Alex berjalan masuk ke dalam rumah besarnya. Dia menuju ke ruang makan untuk sarapan bersama Ibu Maria dan Sila.Alex duduk di kursi lalu pelayan menyiapkan semua keperluan makannya.Mereka berbincang-bincang masalah Lara.
"Kak Alex mainanku udah ketemu?"tanya Sila.
"Dia ada di menara"ucap Alex.
"Asyik aku ingin bermain dengannya nanti"ucap Sila.
"Ibu juga ingin menyiksanya pasti seru"ucap Ibu Maria.
"Terserah kalian, tapi jangan biarkan mainan itu rusak. Mainkan dengan benar dan menyenangkan"ucap Alex.
"Beres, lecet sedikit tidak masalahkan?"ucap Sila.
"Terserah"ucap Alex singkat.
Alex meninggalkan meja makan keluar dari rumahnya. Sila sudah tidak sabaran ingin memainkan mainannya itu. Dia pergi ke menara disamping rumah besar itu. Sila masuk ke dalam menara itu.
"Hei mainanku kau sudah pulang, aku rindu memainkanmu"ucap Sila.
" ..........."Lara hanya diam.
"Kau pasti lapar dan hauskan"ucap Sila.
"........"Lara hanya diam.
"Ooo.....kamu tidak mau menjawab ucapanku, mari kita mulai bermain"ucap Sila.
Sila membawa gunting dan mendekat ke arah Lara. Dia menarik rambut Lara dengan kencang.
"Aw...sakit..."ucap Lara.
"Kau baru bicara sekarang mainanku"ucap Sila.
"Lepaskan sakit"ucap Lara.
"Aku ingin bermain jadi fashion stylist dan kau harus jadi modelnya"ucap Sila.
Sila melepas hijab Lara lalu mengunting rambut panjang Lara dengan paksa, sesekali dia menampar Lara dan mencubit tangannya dengan kencang.
"Hik...hik...hik...."Lara menangis.
"Menyenangkan saat melihat mainanku menangis,semakin seru"ucap Sila.
Sila menggunting rambut Lara sampai pendek.
"Sekarang....kau cantik ha.....ha......"ucap Sila kegirangan.
"Hik....hik....hik......"Lara hanya menangis.
Lara tidak bisa melawan tubuhnya lemas belum diberi makan dari kemarin oleh Alex. Dan salah satu kakinya dirantai.
"Tenang aku akan membuatmu semakin cantik dan mempesona"ucap Sila.
Sila mengambil alat make up lalu mendandani Lara seperti badut dan memberinya wig yang biasa dipakai badut.
"Nah sekarang kamu cantik ha...ha..."ucap Sila.
"Kalian semua kejam dan biadap hik...hik...." ucap Lara.
Setelah puas bermain dengan mainannya Sila keluar dari menara itu. Gantian Ibu Maria yang masuk ke dalam menara itu. Dia ingin bermain dengan mainannya juga.
"Ternyata kau sudah kembali mainanku, kau cantik sekali siapa yang mendandani? Sila ya?"ucap Ibu Maria.
"............"Lara hanya diam.
"Kenapa kau diam, atau kau rindu untuk ku mainkan ha.....ha......"ucap Ibu Maria.
".........."Lara hanya diam.
"Selamat bermain, ayo buka mulutmu aku mau memberimu makan"ucap Ibu Maria.
".........."Lara hanya diam.
Ibu Maria membawa semangkuk ulat daun untuk diberikan pada Lara. Melihat itu Lara ketakutan dan jijik.
"Ayo buka mulutmu cepat, kau laparkan?"ucap Ibu Maria.
"Tidak, aku tidak lapar hik...hik..."ucap Lara.
Ibu Maria membuka mulut Lara secara paksa dan memasukkan ulat daun itu ke mulut Lara.
"Ugh...ugh...ugh...hooeekk..hoooeekk..."Lara batuk sampai muntah.
"Enakkan rasanya, kau pasti takkan lapar lagi"ucap Ibu Maria.
"Hik...hik...hik..."Lara hanya menangis.
Karena Ibu Maria sudah puas bermain dengan Lara dia keluar dari menara itu.
