NovelToon NovelToon
The Sarcastic Survival Log

The Sarcastic Survival Log

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Survival
Popularitas:181
Nilai: 5
Nama Author: D'Silent Novel

Sinopsis: Mati konyol akibat tersedak tutup pulpen saat mencoba pamer trik sulap di depan kucingnya, Raditya dilempar oleh Dewa Administrasi yang burnout ke Aethelgard—dunia fantasi purba yang super kejam dan mematikan.

Bukannya dibekali pedang suci atau sihir penghancur masal, Raditya hanya diberi sebuah Sistem Survival yang hobi menghujat, bermulut sarkas, dan gemar memberikan hadiah absurd seperti panci aluminium. Tanpa kemampuan bertarung, Raditya terpaksa mengandalkan logika Bumi yang pas-pasan, keberuntungan yang aneh, dan adu bacot dengan sistemnya sendiri demi tidak mati untuk kedua kalinya di dasar rantai makanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Silent Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16: Pertemuan dengan Petualang Manusia Pertama

Malam berlalu tanpa gangguan berarti di dalam Goa Batu Merah, jika kita tidak menghitung suara dengkur Raditya yang memantul di dinding batu. Efek pembersihan total menggunakan stalaktit kemarin rupanya sukses mengirimkan sinyal kepada monster sekitar bahwa goa ini sekarang dihuni oleh entitas yang jauh lebih psikopat daripada sekelompok goblin.

​Pagi harinya, Raditya bangun dengan tubuh yang segar bugar. Aroma tanah basah Aethelgard menyeruak masuk ke dalam goa, memicu cacing-cacing di perutnya untuk berdemonstrasi menuntut hak pangan.

​"Sistem v3.0, saatnya menguji dapur seduh mekanik dengan modal rampasan perang kemarin," ujar Raditya sambil meregangkan otot-ototnya.

​Ding!

​[Membuka Fungsi: Dapur Seduh Mekanik Terintegrasi v3.0]:

​Bahan Tersedia di Inventaris: 1x Kaleng Kornet Sapi Premium Bumi, 1x Pisang Sachet Lembut, dan 2 sendok sisa Serbuk Kopi Aether.

​Saran Sistem: Menggabungkan kornet sapi dengan kopi magis adalah penistaan kuliner yang dapat memicu diare dimensi lain. Namun, mengingat lambung Anda telah beradaptasi dengan cabai lava, Sistem telah menyusun cetak biru menu alternatif.

​Raditya mengeluarkan kompor lapangan lipat parafin dari kotak ransum TNI AU, lalu menyalakan apinya menggunakan pemantik gesek bawaan. Di atasnya, dia menaruh sebuah mangkuk aluminium kecil yang diisi air murni dari kolam menara yang dia bawa dalam botol sachet.

​KREEEEK.

​Dengan kecepatan tangan +40% dari gelar [Manajer Grosir Sachet], Raditya menyobek kaleng kornet tanpa perlu bersusah payah mencari pembuka kaleng. Daging sapi cincang berwarna kemerahan itu meluncur mulus ke dalam mangkuk. Untuk memberikan cita rasa lokal yang ekstrem, Raditya nekat menaburkan sejumput kecil serbuk Kopi Aether ungu di atas tumisan kornet tersebut.

​WUUUSH!

​Begitu serbuk kopi ungu menyentuh lemak kornet yang mendidih, aroma gurih daging mendadak berubah menjadi sangat pekat, disusul pendaran cahaya ungu tipis yang menyelimuti makanan tersebut.

​Ding!

​[Kreasi Kuliner Berhasil Diarsip!]:

​Nama Masakan: Kornet Sapi Tumis Kafein Aether (Kualitas: Unik).

​Efek Konsumsi: Memberikan status [Kenyang Instan], memulihkan stamina sebesar 200%, dan memberikan imunitas terhadap efek racun tingkat rendah selama 3 jam.

​Ulasan Kasir: Baunya seperti makanan kafe mahal di Jakarta Selatan, harganya modal rampasan. Sangat kapitalis.

