Setelah Alex memberi Lara kalung anjing, Lara diseret ke toilet oleh Alex. Alex memasukkan Lara ke dalam toilet. Lara tidak mampu melawan Alex. Dia hanya bisa menerima semua kekejaman dari Alex. Alex menyiram tubuh Lara dengan cran air dingin yang sengaja dimaksimalkan dinginnya. Lara kedinginan dan hanya bisa menangis.
"Kenapa? kau tak melawan mangsaku, apa kau takut dengan pemangsamu?"tanya Alex.
"Hik...hik...hik..."Lara hanya menangis tersedu-sedu.
"Jawab aku, kalau tidak hukumanmu akan bertambah"ucap Alex.
"Aku tidak peduli, sampai kapanpun kau akan tetap menghukumkukan. Apa bedanya dengan hukuman yang sekarang hik....hik....."ucap Lara sambil menangis.
"Teruslah meronta, aku semakin senang"ucap Alex.
"Kau senang kan aku menderita? lalu apa lagi teruslah siksa aku sepuasmu"ucap Lara.
"Ha...ha...tenang ada hadiah untukmu nanti, untuk saat sekarang ini sudah cukup"ucap Alex.
"Hik...hik...hik..."Lara hanya menangis.
Alex mengunci Lara ditoilet, lalu dia menuju ke ruang tamu lagi.
"Pengawal, awasi mangsaku jangan sampai kabur. Biar mangsaku didalam sampai pagi"ucap Alex.
"Baik"ucap Pengawal itu.
Alex pergi meninggalkan apartemennya. Tinggal Lara sendirian dijaga anak buah Alex. Dia tak berani macam-macam lagi, dia tak ingin Alex menyakiti orang-orang yang menolongnya nanti seperti yang terjadi pada Ardi.
"Ya Allah, aku tahu engkau tak mungkin menguji umatmu melebihi kemampuannya. Kuatkanlah hamba dalam menghadapi segala ujian ini" batin Lara.
*********
Dianka berjalan dilorong basemant apartemen. Saat dia berjalan, dia melihat Ricard juga sedang berjalan dilorong basemant apartemen. Dianka berjalan mendekat ke arah Ricard berada.
"Ricard dari mana saja kau?"tanya Dianka.
"Dianka seharusnya kau tak perlu menanyakan hal ini padaku"ucap Ricard.
"Apa kau mendapat tugas khusus dari Alex"ucap Dianka.
"Haruskah aku menyebutkannya? bukannya kau tahu peraturannya. Setiap orang kepercayaan Alex punya tugas masing-masing dan kita tidak boleh bertanya atau ikut campur tanpa seizin Bos Alex"ucap Ricard.
".........."Dianka hanya diam.
"Dianka kau iri, aku mendapat tugas khusus,dan kau menggantikan pekerjaanku sekarang"ucap Ricard.
"Aku tidak mungkin iri, jika aku mau,aku bisa mendapatkannya"ucap Dianka.
"Bagus kalau kau paham"ucap Ricard sambil meninggalkan Dianka.
Dianka masih diam ditempat itu, dia masih memikirkan tugas apa yang diberikan Alex pada Ricard.
Dianka mengendarai mobilnya menuju sebuah kedai makan. Kedai itu menjual bubur kacang hijau. Dianka turun dari mobilnya, dan berjalan ke kedai itu. Malam-malam memang enak makan bubur kacang hijau hangat. Dianka memesan bubur kacang hijau hangat.
"Dianka tumben kau datang malam ini, apa kau tak sibuk?"tanya Ibu Sri penjual bubur kacang hijau.
"Pekerjaanku sudah selesai Bu Sri"ucap Dianka.
"Kau tiap hari pakai setelan jas, apa tak panas?"ucap Ibu Sri.
"Ini baju kerjaku Bu Sri, memangnya kenapa?"tanya Dianka.
"Kau itu cantik,seharusnya pakai gaun pasti banyak cowok berjejer mengantri mengajakmu menikah"ucap Ibu Sri.
"Bu Sri bisa saja"ucap Dianka.
"Dianka, apa kau tak punya pacar?"tanya Ibu Sri.
"Tidak, tapi ada seseorang yang kusukai"ucap Dianka.
"Apa dia juga suka padamu?"tanya Ibu Sri.
"Tidak, dia sibuk dengan urusannya sendiri"ucap Dianka.
"Jangan mengejar pria yang seperti itu, melelahkan dan kau akan sakit hati nantinya"ucap Ibu Sri.
"Ya Bu Sri benar"ucap Dianka.
Setelah makan bubur kacang hijau hangat Dianka kembali ke rumahnya. Rumah sederhana dipinggiran kota. Dianka jarang pulang ke rumahnya. Dia biasa tidur di mobil atau di mana saja karena banyak tugas yang diberikan Alex. Dia tinggal sendiri dirumah itu. Bahkan tidak ada foto pajangan orangtuanya. Orangtua Dianka sudah meninggal saat dia masih kecil. Mungkin saat itu umurnya masih 8 tahun. Lalu dia jadi anak jalanan dan diperbudak preman jalanan. Setelah usianya 10 tahun,dia bertemu Alex. Alex membebaskannya dari perbudakan yang dilakukan oleh preman jalanan. Setelah itu Dianka berjanji akan setia padanya dan membantu Alex membalaskan dendamnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
🌷💚SITI.R💚🌷
kasian dianka bebas dr preman jalanan skrng lbh parah jd budaky alex
2022-06-18
0
Fitri Sri Dewi
thor biasanya lu klo buat cerita ada komedinya, tp ini kok.. boro boro komedi malah sadis bet
2021-11-09
0
Moh Jodi Setiawan
menurutku Cerita ini kurang menyedihkan. authornya hanya menontonkan sisi luarnya saja. maksudq saat lara di siram air dingin. si author tidak menceritakan kesakitan yg dialami si lara saat terkena air dingin. mungkin tulangnya nyeri atau apalah. ya itu sih pendapatku.
2021-10-09
0