"Ya Allah kenapa mereka begitu jahat padaku? hik...hik...kenapa mereka tidak memiliki rasa kasihan padaku? hik...hik....Ibu dimana kau berada? kenapa kau tinggalkan aku? hik...hik..., kini hidup tak mau matipun tak boleh. Mereka terus menyiksaku hik....hik..."ucap Lara.
Lara hanya menangisi nasibnya yang berubah drastis. Kini hidupnya penuh air mata dan ketakutan. Alex begitu kejam dan tega pada memperlakukan Lara sesuka hatinya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Dianka sedang mengendarai mobilnya menuju perusahaan Alex. Diperjalanan dia merasa ada sesuatu yang menganggu pikirannya. Kejadian kemarin saat Alex mencekiknya, dia merasa Alex sudah menemukan Lara.
"Kemungkinan Alex sudah menemukan Lara, tapi
dimana Lara? apa mungkin di apartemen?tapi kemarin aku dari apatemen, Lara tidak ada disana. Apa mungkin dikurung dirumah besar Alex"ucap Dianka dalam hatinya.
Dianka sampai di perusahaan, dia langsung naik ke atas menggunakan lift. Keluar dari lift dia menuju ke ruangan kerja Alex. Dianka masuk ke ruangan kerja Alex.
"Dianka akhirnya kau datang, ada tugas untukmu" ucap Alex.
"Iya"ucap Dianka.
"Pergilah ke Markas Black Eyes, ambil barang milik kita yang diambil mereka. Dia sudah berani mencuri produkku, jangan sisakan satupun"ucap Alex.
"Baik"ucap Dianka.
"Kali ini bawalah pengawal yang lebih banyak, Markas Black Eyes memiliki cukup banyak pengawal"ucap Alex.
"Baik"ucap Dianka.
"Kau harus kembali dengan selamat dan kemenangan"ucap Alex.
"Baik"ucap Dianka.
"Bagus, kau memang tangan kanan terbaikku" ucap Alex
Dianka keluar dari ruangan kerja Alex. Besok Dianka akan pergi ke luar kota untuk pergi ke Markas Black Eyes. Dia mulai menyusun strategi untuk bisa masuk ke markas tersebut.
***********
Lara masih menangis didalam menara itu,tempat yang gelap dan dingin. Dia merasa seperti seorang tahanan yang telah direnggut kebebasan. Dia juga belum diberi makan. Perutnya begitu lapar, Lara hanya berbaring dan memegangi perutnya yang kelaparan. Masuklah seseorang berbaju hitam dengan penutup wajah. Dia mendekat ke arah Lara. Lara ketakutan, dia takut orang itu akan menyakitinya. Tapi ternyata setelah dia membuka penutup wajahnya, ternyata dia adalah Dianka.
"Ambil ini, kau lapar dan hauskan!"ucap Dianka memberikan Lara dua buah roti dan air mineral.
"Aku tidak lapar dan haus,aku tidak peduli lagi jika aku akan mati hik....hik......"ucap Lara sambil menangis.
"Alex takkan bisa kau lawan hanya dengan air mata saja, tapi gunakanlah pikiranmu untuk melawannya, aku harap kau paham itu"ucap Dianka.
"Kenapa kau mau menolongku padahal kau adalah orangnya Alex"ucap Lara.
"Kau tak perlu tahu apa alasanku, aku harus segera pergi cepatlah makan dan minum"ucap Dianka.
Lara akhirnya makan roti dan minum air mineral yang diberikan Dianka.
"Ambil tisu ini, hapus make up tebal dimukamu itu!"ucap Dianka.
"Iya, terimakasih"ucap Lara.
Lara menghapus riasan badut itu menggunakan tisu yang diberikan Dianka. Setelah itu Dianka pergi dari menara itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
lovely
authornya bikin org ga manusiawi boleh dendam tapi tidak seperti binatang juga memperlakukan manusia dengan sadissss alurnya terlalu sadisss meski ujungnya bisa di tebak s Alex mnyesal mnjijikan 🥵
2022-10-08
1
🌷💚SITI.R💚🌷
😭😭😭😭😭😭aku ko sedih bngt ya ada keluarga yg ke
2022-06-18
0
Bara
jangan sedih2, kaga tega,
2022-05-02
0