​"Nyam! Ini baru sarapan juara!" Raditya melahap kornet tumis magis itu menggunakan sendok lipatnya. Perpaduan rasa asin-gurih daging sapi Bumi dan sensasi hangat-pahit khas kopi Aether meledak di dalam mulutnya, mengirimkan gelombang energi baru yang membuat matanya langsung melotot segar.

​Setelah menghabiskan sarapannya dan mengemas kompor lipat ke dalam gudang sistem, Raditya melangkah keluar dari goa dengan penuh percaya diri. Tujuan hari ini adalah melanjutkan eksplorasi ke arah hilir sungai lereng selatan, tempat yang menurut jurnal militer merupakan jalur perdagangan kuno.

​Baru berjalan sekitar lima belas menit menembus vegetasi pakis perak, kuping Raditya yang kini lebih sensitif menangkap suara dentingan logam yang sangat akrab di telinga para pemain gim RPG.

​CLANG! TRING! GRRRRR!

​"Suara pedang benturan sama cakar?" Raditya buru-buru berjongkok di balik semak tebal, mengaktifkan [Mata Elang] dan melongok ke arah sebuah tanah lapang di dekat aliran sungai kecil.

​Di sana, tampak sekelompok manusia pertama yang Raditya temui di dunia ini. Mereka adalah tiga orang petualang lokal. Dua di antaranya memakai zirah kulit usang sambil memegang perisai kayu, sementara yang di tengah adalah seorang gadis remaja berambut pirang yang mengenakan jubah tenun lusuh, sibuk merapalkan mantra dari sebuah tongkat kayu pendek.

​Mereka sedang dikepung oleh tiga ekor Babi Hutan Berduri Besi (Level 12) yang ukurannya sebesar motor matik.

​"Sistem, analisis mereka! Apakah mereka NPC yang bisa diperas poinnya, atau tipe karakter yang bakal mengkhianatiku demi celana kargo ini?" bisik Raditya taktis.

​Ding!

​[Analisis Entitas Lokal]:

​Kelompok: Petualang Pemula Faksi Greenwood (Level 8 - 10).

​Status Kondisi: Kritis. Mana sang gadis penyihir sisa 5%, sementara pertahanan zirah dua pelindung di depannya sudah retak akibat diseruduk babi hutan.

​Peluang Bisnis: Mereka memiliki kantong koin perak lokal. Jika Anda menyelamatkan mereka, Anda bisa menerapkan tarif penyelamatan darurat dengan margin keuntungan hingga 300%.

​Di lapangan, salah satu petualang pria berzirah kulit berteriak panik, "Lira! Cepat selesaikan mantranya! Perisai mekanisku sudah tidak kuat menahan serudukan berikutnya!"

​Gadis bernama Lira itu berkeringat dingin, wajahnya pucat. "M-Maaf, sisa energiku tidak cukup untuk memicu sihir bola api!"

​Seekor babi hutan berduri besi terbesar mengeluarkan dengusan marah, kakinya menggaruk tanah, bersiap melakukan serudukan maut yang tampaknya bakal menembus dada petualang tersebut.

​Raditya yang melihat hal itu langsung menyeringai di balik semak-semak. Tangannya bergerak secepat kilat ke kantong celana kargo kiri, mengambil tiga butir jamur batu keras terbaiknya, dan memasangnya pada ketapel taktis hitam miliknya.

​"Tiga babi hutan level dua belas... kebetulan aku lagi butuh tambahan poin buat belanja grosir sachet di toko," bisik Raditya.

​Dia melompat keluar dari semak-semak, berdiri tegak dengan kemeja flanelnya yang berkibar ditiup angin hutan, lalu mengarahkan laser merah ketapelnya tepat ke arah mata babi hutan yang paling besar.

​"Hei, celeng dimensi lain! Lihat ke sini!" teriak Raditya lantang.

​Ketiga petualang lokal dan ketiga babi hutan itu serempak menoleh ke arah Raditya. Mereka semua tertegun melihat sesosok pemuda dengan pakaian aneh yang memegang sebuah garpu pohon berwarna hitam dengan cahaya merah menembus dahi si babi hutan.

​Sebelum ada yang sempat mencerna situasi absurd tersebut, karet lateks ketapel Raditya sudah dilepaskan dengan suara lecutan yang mematikan.

​JEPREEEEEET!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!