Arkan menatap wajah Arta sambil memperhatikan bekas luka di pipinya itu.
"gadis cantik" gumamnya dalam hati
Arta menyadari hal itu langsung menarik tangannya lalu terlihat mencari sesuatu dari dalam tasnya.
Arkan tersadar lalu langsung menarik tangan gadis itu.
"Cari apa?gak usah ditutupi cantik kok iya kan kak Roki," ucap Arkan seolah tahu isi pikiran gadis dihadapannya itu
"Iya gak usah dek, lagian gak ada yang lihat kok," Cetus Roki menanggapi perkataan Arkan.
"Tapi lihat pelanggan itu kak semuanya menatap ke sini," bisik Arta pelan sambil menyembunyikan wajahnya dibalik layar laptopnya.
"Hahahahah tenang dek, yang mereka tatap itu Arkan sama kakak. Coba lihat penampilan Arkan yang super cute ini pasti jadi perhatian banyak orang dan kakakmu yang super tampan ini juga tak kalah menarik hahah," celetuk Roki membuat Arta tersenyum mendengar ucapan konyol kakaknya itu.
Seperti yang dikatakan oleh Roki, penampilan cupu dan aneh Arkan serta penampilan super keren Roki menjadi pusat perhatian semua pengunjung cafe itu.
Melihat tatapan para pengunjung itu, Arta merasa tidak nyaman takut jika sampai merusak citra Star Cafe yang terkenal itu. Arta kembali mencari masker yang ia kenal tadi namun tak kunjung ia temukan.
Melihat kegelisahan Arta, sekali lagi Arkan seolah-olah mengerti. Dia berjalan ke belakang Arta lalu mengambil sebuah sapu tangan bersih dari kantong kemejanya dan mengikatkannya di wajah Arta hingga menutupi luka di pipi kanan gadis itu.
Arta yang terkejut dengan perlakuan Arkan hanya terdiam dan tidak menolak. Roki yang melihat perhatian Arkan tersenyum tipis menatap kedua sejoli itu.
"Nah gini nggak masalah lagi kan?" ucap Arkan menyelesaikan simpulan sapu tangan itu sambil merapihkan rambut gadis itu.
"Makasih kakak imut heheh," ucap Arta tersipu malu dengan perlakuan Arkan.
Arkan yang mendengar kata-kata Arta tersenyum bahagia lalu langsung kembali ke tempat duduknya.
"Sama-sama Arta," ucapnya tersenyum tulus.
"Arkan, Lu udah seperti cenayang aja ya tahu apa yang Arta butuhkan hahaha," ledek Roki.
"Kalian berdua ini sepertinya mencurigakan. Kalian udah saling kenal ya?" tanya Roki menyelidik interaksi Arkan dan Arta yang tidak biasa bagi orang yang baru saling kenal.
"Udah," ucap mereka bersamaan.
Roki membelalakkan matanya lalu menggebrak meja yang ada dihadapannya hingga membuat beberapa pengunjung terkejut. Roki langsung meminta maaf pada pengunjung yang merasa terganggu itu.
"Apa? Kapan?" tanyanya histeris.
"Barusan," ucap mereka lagi-lagi bersamaan.
"Bukan itu, maksud kakak sebelum kenalan disini?" ucap Roki penasaran.
"Ya belum lah kak," ucap mereka lagi-lagi bersamaan tanpa merasa bersalah membuat Roki kebingungan.
"Kita baru kenal disini loh Kak Roki, Kan Lo tau kak siapa aja yang dekat sama gue kecuali si ular beludak itu," tutur Arkan menjelaskan.
"Hahahah gue pikir kalian udah saling kenal, habisnya kompak gitu hahaha," tawa Roki mengingat Arkan dan Arta yang memang beberapa kali terdengar kompak menjawab semua pertanyaan Roki.
"Iya kak, kak Arkan benar," ucap Arta menambahi.
"Tapi apa kak Arkan gak malu duduk bareng sama Arta yang cacat ini," ucap Arta sendu sambil menundukkan kepalanya.
"loh kok mikir gitu sih dek?" tanya Roki tak habis pikir dengan adiknya.
"Kak Arkan gak malu tuh," jawab Arkan santai dengan pertanyaan Arta.
"Atau jangan-jangan kamu yang malu duduk sama cowok cupu, jelek dan aneh seperti kakak? " tanya Arkan kembali pada Arta.
"Kalau malu biar kakak pindah," ucap Arkan berdiri dari tempat duduknya.
Dengan cepat Arta menarik lengan pria itu dan menahannya supaya tidak pergi.
"Nggak kok kak, justru Arta senang karena kakak gak takut lihat wajah Arta," ucap Arta tulus.
"Nah gitu dong," ucap Arkan sambil menepuk pucuk kepala gadis itu.
"Ya udah duduk dulu kak," ucap Arta tersipu malu. Entah mengapa jantungnya berdegup begitu kencang saat Arkan memberi perhatian manis seperti itu. Padahal ini pertama kalinya mereka bertemu.
"Waduh jiwa jomblo-ku meronta-ronta melihat adegan ini arhhhhh," ledek Roki yang dihadiahi dengan sebuah pukulan oleh Arta dan tatapan tajam dari Arkan.
"Apaan sih kak jangan kumat deh," seru Arta sambil membenarkan posisi duduknya.
"By the way, kalian kenal Tania?" tanya Arkan mengingat kejadian tadi.
