NovelToon NovelToon
Tawaran Sang Raja Mafia

Tawaran Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Action
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Andri Komara

Dia datang bukan untuk merebut kembali masa lalunya.
Dia datang untuk menghancurkan mereka yang mencurinya.

Tujuh tahun lalu, ia kehilangan segalanya dalam satu malam. Nama baiknya dihancurkan, keluarganya meninggalkannya, wanita yang dicintainya bersaksi melawannya, dan dunia percaya ia telah mati.

Namun, kematian itu hanyalah awal.

Kini ia kembali dengan identitas baru—lebih kaya, lebih dingin, dan jauh lebih berbahaya. Di balik senyum tenangnya, tersimpan rencana yang telah disusun selama tujuh tahun. Satu per satu orang yang pernah mengkhianatinya akan membayar harga yang tak pernah mereka bayangkan.

Tetapi semakin dekat pada balas dendam, semakin banyak rahasia yang terbongkar.

Bagaimana jika orang yang selama ini ia benci hanyalah pion?

Bagaimana jika dalang sebenarnya masih hidup... dan telah mengawasi setiap langkahnya sejak awal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andri Komara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 : Menyusup ke Lingkaran Dalam

#

Dua bulan setelah pesta perayaan kesepakatan investasi, Rendra mulai sering diundang ke acara acara eksklusif yang diselenggarain Hartono Group, gala dinner, fundraiser, bahkan family gathering yang supposedly "terbatas" tapi somehow, Rendra sebagai investor utama, dianggep penting buat didatengin. Ini semua bagian dari strategi, bagian dari cara buat ngasih Rendra akses ke informasi yang nggak bisa dia dapet cuma lewat dokumen dokumen dan jalur jalur biasa.

Acara yang Rendra attend malem ini, adalah garden party di rumah kediaman Wisnu Hartono, rumah yang Rendra pernah pernah visit dulu waktu masih jadi Damar, rumah yang now keliatan strange banget karena semuanya tetep sama, interior tetap sama, tapi ada sesuatu yang berubah, energy-nya kayak udah nggak hidup lagi.

Rendra berdiri deket kolam koi, pretend lagi merhatiin ikan ikan itu berenang, tapi sebenarnya dia lagi ngamatin, ngamatin hard, dinamika keluarga Hartono yang lagi berkumpul di depan rumah itu.

Wisnu, di sudut sana, ngobrol sama beberapa investor lain, dan Rendra bisa liat, jelas banget, ada stress yang keliatan di garis garis wajah dia, ada tension di bahu bahu dia yang nggak hilang hilang, seolah olah orang ini lagi ngebawa beban yang increasingly getting heavier every single day.

Broto, yang berdiri nggak jauh dari bapaknya, keliatan uncomfortable, jaket formal-nya keliatan kayak torture tool buat dia, dia constantly adjust collar-nya, dan matanya, matanya itu keliatan kayak mata orang yang nggak pernah puas sama diri sendiri, no matter berapa banyak achievement dia udah dapet.

Dan Sasha, yang keliatan dengan suaminya, tapi jaraknya agak jauh, dia constantly glance ke arah Rendra, lalu cepet cepat lihat ke arah lain kalo ketauan, seperti orang yang lagi trying hard cover up interest mereka yang supposedly casual.

Rendra ngedari jalan, coba ngobrol sama beberapa tamu lainnya, tapi main strategis, he position himself dekat dekat sama Broto, dan eventually, begitu suaminya Sasha ngobrol sama seseorang di sebelah, Broto langsung approach Rendra.

"Pak Rendra, kan?" Broto bilang, dan senyumnya keliatan forced, kayak dia practicing di depan mirror berhari hari tapi hasilnya still awkward, "terima kasih udah hadir hari ini."

"Sama sama," Rendra jawab, kasih senyum yang casual, "rumah Bapak bagus banget."

"Iya, tapi..." Broto berenti sebentar, ngeliatin rumahnya sendiri kayak orang yang lagi looking at place yang nggak kenal, "tapi rasanya kayak di sini, saya nggak pernah beneran fit in, tau nggak? Dari kecil sampe sekarang, apapun yang saya lakukan, selalu aja ada yang kurang, ada yang nggak puas sama bapak. Udah jadi direktur, udah handle divisi besar, masih aja."

Rendra ngeliatin Broto, dan dia bisa liat, di balik frustration itu, ada keputusasaan yang cukup dalam, "orang tua itu," Rendra bilang, pelan, "kadang nggak tau gimana caranya express expectation mereka dengan baik. Mungkin bapak Anda juga punya caranya sendiri buat say that he's proud."

"Nah itu yang masalahnya," Broto jawab, voice-nya mulai bergetar, "dia nggak pernah say it. Dia cuma... cuma selalu bilang, things could've been better. Bahkan waktu Damar masih ada, waktu..."

Broto berenti tiba tiba, menyadari dia nyebut nama itu, nyebut nama yang probably should nggak dia sebut in front of orang asing, dan matanya langsung blur, berkaca kaca.

"Siapa itu?" Rendra nanya, try sound casual, tapi actually his heart udah racing banget.

"Damar," Broto bisikin, suaranya cracking, "adek angkat saya. Dia... dia adalah orang yang, even before all the mess happened, already better at business than me, already better at understanding bapak's expectations. Dan ketika dia... ketika semua itu terjadi, ketika dia dituduh, ketika dia... ketika kesaksian saya yang membuatnya semakin dalam di lubang itu..."

Broto nggak bisa lanjut ngomong, dia cuma stand diem, jari jarinya tightening the grip di gelas wine-nya sampe almost pecah.

"Itu tragedy besar," Rendra bilang, dan genuinely voice-nya calm, tapi sebenarnya he's practically holding breath, "dan saya yakin, Anda sudah do the best you can dalam situasi yang impossible."

