Aletta menjalani kehidupan sekolahnya dengan baik, bahkan sekarang nilai-nilai nya naik. Yah walaupun bukan dia yang sebenarnya yang ada ditubuhnya.
"Mama" aletta memanggil ibunya, dia sebenarnya tadinya tidak memanggil mama tapi karna di beri tahu oleh ibunya jadi dia mengikutinya.
"Ya sayang?" ia menghampiri aletta dan duduk di sampingnya, saat ini mereka ada di ruang keluarga.
"Apa theo alvaro itu tunanganku?" aletta bertanya padanya, dia ingin memastikannya.
"Ya sayang theo memang tunanganmu, kan kamu juga suka kan ke dia" ibu aletta tersenyum melihat putrinya, karna dia tau putrinya benar-benar menyukai theo.
"Aku tidak ingin menikah dengan orang itu, bahkan dia sangat kasar padaku. Aku hanya menyukai jendral zhi seorang" aletta menunduk dengan pikiran-pikirannya, dia mengingat orang yang dia sukai.
"Kenapa sayang?" ibu aletta mengelus kepala aletta, dia khawatir pada anaknya.
"Tidak apa-apa ma" aletta menggeleng masih menunduk, aletta tidak ingin membuat ibunya khawatir ya walaupun dia bukan ibu nya yang sebenarnya tapi dia sangat menyayanginya.
"Ya udah gih sana tidur udah malem loh, besok kan sekolah" ibu aletta menyuruh aletta tidur ya memang sudah malam,
"Mama tidak tidur?" aletta melihat ke arah ibunya dan tersenyum.
"Mamah nunggu papah pulang, bentar lagi katanya papah pulang" ia melihat ke arah jam dinding untuk memastikan jawabannya benar sesuai yang suaminya katakan,
"Baiklah, selamat malam mama" aletta tersenyum.
"Selamat malam kembali sayang" ibunya tersenyum dan aletta pun berlalu menuju kamarnya.
Aletta pun masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan diri di ranjang.
"Hah ternyata benar orang itu tunangan anak ini?" aletta memikirkan theo, orang yang menjadi tunangannya.
"Tapi bagaimana ini? aku tidak mau menikah dengannya? bagaimana caranya aku bisa kembali ke tubuh asliku?" aletta menarik rambutnya.
"Apa tubuh asliku masih ada? jangan-jangan tubuh asliku sudah hancur dan membusuk di sungai persembahan" aletta terlihat pucat dan bingung.
"Aku mohon siapapun itu temukanlah tubuhku, jika dia seorang laki-laki aku akan menjadikannya suami jika dia perempuan akan aku jadikan dia adikku. Aku mohon kabulkanlah doa ku, jika aku bisa kembali ke tubuh asliku aku akan menepati janji ini" aletta memohon dalam hatinya berharap doanya terkabul.
"Aku merindukanmu jendral, tapi jika suatu hari nanti aku kembali dan yang menemukan tubuhku bukan dirimu maafkan aku jendral" putri yang ada di dalam tubuh aletta menangis, ia sangat ingin kembali ke tubuhnya daripada dia hidup seperti ini.
"Selamat malam jendral" Aletta pun memutuskan untuk tidur setelah lelah menangis karna memikirkan orang yang di sukainya.
Pagi harinya ia pun bangun dan bersiap untuk bersekolah,
"Pagi Papa mama" aletta menyapa kedua orang tuanya ketika dia sudah ada di depan mereka.
"Pagi juga sayang, loh kenapa mata kamu? kamu habis nangis? bilang sama papah siapa yang berani bikin putri papah ini nangis?" ayah letta memegang pundak aletta dan mengecek kondisi putrinya.
"Papa aku tidak apa-apa semalam aku membaca buku dongeng yang sedih, maafkan aku" kalian pasti tau kan dia berbohong.
"Hah kamu ini, jangan sering baca dongeng sedih kaya gitu" ibu aletta mengingatkan aletta.
"Nah bener tuh kata mama, ntar kamu jadi sering kaya gini nanti matamu kaya panda loh" ayah aletta menambahkan.
"Iya papa mama" aletta tersenyum dan duduk.
Mereka pun makan bersama, setelah itu ayah aletta mengantar aletta ke sekolah.
"Hati-hati papa" aletta mencium tangan ayahnya dan tersenyum.
"Siap sayang, udah sana masuk dulu" ayah aletta menyuruh anaknya untuk masuk ke sekolah, aletta pun masuk ke sekolah.
"Anakku sekarang jadi kalem ya" ayah aletta tersenyum bangga.
Bah dia tidak tau kalau dia sebenarnya bukan anaknya yang asli, nah kan ayahnya aja mengakui jika aletta yang asli itu bar-bar.
"Good morning sahabatku, tumben lo agak telat" via menyambut aletta di depan pintu, dasar emang penghalang pintu.
"Pagi juga via, iya tadi agak terlambat" aletta tersenyum.
"Eh ntar lo mau ikut gak? ntar ada bazar makanan loh huh pasti ntar banyak makanan apalagi di tambah banyak cogan" via emang paling semangat bahas makanan + cogan, nomor 1 deh.
"Bazar?" aletta yang di ajak tentu tidak tahu artinya, via pun menepuk dahinya.
"Berasa ngomong sama nenek-nenek nih, bazar makanan itu ntar ada penjual makanan besar-besaran" via menjelaskan pada aletta.
"Maksudmu yang jual makanan orang-orang yang besar-besar?" aletta yang tidak paham, bertanya lagi pada via.
"Bukan oneng, yang jual tuh banyak maksudnya gitu lah. Pokoknya intinya gitu" via frustasi, dia bingung bagaimana cara menjelaskan yang benar ke aletta.
"Haha baiklah aku ikut" aletta tertawa melihat via yang frustasi,
"Minggir" tiba-tiba ada yang mendorong tubuh aletta, hingga terbentur ke tembok yang ada di sampingnya.
"B*g* lo ya theo, bisa kan tinggal ngomong minggir gak perlu dorong segala" via membantu aletta berdiri dengan benar, theo yang sama sekali tidak meliriknya hanya berlalu dan duduk di tempatnya tanpa memperdulikan tatapan sekitar.
"Kurang ajar banget emang tuh orang" via mengelus-elus pundak aletta yang terbentur tembok,
"Sakit ya, ke uks aja yuk" via mengajaknya ke uks, untuk memastikan keadaannya.
"Aku tidak apa-apa kok via, memang salahku yang berdiri di depan pintu" aletta tersenyum dan masuk ke kelas di susul via dan mereka pun duduk di kursi masing-masing.
"Woy lo harusnya minta maaf" via berteriak dan orang yang di maksud olehnya adalah theo, tapi theo hanya diam masih berkutat dengan ponselnya.
"Theo!" via memanggilnya dengan keras, berharap orang yang dipanggilnya menyaut dan meminta maaf pada aletta. Tapi hasilnya nihil tentu saja mana mungkin seorang theo meminta maaf pada aletta apalagi karna kejadian itu, dia sama sekali tidak ingin melihat wajah aletta.
Tapi mereka tidak tahu ada yang melihat kejadian itu dengan senyum lebar, seakan-akan dia sangat menyukai perlakuan theo pada aletta yang seperti itu.
"Thank you theo alvaro" orang itu tersenyum sinis saat melihat perlakuan theo pada aletta.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments