Tersesat

Asyila terbangun dari tidurnya, udara pagi itu benar-benar sejuk.

Membuatnya ingin merasakan sejuknya udara di sekitar tempat perkemahan.

Dyah dan Erna masih tertidur pulas sehabis sholat subuh bersama, dengan penasaran dan melihat-lihat pemandangan sekitar Asyila berjalan dan terus berjalan mencari tempat yang cocok untuk mengabadikan momen di sekitar hutan.

“Sepertinya tempat ini kurang cocok, lebih baik ke sebelah sana saja,” ucap Asyila dan melangkahkan kakinya menuju hutan.

Selain membawa ponsel pintar dan tas kecil di punggungnya berisikan beberapa roti, tak lupa ia membawa jaket serta sepatu sneaker miliknya.

“Wah.. tempat ini cantik. Lebih baik foto disini,” ucap Asyila dan ber-selfie.

Lama-lama matahari mulai terbit dengan cahaya yang sangat terang membuat Asyila semakin ingin memasuki hutan.

Tak ada sedikitpun rasa ketakutan di benaknya karena ia pikir masih disekitar tempat mereka berkemah dan pasti banyak orang yang lalu lalang disekitar hutan itu.

“Ada bunga yang cantik,” puji Asyila pada bunga bermekaran.

Dengan cepat Asyila memotret bunga itu sebanyak mungkin.

Erna terlebih dulu bangun dari tidurnya, embun pagi membuat tenda menjadi dingin bahkan berair.

Dengan cepat ia bangun dan melipat selimut yang Erna pakai.

“Asyila kemana?” tanya Erna lirih. Ia kemudian keluar tenda.

Erna melihat sekeliling tenda tapi tidak menemukan batang hidung Asyila, ia pun berpikir bahwa Asyila sedang menikmati udara pagi.

“Selamat pagi nenek,” sapa Abraham yang baru keluar dari tenda.

“Pagi juga, tadi di depan tenda ada mangkuk apakah kamu dan Asyila semalam makan bersama?” tanya Erna.

“Awalnya ia nek, tapi dia malah masuk ke dalam tenda,” sahut Abraham jujur.

“Sabar ya Abraham, mungkin Asyila tidak enak bersama mau jadinya menghindari kamu, kamu kan tahu sendiri Asyila belum tahu siapa kamu,” ucap Erna.

“Iya nek, hari ini kita mau masak apa?” tanya Abraham.

“Kita bakar ikan bagaimana?” tanya Erna.

“Tapi kan kita tidak ada ikan nek, hanya beberapa roti dan mie instan.”

Erna tersenyum lebar. “kamu lupa kalau kita punya bawahan?” tanya Erna.

“Aku mengerti nek, biar aku suruh Eko untuk mengantarkan ikan,” sahut Abraham.

“Jangan lupa bilang kepada Eko untuk membersihkan ikan dan memberi bumbu untuk membakar ikan.” Pesan Erna pada cucunya.

“Siap nenek, Abraham menghubungi Eko sebentar ya nek!” ucap Abraham dan menjauh beberapa meter untuk menghubungi Eko.

Dyah di dalam tenda menggeliat merenggangkan otot-ototnya, ia lalu menoleh ke sebelah kiri mencari Erna dan Asyila.

“Kemana mereka?” tanya Dyah yang masih mengumpulkan nyawanya.

Dengan mata yang belum terbuka sempurna Dyah bangun dan keluar tenda mencari Erna dan Asyila.

“Nenek sudah bangun,” ucap Dyah sambil mengucek mata.

“Kamu sudah bangun, tolong bantu nek yut mengambil kayu bakar dekat tenda yang kemarin nen yutbawa!” pinta Erna.

“Baik nek yut,” balas Dyah.

Dyah mengambil beberapa kayu bakar dan menaruh kayu itu tepat di tempat pembakaran, kemudian ia berjalan menuju kamar mandi yang lumayan jauh dengan tenda mereka.

Abraham duduk sambil menghadap ke arah tenda yang ditinggali oleh istrinya, namun hampir 1 menunggu belum juga muncul tanda-tanda istrinya terbangun.

“Nek coba lihat Asyila, dari tadi dia belum bangun!” pinta Abraham.

“Asyila tidak ada di tenda, mungkin masih jalan-jalan disekitar tempat ini,” ucap Erna.

“Jadi Asyila tadi tidak izin nek? baiklah nek” ucap Abraham tak bersemangat.

“Kamu yang semangat dong! kalau Asyila sudah bosan pasti dia balik kesini,” sahut Erna.

