Pergilah Yang Jauh

"Axel, Aisyah, duduklah di sini bersama kami!" ajak Amanda. Matahari seakan baru terbit dari wajah cantik nyonya rumah besar itu. Jagoan tampannya sudah memperjuangkan cintanya dan tidak lagi bermain-main dengan wanita. Dia membawa seorang wanita yang baik dan sholeha sesuai keinginan keluarganya. Tidak lagi berkelana seperti pengembara yang belum menemukan tempat yang ajan ditujunya.

"Iya Bun," jawab Axel lalu mengajak Aisyah duduk. Axel duduk di dekat Maxsimus. Sedangkan Aisyah duduk di dekat Elyana. Ini pertama kalinya Aisyah datang ke rumah keluarga Geraldo. Kesan pertama yang dirasakan Aisyah mereka terlihat hangat. Padahal mereka konglomerat tapi tidak sombong. Ramah dan sopan padanya.

"Axel perkenalkan siapa bidadari yang kau bawa ke rumah kita ini!" pinta Victor. Dia dan keluarganya ingin tahu siapa bidadari yang dibawa Axel. Gadis bercadar yang tampak santun dan lembut. Seperti Amanda saat seumurnya. Dulu Amanda juga seperti itu meski memiliki sisi kuat dan sangar saat menghajar preman.

"Iya Dad," jawab Axel. Ini kesempatan untuknya mengenalkan Aisyah pada keluarganya. Dia tidak akan disebut Playboy kelas teri lagi. Axel sudah membawa impian dan harapan keluarganya ke rumah itu.

"Semuanya ini Aisyah Nayyara Zahra. Calon istriku," ujar Axel malu-malu memperkenalkan Aisyah pada keluarganya. Padahal biasanya dia jadi playboy yang tidak tahu malu. Mengobral janji manis pada siapapun dan ngapelin cewek manapun. Asal dia suka dan perempuannya mau.

"Alhamdulillah," sahut semuanya. Akhirnya setelah sekian kemarau berlalu Axel mendapatkan pasangan yang pasti. Tidak bercabang apalagi kebanyakan lintasan. Sudah mendeklarasikan diri memiliki calon istri.

"Aisyah senang bisa bertemu Om, Tante, dan semuanya," ucap Aisyah.

"Kami juga senang bertemu denganmu Aisyah," sahut Victor. Sebagai ayah angkat Axel, Victor tidak pernah membedakan kasih sayangnya untuk Maxsimus ataupun Axel. Dia selalu berharap kedua jagoannya bahagia.

"Iya Aisyah," tambah semuanya. Mereka senang bisa mengenal Aisyah sebagai calon istri Axel. Mereka yakin Aisyah akan menjadi istri yang sholehah untuk pangeran tampan kedua di rumah besar itu. Wanita seperti itu yang dibutuhkan Axel untuk menuntunnya menjadi imam yang baik.

"Alhamdulillah," jawab Aisyah. Senangnya bisa diterima di keluarga calon suaminya. Tanpa drama dan perdebatan yang menyakitkan seperti di sinetron ketika wanita miskin datang ke rumah laki-laki kaya. Keluarganya akan menentang dan tidak menyetujui hubungan mereka.

"Aisyah, ini istriku Amanda Clarissa," ucap Victor memperkenalkan istrinya. Kemudian memperkenalkan satu persatu anggota keluarganya termasuk Elyana sebagai calon istri Maxsimus. Nafisa anak bungsunya dan Jennifer ibu kandungnya Victor. Aisyah sudah mengenal beberapa dari mereka yaitu Maxsimus dan Elyana.

"Senang bisa mengenal Om dan keluarga. Semoga Allah senantiasa mempererat tali persaudaraan kita semua," ucap Aisyah. Kini dia berada di tengah-tengah keluarga yang begitu humble dan supel. Padahal mereka konglomerat yang kaya raya tapi tidak mempersulit urusan jodoh anak dan keturunannya.

"Amin," jawab semuanya.

"Oma, udah kan aku bawa calon istri. Berarti gak jadikan dideportasi ke Nusa Kambangan?" tanya Axel.

