Chalista melangkah menuju ruang makan Penginapan nya , ia menatap datar 10 manusia yang masih tersisa memandang diri nya sinis dan Iri ..
bagaimana tidak ? paras Chalista yang sungguh memukau , di tambah dengan aura pemikat yang luar bisa mempesona ..
" hayyy !" sapa Serlin pada Chalista yang diam saja , Serlin membuka kursi di samping nya dengan semangat
" mau apa ?" tanya Chalista datar , Serlin tersenyum polos
" duduklah di sini ! aku Fans fanatik mu !" ucap Serlin gembira , Chalista tersenyum cantik , Serlin dan manusia di sana terkesima dengan lengkungan indah itu , sungguh mereka Terpikat sekaligus Iri dengan mahluk yang sempurna satu ini ..
" Cihh ! jangan sok cantik di sini !" ketus Terry perempuan yang Glamor dengan kecantikan yang tak sebanding dengan Seorang Chalista Linora ..
" Memang dia Cantik ! kalau situ ngiri bilang aja ! muka pas pasan gitu kok nggak akan bisa menyaingi si bidadari ini !" balas Serlin tak terima Idola nya di kasari begitu
" kenapa kau yang sewot ! "bentak Terry berdiri dari duduk nya
" Mulut mu itu yang harus di jahit ! kalau orang cantik memang banyak yang iri !" ketus Serlin tak kalah sinis
" Kau..
" Diam !" bentak Chalista lantang membuat mereka bungkam dengan gemetar , Terry menelan silva nya saat melihat wajah Kelam Chalista yang menakutkan ..
" Kau Duduk !" titah Chalista pada Serlin yang menurut , Chalista kembali melihat makanan nya , ada yang berbeda dengan bahu masakan ini ..
" Siapa yang memasak ?" tanya Chalista datar
" Ini masakan Koki penginapan !" jawab Serlin hati hati
Chalista mencengkram erat sendok di tangan nya hingga berbunyi gertakan patah dari benda itu ..
" Brengsekk !"
Prakkkk... Chalista melempar piring makanan nya ke lantai , mereka lansung gemetar melihat wajah cantik itu yang sudah gelap menakutkan ..
" Panggilkan Koki yang bertugas hari ini !" bentak Chalista lansung di kerjakan oleh para Pelayan yang bekerja
3 Koki Pria itu datang menghadap pada Chalista yang menatap mereka dingin menohok tajam ..
" a..ada apa Nona ?" tanya mereka gugup
" Makan !" titah Chalista menunjuk makanan yang sudah berserakan di lantai dengan tragis
" No..Nona itu ..
" Makan ! " bentak Chalista , dengan kaki yang gemetar serta keringat dingin membanjiri kening nya , 3 Koki itu mulai memakan makanan itu ..
glekk.. dengan susah payah ludah mereka menelan makanan yang sudah di beri racun itu , setelah beberapa lama mereka terngangak melihat 3 Pria itu seperti keracunan
" Mulut nya !" pekik mereka terkejut saat mulut mereka berbusa , Chalista menyeringai melihat itu , ia tentu tahu siapa dalang dalam kejadian ini ..
" Bodoh ! tak cukup dengan ini untuk membunuh ku ! sampai kan pada Bos mu !" ucap Chalista lalu melangkah pergi dengan tatapan kagum dari semua manusia di sana
" Keren !" gumam mereka mengelus dada nya yang gemetar ..
*******
Chalista mengganti pakaian nya dengan pakaian yang begitu Mewah dan berkelas milik nya , ia adalah Tipe wanita yang memperhatikan Fashion dan Keindahan penampilan nya , ia tak suka berpenampilan semberaut ..
" aku harap kau menepati janji mu !" gumam Chalista menatap pantulan diri nya yang mempesona di depan cermin , setelah perfek
ia melangkah pergi melajukan Mobil nya menuju Rumah sakit besar tempat sang kekasih bertugas ..
setelah beberapa lama ia sampai di sana , kedatangan Chalista selalu menjadi objek perhatian masyarakat di sana , karna rupa nya yang elok sayang untuk di lewatkan ..