“Iya nek,” ucap Abraham pasrah.

Dyah datang dengan rambut yang masih basah dibalut oleh handuk kecil di kepalanya.

“Adem nek yut,” ucap Dyah menggigil.

“Tidak apa-apa Dyah, hitung-hitung buat menyegarkan badan,” balas Erna.

Dyah mengedarkan pandangannya ke sekitar tenda. “Aunty mana nek yut?” tanya Dyah lirih.

“Mungkin jalan-jalan sekitar tempat ini,” sahut Erna.

“Iya nek, Dyah juga seharusnya diajak,” ucap Dyah.

“Nanti kita jalan-jalan lagi kalau Asyila sudah pulang.”

“Iya nek.”

Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 12 siang namun Asyila belum juga datang menghampiri mereka.

“Nek istriku dari tadi belum juga datang,” ucap Abraham panik.

“Dyah coba hubungi aunty-mu sekarang!” pinta Erna yang ikutan panik.

Dyah dengan cepat mengambil ponsel pintarnya di dalam tenda, saat akan mengirim pesan rupanya pesan singkat dari Asyila baru saja masuk.

“Jangan menghawatirkan aku, disini aku sedang asyik memotret beberapa burung. 1 jam lagi aku pulang.”

Dyah bernafas lega ternyata Asyila baik-baik saja.

“Paman dan nenek buyut tidak perlu khawatir, aunty mengirim pesan bahwa sebentar lagi kak Asyila Sampai kesini. Kak Asyila berkata sedang asyik memotret burung,” jelas Dyah.

“Syukurlah,” ucap Erna.

Khawatir tetaplah khawatir itulah yang dipikirkan oleh Abraham.

Ia sama sekali tidak bisa tenang mengingat hutan itu banyak sekali hewan-hewan liar bahkan buas.

Langkah kaki Asyila tetap mengikuti kemana arah burung itu pergi, sampai ia tidak sadar bahwa dirinya telah sangat jauh dari tempat aman.

Asyila duduk di pohon yang tidak terlalu besar ataupun kecil, ia mengiistirahatkan dirinya yang cukup lelah sedari tadi berjalan tanpa henti.

Ia kemudian menikmati roti yang sedang dipegangnya dan meminum air mineral.

“Ya ampun sudah jam 2, sebaiknya aku pulang,” ucap Asyila.

Asyila melangkahkan kakinya menuju arah pulang, namun diperjalanan ia sedikit bingung karena hampir semuanya pohon.

Ia pun mempercepat langkahnya agar sampai di tenda.

“Lewat mana ya? sepertinya lewat situ,” ucap Asyila bermonolog.

Abraham semakin khawatir dan panik.

Hatinya saat itu benar-benar tak karuan.

“Dyah cepat hubungi aunty-mu aku memiliki firasat buruk,” ucap Abraham.

“Paman yang tenang, ini Dyah coba hubungi aunty,” balas Dyah.

Dyah mencoba menghubungi nomor Asyila namun bukan Asyila yang menjawab melainkan suara operator yangang menjawab.

“Paman nomor aunty diluar jangkauan,” ucap Dyah panik.

Erna yang panik pun mendekat ke arah mereka.

“Bagaimana sudah ada kabar dari Asyila?” tanya Erna memastikan.

“Sepertinya Asyila pergi terlalu jauh nek, sehingga sinyal di ponselnya diluar jangkauan. Aku akan meminta tim SAR dan lainnya membantu mencari Asyila,” ucap Abraham.

Tim SAR dan polisi dikerahkan untuk mencari Asyila, bahkan Abraham juga ikut andil dalam mencari istri kecilnya itu.

Erna menangis tanpa henti-hentinya ia begitu takut Asyila di dalam hutan kenapa-kenapa.

“Ya Allah Asyila dimana kamu? kenapa belum pulang juga,” ucap Erna.

“Nenek jangan nangis dan panik. Aunty pasti segera pulang,” ucap Dyah menenangkan sang nenek buyut.

“Eko! bawa nenek dan keponakanku pulang! jika mereka tidak mau paksa saja mereka,” perintah Abraham.

“Baik Tuan muda,” sahut Eko.

Eko mengikuti perintah sang majikan dengan cepat ia menghampiri Erna dan Dyah yang terlihat sedih, bahkan Erna masih saja menangis.

“Nyonya besar dan nona Dyah mari saya antarkan pulang!” ajak Eko.

“Saya tidak mau pulang, saya ingin menunggu Asyila,” tolak Erna.

