Plakk...
Di kediaman Mahendra, tampak Arta tengah meringis kesakitan akibat tamparan keras di pipinya yang dilakukan oleh Fanya tantenya.
"Kenapa kau bawa anjing menjijikkan itu kesini sialan!!" bentak Fanya sambil menarik rambut Arta dengan kuat hingga membuat sebagian rambutnya rontok.
"Arghhh.....ampun Tan, am...punn!!"mohon Arta meringis kesakitan.
"Ampun kau bilang hah? Lihat ini jalang!!!" kesal Tania sambil menendang perut Arta hingga gadis itu tersungkur di lantai dapur rumah itu.
"Apa matamu itu juga ikut cacat hah? lihat sepatu kesayanganku lecet gara-gara anjing sialan itu Cacat!" kesal Tania sambil mengangkat sepatunya yang hanya tergores sedikit itu pun bukan karena kesalahan Domi si anjing kecil yang diselamatkan Arta di jalan.
"Ma..maafkan aku Tania akan kuganti," mohon Arta sambil memegangi perutnya yang terasa nyeri akibat pukulan Tania tadi.
"Kau ganti dengan apa anak sialan!!" kesal Fanya kembali menyiksa Arta.
Arta menahan rasa sakit di tubuhnya,ia tak sanggup lagi melawan dan hanya bisa pasrah dengan siksaan yang diberikan Tante dan sepupunya.
"Mami.. lihat ini hiks hiks, ini sepatu kesayanganku!" rengek Tania mengadu pada Fanya membuat wanita itu semakin marah.
"Memang dasar kau anak sialan!! orangtuamu memang tidak mendidik mu dengan baik hingga sifat menjijikkan mereka turun ke dirimu cuih!!"hina Fanya sambil meludahi Arta.
"Mami, kemarin dia juga berusaha menggoda Robin saat kami memberinya undangan pernikahan," rengek Tania lagi yang membuat Fanya naik pitam, sementara Tania tersenyum bahagia rencananya berhasil untuk menyiksa gadis itu.
"Apa!!" teriak seorang pria paruh baya yang sontak menghentikan Fanya yang bersiap menampar Arta.
"Papiii...hiks hiks hiks," rengek Tania dengan air mata buayanya.
Jaya memeluk anaknya dengan lembut, "jangan menangis biar Papi yang selesaikan ini!" tegas Jaya Mahendra dengan tatapan Pembunuh menatap Arta yang sudah acak-acakan tersungkur di lantai.
Arta gemetaran, ia ketakutan melihat tatapan Pembunuh yang diarahkan Jaya pada dirinya.
"Ampun Om...hiks hiks....am..pun," mohon Arta tersungkur di bawah kaki tuan besar Mahendra.
Plak....plak...plakk
Tiga tamparan bertubi-tubi menghantam pipi gadis malang itu.
"Arhkkkk.....sakit Om," Arta meringis menahan rasa sakit akibat jambakan Mahendra.
"Kau sama saja seperti kakakku yang sudah jadi bangkai itu, sama-sama perempuan jalang!!" hina Jaya tepat di telinga Arta.
Gadis itu meringis kesakitan, air matanya membasahi pipinya sungguh ia ingin mati saja rasanya daripada harus menerima siksaan dan hinaan dari keluarga ini.
"Bawa dia dan bersihkan si cacat itu, aku akan menikahkannya dengan orang itu!!" perintah Jaya Mahendra pada pelayan di rumah itu
"Aku tidak mau!!" teriak Arta dengan suara seraknya.
"Kau jangan banyak tingkah Cacat! jika tidak Kakakmu akan menanggung semuanya!" bisik Jaya Mahendra menggunakan senjata pamungkasnya jika Arta menolak melakukan perintahnya.
"Hiks..hiks...hiks ja....jangan apa-apakan kakakku aku mohon tuan !" pinta Arta memohon meski tubuh dan hatinya sudah sangat lelah.
"Aku...aku akan melakukan apapun, kumohon jangan kakakku tuan hiks hiks hiks," pinta Arta memohon belas kasih manusia iblis di hadapannya itu.
Jaya, Tania dan Fanya tersenyum puas, tanpa memaksa mereka bisa melakukan rencana mereka untuk menggantikan Tania bertunangan dengan Arkan.
FLASHBACK
"Pa, apa rencana Papi?" tanya Tania.
Mereka duduk di ruang santai menikmati kudapan sore mereka.