" Apa David nya ada ?" tanya Chalista pada Resepsionis yang sedang bertugas , wanita itu terngangak melihat penampilan Chalista yang selalu membuat mereka kagum
" di ruangan nya Nona !" ucap Resepsionis itu sopan , Chalista mengangguk lalu melangkah kesana ..
saat tiba di sana , ia lansung masuk , mata indah nya menatap Pria yang sedang berkutat dengan kertas di meja nya ..
" Sayang !" ucap Chalista mendekati David yang masih belum tahu kedatangan nya , Chalista menepuk bahu David hingga pria itu tersentak ..
" Sayang ! kau datang !" ucap David terpesona dengan Kekasih nya yang selalu tampil memukau
" hmm iya ! kau sedang apa ?" tanya Chalista duduk di samping David yang tampak sibuk
" ini ! Momy mengirim data perusahaan dady pada ku ! mau tidak mau aku harus mengerjakan nya kan !" jawab David , mendadak Chalista jadi diam
" Yah !" jawab Chalista singkat , ia menghela nafas berat , ia menatap wajah David yang tampak serius dengan pekerjaan nya
setelah beberapa lama tak ada percakapan di antara mereka , Chalista mulai bosan , namun deringan Hanfon David membuyarkan segala nya ..
" Yah Mom !" ucap David pada Momy nya yang ada di seberang sana
" Malam nanti kita makan malam di Restoran Tiyoria , jangan lupa Jam 7 kau mengerti ?"
" baiklah Mom !" jawab David pasrah lalu mematikan sambungan nya , ia menoleh kearah Chalista yang bungkam seribu bahasa
" Sayang ! kau cantik sekali !" puji David mengelus puncak kepala Chalista dengan sayang , Chalista hanya tersenyum simpul
" hari ini hari apa ?" tanya Chalista mencoba mengingatkan David tentang janji nya
" hari Saptu ! ohh shitt aku lupa !" pekik David menepuk kening nya , Chalista berbinar dengan ucapan David , ia berharap Pria itu ingat janji nya
" aku ada operasi satu jam lagi !"
Deggg.. jantung Chalista seakan berhenti , mata nya menatap nanar wajah tampan David dengan sendu ..
" Sayang ! tak apa kan aku Kerja sebentar ? kau tunggu di sini sampai aku selesai !" ucap David pada Chalista yang hanya diam saja
Cup.. David mengecup bibir merah menggoda itu , ia mengambil jas Dokter nya
" hanya 2 jam Sayang ! tunggu ya !" ucap David lalu melangkah pergi ke luar ruangan , air mata Chalista turun sempurna
" bukan 2 jam ! tapi selama nya kau buat aku menunggu mu !" gumam Chalista lirih menatap pintu yang di lewati David
ia bangkit lalu menghapus air mata nya dan melangkah pergi dari ruangan itu , hati nya sekarang sangat sakit , sekuat apa pun diri nya kalau hati dan perasaan yang di lukai maka akan perih juga , tak ada yang sanggup menahan luka batin , walaupun ia seorang Mafia sekaligus ..
" Siapkan Pesawat besok malam !" ucap Chalista menelfon anggota nya , ia melajukan mobil nya membelah jalan kota dengan air mata yang terus membasahi pelupuk mata nya , tak pernah ia menagis dalam masalah apa pun kecuali tentang percintaan nya , ia gadis lemah yang mencoba berjuang melawan takdir yang buruk ..
" aku akan melihat usaha mu selama 1 hari apa yang kau perbuat dengan hubungan yang tak berdasar ini David ! sekarang kau lah yang akan menentukan ini berlanjut atau tidak !" ucap Chalista yakin , ia harus bersikap tegas mulai sekarang , sudah cukup bersabar dalam jalan yang terus menyiksa nya ..
Seleksi Militer nya hanya tinggal 1 minggu , ia akan menyelesaikan itu secepat nya , setelah itu biarkan David yang menentukan pilihan nya ..
********
Vote And Like Sayang ..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
botak
dia bukan wanita biasaaa
2022-10-27
0
Sumini Harrni
keren karya mu Thor ❤️
2022-09-01
0
Naura latifa safira
kok nyesekkkkk bnget y 😟🥺😰😥
2022-03-24
0