"Kau pikir selesai begitu saja. Awas kalau kau macam-macam. Oma langsung kirim ke Pluto. Biar hanya kau spesies yang ada di sana," sahut Jenifer. Meski sudah nenek-nenek dia tetap bersemangat. Tidak ada yang bisa mengalahkan. Semua cucu-cucunya patuh padanya kalau ada di dalam rumah.

"Serem," jawab Axel.

"Tuh Kak dengerin kata Oma. Jangan nakal! Cukup Kak Sisyah!" ucap Nafisa. Dia menambahkan apa yang disampaikan Jenifer biar Axel ingat terus dan tidak berani menyakiti Aisyah.

"Kalau kau berani menyakiti Aisyah, aku akan memberimu tinjuan maut!" ancam Maxsimus. Tak terima jika adik kesayangannya menyakiti wanita yang pernah ada di hati Maxsimus.

"Kalau Daddy sih udah pasti panggil tukang sunat," tambah Victor.

Amanda tersenyum mendengar ultimatum dari keluarganya pada Axel. Sedangkan Elyana mengepalkan tangannya pada playboy yang dulu obral janji pada gadis cantik di desanya. Kalau sampai Axel berani menyakiti Aisyah, siap-siap dihajar Elyana seperti sebelumnya.

'Aiayah udah baik dan sholeha jangan sampai jadi istri tersakiti. Aku harus melindunginya dari suami banyak cadangan seperti Axel. Kalau macam-macam biar gorila yang mengurusnya kaya Tarzan.'

"Iya Oma, Dad, Bang, Nafisa, dan Elyana. Aku tidak akan berpaling. Semoga, doakan ya?" sahut Axel.

"Iya," jawab semuanya.

"Oma sudah siapkan jamu anti pelakor genit. Ingat rasa pahitnya saat melihat pelakor yang bergentayangan," ucap Jenifer.

"Ampun Oma," sahut Maxsimus dan Axel. Jamu buatan Jenifer pahitnya gak ketulungan. Mereka sudah sering minum jamu itu dari dulu.

"Alhamdulillah Daddy gak akan minum jamu lagi. Secara Daddy udah tua," ucap Victor dengan pedenya tidak mungkin dia minum jamu lagi.

"Siapa bilang? Aku sudah membuatkan tiga gelas. Dua gelas jamu pahit dengan level 8. Dan satu gelas jamu dengan level 10," sahut Jenifer.

"Alhamdulillah Xel kita level 8 sisanya satu gelas level 10 pasti untuk Daddy," ucap Maxsimus senang paling tidak ada yang lebih ngenes dari keduanya. Secara jamu pahit level 10 paling legend. Ketika minum semua masalah terasa ringan.

"Iya Bang, paling enggak pahitnya cuma sampai kerongkongan. Beda sama yang level 10 pahit terus sampai ke lidah. Seharian juga gak ilang-ilang pahitnya," sahut Axel. Untung dia dan Maxsimus selamat dari jamu ekstrak pahit itu. Biarkan saja Victor yang paling menderita.

"Astaga Mi, masa iya aku minum jamu pahit level 10. Hidupku sudah bahagia Mi. Biarkan mereka berdua yang baru menikmati indahnya cinta minum jamu legendnya. Lidahku udah pensiun Mi," jawab Victor.

"Pokoknya kalian minum! Biar Amanda yang mengambil jamunya di dapur," sahut Jenifer.

Amanda tersenyum. Lalu meninggalkan ruang keluarga untuk mengambil jamu.

"Mi, aku panas dingin. Bisakah dimuseumkan dulu jamunya?" tanya Victor. Mencari alasan agar tidak minum jamu. Dia sudah membayangkan betapa getirnya pahit itu ketika masuk mulutnya. Sampai Victor mesti mencuci lidahnya.

"Kau sakit Victor? Berarti levelnya harus ditambahin jadi level 20 puluh," jawab Jenifer. Bukannya selamat dari jamu justru levelnya ditambah.

"Kami sehat Oma," ucap Maxsimus dan Axel mencari aman. Dari pada kaya Victor pengen kabur malah ditambah pahitnya.

"Kirain kalian sakit juga. Baru Oma mau tambah level pahitnya," sahut Jenifer. Siapapun yang sakit mesti minum jamu legend. Turun temurun dari zaman Victor masih kecil.

