Sementara itu di sebuah rumah sederhana namun dengan fasilitas lengkap, seorang pria tengah berkutat dengan komputernya. Mengamati setiap gerak-gerik orang-orang dalam video itu.
"Oh ternyata kalian dalang dari semua ini! tunggu saja pembalasanku!" ucapnya sambil menggebrak meja dihadapannya.
"Sial! Sial! Sial! kupikir kalian orang baik! kalian menyiksa kami hanya karena harta? hahaahah lihat pembalasan kami!" geramnya lagi, kini kemarahan pria itu sudah memuncak , dia meraih ponselnya lalu mencari sebuah nama disana.
"Halo "
"Halo Kart" balas orang itu.
"Bagaimana festival itu? apakah berjalan lancar? bagaimana keadaan gadis itu?" tanyanya.
"Semua berjalan dengan baik, mereka juga ada disana dan gadis itu aman Kart, lalu bagaimana dengan Roki? kenapa kau yang muncul?" ucap si penerima telepon.
"Roki membutuhkan bantuanku, tenanglah dia sedang istirahat sekarang Karin" balas Kart.
"Baiklah, bagaimana perkembangan misi itu? sudah kau temukan?" tanya Wanita dibalik telepon itu.
"Sudah kutemukan, hanya perlu menambah bukti setelahnya kita beraksi!" ucap Kart dengan senyuman devilnya, Mata birunya menunjukkan sorot mata pembunuh.
"Kumohon lindungi diri kalian, jangan sampai terluka. Aku yang akan sakit jika kalian terluka!" ucap Karin sungguh-sungguh.
"Hei, bukan aku yang lemah tapi Roki!" balas pria itu.
"Terserah padamu, tapi aku tak ingin mendengar kalian mengalami hal buruk. jika itu terjadi mungkin aku akan segera menyusul kalian!" ucap Wanita itu mempertegas setiap kata-katanya.
"Hehh tenanglah nona Karin, kami akan baik-baik saja" ucapnya datar.
"Sudahlah dasar pria datar! oh iya apa kalian akan datang di acara pernikahan Si Gadis?" tanya Karin.
"Lihat saja nanti sayang, kami berikan surprise buat kalian. Tapi jangan beritahu gadisku itu!" ucapnya menyeringai.
"Terserah padamu!" ucapnya mengakhiri telepon secara sepihak.
"Dasar wanita ini!" decak Kart kesal.
"Gadisku, tunggu kedatangan kami," ucapnya tersenyum sambil memandang foto seorang gadis dalam ruangannya.
Di kediaman Arta, Jam menunjukkan pukul 19.00 Arta dan Arkan bergantian memandikan si kembar yang sudah terbangun.
Dengan hati-hati dan tanpa banyak bertanya mereka memandikan keduanya dengan telaten.
Setelah selesai memandikan si kembar mereka ikut membersihkan diri. Arta memakai pakaian kasual dan kali ini dengan nuansa Biru sedangkan Arkan memakai pakaian santai yang disiapkan Celo serta kacamata kembali bertengger di wajahnya.
Semuanya sudah rapi, mereka turun untuk makan malam. Setelah melakukan makan malam yang hening, Arta membawa tamu-tamunya ke ruang kerjanya.
"Sayang, kalian sudah kenyang?" tanya Arta
"Sudah Tante!" seru keduanya kompak.
Arkan dan Arta tersenyum mendengar suara ceria mereka.
"Josua, bisa kalian ceritakan tentang diri kalian? supaya Om Arkan dan Tante Arta bisa membantu kalian," seru Arkan.
Keduanya tertunduk sedih, tampak rasa takut dan raut kesedihan terlukis di wajah mereka.
Arkan turun dari kursinya lalu mensejajarkan tubuhnya di hadapan si kembar.
"Kalau kalian tidak mau, nggak masalah om gak akan maksa kalian,"ucapnya sambil tersenyum dan mengelus pucuk kepala mereka berdua dengan lembut.
