Berbanding terbalik

Semakin hari keadaan putri semakin membaik walaupun ia belum sadar tapi detak jantungnya mulai kembali normal,

"Jendral keadaan putri sudah semakin membaik" tabib berkata pada jendral.

"Ya terimakasih banyak" jendral mengangguk dan tersenyum pada tabib, setelah itu tabib pun pamit undur diri. Dia hanya mengecek keadaan putri, jendral pun keluar menyusulnya.

Tinggal lah putri seorang diri, tidak lama putri menggerakan tangan nya dan membuka mata.

"Uhh dimana ini gue?" kalian inget kan kalo yang ada di dalam tubuh putri louisa tuh aletta.

"Duh laper gue" putri pun bangun dan mencari makanan, tidak jauh dari situ banyak makanan yang tersedia di meja ia pun menghampiri dan memakannya.

"Hm enak nih, makanan apa dah ini?" walaupun gak tau tapi tetep di makan juga.

"Tuan putri?" seorang dayang memanggilnya dan putri pun menoleh ke arahnya, tapi dayang itu malah berlari keluar.

"Ngapa tuh orang aneh pake lari segala emang gue hantu apa" putri masih tetep makan.

Tidak lama setelah itu masuk jendral dan dayang-dayangnya,

"Tuan putri, tuan putri sudah membaik" jendral tersenyum senang melihat tuan putri, yang diliat diam membisu.

"Pangeran tampan dari mana ini?" putri membatin dalam hati, ia tidak sadar masih menatap jendral.

"Putri?" sekali lagi jendral memanggil putri itu yang sebenarnya adalah aletta.

"Oh ya lo manggil gue?" putri pun tersadar dan tertawa,

"Ya maksudnya putri?" jendral yang mendengar kata-kata putri sama sekali tak paham dengan bahasanya.

"Lo manggil gue putri? nama gue aletta bukan putri" putri menjelaskan maksudnya,

"Gue? apa itu putri?" jendral yang gak paham pun bertanya pada putri.

"Gue itu aku, lo dari tadi manggil gue putri mulu deh" aletta yang ada di tubuh putri masih belum sadar bahwa dia bukanlah di tubuh miliknya sendiri.

"Ini di mana dah? trus nih baju kalian lagi pada cosplay ya?" putri yang masih gak tau dengan apa yang terjadi malah jadi ngomong aneh.

"Kami tidak paham apa maksud putri" salah satu dayang bertanya pada putri itu, lagian pakenya bahasa gaul segala sih.

"Maksudku kalian lagi jadi karakter apa? oh atau jangan-jangan ini acara tv ya. Woy sutradara keluar lo, kru woy woy gue ogah ya main film tapi gratisan alias kaga di bayar" putri teriak-teriak gak jelas.

"Keluar lo pada, pasti ada kamera nih nyempil-nyempil" putri menyusuri ruangan itu mengecek seluruh bagian-bagian, kali aja ada yang nyempil.

"Sstt putri" jendral menghentikan kegajean putri dan menuntunnya kembali ke tempat tidur,

"Putri istirahat saja, anda baru saja siuman" jendral menyuruh putri supaya istirahat.

"Hah baiklah karna lo yang nyuruh, untung aja lo ganteng" putri pun menurut dan memejamkan matanya.

"Duh kepala gue pusing banget" ia memijit pelan kepalanya dan akhirnya tertidur.

Jendral menyuruh dayang-dayang nya untuk keluar lalu ia pun menyusulnya,

"Kenapa putri seperti ini?" jendral bertanya pada orang-orang yang ada di situ berharap ada jawaban, tapi yang ada hanya diam.

"Kami pun tidak tahu jendral, saat kami masuk tuan putri sudah sedang memakan makanan jendral" dayang yang melihat pertama putri bangun menjelaskan pada jendral nya.

"Apa dia seperti itu karna ingin makan ya, dayang tolong bawakan makanan yang banyak untuk tuan putri" jendral menyuruh dayangnya mengantar makanan untuk putri.

"Taruh saja di dekatnya biarkan dia istirahat"kata jendral menambahkan, dayang itu pun mengangguk.

"Kalian kembali dan jaga tuan putri, aku akan menemui tabib" lalu jendral pun berlalu menuju ke tempat tabib.

Tidak lama setelah itu ia kembali bersama tabib yang biasa mengurus putri, mereka pun masuk dan tabib mengecek keadaan putri.

"Badan tuan putri panas jendral" lalu tabib pun membuatkan obat herbal yang di tempelkan ke kepala putri, ntah apa itu.