“Saya mohon nyonya besar ikut saya pulang, Tuan muda memerintahkan saya agar kalian pulang,” pinta Eko.

Erna Akhirnya terpaksa mengikuti Eko untuk pulang. “Baiklah,” sahut Erna.

Asyila mencoba menghubungi Dyah namun sinyal di ponsel pintarnya tidak ada.

Pakai acara tidak ada sinyal segala, sebaiknya aku berjalan lagi siapa tahu ada sinyal.

Asyila berjalan dan terus berjalan menelusuri hutan lebat tiba-tiba ia terkejut karena ada ular yang menghadang jalannya.

“Aaaaaaaaaaa!” teriak Asyila.

Asyila berlari sekencang mungkin menjauhi ular kobra yang siap mematuk kakinya.

“Ya Allah tolong hamba dan jauhkan hamba dari marabahaya ini yang Allah,” ucap Asyila.

Asyila begitu ketakutan, ia berharap tidak ada hewan buas yang mendekatinya.

Disisi lain

Abraham dan tim SAR masih mencari keberadaan Asyila.

“Kalian cari kesana, saya dan tim yang lain mencari sebelah sana,” perintah Abraham.

Kamu kemana istriku?

Ya Allah tolong lindungi Asyila dimana pun ia berada.

Jangan pisahkan kami ya Allah.

Abraham menangis mencari Asyila, hatinya saat itu benar-benar kacau balau.

Ia bahkan menyalahkan dirinya karena tak becus menjaga istri kecilnya itu.

3 jam kemudian.

“Maaf Pak, sebaiknya pencarian kita cari besok pagi. Cuaca sore ini tidak memungkinkan diperkirakan akan turun hujan dan petir,” ucap salah satu anggota tim SAR.

“Baiklah pak, kalian bisa pulang sekarang,” sahut Abraham.

Abraham tak bisa memaksa mereka untuk tetap mencari Istrinya karena demi keselamatan mereka juga, dengan bermodal nekat dan tekad Abraham memutuskan mencari sendiri tanpa ada bala bantuan.

Aku akan tetap mencari kamu istriku, bahkan rela nyawaku sebagai taruhannya untuk menemukan kamu.

Abraham menginjakkan kakinya menuju hutan lebih dalam lagi setapak demi setapak ia lalu untuk mencari keberadaan Asyila.

Hujan yang diprediksi akan turun akhirnya benar-benar terjadi tak lupa suara petir menghiasi turunnya hujan.

Abraham bersikeras mencari keberadaan Asyila ia bahkan mencari istrinya itu dengan bermodalkan senter.

“Asyila!!” teriak Abraham.

“Asyila!!!” teriak Abraham lagi.

Abraham terus memanggil nama istrinya itu, ia berharap Istrinya baik-baik saja dan mendengar panggilannya.

Asyila menangis tersedu-sedu di bawah pohon besar ia sungguh ketakutan, ponselnya bahkan kehabisan baterai.

Lutut yang begitu dingin dipeluknya erat-erat, tubuhnya bahkan menggigil kedinginan menahan dinginnya malam.

Paman Abraham tolong aku!

Aku sangat ketakutan disini, tolong aku paman Abraham.

Diingatan Asyila hanyalah nama Abraham, ia sendiri bingung kenapa nama Abraham yang dibenaknya saat itu.

Ia sangat berharap bahwa Abraham mencari dan menemukan dirinya.

Abraham ❤️ Asyila

Don't forget..

Like ❤️ komen 👇 Vote sebanyak-banyaknya🙏😭

Terpopuler

Comments

Dyah Oktina

Dyah Oktina

gampang bener nangis nih abraham... saking cintanya sm asyila

2023-12-03

0

Fe☕

Fe☕

Sabar ya asyila .....

