Aduh Anak Papi makin cantik saja, Sudah mau menikah ternyata" ucap Papi Tania.
" Menikah?" tanya Mami Tania.
"Iya Mi, Tania akan menikah dengan Robin Sanjaya anak pengusaha besar di kota ini," ungkap Papi Tania yang sontak membuat Fanya terkejut.
"Lalu perjodohan dengan keluarga Whitegar bagaimana Pi?" tanya Mami Tania.
"Perusahaan mereka sudah tidak ada harapan, bagaimana mungkin kita menikahkan putri semata wayang kita kepada orang miskin," ucap Papi Tania mengejek.
"Tidak ada harapan bagaimana Pa? bukankah mereka perusahaan terbesar di negeri ini?" tanya Mami Tania.
"Iya sampai Kemarin malam mereka masih yang terbesar, tetapi pagi ini sudah terdengar desas desus tentang kebangkrutan secara besar-besaran di perusahaan Whitegar. Seluruh aset perusahaan mereka telah diambil alih oleh pemerintah dan pihak swasta," jawab Papi Tania menjelaskan.
"Syukurlah berita itu cepat tersebar, Tania tidak harus menikah dengan Arkan," tukas Mami Tania.
"Iya Ma, dan Robin adalah pria yang Tania suka, Mami dan Papi pasti bangga punya menantu seperti Robin," seru Tania girang.
"Tentu saja Sayang," ucap Papi Tania bangga sambil mengelus pucuk kepala putrinya itu.
"Lalu bagaimana dengan keluarga Whitegar? undangan juga sudah terlanjur disebar Pi,Mi? Apa yang akan kita lakukan?" tanya Tania bingung karena undangan sudah disebar.
"Tenanglah sayang, acara pertunangan itu akan menjadi acara pertunangan mu dengan Robin. Papi akan membatalkan perjodohan dengan Arkan, biar Papi yang urus kamu persiapkan dirimu seminggu lagi keluarga Arkan akan datang membicarakan pertunangan itu!" tegas Papi Tania pada anaknya.
"Baik Pi, tapi apa boleh Tania undang Robin Pi?" tanya Tania.
"Oh tentu boleh sayang, sekaligus kita perkenalkan calon suami yang pantas untuk kamu kepada keluarga Whitegar," jawab Papi Tania dengan bangga.
"Baiklah Pi, Mi. Terimakasih banyak Tania sayang Papi Mami" ucapnya sambil memeluk erat kedua orangtuanya itu.
"Kami juga sayang padamu nak," ucap Mami Tania menyambut pelukan anaknya sementara Papi Tania hanya tersenyum bahagia memeluk keluarganya itu.
...---------------------...
Seminggu telah berlalu, seluruh pebisnis di negeri itu sedang dihebohkan dengan berita tentang Kebangkrutan besar-besaran perusahaan milik keluarga Whitegar. Bagaimana tidak? sebuah perusahaan paling berpengaruh di negeri itu bisa tumbang hanya dalam beberapa hati karena issue tentang hutang yang melilit perusahaan besar itu.
Namun kerusuhan itu hanya terjadi di luar perusahaan Whitegar. Suasana tampak begitu tenang di perusahaan tersebut.
Seluruh perwakilan dari setiap departemen perusahaan tersebut dikumpulkan dalam satu aula, tempat dimana biasanya perusahaan melakukan rapat secara besar-besaran dengan setiap perwakilan dari masing-masing departemen.
Tak ada satupun karyawan yang gusar karena berita yang sedang menjadi perbincangan orang-orang di seluruh negeri itu.
Setelah menunggu 15 menit, Presdir Perusahaan Whitegar diikuti beberapa orang anak muda dan Istri sang Presdir Mrs.Lily Whitegar.
"Selamat Siang, terimakasih telah memberikan waktu untuk berkumpul di aula ini." ucap asisten Mr.George bernama Irwan membuka rapat hari itu.
