NovelToon NovelToon
Mendadak Di Nikahi Berondong

Mendadak Di Nikahi Berondong

Status: tamat
Genre:Berondong / Komedi / Tamat
Popularitas:510.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Republik Septy

Tak pernah ku sangka kisah cintaku akan serumit ini. Impianku menikah dengan pria mapan serta pria yang sudah dewasa pupus seketika. Andaikan malam itu aku tidak berteduh di sebuah rumah kosong bersama murid ku, mungkin pernikahan konyol ini tidak akan pernah terjadi.

Kezra seorang guru di salah satu SMA favorit terpaksa harus menikah dengan muridnya hanya karena kesalahpahaman yang terjadi. Ia harus menjalani pernikahan yang tak pernah di harapkan sepanjang hidupnya. Hidup bersama murid super menyebalkan yang selalu membuatnya kesal dan segala sifat jahil yang di tunjukkan.

Akankah cinta hadir di antara guru dan murid yang di satukan tanpa sengaja dalam sebuah ikatan pernikahan?

Bagaimana Kezra menjalani hari-harinya bersama suami berondong yang menikahinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Republik Septy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Solehah bin solehot

‘Berjuta rencana telah ku susun

Perlahan menyusun kepingan puzzle yang rumit

Meniti jurang harapan dengan penuh perhitungan

Tapi takdir Tuhan tak bisa di tebak

Kita hanya bisa merancang,

Tapi tetap Dia yang menentukan'

      ~Kezra Anindya Grania~

 

 

“Ayo, salim!” Mataku tak ragu untuk melotot. Memindai antara tangan Keanu yang terulur dengan wajahnya yang tersenyum lebar tanpa dosa. Aku melihat sekeliling, takut jika ada yang melihat kelakuan bocah tengil yang Memakai seragam putih abu-abu yang ada di hadapanku ini. Parkiran ini masih sepi, belum ada  kendaraan yang terparkir dan belum ada siswa ataupun para pengajar yang datang. Ya, aku sengaja mengajaknya pergi pagi-pagi sekali karena tidak ingin di lihat orang lain jika aku datang dengannya. Apa yang akan ku katakan pada mereka jika kami ketahuan datang berdua?

 

Ia sempat protes bahkan sempat terjadi adu mulut ketika aku mengajaknya pergi di pagi buta.

 

“Kenapa? Ngga’ mau salim sama  suami?” Aku menarik napas lumayan panjang, lalu menghembuskannya dengan terburu-buru.  Untung saja aku tidak tersedak dengan napas sendiri. Eh, apa ada orang yang tersedak napas sendiri? Ah, ku rasa otakku sedikit bergeser karena terlalu sering bersama bocah tengil menyebalkan yang sayangnya harus menjadi suamiku. Aku mengelus dada berupaya untuk sabar.

 

Entahlah, kesalahan apa yang telah ku lakukan di masa lalu sehingga di masa sekarang aku harus menikah dengan bocah tengil yang kebetulan ia juga merupakan muridku. Terkadang jika aku pikirkan kembali, aku hampir menjadi orang yang tidak waras. Semua ini sungguh tidak bisa di terima dengan logika.

 

“Ayo, salim!” desaknya dengan melotot berlagak sebagai suami yang galak.

 

“Jangan macam-macam!” balasku tak kalah galak. Aku melotot ke arahnya, dengan tangan kanan berada di pinggang sedangkan tangan kiriku menggenggam tas berwarna hitam favoritku.

 

“Mau jadi istri durhaka?”

 

“ Mau masuk neraka?” imbuhnya. Aku memutar bola mata malas. Ini merupakan kata-kata mutiara yang akan hadir ketika aku membantah ucapannya.

 

“Apa kamu sudah tidak waras? Ini di sekolah. Jaga sikapmu!” ucapku dengan suara pelan. Aku tidak ingin para siswa dan rekan guru yang lain mengetahui pernikahan rahasia kami. Pernikahan yang tidak pernah ku bayangkan dan ku harapkan sebelumnya.

 

“Ya makanya cepat salim! Keburu mereka datang dan memergoki kita yang sedang bermesraan,” ia tersenyum miring. Alisnya terangkat, bergerak turun naik menggodaku.

 

“Kamu ....” aku menggertakkan gigi dan mengepalkan tangan. Aku sangat kesal dengannya. Dia selalu saja menggodaku dan membuatku naik darah dengan semua kejahilannya. Aku berharap umurku masih aman hingga tua nanti.