2022-02-05

1

Erma Wahyuni

Erma Wahyuni

semoga abraham segera menemukan asyila

2021-06-24

1

lihat semua
Episodes
1 Kelulusan Sekolah
2 Kejutan
3 Keputusan
4 Saling Curhat
5 Kebenaran
6 Hari Pernikahan
7 Kota Bandung
8 Hari pertama bekerja
9 Kevin berkunjung
10 Kuliah Hari Pertama
11 Malu
12 Nyeri
13 Pulang bersama
14 Hujan
15 Nenek sakit
16 Mengunjungi Nenek
17 Tidur bersama nenek
18 Berkemah Bersama
19 Tersesat
20 Menemukan
21 Berdua
22 Saling Perhatian
23 Rencana Nenek
24 Asyila pulang ke rumah
25 Kebaikan Suami
26 Mungkin Aku Salah Lihat
27 Apakah aku cemburu?
28 Merasa sedih
29 Pasar Malam Part 1
30 Pasar Malam Part 2
31 Pasar Malam Part 3
32 Nasi Goreng Untuk Paman
33 Mendapat Pujian Dari Paman
34 Telepon Dari Ibu
35 Maafkan Asyila Ibu!
36 Sahur Pertama
37 Ternyata Dia Adalah Suamiku
38 Harapan Erna
39 Dyah Datang
40 Menjemput Istri Kecil Abraham
41 Membeli Cincau Bersama Suami
42 Berbuka Puasa Hari Pertama
43 Menyuapi Makanan
44 Asyila Tahu Bahwa
45 Mengutarakan Perasaan
46 Memberitahukan Kepada Keluarga
47 Suami Yang Pengertian
48 Via Telepon
49 Sahur Bersama
50 Jalan-jalan Pagi
51 Jangan Tersenyum Dengan Pria Lain!
52 Tidur Di Kamar Asyila
53 Mengubah Panggilan
54 Menikmati Buka Puasa Bersama
55 Gerai Muslimah
56 Saling Merindukan Part 1
57 Saling Merindukan Part 2
58 Bertemu Kembali
59 Kopi Unik Buatan Asyila
60 Tidur Bersama
61 Keteledoran Asyila
62 Menemui Sang Suami
63 Persiapan Resepsi Pernikahan
64 Lebaran Idul Fitri
65 Berpisah Kembali
66 Resepsi Pernikahan
67 Romantis
68 Malam Penuh Cinta
69 Menghabiskan Waktu Bersama
70 Masalah Seprai Kasur
71 Biji Jeruk
72 Di tinggal Pengajian
73 Malam Penuh Cinta Terulang Kembali
74 Kelakuan Ibu
75 Nenek Yang Kepo
76 Lagi-lagi Nenek
77 Siapa Pria itu?
78 Bu Tini
79 Tiupan Cinta
80 Kembali Ke Bandung
81 Tak Tahan Bertemu
82 Kembali ke Kampus
83 Sapaan Pagi
84 Menyempatkan Waktu Bersama
85 Masalah Leher
86 Keusilan Ema
87 Nasib Ema Sebagai Nyamuk
88 Mahasiswa Pindahan
89 Abraham Cemburu
90 Cemburu Tidak Mengenal Usia
91 1 Vs 4
92 Kembali Berduaan Di Hotel
93 Kerinduan Seorang Nenek
94 Ema Ingin Cepat Nikah
95 Ruang Kerja Abraham
96 Di Taman
97 Aksi Heroik Abraham
98 Tak Bersemangat
99 Puasa
100 Menikmati Waktu Berbuka Puasa
101 Mandi Malam
102 Bu Tini Dan Romi Pengganggu
103 Obrolan Receh Di Kantin
104 Romi
105 Pulang Ke Jakarta
106 Kediaman Abraham
107 Saling Berbisik Ditelinga
108 Tempat Ternyaman Asyila
109 Salah Menduga
110 Bonus Olahraga Pagi
111 Menata Masa Depan Kita Berdua
112 Kencan Di Sore Hari