"Nggak," Broto bilang, sharp, "saya nggak do the best. Saya kerja under pressure, saya kerja under threat, dan saya... saya pilih untuk jaga diri sendiri daripada nolongin dia. Itu yang paling saya sesali dalam hidup saya, Pak Rendra, dan every single day since that happened, every single day I think soal gimana kesaksian saya, soal gimana pilihan saya, bikin hidupnya completely destroyed."

Ada moment dimana mereka berdua just standing there, diem, dan Rendra bisa feel, there's something shifting dalam conversation ini, something bigger than just casual party talk.

"Apakah Anda percaya," Rendra nanya, slow, carefully, "bahwa dia beneran bersalah?"

Broto ngeliatin Rendra langsung, mata-nya still wet dari air mata, "nggak. Saya nggak pernah percaya. Even at that time, saya already bisa feel, ada yang nggak right dalam semua itu. Tapi saya mau self-preservation, saya mau safe, dan saya sacrifice him untuk itu. Dan itu... itu adalah sins yang saya nggak akan pernah bisa forgive myself untuk."

Di saat bersamaan, Wisnu tiba tiba approach mereka berdua, dan begitu dia liat Broto dengan wajah yang udah pucat dan matanya yang udah cried-out, something in Wisnu's face shift, ada shadow yang cross his face, seperti dia suddenly realize something, atau like sudden fear hit him.

"Broto, kamu baik?" Wisnu nanya, suaranya coba casual tapi there's underlying tension there.

"Iya, Pak, saya cuma... saya cuma tired," Broto jawab, immediately wipe tears dari wajahnya dengan bagian belakang tangannya, gesture yang so un-formal, so un-composed yang Rendra almost could feel the rawness dari emotion itu.

"Mari kita kembali, ada beberapa investor yang ingin ketemu kamu," Wisnu bilang, dan dia escort Broto away dari Rendra, tapi begitu mereka jalan, Rendra bisa see, ada paranoia yang suddenly bloom in Wisnu's eyes, seperti pria itu suddenly paranoid bahwa ada apa apa yang nggak right, seperti dia suddenly worry yang ada threat yang dia nggak bisa control.

Malem itu, begitu party berakhir, Rendra langsung telfon Kirana, bilang dia perlu debrief secepatnya.

"Broto masih punya conscience," Rendra bilang, begitu mereka dalam private, "dia nggak pernah percaya saya bersalah, tapi dia tetap memberikan testimoni karena dia ketakutan. Dan sekarang, guilt-nya udah nggerogoti dia sedemikian dalam, dia beneran desperate untuk redemption."

"Itu opportunities," Kirana bilang, cold, analytical, "kita bisa exploit itu, bisa make him work for us tanpa dia sadar."

"Nggak," Rendra potong, sharp, "kita nggak akan exploit dia lebih lagi. Broto already damaged enough. Tapi kita bisa... kita bisa give him path for redemption, real path, dan that might be the key untuk crack this whole thing open."

"Itu risky, Rendra. Give orang redemption, and you never know apa yang bakal dia do dengan redemption itu."

"Saya tau," Rendra jawab, "tapi ada something yang Broto bilang tadi yang makes me think, maybe, dia bukan enemy sebenarnya. Dia cuma orang yang was in wrong place at wrong time, yang make wrong choice, dan yang sekarang desperately trying untuk correct itu. Dan maybe, that's exactly what we need untuk reach the core dari all this mess."

Kirana nggak jawab langsung, tapi Rendra bisa feel dari silence-nya itu, ada something yang shift, ada perspective yang mulai berubah tentang bagaimana mereka gonna approach hal ini dari sekarang.

1
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
lanjut kak... tetap semangat berkarya 💪🏻💪🏻🥰🥰🥰
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
iihhh aku gak mau nebak2 ah.. salah mulu giliran nebak nya🤭🤭🤭
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
wuiihh gak nyangka komisaris dong😱😱😱
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
mungkinkah dia juga sama seperti kamu sekarang.... 🤔🤔🤔wah plot twist banget kak....
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
wah itak udang nya masih ada toh... kirain si Wisnu ini otak udang nya... 🤔🤔
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
sok lah Rendra hancurkan semua yang telah merampas juga menghancurkan hidup kamu juga ayahmu 💪🏻💪🏻💪🏻
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
waahh ada udang dibalik bakwan tuh... enak... 🤭🤭
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️: wali tuh.. 🤭🤭
total 2 replies
Wawan
Salam kenal buat Damar 👍
alunanfiksimalam
sepertinya dia di jebak
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
kalau om Made tahu dia adalah anaknya Ariel,waah bakalan gimana dia senengnya ya🤭🤭🤭
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
ternyata masih banyak juga orang2 yang bener....
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
mata hati seorang ayah 😥😥😥😥
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
dan doa2 tersebut menjadi kenyataan..
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
berasa anak sendiri😥😥
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
apa mungkin Rendra sengaja mau nunjukin sedikit petunjuk buat om Made 🤔🤔👍🏼👍🏼👍🏼
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
waaaah om Made hebat. bisa nebak cuman dengan gaya bicara aja... se dekat itu kalian dulu sama Damar... semoga semua bisa cepat terungkap.. eh... jangan duku ketang . kalau terungkap ya ceritanya tamat dong🤭🤭🤭lanjut kak... tetap semangat💪🏻💪🏻👍🏼👍🏼
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
hati nurani mulai tergerak....
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
takdir memang gak pernah ada yang tahu kan....
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
insting pemburu berita🤭🤭
❤️❤️ Vandri Beloved ❤️❤️
cakep..... lanjutkan 👍🏼👍🏼
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!