"Dia sepupu kita Ar, Lo kenal sama Tania?" balas Roki sambil mengunyah camilan yang terletak di atas meja itu.
"Dia sebenarnya orang yang dijodohkan denganku kak Rok, Ar" jawabnya sambil menatap ke arah Roki dan Arta secara bergantian.
"What? Lo mau dijodohin sama ular betina itu? Waduh gawat Lo Ar habis Lo entar, parah parah ini mah parah banget !" ucap Roki histeris mendengar perkataan Arkan.
"Mulai deh ni orang," seru Arta jengah dengan tingkah konyol kakaknya.
"Heheheh maklum dek, Kakak baru tau siapa calonnya si Arkan ini, tau taunya Mak lampir ihhhkk" ungkap Roki bergidik ngeri menanggapi ucapan Arta.
"Perjodohan ini udah berakhir kak Rok," cetus Arkan cuek.
"Kakak dengar kan ucapannya tadi. Sebenarnya gue udah tau selama ini dia gak suka sama gue," lanjut Arkan menjelaskan.
"Gimana Lo bisa tau Ar?" tanya Roki serius.
"Gue udah ngumpulin banyak bukti sejak 6 bulan yang lalu. Awalnya gue gak percaya kalau Tania jalan sama laki laki tadi, gue pikir pasti cuma sekedar teman. Sekitar 5 tahun yang lalu Tania juga kepergok jalan sama bule tapi ngakunya itu temannya," ungkap Arkan menjelaskan.
"Jadi gimana? Lo udah bicarakan dengan Om dan Tante?" tanya Roki.
"Sudah kak, tinggal ngambil tindakan berikutnya. Melihat reaksi Tania tadi, sepertinya perjodohan ini akan segera berakhir," balas Arkan dengan penuh keyakinan.
"Yang sabar bro, semua pasti ada penyelesaiannya. Lo harus tenang dan percaya sama Tuhan, banyak berdoa dan kalau perlu apa-apa tinggal hubungi gue atau Arta, kita siap membantu," ucap Roki menghibur sahabatnya itu.
"Wah hebat ya kak Roki, bisa ngomong gitu juga hahahha," ledek Arta pada kakaknya yang sangat jarang berbicara serius seperti itu.
"Heheheh kakak siapa dulu dong," seru Roki membusungkan dadanya dengan bangga.
"Thanks Kak Roki," seru Arkan sambil tersenyum menunjukkan giginya yang berpagar itu.
"Huahahahaha aduh Arkan Lo makin imut deh hahahah," tawa Roki saat melihat senyumnya Arkan itu sambil mencubit gemas kedua pipi Arkan.
"Baru tau Lo kak?" seru Arkan tak mau kalah.
Arta hanya tersenyum geli melihat interaksi dua orang dihadapannya itu. Arta banyak tertawa saat bersama dengan mereka berdua, entah rasa apa yang timbul dalam hatinya dia merasa nyaman bersama dengan Arkan begitupun dengan Arkan yang sesekali mencuri pandang dengan Arta. Hatinya begitu damai mendengar suara gadis itu.
Sementara itu, Tania yang sudah sampai di kediamannya di sebuah rumah mewah yang cukup besar menghentak hentakkan kakinya masuk ke dalam rumah itu.
"Mami !" teriak Tania memenuhi ruangan tamu rumah itu.
"Aduduh gadis cantik Mami udah pulang ternyata," seru Mami Tania menghampiri anaknya.
"Mami, Tania bisa kan batalin perjodohan sialan itu," seru Tania kesal.
"Loh kenapa sayang bukannya kamu suka sama Arkan?" tanya Mami Tania heran.
"Itu kan dulu mah, sewaktu Tania masih bodoh milih laki-laki. Dulu Tania suka sama Arkan karena Arkan tampan tapi makin hari, Arkan malah jadi jelek, cupu ihk amit amit deh suami Tania bentukannya seperti itu," ucap Tania bergidik ngeri membayangkan Arkan menjadi suaminya.
"Lalu bagaimana sayang? beberapa hari lagi acara kalian akan dilaksanakan," ucap Mami Tania.
"Mami mau punya menantu cupu seperti Arkan itu? yang gak bisa dibanggakan? aduh pokoknya Tania gak mau!" rengek gadis itu sambil menghentak hentakkan kakinya di lantai.
"Ya sudah kamu tenang aja, Mami dan Papi akan urus ini," ucap Mami Tania menenangkan putri semata wayangnya itu.
"Lalu bagaimana acara pertunangan itu Ma?" tanya Tania.
"Akan dibatalkan!" ucap Papi Tania yang baru saja sampai di rumah.
"Papi!" seru Tania menghampiri ayahnya itu sambil memeluk pria paruh baya itu.
"Aduh Anak Papi makin cantik saja, Sudah mau menikah ternyata," ucap Papi Tania.
" Menikah?" tanya Mami Tania.
"Iya Mi, Tania akan menikah dengan Robin Sanjaya anak pengusaha besar di kota ini," ungkap Papi Tania.
.
.
.
Like, vote, Koment 😊😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Cherry🍒
wah keren sih haha harta terossss orang kaya inih
2022-09-20
0
Susan Handayani
bagus deh perjodohan itu d batalkan 😁😁😁
2021-11-13
0
Nur Faizah
keluarg lucknut tu
2021-11-06
0