113 Ponsel Pintar Untuk Istri Tercinta
114 Asyila Diculik
115 Mengkhawatirkan Kondisi Suami
116 Siapa Mereka?
117 Kami Pergi Nek!
118 Pesan Ayah Dan Ibu Untuk Asyila
119 Di Kediaman Mertua
120 Perbincangan Di Dalam Mobil
121 Kembali Berpisah
122 Wanita Cantik Ini Adalah Istri Saya
123 Memperkenalkan Istri Kepada Para Dosen
124 Makan Siang Di Restoran
125 Tinggal Bersama Sementara Waktu
126 Menjadi Nyamuk
127 Bermain Pesawat Terbang
128 Berikan Aku Waktu 5 Menit!
129 Kemarahan Abraham
130 Menghibur Hati Istri Yang Sedang Bersedih
131 Double Date
132 Lagi!
133 Surat Dari Romi
134 Merawat Istri Yang Sedang Sakit
135 Mendadak Pergi
136 Menunggu
137 Masih Menunggu
138 Penyamaran Abraham
139 Firasat
140 Bersabar Menanti
141 Kondisi Membaik
142 Menjadi Wanita Kuat
143 Rindu Tak Berujung
144 Kembali Bersatu
145 Kembali Seperti Sediakala
146 Kesialan Ema
147 Berusaha Tetap Tenang
148 Kebohongan Tini
149 Motor Baru
150 Kolam Renang
151 Dinda
152 Kehadiran Dinda
153 Kondisi Yang Aneh
154 Perumahan ABSYIL
155 Kejadian Tak Terduga Di Rumah Baru
156 Syukuran Rumah Baru Bersama Keluarga
157 Hadiah Tak Terduga Di Hari Spesial Abraham
158 Kebahagiaan Yang Menular
159 Dyah
160 Merasa Bersalah
161 Alasan Ema Naik Motor
162 Jatuh Cinta Berkali-kali
163 Terpaksa Pergi
164 Tolong Jaga Diri Dan Calon Anak Kita!
165 Aksi Penyelamatan Yang Gagal
166 Keinginan Yogi
167 Perkelahian Nenek Lampir Dan Nyi Pelet
168 Ketukan Pintu
169 Semuanya Baik-baik Saja
170 Tolong Lepaskan!
171 Berusaha Menyelamatkan Asyila
172 Jangan Lakukan Hal Seperti Ini Lagi!
173 Membentuk Tim Kesebelasan
174 Yogi Datang Ingin Menemui Ema
175 Menggoda Asyila
176 Masih Gugup
177 Nasi Goreng Spesial Buatan Abraham
178 Liburan
179 Tidur Terpisah
180 Menangkap Sindikat Pencurian Motor
181 Insiden Tak Terduga Di Dalam Kamar
182 Membeli Ranjang Baru
183 Kedatangan Nenek
184 Ketika Dua Pengganggu Bergabung
185 Sepertiga Malam
186 Kisah Yogi Yang Menjadi Duda
187 Usaha Yogi Mendekati Ema
188 Anda Siapa?
189 Ingin Meminang Ema
190 Siapa Yang Meminang Ku?
191 Bersama Menuju Kediaman Orang Tua Asyila
192 Mencurahkan Isi Hati Ema Pada Asyila
193 Berusaha Memenuhi Keinginan Asyila
194 Kedatangan Icha
195 Ema Akhirnya Menyetujui
196 Alhamdulillah
197 Apes
198 Menjenguk Sahabat Yang Sakit
199 Hidupmu Akan Bahagia!
200 Mendapat Teror 1
201 Mendapat Teror 2
202 Menangkap Peneror
203 Aku Akan Menikah
204 Akulah Orangnya
205 Abang Dan Adik
206 Ingin Selalu Bersama
207 Menuju Halal
208 Dijemput Oleh Sang Nenek
209 Terluka
