Hadiah Suapan

Alex bekerja diruangannya, dia mengecek data laporan penjualan perusahaannya. Tak lama Dianka masuk ke ruangannya. Dia menyampaikan ada tamu untuk Alex yang ingin bertemu dengannya. Dia seorang partner bisnis Alex sekaligus konsumen dari barang produksi perusahaannya. Orang itu bernama Pedro Anggoro. Dianka membawa Tuan Pedro masuk ke ruangan Alex. Dengan segera Alex mempersilahkan Tuan Pedro duduk lalu berbincang dengannya.

"Tuan Pedro bagaimana dengan kerjasama yang saya ajukan baru-baru ini?"tanya Alex.

"Saya akan menyetujuinya secepatnya"ucap Tuan Pedro.

"Saya akan memberi Anda sebuah hadiah yang masih disegel"ucap Alex.

"Kau tahu saja seleraku Alex"ucap Tuan Pedro.

"Nanti aku kirim hadiah itu ke tempatmu"ucap Alex.

"Oke kalau begitu, kerjasama kita tergantung hadiah yang akan kau berikan"ucap Tuan Pedro.

Setelah berbincang Tuan Pedro keluar dari ruangan Alex. Dianka mengantarkan Tuan Pedro sampai ke mobilnya. Setelah itu dia kembali ke ruangan Alex dan berbicara tentang hadiah yang akan dihadiahkan pada Tuan Pedro.

"Antarkan Lara ke tempat Tuan Pedro malam ini. Dandani dia secantik mungkin dan pastikan dia bisa membuat Tuan Pedro menandatangani kerjasama kita"ucap Alex.

"Tapi Bos"ucap Dianka menyangkal.

"Kenapa ada tapi? bukannya selama ini kau hanya menjalankan perintah"ucap Alex.

"Kau berjanji padaku akan setia seumur hidupmu dan membantuku membalas dendamku bukan"ucap Alex.

"Baik"ucap Dianka.

Dianka tak bisa menolak perintah Alex, karena janjinya padanya. Dia hanya bisa menjalankan perintah Alex. Bianka keluar dari ruangan Alex dan pergi ke toilet. Tangannya meninju kaca ditoilet itu sampai pecah berantakan.

"Aku memang berjanji padamu, tapi ini menyangkut harga diri perempuan"ucap Dianka.

Dianka ragu untuk menjalankan perintah Alex kali ini. Dia tahu siapa Tuan Pedro, laki-laki itu selalu haus akan wanita. Dia tak segan membeli wanita untuk mainannya. Dianka tahu jika Lara akan jadi mainan Tuan Pedro malam ini.

*************

Lara sedang memijat Sila berjam-jam dari tadi. Tangannya sudah sangat kelelahan, mengerjakan pekerjaan rumah ditambah lagi harus memijat Sila berjam-jam lamanya.

"Kamu mau makan tidak? kalau mau makan mijatnya yang bener dong"ucap Sila.

"Iya"ucap Lara.

"Bisa mijat gak sih?"tanya Sila marah sampat matanya melotot.

Sila langsung berdiri dan mendorong tubuh Lara sampai terjatuh ke dari ranjang.

"Aw..."ucap Lara kesakitan karena dorongan kencang dari Sila.

"Itu pantas untuk hukumanmu"ucap Sila.

"Ada apa Sila? Ibu lihat kau tak puas dengan mainanmu"ucap Ibu Maria.

"Iya Bu, mainan ini membosankan"ucap Sila.

"Kalau kau sudah bosan, Ibu ingin memainkannya gantian"ucap Ibu Maria.

"Ya Allah bahkan aku hanya seperti mainan dimata mereka, kuatkan hati hamba menghadapi semua ujian ini" batin Lara.

"Lara ikut akut, ada permainan yang harus kau mainkan"ucap Ibu Maria.

"Baik"ucap Lara.

Lara mengikuti Ibu Maria pergi keluar dari kamar Sila. Mereka menuju ke ruang makan dirumah itu. Ibu Maria menyediakan nasi putih untuk dimakan Lara.

"Makan nasi itu itu satu bulir demi satu bulir dan menghitungnya sampai habis, aku ingin melihat kau yang kelaparan dan hanya bisa makan satu bulir nasi bertahap ha....ha...."ucap Ibu Maria.

"Baik"ucap Lara.

Lara memakan nasi itu satu bulir demi satu bulir dan menghitungnya sampai habis. Ibu Maria dan Sila sungguh sangat kejam pada Lara yang tak bersalah.