 

Aku mengambil tangannya yang terulur, lalu mencium punggung tangan bocah tengil itu.

 

“Nah, begitu istri Solehah.” Ia mengelus pucuk kepalaku dengan senyum yang mengembang. Lesung Pipinya terlihat, menambah manisnya senyuman bocah tengil ini. Eh ... Apa yang ku katakan? Tidak! Ku tarik kembali ucapanku.

 

Dengan cepat  aku menarik tangan yang di genggamnya.

 

“Lepas!” aku mendelik, seraya berusaha menarik tanganku yang tidak mau di lepaskannya.

 

“Baru di puji Solehah, sekarang udah jadi solehot! Dasar Solehah bin solehot." cibirnya. Sedetik kemudian ia melepaskan genggaman tangannya. Aku segera berjalan menjauh, meninggalkan Keanu yang masih terkikik karena melihat muka kesalku.

 

“Sayang ... Ada yang lupa!” teriaknya yang seketika membuat aku tak ragu untuk berbalik arah. Aku berlari kembali menghampiri bocah tengil yang hampir saja membuat kepalaku meledak.

 

Sesampainya aku di sana, tak segan ku bungkam mulutnya dengan tangan kananku. Ku sertakan wajah kesal setengah mati.

 

“Jaga mulutmu! Sayang ... Sayang. Mau ku jahit mulut kamu?” ancamku seraya melotot. Ia tertawa, sehingga membuatku semakin kesal. Aku menurunkan tanganku  dari mulutnya.

 

“Kenapa kamu tertawa?” aku mendelik dengan berkacak pinggang.

 

“Kamu psikopat.” katanya.

 

“Terserah.” jawabku acuh.

 

Ia kembali tertawa, kali ini terdengar lebih keras.

 

“Jangan panggil aku sayang! Kamu tahu kan, ini di sekolah!” aku benar-benar hilang kesabaran. Sesekali mataku menyapu sekeliling, takut jika ada orang lain yang melihat kami sedekat ini.

 

“Iya, aku tahu. Siapa bilang ini di taman hiburan.” jawabnya enteng dengan gaya tengil, ciri khasnya.

 

“Aku mau masuk. Jaga mulutmu! Ingat perjanjian kita. Tidak ada yang boleh tahu dengan pernikahan kita. Ingat itu!” ucapku memperingatkan, tak lupa jemariku turut serta menunjuk hidungnya yang kempas kempis.

 

Dia mengangguk. Entah itu paham atau tidak, aku tidak tahu. Aku melengos, kembali mengayunkan kaki berniat menuju kantor. Sebelum langkahku menjauh, Keanu kembali memanggilku.

 

“Tunggu dulu! Kamu melupakan sesuatu.”

 

Aku berhenti. Kepalaku menoleh kepadanya, tapi tidak dengan tubuhku.

 

“Apalagi?”

 

“Assalamualaikum istriku, selamat bekerja. Jangan galak-galak ya! Nanti aku tambah cinta kalo kamu makin galak.” ujarnya seraya mengedipkan mata dan mengangkat jarinya membentuk hati. Finger love.

 

“Saranghae.” ucapnya pelan.

 

Aku memutar bola mata malas.

 

“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh.” jawabku lalu segera berjalan terburu-buru agar bisa lepas dari jerat bocah tengil itu. Masih ku dengar derai tawanya yang menggema di belakangku. Aku tidak peduli, aku hanya ingin cepat-cepat pergi dari sana.

 

Aku seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah yang cukup ternama di Ibukota. Aku mengajar di sini melalui jalur seleksi dan tak ku sangka aku di terima di sekolah elite ini, aku hijrah ke sini meninggalkan kampung halaman. Mencoba mengadu nasib agar bisa membantu perekonomian keluarga serta membanggakan Ibu Bapak yang menggantungkan harapan padaku.

 

Baru satu tahun aku mengabdi di sekolah ini sebagai guru Bahasa Indonesia. Menjalani hidup jauh dari orang tua dan sanak saudara. Mencoba menaklukkan Ibukota yang kejamnya lebih dari Ibu tiri. Aku yang biasanya akan manja dengan Ibu, kini harus terbiasa melakukan apa-apa sendiri. Hidup di Ibukota, tak mudah pastinya. Satu bulan berasa di sini aku tak mempunyai teman sama sekali, kecuali rekan kerja yang kebanyakan dari mereka telah berkeluarga.