210 Belajar Dengan Sembunyi-sembunyi
211 Double Date
212 Begal
213 Pernikahan Yogi Dan Ema
214 Ingin Naik Kuda
215 Malam Indah Untuk Yogi Dan Ema
216 Kembali Ke Kota Bandung
217 Dyah penasaran
218 Tak Sengaja
219 Datang Merusak
220 Dyah Bertemu Dengan Kevin
221 Dayat Kembali Meminta Bantuan
222 Berharap Semuanya Baik-baik Saja
223 Kembali Menyamar
224 Keberanian Asyila Membantu Suami Tercinta
225 Memukul Majikannya Sendiri
226 Kembali Menjadi Mahasiswi Dan Dosen
227 Tetangga Baru
228 Makan Malam Pasangan Halal
229 Kecelakaan Beruntun Merenggut Nyawa
230 Abraham Tak Sadarkan Diri
231 Tetap Setia Menemani Suami
232 Keusilan Abraham Pada Asyila
233 Berkumpul Bersama Keluarga
234 Memutuskan Untuk Tetap Tinggal
235 Menemani Sang Istri Memeriksa Kandungan
236 Hampir Kehilangan Nyawa
237 Bertobat Dan Berusaha Memperbaiki Diri
238 Kontraksi
239 Baby Boy
240 Aqiqah Bayi Arsyad Mahesa
241 Terpaksa Meninggalkan Baby Arsyad
242 Ingin Selalu Bersama Buah Hati
243 Pura-pura Ngambek
244 Para Orang Tua Kembali Ke Jakarta
245 Ema Terlihat Berbeda
246 Pertanyaan Itu Lagi
247 Menghabiskan Waktu Bersama
248 Bayi Arsyad Sakit
249 Cepat Sembuh Nak!
250 Berdua Bersama Bayi Arsyad
251 Saya Butuh Pekerjaan
252 Siapa Wanita Itu?
253 Kebohongan Sari
254 Ema Kembali Tersenyum
255 Sahabat Rasa Keluarga
256 Bayi Arsyad Diculik!
257 Tak Ada Jejak
258 Dimana Bayi Arsyad?
259 Apakah Dia?
260 Sebagai Permintaan Maaf
261 Bayi Arsyad Kembali!
262 Suasana Hangat Kembali Tercipta
263 Akan Pergi Ke Luar Negeri
264 Penyakit Tua
265 Garis Satu
266 Semoga Berhasil Dan Bermanfaat
267 Jaga Mata, Hati Dan Pikiran!
268 Menolong Menangkap Pencopet
269 Hari Istimewa Arsyad Mahesa
270 Arsyad Kecil Yang Menggemaskan
271 Memutuskan Mengikuti Sang Suami
272 Maaf Karena Telah Mengikuti Mas
273 Kejutan Yang Tak Terduga
274 Kejutan Yang Tak Terduga II
275 Wati Meminta Maaf Pada Ema
276 Sama-sama Mengandung
277 Datang Membawa Undangan
278 Korban Tabrak Lari
279 Akhirnya Tertangkap
280 Menjenguk Ayah Dan Ibu
281 Menjadi Korban Keusilan Sang Suami
282 Menghadiri Pernikahan
283 Terkejut Sekaligus Kagum
284 Arsyad Kecil Yang Semakin Pintar
285 Emosi Dyah Naik-turun
286 Terima Kasih!
287 Muachh!
288 Ema Ngidam
289 Arsyad Yang Jahil
290 Sang Suami Tak Ada Kabar
291 Masih Belum Ada Kabar
292 Mas Kemana Saja?
293 Penjelasan Abraham
294 Khitanan Massal
295 Puasa Pertama Di Bandung
296 Hei Kamu!
297 Semoga Selalu Langgeng
298 Pulang
299 Baby Boy Again
300 Akhirnya Menjadi Orang Tua
301 Aqiqah Bayi Ashraf Mahesa
302 Pengumuman
Episodes