Dianka datang ke rumah besar Lara, dia harus menjemput Lara. Istri sang mafia itu hanya bisa mengikuti Dianka ke mobil. Lalu Dianka mengajaknya pergi ke sebuah butik untuk memilih baju. Setelah itu pergi ke salon untuk didandani. Lara tidak tahu mau dibawa kemana dia.

"Kenapa aku berdandan secantik ini, apa suamiku ingin bertemu denganku, alhamdulillah jika itu benar" batin Lara.

Setelah selesai dari salon, Dianka membawa Lara ke rumah besar Tuan Pedro. Diperjalanan Dianka memberikan sebuah pistol pada Lara.

"Ini untuk apa?"tanya Lara.

"Nanti kau akan tahu, simpan didalam bajumu" ucap Dianka.

Lara hanya mengangguk saja walaupun dia tidak tahu maksud Dianka. Sampai dirumah besar milik Tuan Pedro. Lara bingung kenapa dibawa ke rumah besar yang dia tidak tahu itu rumah siapa. Dia coba bicara pada Dianka.

"Ini rumah siapa?"tanya Lara.

"Tuan Pedro"ucap Dianka.

"Untuk apa aku dibawa kesini?"tanya Lara.

"Ikut aku dan jangan bertanya"ucap Dianka.

Dianka menyerahkan Lara pengawal Tuan Pedro. Lalu Dianka menemui Tuan Pedro yang sedang duduk disofa ruang keluarga dirumahnya.

"Aku sudah membawa hadiahnya"ucap Dianka.

"Hadiah? apa maksud semua ini?" batin Lara.

Tuan Perdo melihat Lara yang berdiri disamping pengawalnya. Dia tersenyum melihat kecantikan Lara.

"Ini memang seleraku" ucap Tuan Pedro.

Dianka melempar surat kontrak kerja sama bisnis antara Lara dengan Tuan Pedro ke meja.

"Tanda tangani" ucap Dianka.

Tuan Pedro melihat Dianka dengan jelas, tangan kanan Alex begitu cantik dimatanya.

"Apa masih ada hidangan lainnya"ucap Tuan Pedro menggoda Dianka.

Dianka langsung mengeluarkan pistol dan mengarahkan ke Tuan Pedro. Pengawal Tuan Pedro mengelilingi Dianka dan mengeluarkan pistol mereka mengarah ke kepala Dianka.

"Kalian mau menembakku? aku akan lebih dulu menembak Tuan Pedro"ucap Dianka.

"Sudah, turunkan senjata kalian!"ucap Tuan Pedro memerintah pengawalnya.

"Tuan Pedro saya kesini tidak suka basa basi, tanda tangani surat perjanjian itu atau pistol ini akan berbicara"ucap Dianka mengancam.

"Oke-oke, lagi pula aku sudah mendapatkan hadiah itu, bilang pada Alex aku sangat puas dengan hadiahnya"ucap Tuan Pedro.

"Jangan banyak omong, tanda tangani segera"ucap Dianka.

"Oke" ucap Tuan Pedro.

Tuan Pedro menandatangani surat kerjasama bisnis itu. Lalu Dianka menurunkan pistolnya. Dia mengambil surat kerjasama bisnis itu dan meninggalkan rumah besar Tuan Pedro.

"Tuan hadiahnya mau dibawa kemana?"tanya Pengawal itu.

"Bawa dia ke kamar atas"ucap Tuan Pedro.

"Baik Tuan"ucap Pengawal itu.

Pengawal itu menarik lengan Lara naik ke lantai atas, dia memasukkan Lara ke dalam kamar Tuan Pedro lalu mengunci pintu kamar itu.

Tuk...tuk...tuk...

Lara mengetuk pintu kamar itu sekuat mungkin tapi tak ada jawaban.

"Ya Allah, apa yang akan dilakukan mereka semua padaku. Lindungilah hamba Ya Allah" ucap Lara memanjatkan dia.

Lara melihat ke arah jendela, mungkin dia bisa keluar lewat jendela kaca itu. Baru berjalan beberapa langkah, Tuan Pedro masuk ke kamar itu dan mengunci pintu kamarnya. Bara hanya berdua dikamar itu dengan Tuan Pedro. Dia ketakutan dan kebingungan, dia tidak tahu kenapa dia disebut hadiah.

"Cantik, ini baru benar-benar hadiah yang kuinginkan"ucap Tuan Pedro.

"Hadiah, apa maksudnya?"tanya Lara.

"Kau sudah dihadiahkan untukku malam ini oleh Alex"ucap Tuan Pedro.

"Tidak mungkin, biarkan aku pergi"ucap Lara.

