Malam itu Dianka berdandan didepan cermin. Dia juga mengenakan baju untuk seorang penari. Dianka juga memakai pengharum tubuh untuk memikat seseorang nantinya. Setelah selesai dia keluar dari kamarnya berkumpul diruang tamu untuk briefing terakhir.
"Pasukan terbagi lima kelompok. Kelompok pertama ikut bersama ku menjadi pengiring musik, kelompok 2, 3, 4, dan 5 berada dititik empat arah penjuru mata angin. Aku dan kelompok pertama akan masuk duluan. Baru setelah itu kalian masuk sesuai penyamaran yang kalian lakukan"ucap Dianka.
"Baik Komandan"ucap Leader Pengawal itu.
"Saat nanti target masuk perangkap, aku akan memberi kode lalu 15 menit kemudian kalian bergerak"ucap Dianka.
"Baik"ucap Leader Pengawal itu.
Setelah itu Dianka berangkat dengan kelompok pertama masuk ke dalam Markas Black Eyes. Pemimpin Black Eyes itu bernama Borozo. Seorang laki-laki berkumis dan berjenggot lebat. Perutnya buncit, badannya tinggi besar. Dia haus akan perempuan cantik. Apalagi yang masih perawan. Dia akan melalapnya jika gadis itu cantik, seksi dan masih perawan. Matanya selalu melirik keindahan tubuh wanita. Wanita bagaikan baju untuknya. Ketika sekali pakai dia buang.
Dianka masuk ke ruangan utama tempat Ketua Borozo duduk disinggahsananya. Baru sekilas melihat Dianka yang berpenampilan sebagai penari, air liurnya sudah tumpah ruah. Dia ingin segera pergi ke ranjang menikmati wanita yang dilihatnya.
Dianka memberi penghormatan pada Ketua Borozo, kelompok pertama yang dia bawa duduk disamping ruangan utama itu sebagai pengiring musik.Dianka mulai menari tradisional, dia menari seperti penari profesional sampai membuat yang melihatnya tertipu. Ketua Bozoro berbicara pada Artur tangan kanannya.
"Artur siapa penari cantik itu?"tanya Ketua Bozoro.
"Seorang penari tradisional yang kami sewa untuk acara Anda"ucap Artur.
"Selesai acara bawa dia ke ranjangku"ucap Ketua Bozoro.
"Baik"ucap Artur.
Tarian itu selesai, Dianka memberi penghormatan penutupan pada Ketua Bozoro. Artur langsung mendekati Dianka. Dan berbisik sesuatu padanya. Dianka menyanggupinya, sebelum pergi Dianka memberi kode pada kelompok pertama dengan memainkan rambutnya. Setelah itu dia mengikuti Artur, Dianka masuk ke sebuah kamar yang besar dan mewah. Ketua Borozo sudah menunggunya diranjang itu.
"Cantik kemarilah"ucap Ketua Borozo.
"Baik Tuanku"ucap Dianka.
Dianka mendekat ke arah Bos Borozo. Dengan tak sabar Ketua Borozo menarik lengan Dianka hingga dia jatuh ke dada Ketua Borozo.
"Kau sangat cantik apalagi sedekat ini, body mu juga sangat oke, membuatku ingin bersamamu sepanjang malam"ucap Ketua Borozo sambil menjulurkan lidahnya.
"Benarkah Tuanku, aku akan melayanimu dengan senang hati"ucap Dianka.
Dianka beranjak dari tubuh Ketua Borozo, dia langsung mengeluarkan pistol mengarahkannya pada Ketua Borozo. Dia bersiap menembak tapi ditepis kaki Ketua Borozo.
Praaang...
Pistol itu jatuh ke lantai begitu saja.
"Kau berani sekali melawanku" ucap Ketua Borozo.
"Aku tidak takut denganmu, pencuri sepertimu harus lenyap"ucap Dianka.
"Kau coba membunuhku..., pengawal"ucap Ketua Borozo berteriak.
"Pengawal?....saat ini pengawalmu telah tumbang. Hanya ada kau dan aku sekarang. Gunakan sisa waktumu dengan baik"ucap Dianka.
"Ha...ha...ha...kau pikir mudah mengalahkanku"ucap Ketua Borozo.