Updated 302 Episodes

1
Kelulusan Sekolah
2
Kejutan
3
Keputusan
4
Saling Curhat
5
Kebenaran
6
Hari Pernikahan
7
Kota Bandung
8
Hari pertama bekerja
9
Kevin berkunjung
10
Kuliah Hari Pertama
11
Malu
12
Nyeri
13
Pulang bersama
14
Hujan
15
Nenek sakit
16
Mengunjungi Nenek
17
Tidur bersama nenek
18
Berkemah Bersama
19
Tersesat
20
Menemukan
21
Berdua
22
Saling Perhatian
23
Rencana Nenek
24
Asyila pulang ke rumah
25
Kebaikan Suami
26
Mungkin Aku Salah Lihat
27
Apakah aku cemburu?
28
Merasa sedih
29
Pasar Malam Part 1
30
Pasar Malam Part 2
31
Pasar Malam Part 3
32
Nasi Goreng Untuk Paman
33
Mendapat Pujian Dari Paman
34
Telepon Dari Ibu
35
Maafkan Asyila Ibu!
36
Sahur Pertama
37
Ternyata Dia Adalah Suamiku
38
Harapan Erna
39
Dyah Datang
40
Menjemput Istri Kecil Abraham
41
Membeli Cincau Bersama Suami
42
Berbuka Puasa Hari Pertama
43
Menyuapi Makanan
44
Asyila Tahu Bahwa
45
Mengutarakan Perasaan
46
Memberitahukan Kepada Keluarga
47
Suami Yang Pengertian
48
Via Telepon
49
Sahur Bersama
50
Jalan-jalan Pagi
51
Jangan Tersenyum Dengan Pria Lain!
52
Tidur Di Kamar Asyila
53
Mengubah Panggilan
54
Menikmati Buka Puasa Bersama
55
Gerai Muslimah
56
Saling Merindukan Part 1
57
Saling Merindukan Part 2
58
Bertemu Kembali
59
Kopi Unik Buatan Asyila
60
Tidur Bersama
61
Keteledoran Asyila
62
Menemui Sang Suami
63
Persiapan Resepsi Pernikahan
64
Lebaran Idul Fitri
65
Berpisah Kembali
66
Resepsi Pernikahan
67
Romantis
68
Malam Penuh Cinta
69
Menghabiskan Waktu Bersama
70
Masalah Seprai Kasur
71
Biji Jeruk
72
Di tinggal Pengajian
73
Malam Penuh Cinta Terulang Kembali
74
Kelakuan Ibu
75
Nenek Yang Kepo
76
Lagi-lagi Nenek
77
Siapa Pria itu?
78
Bu Tini
79
Tiupan Cinta
80
Kembali Ke Bandung
81
Tak Tahan Bertemu
82
Kembali ke Kampus
83
Sapaan Pagi
84
Menyempatkan Waktu Bersama
85
Masalah Leher
86
Keusilan Ema
87
Nasib Ema Sebagai Nyamuk
88
Mahasiswa Pindahan
89
Abraham Cemburu
90
Cemburu Tidak Mengenal Usia
91
1 Vs 4
92
Kembali Berduaan Di Hotel
93
Kerinduan Seorang Nenek
94
Ema Ingin Cepat Nikah
95
Ruang Kerja Abraham
96
Di Taman
97
Aksi Heroik Abraham
98
Tak Bersemangat
99
Puasa
100
Menikmati Waktu Berbuka Puasa
101
Mandi Malam
102
Bu Tini Dan Romi Pengganggu
103
Obrolan Receh Di Kantin
104
Romi
105
Pulang Ke Jakarta
106
Kediaman Abraham
107
Saling Berbisik Ditelinga
108
Tempat Ternyaman Asyila
109
Salah Menduga
110
Bonus Olahraga Pagi
111
Menata Masa Depan Kita Berdua
112
Kencan Di Sore Hari
113
Ponsel Pintar Untuk Istri Tercinta
114
Asyila Diculik
115
Mengkhawatirkan Kondisi Suami
116
Siapa Mereka?
117
Kami Pergi Nek!
118
Pesan Ayah Dan Ibu Untuk Asyila
119
Di Kediaman Mertua
120
Perbincangan Di Dalam Mobil
121
Kembali Berpisah
122
Wanita Cantik Ini Adalah Istri Saya
123
Memperkenalkan Istri Kepada Para Dosen
124
Makan Siang Di Restoran
125
Tinggal Bersama Sementara Waktu
126
Menjadi Nyamuk
127
Bermain Pesawat Terbang
128
Berikan Aku Waktu 5 Menit!
129
Kemarahan Abraham
130
Menghibur Hati Istri Yang Sedang Bersedih
131
Double Date
132
Lagi!
133
Surat Dari Romi
134
Merawat Istri Yang Sedang Sakit
135
Mendadak Pergi
136
Menunggu
137
Masih Menunggu
138
Penyamaran Abraham
139
Firasat
140
Bersabar Menanti
141
Kondisi Membaik
142
Menjadi Wanita Kuat
143
Rindu Tak Berujung
144
Kembali Bersatu
145
Kembali Seperti Sediakala
146
Kesialan Ema
147
Berusaha Tetap Tenang
148
Kebohongan Tini
149
Motor Baru
150
Kolam Renang
151
Dinda
152
Kehadiran Dinda
153
Kondisi Yang Aneh
154
Perumahan ABSYIL
155
Kejadian Tak Terduga Di Rumah Baru
156
Syukuran Rumah Baru Bersama Keluarga
157
Hadiah Tak Terduga Di Hari Spesial Abraham
158
Kebahagiaan Yang Menular
159
Dyah
160
Merasa Bersalah
161
Alasan Ema Naik Motor
162
Jatuh Cinta Berkali-kali
163
Terpaksa Pergi
164
Tolong Jaga Diri Dan Calon Anak Kita!
165