"Aduh, lidahku mesti di laundry lagi," keluh Victor.

"Sabar ya Dad, semangat minum jamunya!" ucap Nafiza menyemangati Victor agar ayahnya semangat minum jamu legend.

Mau tak mau Victor minum jamu pahit. Padahal seharusnya minum jamu pahit level 10 tapi karena pura-pura sakit mau gak mau minum jamu level 20.

Bruuug ...

Victor teler di atas meja meminum jamu yang begitu pahit dan getir.

"Dad belum sembuh?" tanya Maxsimus.

"Mungkin Daddy-mu masih sakit. Dia membutuhkan satu gelas lagi," jawab Jenifer.

"Satu gelas lagi?" Victor yang teler setelah minum jamu mau tak mau bangun lagi.

"Mi, sehat. Gak sakit. Lihat, aku sudah bugar lagi," sahut Victor. Satu gelas sudah membuat ko apalagi satu gelas lagi.

Amanda dan yang lainnya hanya tertawa kecil melihat Victor.

"Max, jamumu belum diminum," ucap Elyana.

"Bisakah kau minum otak kecil. Mumpung yang lain sibuk," pinta Maxsimus.

"Gak ah, hidupku sudah sangat pahit semenjak jadi babumu. Jadi kau saja yang minum," jawab Elyana.

"Ayolah otak kecil! Jamunya pahit banget. Seteguk aja lidahku getir," pinta Maxsimus. Meminta tolong Elyana untuk meminum jamu miliknya.

"Oke," jawab Elyana. Dia mengambil gelas Maxsimus dan meminum jamu miliknya.

"Habis," ucap Elyana.

"Bagus, gak salah aku memilihmu jadi istriku. Setidaknya setiap Oma memberiku jamu ada kau yang meminum jamunya," sahut Maxsimus. Senang jamunya sudah dihabiskan Elyana. Namun Axel menuang jamunya ke gelas Maxsimus.

"Bang, habiskan ya?" ucap Axel.

Elyana tertawa kecil bersama Aisyah. Ujung-ujungnya Maxsimus harus minum jamu juga.

"Minum Max!" titah Elyana.

"Baru cuci tangan dari masalahku kenapa ketiban masalah lain," keluh Maxsimus.

"Sabar Bang, aku tahu kau pasti bisa," sahut Axel merangkul Maxsimus.

"Kau tega sekali padaku. Jamu Oma pahit banget," sahut Maxsimus.

"Setidaknya tidak sepahit hidupmu," jawab Axel.

Maxsimus geleng-geleng. Mau tak mau dia juga harus menghabiskan jamu di gelas miliknya.

Setelah itu mereka semua makan bersama. Amanda sudah masak banyak untuk mertua, suami, anak dan calon istrinya.

"Max, kau mau udangnya?" tanya Elyana.

"Kau manis sekali otak kecil," jawab Maxsimus.

"Aku ingin belajar jadi istri yang baik," sahut Elyana.

Maxsimus mengangguk. Kemudian Elyana mengambilkan udang untuk Maxsimus.

"Loh kok kepalanya, badan udangnya malah di piringmu?" tanya Maxsimus melihat badan udang di atas piring. Sedangkan kepala udang di piringnya.

"Biar romantis. Kelapa udang untukmu karena kau pintar. Dan badan udang untukku karena aku kurus," jawab Elyana. Padahal dia takut diomelin mertua kalau kepala udangnya tidak dimakan.

"Oke," jawab Maxsimus.

"Elyana, kau mau telor rebus?" tanya Maxsimus.

"Mau," jawab Elyana.

Maxsimus mengambil telor rebus. Dia meletakkan kulit telur rebus di piring Elyana dan telornya di piringnya.

"Loh kok kulitnya yang diberikan padaku Max?" tanya Elyana melihat kulit telor di piringnya.

"Biar romantis. Kulit udang untukmu karena kau suka yang renyah-renyah. Kulit telor kaya keripik coba aja kau makan pakai cabe setan," jawab Maxsimus.

