Pagi hari yang cerah ditemani sinar matahari yang hangat. Seperti biasanya Arta kembali mengayuh sepedanya menuju Star Cafe tempat ia biasa menghabiskan waktunya sambil berkutat dengan laptopnya menyusun rancangan bisnis yang akan dia luncurkan.
Star Cafe yang sangat terkenal di kalangan masyarakat . Bahkan sudah memiliki cabang dimana-mana. Namun tidak ada seorang pun yang mengetahui pemilik asli Star Cafe itu. Rumornya, Star Cafe merupakan milik seorang wanita yang sangat kejam dengan lawan bisnisnya.
Arta duduk di kursi yang biasa ia pakai. Pelayan di Star Cafe itu sudah tentu tahu kalau kursi itu tidak boleh diberikan kepada orang lain atas perintah Manager mereka. Pagi itu Arta adalah pengunjung pertama.
"Hai Kak Arta!" Sapa seorang pria muda berumur 21 tahun yang adalah manager Cafe itu.
"Hai Celo!" balas Arta sebentar melihat pria itu lalu langsung mengalihkan pandangan ke Laptop di hadapannya.
"Apa kabar kak? udah lama kita gak ketemu," ucap Celo sambil duduk di kursi dekat meja Arta.
"Baik, Kamu?" balasnya masih tetap fokus pada pekerjaannya.
"As you can see sister!" serunya dengan semangat "Celo berangkat dulu ya kak, masih banyak kerjaan dari bos super cerewet itu!" ucap Celo dan langsung pergi meninggalkan Arta disana.
"Hati-hati Cel, bos-mu dengar entar di pecat kamu," serunya pada Celo yang sudah berjalan beberapa langkah.
Celo membalikkan badannya dan melihat ke arah Arta dan berkata "Bos gak akan rela Kak hahahah ".
Arta hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Celo.
tring tring tring
Terdengar dering ponsel Arta. Diambilnya ponsel itu dan dilihatnya nama penelepon itu. Sebuah senyuman terukir indah di wajahnya yang tanpa masker memperlihatkan bekas luka jahitan sepanjang 10 cm di pipi kanannya yang ditutupi rambut hitam gadis itu.
"Halo Kak," ucapnya.
"Halo Adek Kakak yang paling cantik heheh Apa kabar kamu?" balas penelepon bersuara laki-laki itu.
"Arta Sehat kak," jawabnya "Kakak gimana?" lanjutnya.
"Kakak Sehat Ar, kamu lagi dimana sekarang?" tanya laki-laki itu.
"Biasa kak di cafe hehehe," jawab Arta.
"Ok, Kakak kesana ya Ar. Oh iya kakak bawa teman boleh kan?" tanya pria itu lagi.
"Bolehlah kak, kan teman kakak buat apa ijin sama Arta, ada-ada aja kakak ini," balas Arta meledek kakaknya.
"Ya siapa tau kamu keberatan heheh," balasnya, "ya udah kakak datang jam 12 ya sambil makan siang," lanjutnya lagi.
"Terserah kakak deh," balas Arta.
"Oke bye bye Arta imut hahah," ucapnya.
"Bye kak," ucap Arta mengakhiri panggilan itu.
Arta melanjutkan aktivitasnya seperti biasa. Kali ini ia sudah mengenakan maskernya takut pengunjung tidak nyaman dengan dirinya sehingga mempengaruhi Cafe itu.
Sementara itu di kediaman Whitegar tampak beberapa orang sedang duduk di ruang makan menyantap sarapan pagi mereka.
Tampak seorang Pria Paruh baya berbadan tegap yakni George Whitegar memimpin sarapan pagi itu ditemani Seorang wanita cantik dan elegan yang adalah istrinya Lily Whitegar bersama kedua anak lelakinya Samuel Whitegar dan Arkan Lukas Whitegar.
"Arkan 2 Minggu dari sekarang, persiapkan dirimu untuk acara pertunangan dan seminggu berikutnya adalah acara pernikahanmu dengan Tania," ucap Papa George memecah keheningan di meja makan itu.
"Pa bisakah Arkan menolak?" tanya Arkan sopan tak ingin menyinggung Papanya itu.
Sontak mereka yang duduk di meja makan itu terkejut dengan pernyataan Arkan karena sebelumnya ia menerima dengan lapang dada pasal perjodohan ini.
"Berikan alasannya nak. Bukankah kamu sudah setuju dijodohkan dengan Tania? tapi kenapa kamu malah menolak?" tanya Papa George pada anak keduanya itu.
"Hanya saja Arkan ragu pa, Tania sepertinya tidak mencintai Arkan apalagi melihat penampilan Arkan yang seperti ini dia pasti malu punya calon suami seperti Arkan," tuturnya berusaha agar perjodohan itu dibatalkan.
"Tania sepertinya mengincar harta Keluarga kita Pa," tambahnya meyakinkan keluarganya.
