Theo yang selalu menghindari aletta, karna ada sesuatu yang membuatnya seperti itu. Hari ini adalah tepat setahun ibu nya meninggalkan theo dan selama itu pula perasaan benci theo pada aletta semakin membesar.
"Bro entar pulang lo ada acara gak?" rino bertanya pada theo,
"Ada" theo yang emang gak suka ribet+berbelit-belit langsung jawab pertanyaan rino.
"Ah elah kaku banget lo" rino mendengus karna kesal,
"Kenapa?" theo yang gak tau akhirnya tanya ke rino.
"Gue mau ngajak lo main, ayolah ikut gue mau ketemu cewek" rino tipe orang yang gugup kalo ketemu cewek yang dia sukai.
"Lo mau kejadian kaya dulu lagi?" theo yang ingat kejadian lalu pun bertanya pada rino, gimana kalo kejadian lagi?
"Ah ya kagak sih, kalo gitu kan bisa tau dia serius sama gue apa kagak" rino masih kekeuh mengajak theo.
"Ck dibilang gue ada urusan" theo menyentil dahi rino dan tersenyum miring,
"Palingan lo main game tuh" rino menyentuh dahinya dengan ekpresi kesalnya.
"No, sekarang tepat 1 tahun mama ninggalin gue" theo menunduk mengingat wajah ibunya, rino yang sadar situasi pun mengalihkan topik.
"Ah ya udah, gimana kalo besok minggu kita main ps skuy di rumah lo" rino berusaha menghibur sahabatnya.
"Ngapain di rumah gue dah" theo yang sudah kembali ke ekpresi awal nya itu, membuat rino tersenyum lega. Ya walaupun ekpresi datar.
"Kalo dirumah gue ntar digangguin adek gue, lo kan tau sendiri adek gue demen ke lo" rino mendengus kesal mengingat adiknya yang kecentilan kalo ada theo.
"Ya udah besok minggu di rumah gue" theo pun menyetujui ajakan rino walaupun di rumahnya sendiri,
"Nah gitu dong" rino tertawa lebar dan memeluk lengan theo.
"Ck jangan bikin salah paham anjay" theo menggeplak tangan rino yang melingkar ditangannya,
"Ehehe sorry dah" rino mengelus tangannya sendiri sambil nyengir.
"Cie..cie.. yang kagak suka ke cewek akhirnya belok deh" via yang melihat kejadian pegang-pegangan lengan langsung menginterupsi theo dan rino. Jelas langsung di lirik tajem sama theo.
"Nih nenek lampir satu ngapa dah dateng-dateng kaya jalangkung, main ngomong asal juga. Lambemu mbak mbak" medoknya rino pun akhirnya keluar beserta mulut monyongnya yang kesal pada perkataan via.
"Eh krempeng suka-suka gue lah" via ikutan monyongin bibir, udahlah pada monyong-monyongan.
"Brisik" theo menginterupsi mereka berdua, mereka langsung diem dan balik ke tempat duduk masing-masing.
"Thanks bro kau penyelamatku" rino menepuk pundak theo yang di balas anggukan dan jempol oleh theo. Kalau adu bacot jelas rino kalah dari via.
"Btw emang gue krempeng?" rino berbisik pada theo, theo mengangguk mengiyakan.
"Wah parah nih padahal gue udah makan 5 kali sehari" rino memegang badannya sendiri.
Setelah itu mereka melakukan kegiatan belajar mengajar seperti biasa, bel istirahat pun berbunyi.
"Ta ayo buruan" via menarik tangan aletta untuk bangun.
"Kenapa via?" aletta bangun dan mengikutinya, ia ikutan panik.
"Ayo cepet" via masih menarik aletta berlari keluar kelas.
"Iya iya via" aletta ikut menyamakan tempo berlarinya via.
Sampai dikantin via langsung memesan makanan dan minuman untuknya dan aletta setelah itu mereka duduk.
"Kamu kenapa?" aletta langsung bertanya pada via yang menariknya.
"Gue laper hehe" via nyengir dan di balas tawaan oleh aletta.