'Es balok mengajakku bercanda. Dia lupa aku spesies pemakan segalanya. Jangankan kulit telur, nasi kemarinpun ku makan kalau tidak punya apa-apa lagi yang bisa ku makan. Selama perutku gak gila selama itu aku waras.'

Elyana memakan kulit terus menggunakan cabe setan yang biasa disebut cabe kebul. Dia sengaja makan dengan nikmatnya.

Kriiuuk ... kriiiuuk ...

"Enak, tak ku sangka kulit telur seenak ini kalau udah dicabein. Rasanya mengalahkan steak dengan mozarella," ucap Elyana.

Maxsimus jadi penasaran dengan kata-kata promo menjanjikan dari mulut Elyana. Dia mengambil beberapa kulit telur dari piring Elyana tanpa minta izin dulu.

'Es balok kemakan promo ala SPG jualan baskom serebu tiga. Gak tahu aja rasanya kaya pasir. Ternyata mudah membawa buaya masuk longkap.'

"Ra-ra-rasanya kaya pasir pantai," ucap Maxsimus. Tak disangka Elyana nge-prank. Siapa suruh buaya dikadalin. Udah tahu soal konyol-konyolan Elyana jagonya.

"Enakkan, renyak kaya keripik. Kriiiuuk ... kriiuuuk ..." balas Elyana.

"Sial aku temakan tipuan otak kecil. Kulit telornya rasa pasir," bain Maxsimus.

Namun Elyana baik. Dia meletakkan ayam panggang di piring Maxsimus.

"Untukmu calon suamiku," ucap Elyana.

Maxsimus tersenyum tipis. Hatinya sedikit berbunga-bunga. Paling tidak Elyana manis juga. Tak hanya Elyana dan Maxsimus, Axel pun menjalin kedekatan dengan Aisyah. Meski mereka masih malu-malu.

"Ya elah Xel, pinteran dikit. Ngapain jengkol segala kau taruh di piring Aisyah?" celetuk Jenifer. Katanya playboy tapi tumpul seketika saat berdekatan dengan Aisyah. Bukannya dikasih daging sapi kualitas tinggi malah jengkol mentah yang diberikan. Auto syok Aisyah, gak dimakan gak enak di rumah mertua. Dimakan takut bau mulut. Di diemin takut mubadzir.

"Iya nih kakak. Romantis sedikit. Kaya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang menyuapi istrinya Aisyah dengan tangannya," tambah Nafisa.

"Astaga, mesti gitu menyuapi Aisyah jengkol?" batin Axel.

Aisyah hanya geleng-geleng. Takut dikasih jengkol.

"Udah pucet muka Aisyah melihat jengkol. Sini aku aja yang makan. Jengkol favoritku," sahut Elyana.

"Apa?" Maxsimus terkejut. Calon istrinya bar-bar sampai doyan jengkol mentah segala. Padahal itu lalapan favorit neneknya.

"Kau ingin juga calon suamiku?" tanya Elyana.

"Eee ..." Maxsimus syok.

"Mau pasti, suami istri harus kompak supaya menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah," kata Nafisa.

"Betul itu, Abang harus kompak," tambah Axel.

"Sialan Axel, kenapa dia memprovokasi suasana? Mau tak maukan aku makan jengkol mentah," batin Maxsimus. Dia tidak punya pilihan selain bilang iya dan menikmati jengkol segar fresh dari pohon itu.

Maxsimus dan Elyana kompak nyemil jengkol mentah.

"Bang, kau kerasukan setan?" tanya Axel melihat Maxsimus bengong.

"Apa setan di pohon jengkol ya? Oma lupa baca bismillah saat mengambilnya," jawab Jenifer. Pohon jengkol sengaja ditanam di belakang rumah mereka. Jadi Jenifer bisa makan jengkol yang fresh.

"Apa mau dipanggilkan Pak Ustad biar diruqiyah?" tanya Nafisa.

"Itu kesan pertama makan jengkol. Bunda pernah gitu juga," jawab Amanda.

"Alhamdulillah Papi udah move on dari jus jengkol. Jadi gak kesurupan saat nyemil jengkolnya," sahut Victor.

"Ternyata enak. Beban di kepalaku terasa plong," kata Maxsimus.

Semua orang heran kenapa Maxsimus berkata seperti itu.