Tuan Pedro menghampiri Lara dan menggenggam kedua lengannya.

"Mana mungkin aku melepas hadiah secantikmu, ayo buka bungkusmu biar aku melihat seberapa indah hadiah itu"ucap Tuan Pedro.

"Lepaskan, biarkan aku pergi"ucap Lara.

Lara berusaha melepas lengannya dari tangan Tuan Pedro tapi tidak bisa. Dia menendang bagian terpenting Tuan Pedro, lalu berlari ke arah pintu. Dia mencoba membuka pintu tapi tidak bisa. Pintu itu sudah dikunci, Lara menangis dan berteriak. Jantungnya berdebar tak beraturan, tubuhnya panas dingin karena ketakutan. Tuan Pedro menangkapnya, Lara berusaha melawan tapi apa daya seorang wanita. Tuan Pedro melempar Lara ke ranjang. Dia mulai membuka pakaian atasnya. Saat itu Lara ingat pistol yang diberikan Dianka padanya. Dia mengambil pistol didalam pakaiannya lalu mengacungkan ke arah Tuan Pedro.

"Jangan main-main denganku cantik" ucap Tuan Pedro sambil mengangkat kedua tangannya.

"Huh..huh...huh..." Nafas Lara tersengal-sengal karena ketakutan.

Tuan Pedro memberanikan diri mendekati Lara, tapi Lara langsung menembak.

Dor...

"Aw..." Lengan Tuan Pedro terkena peluru pistol itu. Dia memegangi lengannya yang mulai berdarah.

Melihat itu Lara langsung memanfaatkan situasi untuk kabur. Dia tahu pintu terkunci. Lara menembak jendela kaca.

Tuar...

Jendela kaca itu pecah berkeping-keping. Lara segera melompat melewati jendela kaca yang pecah. Dia berjalan dibalkon kamar Tuan Pedro. Ternyata dibawah Bianka sudah menunggunya dengan sebuah stager.

"Turun" ucap Dianka.

Lara mengangguk. Dia turun kebawah dengan stager itu.

"Ikut aku" ucap Dianka.

Terpopuler

Comments

lovely

lovely

heran masih bingung ma alurnya ko bisa jadi ajang balas dendam 🥴

2022-10-08

0

Cinta Suci

Cinta Suci

smoga dianta baik

2022-08-19

0

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

alex jahat bnget ya istri sendiri di korbanin..sbnary apa salah lara sm di jadiin budak gt..awas aja alex tr kamu nyesel de..
untung ada dianka yg hatiy baik ..