Mereka berdua bertarung, saling melawan satu sama lain. Ketua Borozo tak mudah dilumpuhkan. Sampai Dianka berkali-kali hampir dicekiknya. Dia terus melawan dan waspada hingga Dianka terjatuh ke lantai.
Bruuuug....
Ketua Borozo berada diatasnya hendak menembaknya. Dianka langsung menendang bagian terpentingnya.
Dug...
"Aw..." Ketua Borozo kesakitan.
Dianka bangun dan menghajar Ketua Borozo sampai babak belur dan pingsan.
"Tinggal menghabisi sisanya"ucap Dianka.
Dianka memastikan Ketua Borozo benar-benar pingsan lalu dia mengambil pistol yang ada diruangan kamar Ketua Borozo. Dia berjalan keluar dari kamar itu lalu mulai membantu kelompoknya untuk menumpas sisa pengawal Ketua Borozo. Kedua tangan Dianka memegang pistol.
Dooor...dooor...dooor....
Dianka menembaki tangan pengawal-pengawal Ketua Borozo yang tersisa. Dianka menumpas habis sisa pengawal yang tersisa. Para pengawal Ketua Borozo mundur kocar kacir karena terluka.
Saat dia berjalan dikoridor markas itu, dia bertemu Artur. Dianka langsung mengarahkan pistol ke arah Artur.
"Ternyata kau penyusup"ucap Artur.
"Calon orang mati tak perlu basa basi padaku"ucap Dianka.
Artur menendang Dianka tapi Dianka berhasil menghindari tendangan itu dengan melompat lalu menembak Artur.
Dooor......
Tangan Artur terkena peluru pistol itu. Dia masih berusaha melawan Dianka hingga pistol Dianka terjatuh entah kemana. Mereka bertarung satu sama lain hingga Artur babak belur dan tumbang.
"Aku tadi bilang apa,calon orang mati tak perlu basa basi, selamat tinggal"ucap Dianka menutup mata Artur.
Arturpun pingsan. Dianka langsung berdiri dan berjalan keluar.
"Tugas mempertaruhkan nyawa seperti ini sudah biasa ku lakukan demi Alex"ucap Dianka dalam hatinya.
Dianka berkumpul lagi bersama kelompoknya. Lalu mereka mengambil barang-barang dari Markas Black Eyes. Setelah itu Dianka dan kelompoknya pergi meninggalkan tempat itu.
************
Setelah misinya selesai Dianka kembali ke kota A. Dianka mengendarai mobilnya menuju ke apartemen Alex. Disana Alex sudah menunggu hasil dari misi yang dijalankan oleh Dianka. Dianka masuk ke dalam apartemen Alex lalu menghadap padanya.
"Dianka bagaimana dengan misimu?"tanya Alex.
"Aku sudah mengambil semua barang kita dari Markas Black Eyes"ucap Dianka.
"Bagus, kau memang bisa diandalkan"ucap Alex.
"Ya,...Alex bolehkah aku minta sesuatu?"tanya Dianka.
"Apa?"tanya Dianka.
"Bisakah kau bebaskan Lara"ucap Dianka.
"Kenapa kau harus peduli padanya?"tanya Alex.
"Dia itu hanya anaknya Giorgio, dan mungkin tidak ada sangkut pautnya dengan kejahatan Giorgio"ucap Dianka.
"Apa kau tahu Ibu dan kakakku tak ada sangkut pautnya dengan hutang ayahku tapi apa yang dilakukan Giorgio pada mereka"ucap Alex
"Aku tahu"ucap Dianka.
"Dianka jangan pernah berani membahas masalah ini lagi. Kau tahu, aku sangat mengandalkanmu" ucap Alex.
"Baik"ucap Dianka.
Setelah itu Dianka keluar dari apartemen Alex. Dianka tidak berhasil membujuk Alex untuk melepaskan Lara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
🌷💚SITI.R💚🌷
jangan2 yg anak georgio itu dianka bln lara wsh dendam salah sasaran ini
2022-06-18
0
Nurliana Saragih
Thor yg aku. suka dari novel ini, walaupun namanya kebarat-baratan tapi tetap muslim PU nya.
makasih Thor.
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
2021-12-05
1
triana 13
like
2021-06-20
0