"Apa dia demam dan mengigau?" tanya Jenifer.

"Mungkin jengkol bikin kakak bersyukur Oma," jawab Nafisa.

"Seberat-beratnya masalah lebih berat makan jengkol mentah," ujar Maxsimus kemudian makan kembali dengan bersemangat.

'Es balok menemukan filisofi dalam jengkol ini. Seberat-beratnya masalah lebih getir rasa jengkol ini. Begitulah filisofinya.'

"Kalau gitu aku makan jengkol juga deh. Biar masalahku hilang," ucap Axel. Dia mengambil satu jengkol dan memakannya.

"Astaga, getir sekali. Pantes masalahku hilang," keluh Axel.

Amanda dan yang lainnya tertawa kecil mendengar apa yang dikatakan Axel.

.

Terpopuler

Comments

lovely

lovely

Dianlka laki perempuan ya beraharap jodohnya lara mudah ²an ga mudah di temukan lara

2022-10-08

0

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

semga lara bisa melsrikn diri yg jauh dan menghilang dr jangkauan alex..sy kasian masiby lara yg di jadiin budak..smg dianka jg bisa brjuang buat nutupin lara biar si alex ga curiga..lanjuut

2022-06-18

1

Oppo A5s

Oppo A5s

terima kasih dianka,kmu orang yang baik untuk lara

2022-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 Kau Mangsaku
2 Hadiah Suapan
3 Pergilah Yang Jauh
4 Pergi Ke Kantor Polisi
5 Rencana Pergi Ke Luar Negeri
6 Balas Dendam
7 Hukuman
8 Kejam dan Biadap
9 Siapa Yang Mengizinkanmu Mati
10 Dikurung Dimenara
11 Masa Lalu
12 Mahkota Yang Terenggut
13 Misi Dianka
14 Ciuman Suami
15 Bersama
16 Extra Part
17 Jangan Mengganggu
18 Apa Tujuan
19 Bekerjasama
20 Kaulah Mangsaku
21 Apa Kau Putriku?
22 Obat Pencahar dan Misi Yang Tidak Sempurna
23 Perangkap
24 Lara Mulai Berani
25 Mulai Mencintai
26 Dendam Atau Cinta
27 Hamil Anak Alex
28 Mengetahui Anak Giorgio
29 Minta Maaf
30 Pembalasan Alex
31 Dikurung Dibawah Tanah
32 Halusinasi
33 Dilelang
34 Kau Mangsa Ku Dianka
35 Kehangatan Alex
36 Putri Dimenara
37 Dianka Menolong
38 Menantimu
39 Jack Datang Kembali
40 Alex Digigit Ular
41 Kau Akan Mencintaiku
42 Taruhan
43 Aku Ingin Punya Anak
44 Pilih Bersama Yang Mana
45 Kehilangan Semuanya
46 Tinggal Dirumah William
47 Bingung dan Menangis
48 Jangan Tinggalkan
49 Bertemu Kembali
50 Masa Lalu William
51 Mau Menikah Denganku
52 Menjadi Sekretaris Alex
53 Menikahimu
54 Aku Cemburu
55 Terkilir
56 Gjbran Yang Hangat Dan Periang
57 Bertemu Gengster Kalajengking
58 Bersama Gibran
59 Dilema Cinta
60 Dianka Berkorban
61 Berjuang Untuk Hidup Baru
62 Promo Novel
63 PENGUMUMAN
64 Kematian Alex
65 Tujuh Tahun
