Saat usia Alex baru 10 tahun, ayahnya bernama Albrian dan Ibunya bernama Sesilia. Alex memiliki seorang kakak perempuan bernama Erisa berusia 18 tahun. Keluarga Alex terhitung keluarga yang mampu saat itu, tapi pada suatu masa perusahaan milik ayahnya mengalami kebangkrutan. Ayahnya terpaksa meminjam modal pada seorang mafia bernama Giorgio.Pak Albrian tidak punya pilihan lain selain pinjam modal pada mafia itu. Tapi dia tak mampu membayar pokok dan bunganya. Perusahaannya juga semakin terpuruk.
Giorgio dan sepuluh pengawalnya datang ke rumah Pak Albrian untuk menagih hutang yang sudah menumpuk karena bunga yang tinggi. Pak Albrian tak mampu membayar sehingga Giorgio menyuruh pengawalnya untuk membunuh Pak Albrian.Pak Albrian dipukuli sampai mati. Ibu Sesilia dan Erisa diperkosa oleh kesepuluh pengawal Giorgio secara bergilir. Giorgio hanya menyaksikan hal itu sambil diduduk disofa. Sementara Alex yang saat itu masih kecil bersembunyi dibawah meja dengan menutup mulutnya rapat-rapat sembari ketakutan. Setelah Pak Albrian mati lalu jasadnya dimasukkan ke dalam plastik jenazah. Begitupun dengan Ibu Sesilia dan Erisa setelah diperkosa lalu dibunuh secara kejam. Giorgio dan kesepuluh pengawalnya pergi dari rumah Alex membawa jenazah ayah, ibu dan kakak perempuannya. Alex sendirian dirumah itu ketakutan dan menangis.
Setelah berhari-hari mengurung diri dirumah itu sendirian tanpa makan dan minum, Alex pergi dari rumah itu dan berjalan menelusuri jalan hingga dia pingsan dipinggir jalan. Tiga buah mobil berhenti dijalan itu lalu seorang laki-laki turun dari mobil mengecek kondisi Alex dan melaporkannya pada Tuan Besar yang ada dimobil.
"Tuanku dia hanya pingsan"ucap Pengawal itu.
"Laki-laki atau perempuan? Jika laki-laki bawa dia, tapi jika perempuan buang dia"ucap Tuan Robertson.
"Laki-laki Tuanku"ucap Pengawal itu.
"Bawa dia ke mobil"ucap Tuan Robertson.
"Baik"ucap Pengawal itu.
Alex dibawa ke salah satu mobil itu. Lalu dia dibawa ke rumah besar itu. Kondisinya diperiksa oleh Dokter pribadi Tuan Robertson.
"Gimana keadaan anak itu?"tanya Tuan Robertson.
"Kondisinya baik, hanya kelaparan dan dehidrasi saja"ucap Dokter itu.
"Baik, obati dia sampai sembuh"ucap Tuan Robertson.
Tuan Robertson pergi keluar menuju ke ruang kerjanya. Lalu orang kepercayaannya datang, namanya Antony.
"Tuanku mau kita apakan anak itu?"tanya Antony.
"Aku akan menjadikannya orang andalanku nantinya, kau tahukan istri dan anakku itu tidak waras. Mereka tidak bisa meneruskan bisnis kerajaan bawahku nantinya. Anak itu yang akan aku didik jadi penerusku nantinya"ucap Tuan Robertson.
"Baik Tuanku"ucap Antony.
"Beri makan dia, setelah dia membaik hari ini.Besok ajari dia menggunakan berbagai senjata dan ilmu bela diri"ucap Tuan Robertson.
"Baik Tuanku"ucap Antony.
Alex mulai sadar, dia diberi makan dan tempat tinggal dirumah besar itu. Antony mengenalkan Alex pada istri dan anak perempuan Tuan Robertson. Alex diterima dirumah besar itu.
