngomong nya jgn dlm hati ungkapkan donk bang.
Sharon
Kejadian kewalik ya thor 🤣 karma d mulai 😉
Mama Reni: 🫣🫣🫣🫣🫣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!