Jendral zhi POV
...Flashback...
Aku selalu menantikan hari bertemu dengan putri louisa, perasaanku padanya tumbuh setiap saat bersama dengannya.
"Eh kalian tahu tidak, ada desas desus mengatakan putri akan di jodohkan" aku mendengar percakapan beberapa prajurit di belakang istana.
"Putri siapa yang kau maksud" salah seorang prajurit bertanya pada si pemberi rumor itu,
"Tentu saja putri louisa" prajurit itu menjawab dengan suara tegas nya.
"Hah yang benar saja? memang akan di jodohkan dengan siapa?" percakapan mereka masih berlanjut aku terkejut mendengar nama putri yang mereka sebutkan, aku bukan menguping ya aku hanya mendengar percakapan mereka.
"Ya benar tuan putri akan di jodohkan dengan raja naga biru, kalian juga tahu kan kalau raja naga biru itu sangat kejam" aku lebih terkejut lagi saat mendengar nama seseorang yang akan dijodohkan dengan putri.
"Ya kami tahu bahkan aku dengar kerajaan ini pernah takluk oleh raja naga biru" mereka masih melanjutkan percakapan mereka.
"Apa benar itu?" aku muncul di hadapan mereka dan membuat mereka terkejut sekaligus wajah mereka terlihat pucat,
"J-jendral?" mereka memundurkan badan, memangnya aku akan membunuh mereka?.
"Apa benar yang kalian bicarakan itu? putri akan di jodohkan dengan raja naga biru?" aku bertanya kembali pada mereka yang masih pucat karna terkejut.
"Y-ya jendral saya mendengar kalau tuan putri louisa akan di jodohkan dengan raja naga biru, bahkan saya mendengar dari penasihat raja secara langsung" prajurit itu menjelaskan dengan raut wajah serius.
"Dari penasihat raja? apa benar putri louisa akan di jodohkan?" aku membatin dalam hatiku, hatiku rasanya menjadi dingin. Aku pun tidak tahu hatiku mengapa, hanya itu yang aku rasakan.
"Baiklah terimakasih, apa pekerjaan kalian hanya mengobrol seperti ini?" aku bertanya pada mereka yang aku lihat sejak tadi hanya mengamati yang lain berlatih.
"M-maafkan kami jendral, kami akan menyusul sekarang" mereka membungkuk dan langsung berlari mendatangi prajurit-prajurit yang lain.
"Hhh... memang aku tidak pantas dengan putri, aku hanyalah seorang jendral" aku tersenyum masam, dadaku terasa sangat sakit bahkan ini lebih sakit daripada luka jika aku terkena pedang.
"Ayolah yuan zhi, jangan pikirkan putri kau ini tidak sejajar dengannya!" aku mengetuk-ngetuk dahiku sendiri berharap bisa melupakan putri.
"Jendral" bahkan sekarang aku sedang berhalusinasi putri memanggilku,
"Aku mohon pergilah dari pikiranku" aku masih mengetuk-ngetuk dahiku bahkan lebih keras.
"Jendral!" seseorang menepuk pundakku dari belakang, aku menoleh untuk melihat siapa orang itu,
"Putri?" aku pikir aku hanya berhalusinasi ternyata memang benar putri yang memanggilku.
"Ada apa tuan putri?" aku menunduk ya karna memang tubuhnya lebih kecil dariku,
"Ayo temani aku" dia memegang lenganku, rasanya darahku seperti mendidih.
"Kemana tuan putri?" aku bertanya padanya sambil memandang wajahnya yang cantik, maafkan aku baginda aku tidak bisa melupakannya.
"Tentu saja membaca" ku lihat dia menunjukan buku yang ia bawa dari perpustakaan istana.
"Mengapa tidak di perpustakaan saja tuan putri?" aku bertanya padanya, supaya dia tidak perlu susah membawa buku-buku yang ingin dia baca. Jaraknya pun lumayan jauh dari sini ke perpustakaan.
"Aku lebih suka membaca di luar" aku lihat dia tersenyum manis, akhirnya aku mengangguk menuruti kemauannya. Memang biasanya pun seperti ini putri memintaku untuk menemaninya membaca.
"Apa jendral sedang lelah? aku lihat sejak tadi jendral hanya diam" putri bertanya padaku setelah beberapa saat ia membaca buku yang ia bawa, memang sejak tadi aku hanya diam fokus dengan pikiranku.
