NovelToon NovelToon
MATA TEMBUSH PANDANG

MATA TEMBUSH PANDANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dunia Masa Depan / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Markario Putra

Melalui dinding yang seolah lenyap itu, Chen bisa melihat dengan sangat jelas interior kamar Mei. Dan yang membuat jantungnya hampir melompat keluar dari dada adalah, ia bisa melihat area kamar mandi kecil di dalam sana. Pintu kamar mandinya pun tembus pandang.
Di dalam sana, Mei sedang berdiri di bawah kucuran air shower. Tanpa sehelai pakaian pun.
Chen terpaku di tempatnya, tenggorokannya mendadak kering. Setiap lekuk tubuh tetangganya itu, bulir-bulir air yang mengalir di kulitnya, bahkan warna rambutnya yang basah terlihat dengan detail yang luar biasa jernih. Kemampuan matanya seolah menembus batas ruang dan privasi yang ada.
Chen buru-buru menutup kedua matanya dengan telapak tangan, napasnya memburu, dan wajahnya memerah padam sampai ke telinga.
“A-apa yang terjadi dengan mataku?!” batin Chen menjerit panik sekaligus tidak percaya. “Apakah kakek semalam… benar-benar nyata?”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Markario Putra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Ancaman Keluarga Wang dan Misteri Lahan Tambang

Usapan lembut di rambut Chen perlahan berubah menjadi tepukan pelan di pipinya. Chen menggeliat kecil, kelopak matanya terbuka, dan mimpi indah tentang pernikahannya dengan Mei seketika buyar. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Mei yang tampak sedikit tegang.

"Chen, bangun.. Liu ada di luar," bisik Mei pelan. "Dia datang ke kosan kita dan sepertinya ada urusan yang sangat mendesak."

Mendengar nama sahabatnya disebut sepagi ini, insting Chen langsung waspada. Sisa-sisa kehangatan dari mimpi tadi menguap, digantikan oleh desiran fokus di kedua bola matanya. Chen mendudukkan tubuhnya, merapikan kaus milik Mei yang melekat ketat di tubuh atletisnya.

"Mei, kamu tetap di sini saja dulu ya. Kunci pintunya dari dalam," kata Chen dengan nada serius namun menenangkan.

"Aku akan berbicara berdua dengan Liu di kamarku agar lebih leluasa."

Mei mengangguk patuh, menyadari dari ekspresi Chen bahwa ini bukan urusan sembarangan.

Chen melangkah keluar, mendapati Liu sedang berdiri di lorong dengan wajah gelisah—sangat kontras dengan penampilannya yang santai tadi malam. Chen memberi isyarat, lalu mereka berdua masuk ke dalam kamar kos Chen yang berada tepat di sebelah.

Kebocoran Informasi

Begitu pintu kamar ditutup, Liu langsung berbalik dengan gundah. "Chen, maaf aku mengganggu waktumu, tapi situasinya mendesak. Keluarga Wang sudah mulai bergerak untuk menyerang kita secara terang-terangan!"

Chen mengernyitkan kening. "Bukankah semalam anak buah mereka sudah kamu bereskan di ruang bawah tanah?"

"Itulah masalahnya," jawab Liu sambil mengepalkan tinjunya kesal. "Ternyata di dalam barku ada orang dalam yang berkhianat. Informasi telah bocor. Keluarga Wang sekarang tahu bahwa rencananya semalam gagal total bukan karena kebetulan, melainkan karena ada informan yang membocorkannya padaku. Dan bajingan-bajingan itu sudah mengetahui bahwa informan itu adalah kamu, Chen!"

Liu menatap Chen dengan rasa bersalah yang mendalam.

"Aku menyeretmu ke dalam masalah ini, Sahabatku. Mereka pasti akan mengincarmu sekarang karena kamu telah merusak rencana mereka."

Chen menepuk pundak Liu dengan tenang, matanya berkilat penuh keyakinan. Dengan kekuatan melihat masa depan dan membedah struktur yang dimilikinya, ia tidak takut pada ancaman Keluarga Wang.

"Jangan khawatirkan aku, Liu. Aku bisa menjaga diriku dan Mei. Tapi, kenapa Keluarga Wang sampai senekat ini menyerang barmu semalam? Pasti ada alasan yang lebih besar."

Perebutan Harta Karun Bumi

Liu menghela napas panjang, lalu mendudukkan dirinya di tepi ranjang usang Chen.

"Kamu benar. Ini semua karena bisnis tambang," ungkap Liu dengan nada berat. "Keluarga Wang sangat membenciku karena aku memiliki sebidang lahan tambang batu giok yang sudah lama mereka incar. Mereka sudah berkali-kali datang menawar dengan harga tinggi untuk membeli lahan itu, tapi aku selalu menolaknya mentah-mentah."

Liu menatap Chen dengan serius. "Menurut riset para ahli yang ku sewa, juga instingku sendiri, lahan tambang itu memiliki cadangan mentah batu giok tingkat langka yang terkubur sangat dalam. Jika Keluarga Wang mendapatkannya, monopoli pasar giok mereka tidak akan tertandingi. Semalam mereka ingin mengacaukan bar mu untuk menekan sahamku dan memaksaku menyerahkan lahan itu."

Mendengar kata 'cadangan batu giok langka' dan 'terkubur sangat dalam', sepasang mata ajaib Chen mendadak berdenyut hangat secara otomatis. Ini adalah keahlian mutlaknya. Di saat orang lain harus menebak-nebak menggunakan alat berat, Chen bisa melihat menembus lapisan bumi dan membedah struktur molekul batuan di dalamnya dengan sekali lihat.

Chen tersenyum tipis, sebuah rencana besar mulai tersusun di kepalanya. Jika Keluarga Wang ingin bermain kotor, maka ia akan membantu Liu memenangkan permainan ini secara mutlak.

"Liu," panggil Chen dengan suara tegas yang dipenuhi keyakinan. "Bawa aku ke lahan tambang itu sekarang juga. Aku ingin melihat sendiri apa yang tersembunyi di dalam sana."

1
Markario Putra
ok siap bang
👍😁
indrawanto djiwanto
konflik kurang banyak min. kalopun lanjut, ceritanya terus jangan berubah jadi kultivator plus nanti lawan alien atau mkahluk dunia ata dst.
Agus Suciyadi
lumayan bagus sih thor...ceritanya nyambung terus, Mcnya bagus dlm sifat dan sikapnya tidak menye2 yg nafsuan. semangat thor lanjut terus/Good//Good//Good/
Markario Putra: Bantu share yah gan 👍
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!