"Kita akan gantikan posisimu dengan Arta, Papi gak mau nama Mahendra jelek karena gagalnya pertunangan mu dengan Arkan," jelas Jaya Mahendra.
"Tapi apa dia akan menurut Pa?" tanya Fanya khawatir rencana mereka tidak berjalan mulus.
"Dia pasti mau, kita akan ancam gadis itu. Kelemahannya adalah Kakaknya yang berandalan itu," jelas Jaya dengan senyuman smirk di wajahnya.
"Aku setuju Pi,Mi lagian mereka adalah pasangan yang serasi hahahhah," ejek Tania mengingat wajah cupu Arkan disandingkan dengan wajah cacat Arta.
"Baguslah lalu bagaimana kita menjalankan rencana kita, tentu kita harus membuat dia tersiksa dahulu karena gadis ini sangat sulit diajak berbicara," ucap Fanya.
"Hmmm, sepertinya kita korbankan saja sepatuku ini Mi, kita akan jebak gadis sialan itu hahahah," usul Tania dengan ide cemerlangnya yang langsung disetujui oleh Fanya.
"Bagus sekali, Sebentar lagi dia sampai kita akan jalankan rencana kita!" ucap Jaya Mahendra.
Tak beberapa lama Arta datang membawa seekor anjing kecil yang ia selamatkan saat perjalanan pulang.
Melihat kesempatan itu,Tania mrobek sedikit sepatunya lalu sengaja meninggalkannya dekat meja seolah-olah anjing itulah yang merusaknya.
FLASHBACK END
"Bawa dan bersihkan jalang itu!" perintah Jaya Mahendra pada kedua pelayannya.
"Lepaskan!! aku bisa sendiri," ucap Arta menahan sakit di tubuhnya.
"Cih sudah begitu masih saja kau sombong,dasar pelacur!" hina seorang pelayan yang hanya bisa didengarnya dan juga Arta.
Arta tak mengindahkan perkataan pelayan itu,ia masuk ke dalam kamarnya sambil membawa anjing kecil yang pincang akibat pukulan Tania sebelumnya.
Arta masuk ke dalam bilik kecil, lebih tepatnya gudang penyimpanan yang sangat sempit. Ia membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya.
Tampak jelas luka bekas tamparan membiru di seluruh sisi wajahnya, rambutnya rontok dan kulit kepalanya berdarah. Perutnya masih sakit akibat tendangan Tania tadi, perlahan lahan air matanya kembali mengalir, tubuhnya tersiksa begitupun dengan hatinya.
"Hiks...hiks..hiks.., Pa, Ma, Kak Roki Arta gak kuat huhuhuhu," tangis Arta merenungi nasibnya yang sangat tragis. Dia tak mau mengadu pada kakaknya, ia takut keluarga Mahendra akan membahayakan sang kakak.
"Aku tak tahu nasibku akan seperti ap hiks, entah pada siapa aku akan dinikahkan orang-orang itu arghhhh aku tidak kuat hiks hiks hiks," tangisan gadis itu begitu pilu. Tak ada yang peduli dengannya bahkan teman pun ia tak punya, ia menyimpan rapat rasa sakitnya dari orang-orang dekatnya.
Keluarga Mahendra tertawa puas karena rencana mereka berhasil membuat gadis itu menurut pada perintah mereka.
Akhirnya tamu yang ditunggu pun tiba, keluarga Whitegar tiba dengan menaiki sebuah mobil sederhana. Jaya, Fanya dan Tania bergidik ngeri membayangkan jika mereka akan berbesan dengan orang miskin seperti mereka.
Mereka dipersilahkan masuk ke dalam ruang tamu oleh Pelayan keluarga itu.
"Selamat datang George," ucap jaya berdiri menyapa teman lama sekaligus koleganya dengan senyuman palsu. Sementara Fanya dan Tania hanya duduk diam, sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing.
"Sungguh keluarga yang tidak beradab!!" gumam Mama Lily dalam hatinya melihat Fanya dan Tania yang tak menggubris mereka.
"Silahkan duduk !" ucap Jaya.
"Astaga sungguh mereka menunjukkan sifat aslinya setelah berita itu!!" gumam Samuel menatap tajam ke arah Tania dan Fanya.
"Kemarin saja ular beludak ini terus menempel padaku, saat tahu keluarga kami bangkrut melihatku pun kedua jalang ini tidak cih!!" seketika jiwa bar-bar terpendam Mama Lily bangkit melihat tingkah dua wanita siluman di hadapannya.
