Chapter 380 : Tangisan Salsa
"Huaaa!! Pemimpin! Mengapa kalian malah meninggalkan ku!"
Gadis itu menangis menjadi-jadinya. Dia meluapkan semua emosinya kepada Lyon. Sementara itu untuk Lyon sendiri, dia masih terdiam menatapnya.
Yah, sebelumya Lyon pernah kepikiran kalau dia melupakan sesuatu, akan tetapi dia Tidak mengingatnya. Lyon pun memutuskan untuk melupakannya karena merasa jika hal itu tidaklah penting.
Dan sekarang dia telah ingat sepenuhnya apa yang dia lupakan. Itu adalah gadis yang saat ini muncul di punggung Ardes yang tidak lain adalah Salsa. Sewaktu mereka sudah turun, ternyata Salsa tidak ikut bersama dengan mereka. Lyon tidak terlalu memperhatikannya
Di saat bersamaan, Salsa terus menangis. Suara teriakannya terus dia keluarkan sehingga membuat Lyon tersadar dari jaminannya.
"Salsa...! Hust! Tolong Diamlah sebentar...." ucapnya sembari menyuruhnya untuk berhenti menangis.
Tetapi, Salsa tidak memedulikannya. Dia tetap terus menangis, "Huaaa!! Kalian semua jahat. Tega sekali kalian meninggalkan ku di sini sendirian. Apakah kalian tidak tahu betapa takutnya aku di sini! Dan juga kamu, Pemimpin. Kamu yang membawaku ke sini, tetapi kamu juga melupakanku!! Huaaa!!!"
"S-sudahlah, jangan bersedih seperti itu..." Lyon sekali lagi berusaha menenangkannya. "Tuan Ardes, sekarang Anda bawa turun dia." Dan meminta Ardes untuk menurunkan Salsa.
Ardes pun setuju dan menurunkan Salsa. Sekarang Salsa sudah berdiri di depan Lyon dan masih memasang ekspresi sedihnya dengan lengan yang menutupi matanya.
"Hiks... hiks... hiks..."
Lyon masih melihatnya menangis. Ah, bagaimana caranya aku membuat dia berhenti menangis....?
Lyon terus berpikiran bagaimana caranya agar membuat Salsa tidak menangis lagi. Selama ini dia sangat jarang berurusan dengan perempuan, apalagi pada saat dia menangis. Bisa dibilang dia tidak memiliki pengalaman akan hal ini.
Ah! Coba aku ingat bagaimana caranya aku menenangkan Ruby sewaktu dahulu.
Lyon teringat dengan dirinya sewaktu dahulu yang pernah membuat Ruby berhenti menangis. Dan dia pun mulai mengkhayalkannya. Dia dalam khayalannya, dapat dilihat jika Lyon sedang memeluk Ruby yang sedang menangis dan menepuk-nepuk belakang pundaknya sembari mengelus kepalanya. Itu adalah ingatan semasa kecilnya. Lyon sudah menemukan solusi untuk menghentikan tangisan Salsa.
Namun, baru saja dia membuka matanya, Lyon teringat akan sesuatu. Eh, tunggu dahulu... itu kan sewaktu dahulu, ketika kami masih anak-anak, dan Ruby adalah adikku. Ah, tidak, tidak, tidak. Aku tidak bisa melakukannya.
Lyon sadar jika itu sangat berbeda jauh. Salsa bukanlah adiknya dan mereka bukanlah anak kecil lagi, apalagi dia tidak punya hak apapun untuk menyentuh Salsa.
Hm... apakah aku harus menggunakan cara kasar... kan secara aku ini adalah Pemimpinnya...? Lyon berencana untuk menggunakan cara yang kasar, secara dia adalah Pemimpin Guild ini. Dia juga tidak memiliki cara lain untuk menghadapinya. Yah, aku coba saja dulu....
Lyon sudah memutuskan untuk menggunakan cara itu. Dia pun berjalan pelan mendekati Salsa, kemudian membuka mulutnya,
"Salsa, berdiri!!"
"Hik!!"
Lyon membentaknya dengan suara yang begitu lantang disertai dengan nada yanh berat. Salsa pun dibuat terkejut olehnya. Dia langsung berdiri tegak, tangisannya juga tiba-tiba hilang dan digantikan oleh rada takut. Lyon yang melihat sikapnya merasa senang. Ternyata cara ini cukup jitu. Hm, kurasa ini akan berhasil...