Aksi Penyelamatan Yang Gagal
166
Keinginan Yogi
167
Perkelahian Nenek Lampir Dan Nyi Pelet
168
Ketukan Pintu
169
Semuanya Baik-baik Saja
170
Tolong Lepaskan!
171
Berusaha Menyelamatkan Asyila
172
Jangan Lakukan Hal Seperti Ini Lagi!
173
Membentuk Tim Kesebelasan
174
Yogi Datang Ingin Menemui Ema
175
Menggoda Asyila
176
Masih Gugup
177
Nasi Goreng Spesial Buatan Abraham
178
Liburan
179
Tidur Terpisah
180
Menangkap Sindikat Pencurian Motor
181
Insiden Tak Terduga Di Dalam Kamar
182
Membeli Ranjang Baru
183
Kedatangan Nenek
184
Ketika Dua Pengganggu Bergabung
185
Sepertiga Malam
186
Kisah Yogi Yang Menjadi Duda
187
Usaha Yogi Mendekati Ema
188
Anda Siapa?
189
Ingin Meminang Ema
190
Siapa Yang Meminang Ku?
191
Bersama Menuju Kediaman Orang Tua Asyila
192
Mencurahkan Isi Hati Ema Pada Asyila
193
Berusaha Memenuhi Keinginan Asyila
194
Kedatangan Icha
195
Ema Akhirnya Menyetujui
196
Alhamdulillah
197
Apes
198
Menjenguk Sahabat Yang Sakit
199
Hidupmu Akan Bahagia!
200
Mendapat Teror 1
201
Mendapat Teror 2
202
Menangkap Peneror
203
Aku Akan Menikah
204
Akulah Orangnya
205
Abang Dan Adik
206
Ingin Selalu Bersama
207
Menuju Halal
208
Dijemput Oleh Sang Nenek
209
Terluka
210
Belajar Dengan Sembunyi-sembunyi
211
Double Date
212
Begal
213
Pernikahan Yogi Dan Ema
214
Ingin Naik Kuda
215
Malam Indah Untuk Yogi Dan Ema
216
Kembali Ke Kota Bandung
217
Dyah penasaran
218
Tak Sengaja
219
Datang Merusak
220
Dyah Bertemu Dengan Kevin
221
Dayat Kembali Meminta Bantuan
222
Berharap Semuanya Baik-baik Saja
223
Kembali Menyamar
224
Keberanian Asyila Membantu Suami Tercinta
225
Memukul Majikannya Sendiri
226
Kembali Menjadi Mahasiswi Dan Dosen
227
Tetangga Baru
228
Makan Malam Pasangan Halal
229
Kecelakaan Beruntun Merenggut Nyawa
230
Abraham Tak Sadarkan Diri
231
Tetap Setia Menemani Suami
232
Keusilan Abraham Pada Asyila
233
Berkumpul Bersama Keluarga
234
Memutuskan Untuk Tetap Tinggal
235
Menemani Sang Istri Memeriksa Kandungan
236
Hampir Kehilangan Nyawa
237
Bertobat Dan Berusaha Memperbaiki Diri
238
Kontraksi
239
Baby Boy
240
Aqiqah Bayi Arsyad Mahesa
241
Terpaksa Meninggalkan Baby Arsyad
242
Ingin Selalu Bersama Buah Hati
243
Pura-pura Ngambek
244
Para Orang Tua Kembali Ke Jakarta
245
Ema Terlihat Berbeda
246
Pertanyaan Itu Lagi
247
Menghabiskan Waktu Bersama
248
Bayi Arsyad Sakit
249
Cepat Sembuh Nak!
250
Berdua Bersama Bayi Arsyad
251
Saya Butuh Pekerjaan
252
Siapa Wanita Itu?
253
Kebohongan Sari
254
Ema Kembali Tersenyum
255
Sahabat Rasa Keluarga
256
Bayi Arsyad Diculik!
257
Tak Ada Jejak
258
Dimana Bayi Arsyad?
259
Apakah Dia?
260
Sebagai Permintaan Maaf
261
Bayi Arsyad Kembali!
262
Suasana Hangat Kembali Tercipta
263
Akan Pergi Ke Luar Negeri
264
Penyakit Tua
265
Garis Satu
266
Semoga Berhasil Dan Bermanfaat
267
Jaga Mata, Hati Dan Pikiran!
268
Menolong Menangkap Pencopet
269
Hari Istimewa Arsyad Mahesa
270
Arsyad Kecil Yang Menggemaskan
271
Memutuskan Mengikuti Sang Suami
272
Maaf Karena Telah Mengikuti Mas
273
Kejutan Yang Tak Terduga
274
Kejutan Yang Tak Terduga II
275
Wati Meminta Maaf Pada Ema
276
Sama-sama Mengandung
277
Datang Membawa Undangan
278
Korban Tabrak Lari
279
Akhirnya Tertangkap
280
Menjenguk Ayah Dan Ibu
281
Menjadi Korban Keusilan Sang Suami
282
Menghadiri Pernikahan
283
Terkejut Sekaligus Kagum
284
Arsyad Kecil Yang Semakin Pintar
285
Emosi Dyah Naik-turun
286
Terima Kasih!
287
Muachh!
288
Ema Ngidam
289
Arsyad Yang Jahil
290
Sang Suami Tak Ada Kabar
291
Masih Belum Ada Kabar
292
Mas Kemana Saja?
293
Penjelasan Abraham
294
Khitanan Massal
295
Puasa Pertama Di Bandung
296
Hei Kamu!
297
Semoga Selalu Langgeng
298
Pulang
299
Baby Boy Again
300
Akhirnya Menjadi Orang Tua
301
Aqiqah Bayi Ashraf Mahesa
302
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!