2022-06-18

0

lihat semua
Episodes
1 Kau Mangsaku
2 Hadiah Suapan
3 Pergilah Yang Jauh
4 Pergi Ke Kantor Polisi
5 Rencana Pergi Ke Luar Negeri
6 Balas Dendam
7 Hukuman
8 Kejam dan Biadap
9 Siapa Yang Mengizinkanmu Mati
10 Dikurung Dimenara
11 Masa Lalu
12 Mahkota Yang Terenggut
13 Misi Dianka
14 Ciuman Suami
15 Bersama
16 Extra Part
17 Jangan Mengganggu
18 Apa Tujuan
19 Bekerjasama
20 Kaulah Mangsaku
21 Apa Kau Putriku?
22 Obat Pencahar dan Misi Yang Tidak Sempurna
23 Perangkap
24 Lara Mulai Berani
25 Mulai Mencintai
26 Dendam Atau Cinta
27 Hamil Anak Alex
28 Mengetahui Anak Giorgio
29 Minta Maaf
30 Pembalasan Alex
31 Dikurung Dibawah Tanah
32 Halusinasi
33 Dilelang
34 Kau Mangsa Ku Dianka
35 Kehangatan Alex
36 Putri Dimenara
37 Dianka Menolong
38 Menantimu
39 Jack Datang Kembali
40 Alex Digigit Ular
41 Kau Akan Mencintaiku
42 Taruhan
43 Aku Ingin Punya Anak
44 Pilih Bersama Yang Mana
45 Kehilangan Semuanya
46 Tinggal Dirumah William
47 Bingung dan Menangis
48 Jangan Tinggalkan
49 Bertemu Kembali
50 Masa Lalu William
51 Mau Menikah Denganku
52 Menjadi Sekretaris Alex
53 Menikahimu
54 Aku Cemburu
55 Terkilir
56 Gjbran Yang Hangat Dan Periang
57 Bertemu Gengster Kalajengking
58 Bersama Gibran
59 Dilema Cinta
60 Dianka Berkorban
61 Berjuang Untuk Hidup Baru
62 Promo Novel
63 PENGUMUMAN
64 Kematian Alex
65 Tujuh Tahun
66 Mirip Alex
67 Penyelamatan
68 Pagi Yang Cerah
69 Mulai Bekerja dan Bekerjasama
70 Menyebalkan Sekali
71 Menangis
72 Indahnya Kebersamaan
73 Siapa Yang Datang
74 Sandiwara dan Cinta
75 Pertemuaan
76 Romantis
77 Berusaha Menjalin Hubungan
78 Perasaan Yang Datang
79 Gosip Yang Menyebar
80 Masa Lalu Zion
81 Memasak Romantis
82 Godaan
83 Kembalinya
84 Pembuktian
85 Kedatangan Nona Zelina
86 Peluang
87 Harus Memilih
88 Akhirnya
89 Gangguan Alex
90 Menemui Mahira
91 Siasat
92 Rencana Busuk
93 Masuk Dalam Perangkap
94 Ada Jalan Keluarnya
95 Pengumuman
96 Masih Hidup
97 Hilang
98 Hilang Ingatan
99 Bersama Alex
100 Mulai Terungkap
101 Masuk Hotel
102 Bertemu Dafa
103 Berusaha
104 Pertemuan Yang Menyebalkan
105 Mulai Ada Titik Terang
106 Pengejaran Lagi
107 Sedikit Mengingat
108 Akhirnya Pulang Juga
109 Tidur Dirumahku
110 Nikahi Anak Emak
111 Menikah
112 Bahagia Berkumpul Bersama
113 Mulai Mencintai
114 Kehamilan
115 Kembalinya Ingatan
116 Merelakanmu
117 Scorpion
118 Pergi Ke Markas Api
119 Melawan Scorpion
120 Promo Novel
121 Ending
122 Promo Novel
123 New Generation Part 1
124 New Generation Part 2
125 New Generatin Part 3
126 New Generation Part 4
127 New Generation Part 5
128 New Generation Part 6
129 New Generation Part 7
130 Generation 2 : Part 8
131 Generation 2 : Part 9
132 Promo Novel
133 Generation 2 : Part 10
134 Generation 2 : Part 11
135 Generation 2 : Part 12
136 Generation 2 : Part 13
137 Generation 2 : Part 14
138 Generation 2 : Part 15
139 Generation 2 : Part 16
140 Generation 2 : Part 17
141 Generation 2 : Part 18
142 Generation 2 : Part 19
143 Generation 2 : Part 20
144 Generation 2 : Part 21
145 Generation 2 : Part 22
146 Generation 2 : Part 23
147 Generation 2 : Part 24
148 Generation 2 : Part 25
149 Generation 2 : Part 26
150 Generation 2 : Part 27
151 Generation 2 : Part 28
152 Sementara
153 Pengumuman
154 Generation 2 : Part 29
155 Generation 2 : Part 30
156 Pengumuman
157 Generation 2 : Part 31
158 Generation 2 : Part 32
159 Generation 3 : Part 33
160 Revisi Sebentar
161 Generation 2 : Part 34
162 Generation 2 : Part 35
163 Generation 2 : Part 36
164 Generation 2 : Part 37
165 Generation 2 : Part 38
166 Pengumuman
167 Generation 2 : Part 39
168 Generation 2 : Part 40
169 Generation 2 : Part 41
170 Generation 2 : Part 42
171 Generation 2 : Part 43
172 Pengumuman
173 Generation 2 : Part 44
174 Generation 2 : Part 45
175 Generation 2 : Part 46
176 Pengumuman
177 Promo Novel
Episodes