"Emm kita mau kok om, tapi tolong bantu Jo dan Jen supaya tidak ketemu dengan penjahat itu," ucapnya sambil menatap sendu ke arah Arkan.
Arta yang mendengar hal itu langsung mendekati mereka lalu memeluk Jeni yang sedari tadi menunduk.
"Tenang sayang, Om dan Tante ada disini. Apapun yang terjadi Om dan Tante akan melindungi kalian," ucap Arta sambil memeluk Jeni dengan erat.
Jeni yang merasakan pelukan hangat dari seorang wanita menangis tersedu-sedu karena kini ia dapat merasakan pelukan dari seorang wanita yang selama ini tidak bisa ia rasakan sejak tragedi besar menimpa keluarga mereka.
"Sudah tenanglah sayang," ucap Arta mengelus rambut gadis kecil itu.
Akhirnya Arta dan Arkan mendengarkan dengan seksama cerita dan penderitaan yang di alami si kembar.
Flashback
Masa lalu Jo dan Jen
Josua dan Jeni atau dengan nama lengkap Josua Yehuda Hillary dan Jeni Yehuda Hillary adalah anak kembar dari pasangan Tobi dan Grace Hillary.
2 tahun yang lalu saat mereka sedang bertamasya ke kota Bunga sekaligus menghadiri festival bunga di kota itu, terjadi kecelakaan tragis saat mereka melintasi jalanan yang sudah gelap.
"Mommy lihat di depan!" teriak Jeni
"Astaga Dad, look at that car!" seru Grace pada suaminya.
"Shuuttt, jangan ribut kita perhatikan dari sini. Daddy sedang merekam," ucap Tobi sambil memantau dari kursi kemudi.
Mereka memperhatikan ada sebuah mobil yang diserempet hingga tak berbentuk. Disana terlihat sepasang suami istri yang sudah sekarat dan sepasang anak yang mengalami hal yang sama.
Ada mobil lain disana, terlihat seorang wanita dan pria seperti sepasang suami istri dan seorang gadis keluar dari mobil itu.
Mereka menghampiri mobil yang sudah hancur itu.
"Huahahahhah mati kalian!!" seru mereka tertawa terbahak-bahak melihat kejadian itu.
Tiba-tiba ada orang yang mengetuk kaca mobil yang dikendarai Tobi dan keluarganya.
"Hei buka! cepat atau ku bunuh kalian!" bentak pria bermasker hitam diikuti segerombolan orang bermasker hitam di belakang mereka.
Tobi menyalakan mesin mobilnya lalu berusaha kabur dari tempat itu.
Namun naas, saat mereka melaju sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menghantam mobil yang mereka kendarai.
Ckiiitt ptar tar tar
Terdengar mobil mereka kehilangan kendali hingga terjadi kecelakaan yang menyebabkan kedua orang tua Jo dan Jen meninggal di tempat.
Para penjahat itu mendekati mobil itu lalu memastikan apakah mereka sudah mati.
Kedua anak kembar itu masih selamat, sementara orangtuanya sudah bersimbah darah dan telah kehilangan nyawanya.
"Bawa kedua anak itu!" perintah gadis yang merupakan anak dari kedua orang itu.
Jo dan Jen dibawa paksa oleh penjahat penjahat itu, sementara orangtuanya dibiarkan disana.
Mereka menghapus semua bukti serta rekaman dasboard mobil yang ditumpangi Jo dan Jen.
Jo dan Jen dibawa lalu di jual dan dijadikan pelayan di rumah orang kaya yang membutuhkan anak.
Mereka mengalami penyiksaan di rumah itu, bahkan Josua dipaksa mendonorkan satu ginjalnya untuk anak orang kaya itu. Beruntung Jo anak yang kuat hingga ia bisa bertahan hidup disana.
Jeni dijadikan pembantu untuk menjaga anak orang kaya itu. Namun dia mendapatkan perlakuan keji, hampir setiap hari ia mendapat pukulan jika melakukan kesalahan.