"Langsung saja pada intinya George, aku ingin membatalkan pertunangan anak-anak kita," ucap Jaya dengan tegas.
Brakk.....
"Apa!!" teriak Papa George menggebrak meja di hadapannya tanda tidak setuju dengan ucapan Jaya.
"Wah Papa aktingnya masih hebat ya! Mama makin cinta deh!" gumam Lily sambil tersenyum simpul melihat ulah suaminya yang membuat semua orang di ruangan itu tersentak kaget.
"Aku padamu Papa!!" teriak Samuel bangga dalam hatinya.
"Seandainya ada yang merekam ini, Papa bisa mendapat penghargaan Oscar sebagai CEO paling hebat dalam akting," gumam Arkan menatap intens Papanya.
"Kami butuh bantuanmu Jaya! kau lihat kan berita pagi ini? hanya dengan perjodohan ini Whitegar bisa selamat!" ucap Papa George menurunkan nada bicaranya.
"Tolonglah kami Jaya!" pinta Papa George dengan nada memohon.
"Maaf George, aku tak bisa membantumu, Tania akan kunikahkan dengan anaknya Sanjaya Hartono!" tegas Jaya menolak permintaan keluarga Whitegar.
"Bukankah kita ini teman?teman harusnya saling membantu Jaya!" ucap Papa George lagi dengan nada memohon.
"Maaf George!! aku tak Sudi punya besan orang miskin seperti kalian! selain itu aku tak Sudi anakku menikah dengan pria cupu itu!!" bentak Jaya menatap Papa George dan Arkan secara bergantian.
"Jeng saya mohon bantulah kami, bukankah kita teman dekat? kumohon," tambah Mama Lily yang ikut dalam sandiwara ini.
"Cih, aku tak Sudi. Dulu kita teman tapi seka aku tak mau berteman dengan wanita miskin dan jelek sepertimu!" ejek Fanya memandang rendah ke arah Mama Lily yang membuat Samuel dan Arkan mengepalkan tangannya karena mendengar Mamanya direndahkan.
"La..lalu bagaimana dengan nama keluarga?kami akan sangat malu jika pertunangan ini dibatalkan, kalian juga akan malu bukan?" ucap Mama Lily menambahi
"Masalah itu kami punya solusi, setidaknya nama keluarga kalian tidak akan sejelek itu," ucap Jaya Mahendra.
"Apa solusimu Jaya?" tanya Papa George penasaran.
"Kami akan membantu perusahaan kalian dengan syarat,Arkan tidak bertunangan dengan Tania, tapi dia harus menikah dengan gadis itu!" ucap Jaya menunjuk Arta yang sudah dibawa oleh pelayan sesuai dengan kode yang ditunjukkan Fanya sebelumnya.
Semua mata menoleh ke arah Arta, mereka terkejut dengan penampilan Arta yang mengenaskan.
"Arta!! apa yang mereka lakukan pada gadis itu? astaga lihat wajahnya, Kak Roki maafkan aku tak menjaga adikmu dengan benar," sesal Arkan dalam hatinya, ia begitu sedih melihat tubuh Arta yang penuh dengan luka lebam.
"Kasihan sekali kamu nak,"lirih Mama Lily dalam hatinya.
"Apa!! apa maksudmu Jaya, bagaimana mungkin Arkan menikah dengan gadis itu!?" ucap Papa tak setuju.
"Kalian harus mau, jika tidak kami akan membuat perusahaan kalian semakin buruk!" ancam Jaya.
"Kau! bagaimana ini arhkk, apa kau setuju Arkan?" tanya Papa George beralih pada Arkan.
"Kenapa kau bertanya padanya? kalian kan memang harus menerima ini tuan George yang terhormat," ledek Fanya.
"Karena dia yang akan menjalani pernikahan ini Nyonya Mahendra!!" tegas Papa George.
Lama mereka terdiam hingga akhirnya Arkan membuka suara.
"Aku setuju," ucapnya lantang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Like,Vote dan komen, 😊😊😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments
Susan Handayani
oke Arkan kau menolong s Arta dr penderitanya 😂😂😂
2021-11-13
0
Lili Yoon
Thor aku suka idemu ini Ter, hari ini keluarga Mahendra akan senang but liat nanti siapa yg akan bertekuk lutut sama keluarga Arkan
2021-09-16
0
Obibibi
aku sukak gaya penulisannya, aku masuk dan larut ke alur bacaannya eheheh
2021-09-13
0