Hari ini adalah hari diadakannya Festival bunga yang di handle oleh Star Company. Festival bunga adalah festival yang wajib dilakukan setiap tahun di kota itu sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta pelestarian alam.
Arta melangkah masuk ke ruang pribadinya di belakang Cafe yang jalan masuknya dari sebuah pintu rahasia yang tidak diketahui siapapun.
Arta mengambil gaunnya, lalu melukis wajahnya hingga menutupi setengah bagian wajahnya, kemudian ia memakai Topeng bunga sebagai pelengkap untuk menutupi identitasnya.
"Ah sudah selesai, ku harap festival hari ini berjalan lancar," ucap Arta tersenyum melihat dirinya di depan cermin. Kini wajahnya begitu indah dihiasi lukisan bunga dan dilengkapi topeng sebagai pelengkapnya. gaun yang dikenakan adalah gaun panjang berwarna merah yang pas di tubuh indahnya.
Arta melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu memasuki Star Cafe. Sontak pengunjung yang memang penasaran dengan siluet indah itu.
"Hei lihat dia gadis misterius itu!" ucap si A.
"Wah tubuh itu membuatku iri, dia sungguh luar biasa!" seru si B.
"Benar ! tapi mengapa ia menutupi wajahnya?" sahut si C.
"Hush terserahlah, itu urusan dia. Ayo kita ke festival," sahut si A.
Festival bunga diadakan di alun-alun kota. Festival bunga tahun ini adalah festival terbesar dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya.
Festival ini menjadi perayaan paling indah, orang-orang dari berbagai penjuru datang dengan memakai berbagai kostum sesuai dengan tema festival yaitu "Bunga penyejuk hati".
Sepanjang jalanan terpampang berbagai macam jenis bunga yang dipamerkan, banyak parade dan pertunjukan karnaval dengan beragam kostum yang menarik perhatian.
"Selamat datang dan selamat bergabung dalam Festival bunga tahun 2023! mohon beri tepuk tangan meriah!" sapa seorang MC pembawa acara.
Terdengar riuh suara tepuk tangan dari seluruh pengunjung yang tengah berkumpul di alun alun kota.
"Festival bunga tahun ini dihandle oleh Star Company perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang, dimana anak perusahaannya sudah tersebar luas ke seluruh penjuru dunia," jelas sang pembawa acara.
"Di hari yang spesial ini kita kedatangan tamu paling misterius yaitu pemilik Star Company. Namun sebelum kita mendengarkan kata sambutan dari beliau berikut saya perkenalkan perusahaan-perusahaan yang ikut andil dalam festival ini!" seru MC.
"Baiklah mari kita sambut Mr. Lukas Presdir perusahaan Mars!" ucap sang pembawa acara menunjuk seorang pria tampan dan muda dan tentunya menarik perhatian semua orang, yang duduk bersama petinggi-petinggi lainnya.
Kehadirannya membuat banyak orang penasaran karena tak ada yang tahu identitas pria itu dan baru kali ini dia ikut dalam festival tersebut.
"Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi siapa dia?" gumam Arta dari balik panggung sambil mengingat-ingat wajah familier pria itu.
"Tampan sekali dia!" ucap Tania berdecak kagum sambil terus memandangi Pria tampan itu.
Pembawa acara memperkenalkan semua petinggi yang duduk disana. Tania sebagai perwakilan Grup Mahendra juga hadir disana dan yang lebih mengejutkan publik adalah kehadiran seorang pria bertopeng sebagai perwakilan dari perusahaan Whitegar yang rumornya mengalami kebangkrutan.
Grup Sanjaya milik Robin juga ikut andil dan diwakilkan langsung oleh Robin Sanjaya selaku penerus Sanjaya Grup.
Pada akhirnya, saat yang ditunggu sejuta umat pun tiba. Sang pemilik Star Company menampakkan dirinya ke hadapan publik. Biasanya dia akan ikut acara namun tidak sampai memberikan kata sambutan. Namun festival kali ini, pemilik Star Company menampakkan dirinya secara langsung dihadapan publik sebagai wanita misterius yang menjadi perbincangan hangat di kalangan bisnis maupun mayarakat.
"Mari kita Sambut Miss Chan pemilik Star Company untuk memberikan kata pembuka Festival bunga tahun ini!" seru pembawa acara diikuti tepuk tangan meriah dari pengunjung festival tersebut.
Seorang wanita berbalut gaun merah panjang dan tertutup namun tetap memberikan kesan seksi dan indah si pemakai, dilengkapi dengan high heels berwarna hitam pekat serta topeng yang menutupi bagian atas wajah wanita itu dan dilengkapi dengan lukisan di wajahnya melangkah dengan tegas dan percaya diri ke atas podium.
Wanita itu diikuti oleh seorang wanita lainnya yang berparas cantik, garis wajah tegas dan tubuh proporsional berbalut gaun navy blue yang pas ditubuhnya.
Kini seluruh mata tertuju kepada kedua wanita itu rasa penasaran menghantui setiap pengunjung disana. Terlebih lagi dengan semua petinggi yang duduk disana.
"Perkenalkan Saya Karina Anastasya F, Perwakilan Star Company. Mungkin sebagian besar petinggi dan pengunjung disini sudah mengenal wajah saya ini sebagai perwakilan Star Company,"ucap Karin si gadis wanita bergaun biru membuka kata sambutan.
