Lara sedang mengerjakan seluruh pekerjaan rumah sesuai yang diperintahkan Ibu Maria padanya. Untung hari itu, Ibu Maria dan Sila sedang pergi keluar jadi Lara tidak harus mendapatkan perintah yang aneh-aneh dari mereka. Sore harinya Lara sedang mengelap meja makan dan merapikannya. Lalu datang Ricard dan dua pengawal Alex menghampirinya.
"Lara ikut aku, Bos Alex menyuruhku menjemputmu"ucap Ricard.
"Mau kemana?"tanya Lara takut.
"Kau tidak pantas bertanya, ikutlah jangan sampai Bos Alex marah"ucap Ricard.
"Baik"ucap Lara.
Lara ikut bersama Ricard ke mobilnya. Dia duduk dikursi belakang mobil, sementara Ricard duduk didepan. Ricard memberi Lara sebuah dress dan alat make up.
"Gantilah bajumu dengan baju itu dan berdandanlah"ucap Ricard.
"Tapi aku harus berganti pakaian dimana?"tanya Lara.
"Dimobil ini"ucap Ricard.
"Tapi...."ucap Lara.
"Cepat gantilah bajumu, jangan buat aku marah" ucap Ricard.
"Iya"ucap Lara.
Lara mengganti bajunya didalam mobil itu. Ricard hanya fokus melihat kedepan. Setelah Lara selesai berganti pakaian, lalu dia berdandan.
Mobil itu sampai disebuah Club Malam Ambresdors. Ricard membawa Lara masuk ke dalam club malam itu. Mereka masuk ke ruangan VVIP, didalam ada Alex dan seorang laki-laki yang disamping kanan kirinya diapit wanita. Lara dan Ricard masuk ke ruangan itu dan menghadap Alex.
"Ricard kau boleh pergi sekarang"ucap Alex.
"Baik Bos"ucap Ricard.
Ricard keluar dari ruangan itu, sementara Lara masih didalam.
"Kemarilah mangsaku"ucap Alex.
Lara mendekat dan duduk disamping Alex. Tangan Alex merangkul Lara dan mencium pipinya.
Cup
"Ini baru mangsaku" ucap Alex.
Diseberang tempat duduk Alex dan Lara, duduk Kenzo yang sedang memperhatikan Lara.
"Alex siapa gadis cantik disampingmu itu?"tanya Kenzo.
"Apa kau mau dia?"tanya Alex.
"Boleh juga, kebetulan aku ingin gadis cantik malam ini"ucap Kenzo.
Alex berbisik sesuatu pada Lara yang ada disampingnya.
"Lara kau pergi temani Kenzo, dia adalah temanku, buat dia puas"ucap Alex.
"Ya Allah, aku ini istrinya kenapa dia lagi-lagi merendahkanku seperti ini" batin Lara.
Lara hanya diam saja tak mau membalas ucapan Alex.
"Kau dengar ucapanku tadi?"tanya Alex.
"Iya"ucap Lara.
Lara berdiri lalu berjalan menuju ke arah Kenzo.
"Kalian berdua minggir"ucap Kenzo pada kedua wanita yang mengapitnya.
Kedua wanita itu menyingkir dari Kenzo. Lalu Lara duduk disamping Kenzo.
"Kalau dari dekat seperti ini kau memang cantik ya"ucap Kenzo.
"........."Lara hanya diam.
"Kenapa? kau benci Alex ya"ucap Kenzo berbisik pada Lara.
"Tidak ada hubungannya denganmu"ucap Lara.
"Aku sebenarnya tidak suka pada Alex, jika kau ingin bebas dari cengramannya aku punya caranya"ucap Kenzo.
"Aku tidak peduli"ucap Lara.
"Begini saja kau ingin melayaniku atau tidak?"tanya Kenzo.
"Mana mungkin aku melayani lelaki yang bukan suamiku" batin Lara.
Lara hanya diam dan berpikir.
"Jika kau mau bisa membuatku tak bisa melupakan malam indah bersamamu. Aku akan membebaskanmu dari cengkraman Alex" ucap Kenzo memberi tawaran pada Lara.
".........."Lara hanya diam dan berpikir.
"Pilihan ada padamu, sekarang pilihlah, jangan buatku marah"ucap Kenzo.
Karena Lara hanya diam Kenzo berpikir dia setuju. Kenzo menarik tubuh Lara, dia memeluk Lara dan hendak menciumnya tapi Alex tiba-tiba menonjok pipinya.
Dug...
"Aw...Alex bukannya kau menyerahkannya padaku" ucap Kenzo.
Alex tak bicara apapun. Dia menarik lengan Lara membawanya keluar dari club malam itu. Dia naik ke dalam mobil bersama Lara.
"Apa yang dikatakan Kenzo padamu?" tanya Alex.
"Dia hanya bilang kalau aku bisa membuatnya tidak melupakan malam indah bersamamu, dia akan membebaskanku darimu" ucap Lara.
"Lalu apa yang kau pilih?" tanya Alex.
"Aku...aku tidak mungkin melayani lelaki yang bukan suamiku" ucap Lara.
Alex langsung mencium Lara. Seketika Lara merasakan ciuman itu penuh cinta. Dia merasakan kehangatan Alex padanya tapi dia sadar lelaki itu sudah membuatnya seperti binatang peliharaan dan membuat Ardi terluka dan entah ada dimana. Dia langsung mendorong dada Alex melepas ciumannya.
"Apa yang kau lakukan mangsaku"ucap Alex.
"Aku tidak ingin menjadi mainanmu, yang terkadang kau siksa dan sekarang kau menginginkan cinta"ucap Lara.
"Kau tidak berhak menolak apapun yang ku mau" ucap Alex.
"Kalau begitu perlakukan aku selayaknya sebagai istrimu" ucap Lara.
"Selamanya kau hanya mangsaku, baik dikurungan ataupun diranjang" ucap Alex.
Lara langsung meneteskan air matanya. Lelaki itu tak mungkin menganggapnya istri dan memberinya kasih sayang.
"Untuk apa aku berharap jadi istrinya, dia saja sudah menyakiti Ardi" batin Lara.
Alex mengendarai mobilnya meninggalkan club malam itu. Dia membawa Lara ke apartemen miliknya.
Tahap revisi ulang jadi bersabar ya untuk para reader.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 177 Episodes
Comments
Aliya Jazila
semoga adik perempuan alex kelak di buat sama laki2 lain seperti lara
2022-12-23
0
lovely
smoga ada balasannya s Alex perbuatannya yg kejam jangan mudah luluh dulu lara
2022-10-08
0
triana 13
lanjut
2021-06-20
0