"Apa ini tabib" jendral yang tak tau pun bertanya pada tabib itu,

"Ini ramuan untuk menurunkan panas di tubuh putri, dan ini untuk di pakai saat putri mandi" jendral menerima ramuan pemberian dari tabib itu.

"Baiklah terimakasih" jendral menatap wajah putri yang tertidur dalam hati ia merasa seperti ada yang janggal tapi dia pun tidak tau apa yang mengganjal di hati nya.

Setelah beberapa waktu putri kembali bangun kini pusing yang melandanya sudah berkurang, bahkan mungkin sudah sembuh.

"Hm bau makanan apa nih?" masalah bau makanan aletta emang nomer 1.

"Silahkan dinikmati tuan putri" dayang-dayang pun mengantar makanan-makanan itu ke hadapan putri,

"Wokeh thank you" dayang-dayang itu hanya tersenyum sambil melirik satu sama lain.

"Enak banget nih, eh di sini gak ada pizza apa burger gitu? kalo ga sandwich kek?" putri bertanya pada dayang-dayangnya.

"Apa itu putri?" yang di tanya tentu saja bingung, mendengarnya saja mereka belum pernah.

"Hah yang bener aja kalian masa gak tau, itu loh roti isi daging sama sayuran, dan macem-macem dah lainnya susah gue mau jelasin" dayang-dayang yang mendengarnya hanya diam tidak paham dengan ucapan putri.

Setelah makan ia berjalan-jalan di dalam ruangannya, menyusuri setiap sudut ruangan.

"Wih lukisan siapa nih cantik amat" ia berdiri di depan cermin,

"Itu bukan lukisan tuan putri, tapi cermin" dayang menunjuk cermin yang ada di hadapan putri itu.

"Loh ini gue? loh iya kok gerak gitu?" aletta yang ada di tubuh putri itu baru sadar tubuh nya berbeda, wajahnya beda, rambutnya beda, semua beda bahkan baju pun beda.

"Trus trus ini gimana? apa ini? siapa gue ini? gue cuman mimpi kan?" putri itu pun akhirnya pingsan tidak kuat menahan rasa terkejutnya.

Hari-hari pun berlalu kini keadaan putri sudah benar-benar baik alias sehat wal 'afiat.

"Heyoo pak jendral" putri menepuk pundak jendral dari belakang, kini dia sudah tau bahwa dia bukan ada di badannya sendiri walaupun harus pake acara pingsan segala tapi akhirnya dia paham juga dia bukan ada di tubuhnya sendiri.

"Ya tuan putri?" jendral tersenyum melihat putri yang sudah sehat itu,

"Gak papa cuman manggil, btw ini kenapa rambut panjang amat kaya kunti ya" putri memegang rambutnya sendiri dan menunjukannya pada jendral.

"Rambut putri sangat indah jika panjang" walaupun jendral tak tau apa arti perkataan putri, tapi setidaknya dia agak paham apa yang di maksud putri tentang rambutnya sendiri.

"Yah risih padahal" putri cemberut yang hanya di tanggapi tawa oleh jendral,

"Anu jendral, nama jendral siapa ya?" putri belum pernah tau nama jendral itu siapa.

"Ternyata benar putri kehilangan ingatannya" jendral membatin dalam hati dia sangat sedih dan juga kasian,

"Nama saya Yuan Zhi, putri bisa memanggil saya Zhi" akhirnya jendral memperkenalkan dirinya lagi.

"Hey sebenarnya nama gue itu aletta luvenia bukan putri louisa, aslian dah gue bukan orang kerajaan gue dari zaman modern" putri menjelaskan siapa dia sebenarnya, tapi lagi-lagi hanya ditanggapi tawa oleh jendral.

"Haha putri ini sejak kapan tuan putri suka mendongeng seperti itu" jendral yang tidak tau apa yang sebenarnya tentu tak percaya dengan apa yang putri katakan. Tapi bukankah memang aneh bagaimana bisa seorang putri bisa tau bahasa-bahasa aneh yang tidak pernah di ajarkan di kerajaan?

Terpopuler

Comments

Irmayanti

Irmayanti

thor? kira" di jamannya jendral udah ada hantu kuntilanak belum?😂

2022-03-12

0

Wǃϱϑyä

Wǃϱϑyä

Seruuu

2021-09-21

0

Nur LloVve

Nur LloVve

Di tunggu feedback nya yah kak.Kalo udah feedback komen aja yah,ntar aku kasih vote karya kakak.
#I'm A Special Girl

2021-03-16

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!