Updated 177 Episodes

1
Kau Mangsaku
2
Hadiah Suapan
3
Pergilah Yang Jauh
4
Pergi Ke Kantor Polisi
5
Rencana Pergi Ke Luar Negeri
6
Balas Dendam
7
Hukuman
8
Kejam dan Biadap
9
Siapa Yang Mengizinkanmu Mati
10
Dikurung Dimenara
11
Masa Lalu
12
Mahkota Yang Terenggut
13
Misi Dianka
14
Ciuman Suami
15
Bersama
16
Extra Part
17
Jangan Mengganggu
18
Apa Tujuan
19
Bekerjasama
20
Kaulah Mangsaku
21
Apa Kau Putriku?
22
Obat Pencahar dan Misi Yang Tidak Sempurna
23
Perangkap
24
Lara Mulai Berani
25
Mulai Mencintai
26
Dendam Atau Cinta
27
Hamil Anak Alex
28
Mengetahui Anak Giorgio
29
Minta Maaf
30
Pembalasan Alex
31
Dikurung Dibawah Tanah
32
Halusinasi
33
Dilelang
34
Kau Mangsa Ku Dianka
35
Kehangatan Alex
36
Putri Dimenara
37
Dianka Menolong
38
Menantimu
39
Jack Datang Kembali
40
Alex Digigit Ular
41
Kau Akan Mencintaiku
42
Taruhan
43
Aku Ingin Punya Anak
44
Pilih Bersama Yang Mana
45
Kehilangan Semuanya
46
Tinggal Dirumah William
47
Bingung dan Menangis
48
Jangan Tinggalkan
49
Bertemu Kembali
50
Masa Lalu William
51
Mau Menikah Denganku
52
Menjadi Sekretaris Alex
53
Menikahimu
54
Aku Cemburu
55
Terkilir
56
Gjbran Yang Hangat Dan Periang
57
Bertemu Gengster Kalajengking
58
Bersama Gibran
59
Dilema Cinta
60
Dianka Berkorban
61
Berjuang Untuk Hidup Baru
62
Promo Novel
63
PENGUMUMAN
64
Kematian Alex
65
Tujuh Tahun
66
Mirip Alex
67
Penyelamatan
68
Pagi Yang Cerah
69
Mulai Bekerja dan Bekerjasama
70
Menyebalkan Sekali
71
Menangis
72
Indahnya Kebersamaan
73
Siapa Yang Datang
74
Sandiwara dan Cinta
75
Pertemuaan
76
Romantis
77
Berusaha Menjalin Hubungan
78
Perasaan Yang Datang
79
Gosip Yang Menyebar
80
Masa Lalu Zion
81
Memasak Romantis
82
Godaan
83
Kembalinya
84
Pembuktian
85
Kedatangan Nona Zelina
86
Peluang
87
Harus Memilih
88
Akhirnya
89
Gangguan Alex
90
Menemui Mahira
91
Siasat
92
Rencana Busuk
93
Masuk Dalam Perangkap
94
Ada Jalan Keluarnya
95
Pengumuman
96
Masih Hidup
97
Hilang
98
Hilang Ingatan
99
Bersama Alex
100
Mulai Terungkap
101
Masuk Hotel
102
Bertemu Dafa
103
Berusaha
104
Pertemuan Yang Menyebalkan
105
Mulai Ada Titik Terang
106
Pengejaran Lagi
107
Sedikit Mengingat
108
Akhirnya Pulang Juga
109
Tidur Dirumahku
110
Nikahi Anak Emak
111
Menikah
112
Bahagia Berkumpul Bersama
113
Mulai Mencintai
114
Kehamilan
115
Kembalinya Ingatan
116
Merelakanmu
117
Scorpion
118
Pergi Ke Markas Api
119
Melawan Scorpion
120
Promo Novel
121
Ending
122
Promo Novel
123
New Generation Part 1
124
New Generation Part 2
125
New Generatin Part 3
126
New Generation Part 4
127
New Generation Part 5
128
New Generation Part 6
129
New Generation Part 7
130
Generation 2 : Part 8
131
Generation 2 : Part 9
132
Promo Novel
133
Generation 2 : Part 10
134
Generation 2 : Part 11
135
Generation 2 : Part 12
136
Generation 2 : Part 13
137
Generation 2 : Part 14
138
Generation 2 : Part 15
139
Generation 2 : Part 16
140
Generation 2 : Part 17
141
Generation 2 : Part 18
142
Generation 2 : Part 19
143
Generation 2 : Part 20
144
Generation 2 : Part 21
145
Generation 2 : Part 22
146
Generation 2 : Part 23
147
Generation 2 : Part 24
148
Generation 2 : Part 25
149
Generation 2 : Part 26
150
Generation 2 : Part 27
151
Generation 2 : Part 28
152
Sementara
153
Pengumuman
154
Generation 2 : Part 29
155
Generation 2 : Part 30
156
Pengumuman
157
Generation 2 : Part 31
158
Generation 2 : Part 32
159
Generation 3 : Part 33
160
Revisi Sebentar
161
Generation 2 : Part 34
162
Generation 2 : Part 35
163
Generation 2 : Part 36
164
Generation 2 : Part 37
165
Generation 2 : Part 38
166
Pengumuman
167
Generation 2 : Part 39
168
Generation 2 : Part 40
169
Generation 2 : Part 41
170
Generation 2 : Part 42
171
Generation 2 : Part 43
172
Pengumuman
173
Generation 2 : Part 44
174
Generation 2 : Part 45
175
Generation 2 : Part 46
176
Pengumuman
177
Promo Novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!