Alex duduk disofa kamar hotel menunggu Ricard mengantarkan bajunya. Dia memikirkan kejadian semalam bersama Dianka. Bagi Alex, Dianka tangan kanannya tapi kejadian semalam membuatnya merasa bersalah. Apalagi dia tahu Dianka masih gadis. Dia merasa bersalah telah mengambil kehormatan Dianka secara paksa padahal Dianka adalah teman masa kecilnya.Tak lama Ricard masuk ke kamar hotel itu.
"Bos Alex ini bajunya"ucap Ricard sambil memberikan baju untuk Alex.
"Ya,taruh dimeja"ucap Alex.
"Apa ada tugas lagi untuk saya Bos?"tanya Ricard.
"Jemput Lara di apartemen bawa pulang ke rumah besarku"ucap Alex.
"Baik Bos"ucap Ricard.
Setelah itu Ricard keluar dari kamar hotel itu.Alex memakai baju setelan jasnya,lalu dia keluar dari kamar hotel itu.Alex pergi ke perusahaannya naik mobil pribadinya.Sampai diperusahaan,Alex langsung menuju ke ruangan kerjanya.Dianka sudah menunggunya diruangan kerjanya.
Alex masuk keruangan kerjanya lalu duduk di kursinya.
"Dianka,aku dengar orang kita ada yang tertangkap polisi?"tanya Alex.
"Iya,tiga orang itu bagian pengiriman barang"ucap Dianka.
"Apa mereka sudah buka mulut?"tanya Alex.
"Belum"ucap Dianka.
"Masuk ke penjara dan habisi mereka sebelum mereka buka mulut"ucap Alex.
"Baik"ucap Dianka.
"Jangan sampai bisnis ilegal kita tercium oleh polisi dan pemerintah"ucap Alex.
"Baik"ucap Dianka.
"Berangkatlah ke penjara besok"ucap Alex.
"Baik"ucap Dianka.
Setelah itu Dianka berjalan menuju pintu ruangan kerja Alex, tapi dia langsung terjatuh. Alex langsung mendekati Dianka.
"Dianka kau kenapa?"tanya Alex.
"Aku hanya sedikit pusing dan lelah"ucap Dianka.
"Kalau begitu kau istirahat dulu,kerjakan tugasmu setelah kau baikkan"ucap Alex.
"Iya Bos"ucap Dianka.
Alex memperhatikan Dianka yang wajahnya pucat.Dia tahu ini karena kejadian semalam saat bersamanya.
"Kau duduk dulu,biar aku menyuruh OB untuk membuatkanmu teh hangat"ucap Alex.
"Tidak usah,aku masih bisa bekerja hari ini"ucap Dianka.
Dianka berdiri dan keluar dari ruangan kerja Alex.Alex kembali duduk dikursi kerjanya.Dia mulai mengerjakan pekerjaannya.
***********
Lara dijemput Ricard pulang ke rumah besar Alex.Sepanjang perjalanan Lara hanya diam dan membisu.Sampai dirumah besar itu,Lara turun dan masuk ke rumah besar itu.Setelah itu Ricard pergi meninggalkan rumah besar itu.
Baru masuk ke dalam rumah,Bu Maria sudah menyuruhnya untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah.
"Hei mainanku cepat bekerja,setelah selesai temani aku bermain"ucap Bu Maria.
"Baik"ucap Lara.
Lara mulai mengerjakan pekerjaan rumahnya.Bu Maria naik ke lantai atas untuk pergi ke kamarnya.Tak lama Sila datang bersama teman laki-lakinya bernama Ziji.Sila duduk diruang keluarga bersama Ziji.Kebetulan Lara sedang menyapu diruang keluarga itu.
"Sila siapa gadis cantik ini?"tanya Ziji.
"Mainanku,memang kenapa?"tanya Sila.
"Boleh aku ikut memainkannya?"tanya Ziji.
"Terserah asal jangan sampai lecet nanti kak Alex marah"ucap Sila.
"Beres,paling cuma mau dicicipi sebentar aja"ucap Ziji.
"Bawa ke kamar tamu aja,terus lakukan disana sepuasnya"ucap Sila.
"Oke"ucap Ziji.
Ziji langsung menarik tangan Lara dan membawanya ke kamar tamu.Lalu Lara didorong ke ranjang dikamar itu.
"Kau mau apa?"tanya Lara.
"Aku ingin bermain sebentar denganmu"ucap Ziji.
"Tidak,jangan ku mohon,lepaskan aku"ucap Lara.
Ziji terus mendekat dan menangkap Lara. Dia merobek pakaian Lara dan memeluknya, seketika Lara berusaha melawan tapi Ziji malah memukulnya. Ziji hendak memperkosa Lara, sekuat apapun berusaha Lara tak mampu melawan.Kedua tangannya dicengkram oleh tangan Ziji.Tak lama suara pistol terdengar keras.
Dor...
Peluru itu mengenai lengan Ziji,darahnya sampai menetes ke tubuh Lara.Ziji berbalik dan melihat Alex masuk ke kamar itu membawa pistol ditangannya dengan dua pengawalnya. Alex masih mengacungkan pistol itu pada Ziji.
"Ampun Tuan..." ucap Ziji.
"Tanggung akibatnya jika berani mengganggu mangsaku"ucap Alex.
"Aku minta maaf Tuan.." Ziji menundukkan kepalanya. Dia takut Alex akan membunuhnya. Dia tahu kalau kakak Sila itu lelaki yang kejam dan bengis, siapapun yang menganggunya akan lenyap.
"Keluar!" perintah Alex.
"Baik Tuan" ucap Ziji.
Ziji segera keluar dari kamar itu. Selagi bisa menyelamatkan diri lebih baik segera kabur dari pada mati ditangan Alex.
"Pengawal, beli pelajaran anak itu"ucap Alex.
"Baik Bos"ucap Pengawal itu.
Pengawal itu keluar dari kamar untuk menjalankan perintah Bosnya. Alex langsung mengambil pakaian dari lemari dan melemparkan ke arah Lara.
"Pakai baju itu lalu masaklah,aku lapar"ucap Alex.
"Baik"ucap Lara.
Alex keluar dari kamar itu,Lara segera memakai baju yang diberikan oleh Alex.Selesai memakai baju Lara keluar dari kamarnya.Dia pergi ke lantai bawah untuk memasak didapur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Puttry
Kalo Dianka ma lara hamil gimana dong thor 😁
2021-12-14
0
Chipoet Deblora Dilmurat
Semoga ada dewa penolong biar lara bebas..
2021-07-12
1
Koirolla Sudiani
dr awal aku dah nyesek
2021-06-28
0