66 Mirip Alex
67 Penyelamatan
68 Pagi Yang Cerah
69 Mulai Bekerja dan Bekerjasama
70 Menyebalkan Sekali
71 Menangis
72 Indahnya Kebersamaan
73 Siapa Yang Datang
74 Sandiwara dan Cinta
75 Pertemuaan
76 Romantis
77 Berusaha Menjalin Hubungan
78 Perasaan Yang Datang
79 Gosip Yang Menyebar
80 Masa Lalu Zion
81 Memasak Romantis
82 Godaan
83 Kembalinya
84 Pembuktian
85 Kedatangan Nona Zelina
86 Peluang
87 Harus Memilih
88 Akhirnya
89 Gangguan Alex
90 Menemui Mahira
91 Siasat
92 Rencana Busuk
93 Masuk Dalam Perangkap
94 Ada Jalan Keluarnya
95 Pengumuman
96 Masih Hidup
97 Hilang
98 Hilang Ingatan
99 Bersama Alex
100 Mulai Terungkap
101 Masuk Hotel
102 Bertemu Dafa
103 Berusaha
104 Pertemuan Yang Menyebalkan
105 Mulai Ada Titik Terang
106 Pengejaran Lagi
107 Sedikit Mengingat
108 Akhirnya Pulang Juga
109 Tidur Dirumahku
110 Nikahi Anak Emak
111 Menikah
112 Bahagia Berkumpul Bersama
113 Mulai Mencintai
114 Kehamilan
115 Kembalinya Ingatan
116 Merelakanmu
117 Scorpion
118 Pergi Ke Markas Api
119 Melawan Scorpion
120 Promo Novel
121 Ending
122 Promo Novel
123 New Generation Part 1
124 New Generation Part 2
125 New Generatin Part 3
126 New Generation Part 4
127 New Generation Part 5
128 New Generation Part 6
129 New Generation Part 7
130 Generation 2 : Part 8
131 Generation 2 : Part 9
132 Promo Novel
133 Generation 2 : Part 10
134 Generation 2 : Part 11
135 Generation 2 : Part 12
136 Generation 2 : Part 13
137 Generation 2 : Part 14
138 Generation 2 : Part 15
139 Generation 2 : Part 16
140 Generation 2 : Part 17
141 Generation 2 : Part 18
142 Generation 2 : Part 19
143 Generation 2 : Part 20
144 Generation 2 : Part 21
145 Generation 2 : Part 22
146 Generation 2 : Part 23
147 Generation 2 : Part 24
148 Generation 2 : Part 25
149 Generation 2 : Part 26
150 Generation 2 : Part 27
151 Generation 2 : Part 28
152 Sementara
153 Pengumuman
154 Generation 2 : Part 29
155 Generation 2 : Part 30
156 Pengumuman
157 Generation 2 : Part 31
158 Generation 2 : Part 32
159 Generation 3 : Part 33
160 Revisi Sebentar
161 Generation 2 : Part 34
162 Generation 2 : Part 35
163 Generation 2 : Part 36
164 Generation 2 : Part 37
165 Generation 2 : Part 38
166 Pengumuman
167 Generation 2 : Part 39
168 Generation 2 : Part 40
169 Generation 2 : Part 41
170 Generation 2 : Part 42
171 Generation 2 : Part 43
172 Pengumuman
173 Generation 2 : Part 44
174 Generation 2 : Part 45
175 Generation 2 : Part 46
176 Pengumuman
177 Promo Novel
Episodes