Hingga saat mereka akan dibawa ke luar negeri, kebetulan festival sedang diadakan dan jalur jalan ditutup.
Para penjahat itu berhenti untuk melihat situasi dan jalur yang akan dilewati. Saat mereka lengah kedua anak itu berlari dan kabur menuju sebuah gedung, disanalah mereka bertemu dengan Arta dan Arkan.
Beruntung mereka bisa diselamatkan.
Flashback End
Arkan dan Arta turut sedih mendengar tragedi yang dialami oleh keluarga Hillary. Mereka tidak terlibat namun merek justru menjadi korban kekejian para penjahat itu.
"Lalu apa tidak ada keluarga yang bisa kalian hubungi nak?" tanya Arta yang mulai menangis. Dia sadar ternyata anak sekecil ini mengalami trauma yang sama seperti dirinya.
Mereka berdua menggelengkan kepalanya.
"Josua gak tau Tan, kakek dan nenek juga sudah lama meninggal," jawab Josua sedih.
"Astaga kasihan sekali kalian, hiks hiks hiks" ucap Arta memeluk keduanya, tangisnya tak lagi bisa ditahan.
"Mulai hari ini, kalian tinggal bersama kami," ucap Arkan memeluk mereka bertiga.
"Bolehkah om?" ucap Jeni menatap Arkan.
"Tentu Sayang," ucap Arkan tersenyum pada mereka berdua.
"benarkah Tante?"tanyanya lagi pada Arta.
"Tentu Sayang," ucap Arta semakin mempererat pelukannya.
" Terimakasih Om, Tan," seru mereka berdua kompak.
"Sama-sama sayang," jawab Arkan dan Arta bersamaan.
Josua dan Jeni tiba-tiba melepas pelukan mereka lalu berdiri di hadapan Arkan dan Arta.
"Tante, Om kami boleh tidak meminta sesuatu?" tanya Jeni malu-malu.
"Boleh, katakanlah Jen," jawab Arkan diikuti anggukan dari Arta.
"Hmm boleh kami panggil kalian Mama dan Papa ?" tanya Josua menunduk malu Sambil memegang tangan Arkan begitu juga Jeni sambil memegang tangan Arta.
Arkan dan Arta saling menatap, mereka tak menyangka si kembar ini akan meminta hal itu.
Arta dan Arkan tersenyum lalu kembali menatap mereka.
"Boleh sayang!" ucap keduanya serempak.
Josua dan Jeni mengangkat kepalanya, tampak mata mereka berbinar-binar mendengar perkataan kedua orang itu.
"Benarkah? yey Aku punya Mama dan Papa!" seru Jeni begitu girangnya.
"Terimakasih Papa dan Mama," seru Josua dan Jeni kompak.
Lalu mereka membuka kalung yang mereka kenakan, kemudian mengambil cincin merah dengan satu permata di atasnya. Mereka berdua memasangkan cincin itu ke jari manis kedua orangtua baru mereka.
"Wah cantik sekali sayang!" ucap Arta memandangi cincin itu.
"Itu Cincin peninggalan Mami dan Papi, mereka sempat memberikannya pada kami untuk kami serahkan pada orang yang tulus menjaga kami," jelas Josua.
"Baiklah akan kami jaga benda ini, mulai hari ini kalian adalah anggota keluarga Whitegar dan Kartier," ucap Arkan memperjelas status kedua anak itu.
Mereka semua berbahagia malam itu, Arkan dan Arta memantapkan hati mereka untuk melaksanakan pernikahan dan mengadopsi kedua anak itu.
Apakah ini akan menjadi awal yang baru bagi mereka? ataukah akan ada bencana yang lebih besar menimpa mereka?
.
.
.
like, vote ,koment 😊😊😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Lely Su
yg bunuh ortu arta psti om nya sndiri
2022-02-15
0
Nabila 😘😘
apakah Natan masih hidup?🤔
2021-11-20
3
Susan Handayani
kart dan Karin siapkah dia 😋😋😋
2021-11-13
0