 

Hingga enam bulan lalu, aku mengenal seorang pria dan kami menjalin suatu hubungan. Dia baik, tampan, dewasa dan mapan. Sikapnya yang baik dan ramah membuatku  jatuh cinta. Aku tidak bisa menolak pesonanya. Bisa di katakan, semua kriteria pria idaman ada pada kekasihku itu. Dia seorang karyawan di salah satu perusahaan besar di kota ini. Kami saling mencintai dan kami sudah berencana akan menikah tahun depan saat usiaku genap dua puluh enam tahun dan dia genap berusia tiga puluh tahun.

 

Tapi, kita sebagai manusia hanya bisa merencanakan dan Tuhan yang berhak menentukan. Kejadian satu bulan lalu  menghancurkan mimpi yang telah lama kami gantungkan. Aku terpaksa harus menikah dengan muridku sendiri. Semua ini terasa mimpi dan tidak masuk akal. Aku saja masih tidak percaya dengan apa yang telah terjadi. Takdir tampaknya ingin bermain-main denganku.

 

Keanu merupakan keponakan dari pemilik sekolah. Ia masih kelas dua belas dan sedang menjalani ujian kelulusan. Usianya belum genap sembilan belas tahun. Anaknya tengil, lebih dominan jahil serta usil. Termasuk siswa yang bandel dan suka bolos. Suka tidur di kelas dan suka membuatku emosi tingkat tinggi jika mengajar di kelasnya. Meski begitu, sebenarnya Keanu anak yang baik dan pintar. Sikapnya yang nakal masih menjadi misteri hingga saat ini. Bahkan setelah satu bulan menikah, aku belum tahu apa-apa tentangnya.

 

Aku dan Keanu sepakat untuk merahasiakan pernikahan ini. Bahkan pada pacarku sendiri dan semua orang kecuali orang tuaku dan pamannya.

 

 

 

 

1
Diyah Saja
🤣🤣🤣🤣
vincuu
Kecewa
vincuu
Buruk
Mas Cun
author nya tolol suaminya GK ada tegas"nya jijik liat novel yg model kayak gini ytololllll goblok
Mazree Gati
skip ga ada baiknya
Ratu Fadira
kurang setuju nih kl hrd dirahasiakan ke pacarnya sendiri bs jd bumerang dan mslh dlm rumah tangganya nanti
Tatang Wasim
Cherymistry kurang Thorrr ..

ending nya terlalu buru buru... Mungkin 1 sampai 3 episode lagi baru d bilang the end...

maaf Thor ini cuman masukan dri aku loh.. Tapi jujur Cerita nya Menarik banget . maksh y Thor
Evy
waktu mimpi manggil mas Bram..kok skrg nama pacarnya Lukas...
Iin Karmini
Luar biasa
Iin Karmini
di awal bara, terus bram sekarang lukas...yg bener yg mana thor?
juria ria
sumpah kocak bngt🤣🤣🤣smpai ketawa sndiri...wkwkwk
Okta Rahayu
kurang lengkap,tidak ada orang tua nya
Okta Rahayu
Luar biasa
Putra Alif
awal baca bara..trs Bram trs Lukas entar siapa lagi in😂😂
Masita Fangky
🥰
Muhammad Bagus
kadang merasa aneh dgn penulis. maaf sblmnya.

Kezra ini seorang guru. digambarkan pribadinya baik. wanita baik2.

seharusnya dia bs bersikap seperti seusianya. apalagi dia guru
walaupun dia dinikahkan terpaksa, ttp aja dia udh bersuami. pergi maen pergi aja sampe dicariin suami ampe segitunya.
ini karakternya guru dewasa apaa abage labil ga jelas?

malam pertama pun ada kalee nanya ke anak umur 18th .. sakit ga? 😂😂

srius
dia dewasa. Keanu 18th.

tapi malah dibuat kek sebaya bahkan yg 18th lbh masuk karakternya dibanding seorang guru ini *tepukjidat
ayumi
bagus sih.. cm cara penulisannya terlalu rapet. bikin pusing.. sorry to say ya thor
Tri Nindiyah
bagus ceritanya
Sulaiman Efendy
YAAAA UDH TAMATTTTT..... BLM PUAS THOR....
Sulaiman Efendy
MASAK LO GK NGEH UCAPAN LUKAS, TU PASTI KRJAAN LUKAS, KLO GK, KERJAAN LISA..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!