NovelToon NovelToon
Pemakan Manusia

Pemakan Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Misteri / Horor
Popularitas:57.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Jangan dekat rawa itu!"

semenjak banyak yang meninggal karena memasang jebakan ikan di malam hari, rawa kecil itu di jauhi oleh banyak orang karena sudah banyak yang meninggal dunia.

Apa yang sudah terjadi?
Siapa penghuni rawa kecil itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 05. Main di rawa

"Bu aku mau main dulu ya." Nasya berteriak untuk berpamitan kepada sang Ibu.

"Jangan sore sore pulangnya karena ini sudah mau malam loh." Bu Apri memberi pesan kepada sang anak.

"Enggak kok, cuma mau main dekat rawa sana itu saja sama dengan." Lala.

"Oke, nanti sebelum azan Maghrib harus segera pulang karena Ibu tidak mau sampai mencari kamu." pesan Bu Apri kembali.

Nasya segera berlalu pergi karena dia akan bermain dengan Lala, hari ini mereka ada janji bermain dan bocah-bocah memang kerap bermain di dekat rawa itu untuk mencari keong emas dan membakar lalu memakan keong tersebut, selama ini juga begitu dan memang tidak ada korban sama sekali sehingga para orang tua merasa tidak perlu cemas.

Tanpa mereka ketahui bahwa sebenarnya di dalam rawa itu telah tersimpan sesuatu yang sangat mengerikan yang bisa mengincar nyawa mereka semua, Bu Apri juga sama sekali tidak tahu bahwa sang anak bisa dalam bahaya ketika bermain di rawa tersebut karena jin itu tidak akan pernah pandang bulu ketika dia sudah merasa lapar.

Nasya juga tidak memiliki firasat aneh karena anak sekecil itu hanya ingin bermain dan merasakan kegembiraan bersama dengan teman-teman, Lala menyambut kedatangan Nasya sehingga mereka langsung mendatangi rawa tersebut untuk main air dan juga bermain, semua perlengkapan sudah mereka bawa karena nanti akan ada acara masak-memasak kecil seperti anak-anak pada umum nya.

Kegembiraan seperti itu yang membuat para anak kerap kali lupa waktu sehingga kadang sampai malam dan orang tua masih harus mencari keberadaan mereka, namun selama ini mereka bisa pulang dengan selamat tanpa ada luka atau cacat di dalam tubuh ini, jadi para orang tua tidak merasa terlalu khawatir ketika anak pulang malam.

"Jangan terlalu dibebaskan seperti itu bila anak ingin bermain, Mbak." Bu Nur mendatangi Bu Apri yang sedang menyapu halaman itu.

"Mereka cuma main di dekat rawa sana saja kok." Bu Apri menjawab sambil tersenyum manis.

"Aku semenjak Mas Paimin hilang itu jadi serba parno." lirih Bu Nur.

"Tanpa terasa sudah sebulan lebih dia menghilang dan tidak ada kabar seperti ini ya." Bu Apri juga ikut merasakan kesedihan dari tetangga dia ini.

"Iya, bahkan kami sama sekali tidak tahu kabar dia ini antara hidup atau mati." angguk Bu Nur sambil tersenyum miris.

"Apa sebelum dia pergi itu sama sekali tidak ada berpesan sedikit saja?" Apri kembali bertanya dengan perasaan sedih juga.

Bu Nur menggeleng karena saat itu pak Paimin hanya berpamitan akan mengambil wadah ikan, namun sampai sekarang dia tak kunjung kembali sehingga istri yang dia tinggalkan hanya bisa merana seperti ini, polisi juga sudah mencari dan mereka angkat tangan karena tidak menemukan petunjuk walau hanya sedikit saja.

Dukun juga sudah Bu Nur datangi dan bahkan dia juga meminta pertolongan dari Purnama, namun Purnama sama sekali tidak menemukan sedikit saja keberadaan Paimin itu, tentu ini semua menimbulkan keanehan yang begitu besar sehingga pikiran mereka semua sangat runyam dan tidak tahu harus bagaimana untuk mencari keberadaan Paimin itu. sebab sudah ada rasa ingin menyerah di dalam hati Bu Nur, mungkin saja suaminya itu sudah meninggal dunia dan entah ada di mana.

"Kalau firasat aku kuat mengatakan dia dimakan oleh penunggu rawa itu." Bu Nur berkata pelan.

"Ah itu salah sangka saja, nama kan sudah bilang sendiri dan bahkan mereka mencari dengan sangat lihai tapi tidak ada yang aneh dengan rawa itu." Bu Apri berusaha untuk menjelaskan.

"Ya, tapi entah kenapa aku tetap saja merasa yakin dengan firasat ini." ucap Bu Nur kembali.

Bu Apri hanya bisa menarik nafas panjang Karena dia juga tidak ingin berdebat dengan tetangga dia ini, bila memang Bu Nur memiliki anggapan seperti itu maka Ya sudah dan tidak perlu untuk mendebat sampai habis Karena setiap manusia memiliki pikiran masing-masing yang tidak perlu untuk mereka diskusikan dengan sangat yakin.

****************

"Cari keong emas dulu biar bisa kita bakar nanti." Lala sudah menggulung celana yang dia pakai.