Updated 177 Episodes

1
Kau Mangsaku
2
Hadiah Suapan
3
Pergilah Yang Jauh
4
Pergi Ke Kantor Polisi
5
Rencana Pergi Ke Luar Negeri
6
Balas Dendam
7
Hukuman
8
Kejam dan Biadap
9
Siapa Yang Mengizinkanmu Mati
10
Dikurung Dimenara
11
Masa Lalu
12
Mahkota Yang Terenggut
13
Misi Dianka
14
Ciuman Suami
15
Bersama
16
Extra Part
17
Jangan Mengganggu
18
Apa Tujuan
19
Bekerjasama
20
Kaulah Mangsaku
21
Apa Kau Putriku?
22
Obat Pencahar dan Misi Yang Tidak Sempurna
23
Perangkap
24
Lara Mulai Berani
25
Mulai Mencintai
26
Dendam Atau Cinta
27
Hamil Anak Alex
28
Mengetahui Anak Giorgio
29
Minta Maaf
30
Pembalasan Alex
31
Dikurung Dibawah Tanah
32
Halusinasi
33
Dilelang
34
Kau Mangsa Ku Dianka
35
Kehangatan Alex
36
Putri Dimenara
37
Dianka Menolong
38
Menantimu
39
Jack Datang Kembali
40
Alex Digigit Ular
41
Kau Akan Mencintaiku
42
Taruhan
43
Aku Ingin Punya Anak
44
Pilih Bersama Yang Mana
45
Kehilangan Semuanya
46
Tinggal Dirumah William
47
Bingung dan Menangis
48
Jangan Tinggalkan
49
Bertemu Kembali
50
Masa Lalu William
51
Mau Menikah Denganku
52
Menjadi Sekretaris Alex
53
Menikahimu
54
Aku Cemburu
55
Terkilir
56
Gjbran Yang Hangat Dan Periang
57
Bertemu Gengster Kalajengking
58
Bersama Gibran
59
Dilema Cinta
60
Dianka Berkorban
61
Berjuang Untuk Hidup Baru
62
Promo Novel
63
PENGUMUMAN
64
Kematian Alex
65
Tujuh Tahun
66
Mirip Alex
67
Penyelamatan
68
Pagi Yang Cerah
69
Mulai Bekerja dan Bekerjasama
70
Menyebalkan Sekali
71
Menangis
72
Indahnya Kebersamaan
73
Siapa Yang Datang
74
Sandiwara dan Cinta
75
Pertemuaan
76
Romantis
77
Berusaha Menjalin Hubungan
78
Perasaan Yang Datang
79
Gosip Yang Menyebar
80
Masa Lalu Zion
81
Memasak Romantis
82
Godaan
83
Kembalinya
84
Pembuktian
85
Kedatangan Nona Zelina
86
Peluang
87
Harus Memilih
88
Akhirnya
89
Gangguan Alex
90
Menemui Mahira
91
Siasat
92
Rencana Busuk
93
Masuk Dalam Perangkap
94
Ada Jalan Keluarnya
95
Pengumuman
96
Masih Hidup
97
Hilang
98
Hilang Ingatan
99
Bersama Alex
100
Mulai Terungkap
101
Masuk Hotel
102
Bertemu Dafa
103
Berusaha
104
Pertemuan Yang Menyebalkan
105
Mulai Ada Titik Terang
106
Pengejaran Lagi
107
Sedikit Mengingat
108
Akhirnya Pulang Juga
109
Tidur Dirumahku
110
Nikahi Anak Emak
111
Menikah
112
Bahagia Berkumpul Bersama
113
Mulai Mencintai
114
Kehamilan
115
Kembalinya Ingatan
116
Merelakanmu
117
Scorpion
118
Pergi Ke Markas Api
119
Melawan Scorpion
120
Promo Novel
121
Ending
122
Promo Novel
123
New Generation Part 1
124
New Generation Part 2
125
New Generatin Part 3
126
New Generation Part 4
127
New Generation Part 5
128
New Generation Part 6
129
New Generation Part 7
130
Generation 2 : Part 8
131
Generation 2 : Part 9
132
Promo Novel
133
Generation 2 : Part 10
134
Generation 2 : Part 11
135
Generation 2 : Part 12
136
Generation 2 : Part 13
137
Generation 2 : Part 14
138
Generation 2 : Part 15
139
Generation 2 : Part 16
140
Generation 2 : Part 17
141
Generation 2 : Part 18
142
Generation 2 : Part 19
143
Generation 2 : Part 20
144
Generation 2 : Part 21
145
Generation 2 : Part 22
146
Generation 2 : Part 23
147
Generation 2 : Part 24
148
Generation 2 : Part 25
149
Generation 2 : Part 26
150
Generation 2 : Part 27
151
Generation 2 : Part 28
152
Sementara
153
Pengumuman
154
Generation 2 : Part 29
155
Generation 2 : Part 30
156
Pengumuman
157
Generation 2 : Part 31
158
Generation 2 : Part 32
159
Generation 3 : Part 33
160
Revisi Sebentar
161
Generation 2 : Part 34
162
Generation 2 : Part 35
163
Generation 2 : Part 36
164
Generation 2 : Part 37
165
Generation 2 : Part 38
166
Pengumuman
167
Generation 2 : Part 39
168
Generation 2 : Part 40
169
Generation 2 : Part 41
170
Generation 2 : Part 42
171
Generation 2 : Part 43
172
Pengumuman
173
Generation 2 : Part 44
174
Generation 2 : Part 45
175
Generation 2 : Part 46
176
Pengumuman
177
Promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!