"Seperti yang Bapak dan Ibu sudah dengar,berita mengenai Pengambilalihan perusahaan ini adalah benar, namun bukan oleh Pemerintah namun oleh beberapa pihak," jelas Irwan.
"Sejak hari ini, Perusahaan Whitegar diambil alih oleh Putra Presdir George yaitu Bapak Samuel Whitegar sebagai salah satu pemegang saham terbesar di perusahaan ini" jelas Irwan memperkenalkan Samuel.
"Selanjutnya Bapak Samuel akan didampingi oleh Mr. Lu," jelasnya memperkenalkan seorang Pria dengan tubuh tinggi dan tegap namun memakai topeng menutupi wajahnya sehingga tidak dikenal oleh para karyawan.
"Kemudian beliau adalah Asisten Kath dan Tito yang akan mendampingi Bapak Samuel dan Mr.Lu," jelasnya memperkenalkan asisten yang ikut bersama mereka.
Setelah memperkenalkan semua pemegang kendali perusahaan, Mr. George mengambil alih podium.
"Kami sangat menantikan kerja keras saudara saudari sekalian untuk memajukan perusahaan ini," Jelasnya.
"Saya Goerge Whitegar selaku Presiden Direktur Perusahaan Whitegar dengan ini menyatakan mengundurkan diri dengan segala kekurangan saya. Saya mohon maaf apabila di hari sebelumnya saya banyak melakukan kesalahan. Terimakasih atas kerja sama Anda semua," ucap Mr.George.
"Dan satu lagi yang perlu kalian ketahui, saya bukannya tidak mampu memimpin perusahaan ini tapi saya terlalu lama menganggurkan istri tercinta saya, saya ingin menikmati hari tua saya Hahahah," celetuk Mr. George menatap istrinya sambil terkekeh dengan penuturannya sendiri diikuti tawa ringan para karyawan yang menyaksikan hal itu.
Terdengar tepuk tangan meriah di seluruh ruangan bahkan seluruh isi kantor sebab penyerahan perusahaan itu disiarkan secara langsung di seluruh perusahaan itu. Namun akses media luar ditutup rapat-rapat.
Terlihat seluruh ruangan itu penuh haru dan juga tawa tentunya, sebab Mr. George adalah pimpinan yang sangat dihormati bukan karena kekejamannya yang terkenal di dunia luar.
Namun, Mr. George adalah sosok yang sangat rendah hati, dekat dengan karyawannya serta dianggap sebagai penolong bagi setiap karyawan.
Samuel maju ke depan lalu mengambil alih podium setelah Mr. George mengakhiri pidato dan candaan ringannya.
"Selamat Siang, terimakasih atas kepercayaan yang di berikan. Saya sangat menantikan kerja sama dengan Bapak Ibu sekalian," Seru nya penuh penekanan menunjukkan aura kepemimpinan yang dingin, tegas dan berkarisma namun tetap dengan nada rendah hati.
Kembali lagi terdengar tepuk tangan riuh di seluruh perusahaan tersebut menyambut pemimpin baru mereka.
"Wah Presdir baru kita sangat tampan ya," ucap seorang karyawati.
"Iya manis lagi heheh," sahut yang lain.
"Waduh mau gak dia sama gue," seru wanita lain.
"Hus jangan mimpi deh," ledek yang lain.
"Tapi Mr. Lu itu misterius ya? gue penasaran sama wajahnya kenapa pakai topeng segala?" tanya salah seorang karyawati itu.
"Hei apa kalian mau mengubah kantor ini jadi tempat gosip hah?? cepat kembali ke pekerjaan kalian!!" hardik seorang manager bernama Sani pada bawahannya itu.
"Siap Bu!" ucap mereka bersamaan.
Begitulah pengambilalihan perusahaan itu dilaksanakan, tak ada rasa khawatir di hati para karyawan meskipun berbagai berita buruk beredar di luar sana.
Mereka seolah yakin dengan kemampuan para pemimpinnya. Samuel kini menjadi idola baru bagi para karyawan wanita di kantor itu. Tentu saja karena parasnya yang menarik perhatian serta karisma kepemimpinannya yang terpancar.