"Ah tidak tuan putri" aku menggeleng dan tersenyum padanya, ia pun mengangguk dan melanjutkan membaca bukunya.
"Apa benar putri akan di jodohkan, tapi mengapa sejak tadi putri diam tidak bilang padaku. Apa putri tidak ingin memberitahuku?" aku masih memikirkan tentang putri.
"Jendral" putri memanggilku dan aku menoleh padanya.
"Jendral kau sejak tadi hanya diam saja, ada apa jendral?" putri sekarang menutup bukunya dan melihatku, kalau sudah begini sudah pasti putri meminta penjelasanku dengan jujur.
"Apa benar tuan putri akan di jodohkan dengan raja naga biru?" aku akhirnya memberanikan diri untuk bertanya padanya, dan benar saja aku lihat ia terkejut.
"Kau?! siapa yang bilang seperti itu?" putri terlihat marah dan sedih, apa aku salah bertanya padanya?
"Ah tuan putri saya hanya mendengar dari prajurit saya" aku tidak menyangka putri tidak tahu, aku pikir dia mengetahuinya.
Putri langsung berdiri dan berlari meninggalkanku, apa sebaiknya tadi aku tidak bertanya padanya? tapi aku tidak bisa menahannya aku ingin memastikannya langsung padanya.
"Putri!" aku memanggil dan menyusulnya, membawa buku yang ia tinggalkan.
"Tuan putri tunggu!" aku memegang tangannya supaya dia berhenti.
"Lepaskan aku!" aku lihat dia menangis, aku pun melepas pegangan tanganku.
"Maaf tuan putri saya telah lancang" aku membungkuk meminta maaf pada putri.
"Maafkan aku" tapi ia ikut meminta maaf padaku, itulah yang membuatku semakin menyukai putri ia sangat ramah.
"Tuan putri mengapa meninggalkan saya?" aku bertanya langsung padanya alasan dia berlari meninggalkanku.
"Aku akan menemui ayah, aku harus bertanya padanya" putri masih menangis, rasanya dadaku ikut terasa sesak melihatnya menangis.
"Apa putri akan bertanya tentang perjodohan putri?" putri mengangguk sebagai jawaban iya pertanyaanku.
"Baiklah putri mari saya antar, biar saya saja yang mengembalikan buku ini" aku mengantar putri kembali ke istana nya, dan mengembalikan buku yang ia pinjam di perpustakaan.
"Haha baguslah kalau putri akan di jodohkan dengan raja naga biru, pasti kita akan mendapat hadiah yang sudah raja naga biru janjikan pada kita" aku mendengar percakapan seseorang dari balik pintu.
"Ya memang tuan penasihat sangat pandai" seseorang lagi membanggakan orang itu sambil tertawa kecil. Tapi tunggu mereka bilang tuan penasihat? apa dia penasihat raja zulivan?.
Aku mengintip dari balik jendela, mungkin mereka tidak melihatnya karna berpikir jendelanya tinggi tapi itu tidak berlaku untukku aku bisa melihat wajah orang-orang itu.
"Tuan penasihat, kasim liu dan kasim xin" aku melihat dengan jelas wajah orang-orang itu, wajah orang-orang yang sudah berniat buruk pada putri.
Aku pura-pura berjalan di depan ruangan itu, aku mendengar mereka berbisik dan langsung berlari ke arah pintu untuk menemuiku.
"Jendral zhi" kasim liu menyapaku dan membungkuk, aku hanya mengangguk padanya.
"Sedang apa kalian?" aku bertanya pada mereka agar mereka berpikir bahwa aku tidak mendengar percakapan mereka,
"Ah kami hanya sedang membahas tentang negara tuan" penasihat raja menimpali.
"Oh begitu, silahkan kalian lanjutkan pembicaraan kalian" aku berlalu meninggalkan mereka, aku melihat wajah mereka yang menunjukan raut khawatir.
Semoga saja ini hanya desas desus, kalau pun memang benar aku harap tuan putri tidak menerima perjodohannya dengan raja naga biru.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments
🌠Michelle Safitri 🐼™
masih blom dpet feel.nya..trus smngat...
2021-03-18
2
Secret
semangat kk upnya
2021-03-18
1
V. Sonia
lanjuut lg kk
2021-03-18
1