"Loh kok gitu nak?" tanya Mama Lily yang tak habis pikir dengan penuturan Arkan.
"Arkan pokoknya gak mau pa ma, please jangan paksa Arkan," ucapnya memohon pada kedua orangtuanya.
"Emang ada apa sih Ar? lagian gak mungkin kita batalkan perjodohan ini secara sepihak. Pihak keluarga Tania pasti akan merasa kecewa Ar, apalagi mereka teman Papa," jelas Samuel sambil menatap heran dengan adiknya.
"Tapi Kak, Tania gak suka sama Arkan dia terima perjodohan ini hanya karena harta keluarga kita Pa, Ma, Kak Sam," cetus Arkan menatap keluarganya satu persatu.
"Arkan buktikan kalau omongan kamu itu benar, baru Papa akan bertindak. Kalau kamu mengambil keputusan sepihak seperti ini bisa bisa kamu mengecewakan pihak lain!" ucap Papa George tegas dan penuh penekanan.
"Pikirkan dengan matang nak, jangan memberikan tuduhan yang tidak berdasarkan fakta, mereka itu teman Papa," lanjut Papa George
"Benar apa kata Papamu nak, Kamu sudah dewasa buatlah keputusan yang tidak merugikan orang lain. Apalagi keluarga Tania adalah salah satu rekan bisnis kita" timpal Mama Lily.
"Ar, Kakak mendukung apapun yang jadi keputusan kamu," ucap Samuel.
"Pikirkan dengan baik bro!" lanjutnya lagi.
"Thanks Pa, Ma ,Kak Sam, Arkan akan buktikan kalau Tania bukan orang yang tepat buat Arkan," tekad Arkan bulat untuk membatalkan perjodohan itu.
"Lalu bagaimana dengan acara yang sudah disusun Pa?" tanya Mama Lily.
"Entahlah Li," ucap Papa George pada istrinya.
"Bagaimana rencana-mu nak?" tanya Papa George seraya menaikkan satu alisnya.
"Arkan sudah merencanakan ini sejak lama pa," cetusnya.
"Apa rencana-mu Ar?" tanya Samuel penasaran.
"Lebih baik kita lanjutkan sarapan kita dulu kak Arkan Lapar hehehe," jawab Arkan cengengesan sambil melanjutkan sarapannya.
"Ya sudah Makan dulu, nanti kita bicarakan rencana selanjutnya," ucap Mama Lily.
"Siap bu bos!" seru Papa George, Samuel dan Arkan bersamaan yang membuat Mama Lily tersipu malu.
Mereka pun menghabiskan sarapan mereka dengan tenang. Setelah selesai sarapan, Arkan dan Papa George melanjutkan pembicaraan mengenai rencana Arkan.
Sementara Mama Lily sudah berangkat bersama Samuel sebab ada rapat mendesak yang harus mereka hadiri.
Begitulah keluarga Whitegar yang saling mendukung satu dengan yang lain. Apabila ada suatu keputusan yang harus diambil maka seluruh keluarga akan membantu menyelesaikan masalah itu.
Kasih sayang dan kekayaan orang tua Arkan tak membuat Samuel dan Arkan jadi anak yang sombong.
Mereka berdua justru tumbuh menjadi anak yang cerdas, sigap, teliti, tegas dan berprinsip.
Arkan dan Samuel memiliki karakter yang sama, tegas, berwibawa dan dingin, yang membedakan mereka hanya penampilannya saja.
Dari segi penampilan Samuel jauh berbeda dengan Arkan yang cupu, Samuel mempunyai kharisma serta ketampanan yang luar biasa hingga mampu menarik perhatian siapa pun.
Sedangkan Arkan adalah tipe orang yang banyak diam dan memendam semua masalahnya serta hanya punya sedikit sekali teman.
Bukannya tak mau bergaul dengan orang lain, Arkan tidak bisa menemukan orang yang cocok untuk membagi masalahnya selain keluarganya.
Penampilan Arkan yang cupu tak pernah dipermasalahkan oleh kedua orangtuanya serta kakaknya. Mereka tidak keberatan dengan hal itu selama Arkan nyaman dengan dirinya.
Mereka tentu tahu alasan dibalik penampilannya yang aneh itu tapi itu bukanlah masalah selama karakter Arkan tidak berubah.
Setelah Arkan selesai dengan urusannya, Arkan bertemu dengan Roki di Apartemen milik Roki. Mereka bertemu karena ajakan Roki untuk mengenalkan adiknya kepada Arkan berhubung kepergiannya yang tinggal menghitung hari.
.
.
.
.
Like, Koment dan Vote terimakasih 😊😊😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Endrik Efendi
penasaran...lanjut thor
2022-01-07
0
Susan Handayani
lanjut Thor 👍👍👍
2021-11-13
1
Lili Yoon
penasaran rencana Arkan utk membatalkan pertunangan nya
2021-09-16
0