"Eh kalian beneran mau masuk ke dalam rawa itu?" Khodijah bertanya kepada Lala.

"Ya kan kita mau cari keong emas jadi ya pasti masuk ke dalam rawa itulah, Dijah!" Lala menjawab sambil merengut.

"Aku tidak ikut masuk rawa itu, nanti kaki aku gatal kena sampah yang ada di dalam sana." Khodijah menggeleng karena dia merasa takut.

"Kalau kamu tidak mau masuk dalam rawa jadi buat saja api di sini ya, biar aku sama Lala yang mencari keong emas." Nasya mengambil keputusan untuk regu mereka.

Khodijah mengangguk karena dia lebih baik membuat api unggun saja agar mereka nanti bisa membakar apa yang telah mereka cari itu, main masak-masakan namun terkadang mereka juga memasak sungguhan untuk di makan ala kadarnya seperti ini, terutama untuk Lala karena anak ini bisa di katakan anak orang tidak punya sehingga bisa memakan apa saja yang ada di depan mata.

"Melihat rawa itu saja aku sudah merinding." Khodijah berkata pelan sambil menghidupkan api kecil.

"Dijah, jangan main api ke mana-mana nanti ya." Bintari yang kebetulan lewat memberi pesan kepada sang anak.

"Iya, Ma!" Khodijah agak berteriak karena jarak mereka yang cukup jauh.

"Pulang sebelum adzan maghrib, nanti kalau Papa tahu pasti dia marah kalau pulang terlalu malam." pesan Bintari kembali dan dia segera melaju pergi dengan motor.

"Aku dapaaat!" Nasya berteriak senang karena dia berhasil mendapatkan keong yang cukup besar.

"Aku jugaaaaaa!"

"Cepat bawa sini biar aku panggang sekarang." Khodijah juga ikut berteriak karena kedua teman sudah mendapatkan keong emas itu.

"Dijah, nanti kasih ini juga ya biar lebih enak keong emas itu." Nasya memberikan keong kepada Khadijah.

"Iih seru sekali ternyata main panggang seperti ini ya." Khodijah terlihat girang karena selama ini dia sering menolak.

"Aku ada bawa nasi juga loh, nanti kita makan sama nasi ya." Lala menunjuk kotak nasi yang dia bawa.

Nasya mengangguk senang dan mereka segera masuk kembali ke dalam rawa itu untuk mencari sesuatu, tangan iblis berduri membelai lembut kaki Nasya namun bocah itu sama sekali tidak menyadari dan beranggapan bahwa itu adalah rumput yang ada di dalam rawa sehingga tidak sengaja terpijak dengan kaki dia, sebab bila sudah seru seperti ini maka para bocah tidak akan memperdulikan keadaan sekitar lagi dan akan terus mencari kesenangan yang ada di depan mata.

Padahal itu adalah hal yang sangat berbahaya karena iblis itu sudah menyeringai dengan sangat puas melihat kaki kecil berwarna putih, namun sengaja dia tidak langsung mengambil karena menurutnya memperhatikan dari dalam dan membelai lembut itu adalah hal yang sangat menyenangkan sekali untuk dia lakukan.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook yang cantik ini ya.

1
Betri Betmawati
hebat sekali tipu muslihat nya, kmna lagi Andini disembunyikan
Betri Betmawati
Melda itu kenapa coba ngk suka aja SMA orang
aneh betul dia
Betri Betmawati
ketua nya sembunyi dimna belum keluar?
naferia curiga SMA siapa ya🤔🤔
Yeyet Rohaeti
semangat thor bikin cerita baru nya,aku selalu menunggu karya ² baru mu.
Betri Betmawati
bikin penasaran aja ketuanya siapa?
Nana jg kok bisa masuk lumpur bukan nya td menghajar melda🤔🤔
Yeyet Rohaeti
kasian Nana kecebur di rawa.
putri wahyu
ketipu lg🥺 iblisnya bener2 licik😒
Yeyet Rohaeti
penasaran sekali aku ini, siapa sih iblis nya, pinter kali bikin gaduh agensi nya mba pur 😄😄
Apriyanti
kata nya Melda memang sekutu nya iblis berduri,,terimakasih Thor Uda bikin cerita baru lg,semoga tambah suksest trus karya² kak author 🙏🙏🥰
Apriyanti
siang jg thor,,apa munkin yg Kiara lihat pun Bagaskara yg palsu biar Kiara membenci si panglima tersebut
neni nuraeni
hadeeh si Melda jgn" kamu nyugih lgi abisnya sombongnya minta ampun,,, 👌 Mak siap tak baca yg ngono😁
istrinya_kimseokjin
aisss melda dri awal aku dh curiga ma kmu, emng kmu lh y yg mmbwa iblis itu
putri wahyu
ok siaap meluncuurr...
Eli Rahma
wis lah pasti melda ada sangkut pautnya dgn iblis rawa...
Eli Rahma
mlipiirrr...ahhh
Nurr Tika
jangan" melda penyembah iblis berduri itu
Nurr Tika
lanjut thor
Tri Lestari
siap meluncurkan dan meramaikan
human
jadi inget purnama sebelum insaf suka makan jeroan orng
human
ternyata ikan jg suka sawit🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!