Lara masih didalam toilet apartemen itu sampai pagi. Alex membuka pintu toilet lalu menyiram tubuh Lara dengan seember air es. Lara langsung kaget dan terbangun. Dia melihat Alex ada didepannya.
"Dingiiin...."ucap Lara.
"Kau sudah bangun mangsaku"ucap Alex.
Bibir dan tubuh Lara bergetar karena kedinginan, mukanya pucat dan tubuhnya lemas karena tidak diberi makan.
"Kenapa? kau akan mendapatkan hadiah dariku?"tanya Alex.
Lara hanya diam. Dia tidak mau membalas ucapan Alex.
"Ikut aku"ucap Alex.
Alex mengajak Lara duduk disofa, dia memperlihatkan video Ardi yang tadi dianiaya anak buahnya pada Lara. Video itu digunakan untuk mengancam Lara kembali.
"Ingat, kalau kau berani kabur lagi, bukan hanya Ardi yang akan lenyap, tapi siapa saja yang dekat dan menolongmu akan ku habisi" ucap Alex mengancam dengan nada tegas.
"Aku lebih rela kau bunuh aku sekarang, jangan jadikan aku mangsamu yang sesuka hatimu kau menyakitiku"ucap Lara.
"Tapi aku lebih suka kau mati perlahan-lahan hingga memohon kematian padaku"ucap Alex.
"Kau memang kejam dan biadap hik...hik...."ucap Lara sambil menangis.
"Ini baru permulaan penderitaanmu, jadi biasakan dirimu untuk menerima yang lebih dari ini"ucap Alex.
Lara hanya diam dan meneteskan air matanya.
Alex menyuruh Lara memakai pakaian yang sudah disediakan. Lalu Alex pergi keluar dari apartemen itu.
"Sampai kapan Mas Alex akan seperti ini padaku hik hik hik..." Air mata menetes dipipi Lara. Kekejaman Alex sudah menjadi-jadi. Dia tak tahu harus berbuat apa lagi.
Lara mengambil wudhu dan melaksanakan sholat. Hanya kepada Allahlah dia menyerahkan semuanya.
Dia yang lebih tahu segalanya. Lara memasrahkan hidupnya.
***********
Alex berangkat ke perusahaannya menggunakan mobil pribadinya. Dia duduk dikursi belakang dengan arogannya. Di depan dan belakang ada mobil pengawal pribadinya. Alex masuk ke perusahaannya menuju ruang kerjanya. Dianka sudah ada didalam ruangannya. Alex masuk lalu duduk.
"Dianka ada tugas untukmu"ucap Alex.
"Baik"ucap Dianka sambil menundukkan kepalanya.
"Antarkan barang kirimanku ke markas gengster harimau tutul"ucap Alex.
"Baik"ucap Dianka.
"Bilang pada Ketua Xion, ketua gengster itu, aku sudah membuat barang baru jika dia tertarik perlihatkan padanya gambar barang itu"ucap Alex.
"Baik"ucap Dianka.
"Bawa pengawal sesuai yang kau butuhkan"ucap Alex.
"Baik"ucap Dianka.
Dianka keluar dari ruangan Alex, dia heran kenapa Alex tidak menanyakan padanya perkembangan pencarian Lara. Alex terlihat santai bahkan tidak membahas sedikitpun tentang Lara.
Dianka mengendarai mobilnya menuju markas gengster harimau tutul. Dia hanya membawa empat orang pengawal. Dianka menghadap Ketua Xion yang sedang duduk ditahtanya.
"Barang sudah ku bawa sesuai pesanan Ketua Xion"ucap Dianka.
"Oke,pengawal cek barang itu"ucap Ketua Xion.
Pengawal Ketua Xion mengecek barang yang dibawa pengawal Alex.
"Lengkap Bos"ucap Pengawal Ketua Xion.
"Bagus"ucap Ketua Xion.
"Alex membuat barang baru,jika Ketua Xion tertarik,aku bawa gambarnya"ucap Dianka.
"Mana, perlihatkan padaku"ucap Ketua Xion.
Dianka menunjukkan gambar itu pada Ketua Xion.
"Bagus, aku tertarik, bilang pada Alex aku memesan barang baru itu"ucap Ketua Xion.
"Baik"ucap Dianka.
Setelah selesai mengantarkan barang itu, Dianka keluar dari markas gengster harimau tutul. Dianka kembali ke perusahaan. Dia melaporkan hasil pekerjaan pada Alex.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
lovely
ternyata dianka cewek 🤔
2022-10-08
0
🌷💚SITI.R💚🌷
lanjuut
2022-06-18
0
Eva Selia
sedih bacany..kasihan lara d siksa
2021-07-09
0