"Hari ini dengan penuh hormat Saya perkenalkan Miss Chan pemilik asli Star Company!" ucap Karin menunjuk ke arah Gadis misterius yang adalah Arta.
Arta adalah pemilik sah Star Company, namun tak ada yang tahu identitasnya selain Karin dan Celo serta beberapa orang penting lainnya. Banyak yang mencoba mencari tahu sosoknya namun karena minimnya informasi tak ada yang berhasil menemukan data gadis itu.
Terdengar tepuk tangan meriah di seluruh penjuru festival. Festival hari itu juga disiarkan secara langsung di semua stasiun televisi.
Arta membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada seluruh pengunjung. Lalu membisikkan sesuatu kepada Karina.
Dia memilih tidak berbicara secara langsung supaya tidak ada yang mengenali identitasnya apalagi ada Tania, Robin serta perwakilan Whitegar dan pria familier perwakilan Mars Company.
"Baiklah saya akan menyampaikan perkataan Miss Chan," ucap Karin lalu mendekatkan telinganya ke arah Arta.
"Saya mohon maaf karena tidak dapat berbicara secara langsung. Saya sedang mengalami masalah tenggorokan maaf atas ketidaknyamanannya," ucap Karin meneruskan perkataan Arta.
"Kita patut mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kesempatan yang diberikan bagi kita semua di tempat ini, Saya juga mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh perusahaan yang ikut ambil bagian dalam festival tahun ini!" lanjutnya lagi hingga kata sambutan itu diakhiri dengan tepuk tangan yang sangat meriah.
Hari itu, Miss Chan alias Arta menjadi perbincangan hangat di seluruh media. Walaupun sudah menampakkan diri, rasa penasaran itu masih tetap menghantui seluruh pengunjung disana.
Acara berlangsung dengan tertib, tampak seluruh pengunjung menikmati festival yang diadakan selama 3 hari itu.
Para petinggi masing-masing perusahaan berusaha mendekati meja Karin dan Miss Chan sekedar untuk berkenalan dengan sosok misterius itu.
Namun tak ada yang bisa berdekatan secara langsung sebab mereka dikawal ketat oleh 6 orang bodyguard bertubuh besar dan tegap.
Mereka memperkenalkan diri dengan jarak 5 meter jauhnya dari meja Karin dan Miss Chan.
Tania dan Robin berjalan mendekati meja mereka.
"Hai Miss Chan, perkenalkan Saya Tania Mahendra pewaris tunggal Mahendra Grup dan ini kekasih Saya Robin Sanjaya pemilik Sanjaya Grup," ucap Tania tanpa tahu malu memperkenalkan dirinya sementara Robin hanya mengikuti Tania.
Arta menatap sinis dari balik topengnya melihat kesombongan pasangan itu. Tiba-tiba matanya tertuju kepada pria Tampan pemilik Mars Company yang terlihat gugup dan penuh keringat.
Pria itu berlari ke belakang panggung, mata Arta mengikuti pergerakan pria itu dan betapa terkejutnya dia saat mengingat wajah yang dikenalinya itu namun dengan penampilan yang benar-benar berbeda hingga sulit untuk dikenali.
"di dia kak Arkan!!" seru Arta dalam hati saat melihat pria tadi.
"Salam kenal nona Tania dan pak Robin! mohon maaf saya sedang terburu-buru apabila ada yang ingin kalian bicarakan silakan berbicara dengan asisten saya!" ucapnya dengan suara pelan dan dibuat-buat agar mereka tak curiga.
Arta beranjak dari tempat duduknya diikuti 4 di orang bodyguard menuju belakang panggung.
"Cih dasar wanita sombong!" ejek Tania pelan menatap malas ke arah Arta namun masih bisa didengar jelas oleh Karin.
"Mohon maaf Nona Tania apa perusahaan Anda ingin diratakan hari ini juga?" ucap Karin sinis namun masih tetap tersenyum.
Tania terkejut dengan ultimatum Karin, tubuhnya jelas bergetar ketakutan namun kesombongannya masih menguasai dirinya.
"Cih, kau hanya asisten! bekerjalah yang benar kalian tak akan pernah bisa mengganggu grup Mahendra apalagi kami akan bergabung dengan grup Sanjaya!" ucap Tania tak gentar.
"Ah ma maafkan dia nona, dia hanya salah ucap. Mohon jangan lakukan ucapan Anda tadi, kalau begitu kami permisi," ucap Robin menarik tangan Tania.
"Dasar manusia munafik!" ucap Karin kesal.
"Hey Tania! apa kau sadar dengan yang kau lakukan tadi?" bisik Robin pada Tania . Mereka kini tengah duduk di meja mereka.
"Memangnya kenapa sayang? bukankah kita lebih kuat dibandingkan Star Company ini jika kita bergabung tentunya," bisik Tania membalas ucapan Robin.
"Astaga Tania! kau melakukan kesalahan besar hari ini! Star Company termasuk dalam 10 besar perusahaan paling kuat di dunia. Mereka sejajar dengan Mars Company perusahaan besar itu!" jelas Robin frustasi dengan tindakan ceroboh Tania.
"Apa!!" pekik Tania terkejut hingga semua mata tertuju padanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Susan Handayani
semangat Thor 💪💪💪
2021-11-13
0
Lili Yoon
Uda keluarga whitegar paling kaya ditambah perusahaan Arta dan Arkan pasti tambah wooowwww
2021-09-16
7
kookv
banyak misterinya... jadi kepo lanjut....
2021-09-06
0