Dan sosok misterius Mr.Lu menjadi perbincangan hangat di antara para karyawan.
.
.
Roki telah berangkat ke Amerika untuk menyelesaikan pekerjaannya beberapa hari yang lalu.
Seperti biasa, Arta gadis berusia 23 tahun itu nongkrong di Star Cafe tempat favoritnya namun kali ini tampak suasana berbeda di sudut ruangan itu.
Arta terlihat sedang duduk bersama seorang pria berkacamata, dengan kemeja longgar yang dimasukkan ke dalam celana jeans keluaran lamanya serta sederet gigi putih dengan pagar hijaunya. Dia adalah Arkan si pria cupu.
Terdengar obrolan ringan diiringi candaan yang tak biasanya terdengar dari sudut ruangan itu. Entah sejak kapan mereka sedekat itu.
Arta telah dititipkan kepada Arkan oleh Roki karena kepergiannya ke Amerika akan memakan waktu.
Rasa khawatirnya tak bisa dibendung mengingat segala kelakuan busuk keluarga om dan tantenya yang selalu ditutupi oleh Arta namun dengan kejelian Roki, segala sesuatu tentang Arta pasti akan tersampaikan padanya bahkan kondisi saat ini.
Saat tengah mengobrol, Celo manager Star Cafe menghampiri mereka berdua dan duduk di salah satu kursi di sudut ruangan itu.
"Hai Kak Arta, Cie bawa pacar gak bilang-bilang," goda Celo menghentikan obrolan mereka.
"Jangan mulai deh Cel,Oh iya kenalin ini Kak Arkan teman kak Arta," ucap Arta memperkenalkan Arkan.
"Halo kak Arkan, aku Celo adek gantengnya kak Arta heheh," seru Celo memperkenalkan dirinya.
"Hai Celo, Panggil aja kak Arkan," ucapnya sambil membalas jabatan tangan Celo.
"Eh by the way aku jadi ganggu kencannya ya heheh," oceh Celo yang membuat wajah keduanya merah padam.
"Celo apaan sih?" seru Arta menahan malu.
"Nggak kok Cel, tapi malah gue yang nge ganggu deh Cel," ucap Arkan sendu.
"Loh loh kok gitu Kak Arkan?" tanya Celo bingung begitupun Arta.
"Secara penampilan gue kan gini," ucapnya menunjuk wajah dan penampilan cupunya.
"No no no kak! jangan mikir gitu, gue bukan tipe orang yang lihat casingnya mending casingnya jelek, buruk rupa tapi dalemnya limited edition!" seru Celo menanggapi Arkan.
"Tapi kan..."
"No no no kak, jangan ngomong gitu kita bertiga punya pengalaman yang sama. Sama-sama dikucilkan karena penampilan fisik tapi dari situ kita tahu siapa kawan siapa lawan kita" jelas Celo panjang lebar.
"Thanks ya," balas Arkan tersenyum lebar menunjukkan gigi berpagar-nya itu.
"Akhirnya gue menemukan orang-orang tulus yang nggak pandang bulu. Thanks God for your Gift," Gumam Arkan dalam hatinya.
"Hahahah lagian kak Arkan apaan sih pakai minder segala. Kakak itu imut tau!" ucap Arta gemas dengan perilaku Arkan.
"Heheheh iya makasih cantik!" seru Arkan sambil mengacak-acak rambut Arta membuat semburat merah muncul di pipinya.
"Cie cie hahahha pasangan baru nie!" ledek Celo melihat tingkah sejoli itu.
"Celo!" ucap mereka berdua bersamaan dan diakhiri dengan gelak tawa ketiganya.
.
.
.
Like, Vote dan koment, 😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Susan Handayani
akankah s Arkan-arta jadian 💞💞💞
2021-11-13
0
Lili Yoon
pasti Mr lu itu si Arkan ya Thor ?
2021-09-16
10
Ina Nanik
Seru kak
Semoga arta jadi sama arkan
2021-07-20
0