Esok harinya Alex diajak berlatih ilmu bela diri.Dia sampai kelelahan, tangan dan kakinya sampai pada lebam karena latihan.Setelah itu dia diajari cara menggunakan berbagai pistol. Alex ketakutan dan tidak berani menggunakannya. Tuan Robertson yang melihat latihan Alex, langsung berbicara pada Antony.
"Antony cambuk dia 20 kali lalu kurung dia di menara, jangan beri dia makan sampai dia mau dan berani menggunakan pistol untuk menembak"ucap Tuanku Robertson.
"Baik Tuanku"ucap Antony.
Alex dicambuk 20 kali lalu dikurung di menara dan tidak diberi makan. Alex hanya memikirkan kesalahannya, lalu Antony berbicara padanya.
"Jika kau ingin jadi hebat, maka kau harus jadi orang yang kuat. Belajarlah semua hal yang ada disini, kelak kau akan bisa sehebat Tuanku Robertson"ucap Antony lalu meninggalkan Alex.
Alex termenung memikirkan kata-kata Antony.
"Benar juga, aku harus kuat biar jadi orang hebat dan membalas orang-orang yang telah membunuh dan menyiksa ayah, ibu dan kakakku"ucap Alex.
Empat tahun kemudian
Alex belajar sungguh-sungguh, dia tidak takut lagi menggunakan berbagai senjata. Di ujian terakhirnya Alex harus mengalahkan sepuluh orang tanpa senjata. Alex mengalahkan sepuluh orang itu tanpa senjata. Tuan Robertson yang melihat itu langsung tepuk tangan.
Prooook......proooook.....
"Hebat...hebat...kau memang anakku"ucap Robertson.
"Terimakasih Ayah"ucap Alex.
"Mulai sekarang kau harus semakin kuat, agar kelak kau jadi pemimpin bisnis kerajaan bawahku"ucap Robertson.
"Iya Ayah"ucap Alex.
Setelah latihan, Alex pergi ke kamar Sila.Alex ingin mengajaknya bermain.
"Sila ayo main"ucap Alex.
"Aku sedang memotong belalang dan kodok ini kak Alex, apa kau mau ikut gabung?"tanya Sila.
"Tidak, aku mau makan saja"ucap Alex.
Alex pergi ke dapur untuk melihat Ibu Maria yang sedang ada di dapur.
"Ibu sedang apa?"tanya Alex.
"Menyincang ayam hidup-hidup untuk makanan nanti siang"ucap Ibu Maria.
"Oooo........"ucap Alex.
"Apa kau mau makan ini nanti?"tanya Ibu Maria.
"Tidak, aku mau pergi keluar dulu"ucap Alex.
Melihat ibunya seperti itu, Alex sudah tak selera makan. Dia memutuskan pergi keluar naik mobil pribadinya bersama dua pengawalnya.
Sampai disebuah jalan, Alex melihat seorang anak perempuan disiksa oleh dua orang laki-laki bertubuh kekar.
Alex turun dari mobilnya bersama dua pengawal itu dan menuju ke tempat gadis itu.
"Lepaskan dia"ucap Alex.
"Tolong....tolong aku kak hik.....hik....."ucap Dianka.
"Beraninya bocah kecil menantang kami"ucap Preman 1.
"Iya mau cari mati dia"ucap Preman 2.
"Pengawal hajar mereka dan patahkan lengannya!"ucap Alex.
"Baik Tuan muda"ucap Kedua pengawal itu.
Kedua pengawal Alex berhasil menghajar kedua preman itu dan mematahkan tangan mereka.
"Terimakasih, namaku Dianka"ucap Dianka.
"Aku Alex, ikutlah bersamaku tidak akan ada orang yang akan menyakitimu lagi"ucap Alex.
"Baik, terimakasih atas semua kebaikanmu.Aku berjanji mulai hari ini aku akan mengabdi padamu dan setia seumur hidupku padamu"ucap Dianka.