"Kamu ini" aletta memukul pelan lengan via.
"Ya maaf dah abisnya gue laper banget" via memonyongkan bibirnya, aletta yang melihat itu hanya tersenyum.
"Mang udah belum?" via teriak pada penjual yang ia pesan,
"Bentar lagi neng" bapak penjualnya pun menjawab sambil ikutan teriak.
"Brisik banget sih corong masjid" si krempeng eh maksudnya si rino mencibir via yang teriak-teriak di kantin.
"Heh krempeng, terserah gue!" via menggebrak meja.
"Hah" theo menarik kursi dengan keras sambil menghela napas, dia sengaja menarik kursi dengan keras supaya yang sedang bertengkar itu diem.
"Huh brisik banget sih lo pada, ntar lama-lama jadian mampus dah" celetuk salah satu siswa yang terganggu kebrisikan mereka.
"Naj*s" jawab mereka berdua kompak, yang di balas sorakan dari yang lainnya.
"Weh jodoh nih" teriak yang lainnya memprovokator.
Akhirnya mereka duduk diam dengan kesal sambil menyumpah amit-amit di dalam hati mereka masing-masing.
"Sudah-sudah" aletta mengelus lengan via berharap emosi temannya ini mereda.
Tiba-tiba ada seseorang yang duduk tepat disamping aletta saat mereka sedang menyantap makanannya, aletta yang terkejut langsung menengok ke samping.
"Hai" cowok itu senyum ke aletta sambil ngeliatin aletta,
"Ya hallo" aletta tersenyum manis, seperti biasanya.
"Gue boleh ikut duduk disini gak?" padahal cowok itu udah jelas duduk disampingnya.
"Ya silahkan" aletta masih tersenyum, ia melirik ke arah bet nama cowok itu.
"Arjuna devalko dewa" aletta mengeja nama itu di dalam hati.
"Namanya sulit" aletta membatin dalam hati, masih melihat ke arah nama cowok itu.
"Oh lo lupa nama gue ya?" juna yang sadar langsung bertanya pada aletta yang melihat name tag nya.
"Ah iya" aletta tersenyum kikuk karna malu, juna mengulurkan tangannya.
"Kenalin, gue arjuna lo boleh panggil gue juna kalo lo mau lo boleh panggil sayang" juna masih mengulurkan tangannya sekalian modus.
"Ya salam kenal juna, aku loui emm maksudku aletta" aletta menjabat tangan juna, mereka tersenyum. Hampir saja aletta menyebutkan nama sosok aslinya.
"Ya gue udah kenal lo kok" juna tersenyum, aletta melepas jabatan tangannya.
"Ya udah lo makan" juna mempersilahkan aletta makan, dia pun ikut makan.
Sesekali mereka berbincang sambil tertawa, membuat perhatian sekitar mereka tertuju pada mereka berdua.
"Eh bukannya itu si juna?" salah satu siswi bertanya pada temannya.
"Eh iya tuh si juna, ngapain deket-deket si aletta dah?" timpal temannya, sambil melihat ke arah mereka.
"Oh mungkin lagi PDKT, dari dulu kan si juna juga ngebet ke si aletta tapi sayang kan dia malah suka nya ke si cowok es batu" timpal siswi yang lain malah gosip.
"Tapi ya emang sih theo juga ganteng maksimal, gue juga suka ke dia tapi apalah dayaku yang kentang ini" Theo yang mendengar itu semua hanya diam, rino yang mendengar berdehem keras.
"Eh orangnya di belakang kita ternyata" siswi-siswi yang bergosip itu langsung diem,
"Dasar moncong gorila" rino bergumam yang bisa di dengar oleh theo.
"Hah ngapain pake kenalan lagi segala, padahal udah kenal. Modus banget dasar" theo kesal membatin dalam hatinya melihat interaksi antara aletta dan juna.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
Nara Ns🐈
Yok bisa yok lanjod..
Navillera ( cinta yang beracun)
2021-03-24
1
V. Sonia
lanjuuuut lg kak
2021-03-24
2