"Ya, jadilah orangku mulai sekarang"ucap Alex.
Dianka ikut Alex ke rumah besar itu,Alex mengenalkan Dianka pada Tuan Besar
Robertson. Tuan Robertson sedang duduk membelakangi Alex dan Dianka dikursi kerjanya.
"Ayah aku membawa seorang teman"ucap Alex.
"Apa dia seorang laki-laki atau perempuan?"tanya Tuan Robertson.
"Seorang perempuan"ucap Alex.
"Kalau dia seorang perempuan untuk apa kau bawa menghadapku, kau tahu perempuan itu lemah tak mampu melindungi dirinya sendiri bagaimana dia menjadi orang kita"ucap Tuan Robertson.
Mendengar ucapan Tuan Robertson, Dianka langsung berjongkok dan membungkukkan kepalanya dan berbicara pada Tuan Robertson.
"Aku akan membuktikan bahwa diriku bisa sejajar dengan laki-laki. Aku akan berusaha jadi orang andalanmu, beri aku kesempatan untuk disini"ucap Dianka.
"Bagus, nyalimu cukup besar untuk seorang gadis kecil sepertimu. Kau boleh tinggal disini dan belajar jadi kuat untuk menjadi orangku"ucap Tuan Robertson.
"Baik"ucap Dianka.
"Terimakasih ayah"ucap Alex.
"Bawa dia ke dalam, beri dia kamar untuknya"ucap Tuan Robertson.
Mulai saat itu Dianka tinggal bersama Alex dirumah besar itu. Dianka belajar ilmu bela diri dan berbagai senjata sama seperti Alex. Setiap mereka beristirahat dan hari libur mereka selalu menghabiskan waktu bermain bersama. Mereka tumbuh kembang bersama, tertawa bersama dan berlatih bersama. Sampai pada suatu ketika Tuan Robertson mengkhawatirkan kedekatan mereka akan menyebabkan Alex jadi lemah dan berperasaan. Tuan Robertson memanggil Antony menghadap padanya.
"Tuanku memanggilku?"tanya Antony.
"Ya..., Antony kirim Dianka ke Pusat Latihan Pembunuh Bayaran. Dianka harus dipisahkan dari Alex. Kedekatan mereka akan menyebabkan Alex lemah dan berperasaan"ucap Robertson.
"Baik"ucap Antony.
Setelah itu Dianka dikirim ke Pusat Latihan Pembunuh Bayaran selama bertahun-tahun.Hingga diusianya ke 21 tahun, Dianka baru kembali ke rumah besar itu. Saat dia kembali Alex sudah jadi pengganti Tuan Robertson. Tuan Robertson sudah meninggal dunia.
"Dianka kau sudah kembali"ucap Alex.
"Iya"ucap Dianka.
"Mulai hari ini kau akan jadi tangan kananku dan bantu aku membalas dendamku"ucap Alex.
"Baik sesuai janjiku saat bertemu denganmu,aku akan mengabdi dan setia padamu"ucap Dianka.
"Bagus, kau masih ingat janji itu"ucap Alex.
"Iya"ucap Dianka.
Saat pertemuan itu kembali sikap Alex berubah dingin,tertutup dan penuh dengan dendam.Dianka seperti melihat Alex telah berubah sejak berpisah selama bertahun-tahun dengannya.
"Alex apa yang terjadi selama bertahun-tahun ini?kenapa sikapmu berubah sekali?"ucap Dianka dalam hatinya.
Setelah itu Dianka jadi tangan kanan Alex dan menjalankan setiap misi yang diberikan padanya.Dianka berusaha menjalankan setiap misi itu dengan baik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Cinta Suci
apa urusanya dg lara uff
2022-08-19
0
triana 13
like
2021-06-20
0
Tuty rahayu Rahayu
dianka suka sama alex
2021-06-11
2