Lyon pun sekali lagi berbicara dengan suara yang masih dia pertahankan, "Salsa! mengapa kamu malah menangis seperti itu, Hah!? Saya tidak ingin memiliki anggota yang cengeng sepertimu!"
"T-tetapi kan, Pemimpin dan yang lainnya meninggalkanku. aku begitu ketakutan apalagi di tempat seseram ini..."
"Apakah itu menjadikan alasanmu untuk menangis? Ini sudah menjadi risiko menjadi pemain serta Petualang di sini. Kalau kamu masih secengeng ini, lebih baik kamu tidak usah memainkan game ini!"
Kata-kata itu membuat Salsa terdiam, namun itu hanya sejenak saja. Sesaat, dia ingin membalas ucapan Lyon, akan tetapi dia tidak sempat.
"Sekarang, lebih baik kamu berhenti menangis dan pergi menyusul Ruby dan Snolwy yang ada di sana..." Menunjuk ke tempat Ruby dan Snolwy berada, kemudian melanjutkan lagi kata-katanya, "ataukah Kamu ikut denganku, memasuki lautan Undead yang ada di sana...." Dan menunjuk ke arah ribuan Undead, jauh di seberang sana. "Jadi, kamu mau yang mana??
Air mata yang mengalir di pelipis Salsa hilang sepenuhnya. Dengan cepat dia menunjuk ke tempat Ruby dan Snolwy.
"Aku akan pergi si tempat mereka saja daripada mengikutimu!" ucapnya dengan nada tinggi.
Lyon memasang senyum, kemudian membalasnya, "Kalau begitu tidak usah menangis lagi dan pergi ke sana, cepat!"
Salsa segera berbalik dan lari dari sana. Dia berlari dengan begitu cepatnya sehingga dia sudah tidak tampak lagi di hadapan Lyon.
"Ya, dengan begini, satu masalah telah selesai, ucapnya dengan lega. Sejenak dia kembali melihat Salsa yang tengah berlari. "Heh, semoga saja Salsa tidak membenciku..." ucapnya pelan. Mungkin saja cara yang dia lakukan dapat membuatnya dibenci oleh Salsa, Lyon Tidak mengharapkan hal itu. Akan tetapi, dia tidak sadar jika Salsa sudah membencinya.
Hiks... hiks... sudah ku duga, pemimpin adalah orang yang menakutkan.... ucapnya dalam batin dengan rasa sedih yang bercampur dengan rasa takut.
**
Lyon pun berbalik kembali, berjalan ke tempat seharusnya dia tuju, yaitu si Giant Skull. Sesaat dia sudah berdiri di depannya. Lyon dapat melihat status yang dimiliki oleh Giant Skull sudah sekarat, itu sudah terlihat dengan Giant Skull yang sudah tidak berdaya lagi di dalam ikatan tanaman Ardes.
Lyon mengeluarkan kembali pedangnya dan mulai merentangkan di sampingnya. Sesaat, dia pun berkata,
"Jadi bagaimana, Tuan Tengkorak Raksasa? Apakah ada kata-kata terakhir yang ingin Anda ucapkan sebelum Anda mati??"
Perlahan, Giant Skull mulai mengangkat sedikit kepalanya, dan melihat ke arah Lyon.
"Kata-kata terakhir?? Hahahaha! Baiklah akan saya beritahu. Lebih baik jika kalian semua menyerah saja. Tuan saya pasti akan memusnahkan kalian dan akan menjadi bagian dari kami juga.
"Itu adalah kata-kata terakhirmu kan??" ucap Lyon yang kemudian melempar pedangnya. Saat pedangnya sudah melayang, tiba-tiba cahaya misterius muncul di sekitar pedangnya dan menutupinya. Sesudah itu, pedang tersebut terpecah menjadi belasan pedang berukuran kecil. Semua pedang-pedang itu beterbangan memutar di sekitar Lyon.
"Sekarang, matilah dan berikan semua barang-barang terbaikmu."
Sesudah Lyon berkata, dia segera memerintahkan semua pedangnya untuk terbang ke arah Giant Skull dan menyerangnya. Secara otomatis, pedang-pedang yang tadinya mengelilinginya, langsung melesat pergi menghampiri Giant Skull. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk tiba di hadapannya.
Satu persatu sayatan bermunculan di sekitar tubuh bagian atas Giant Skull. Tentu saja setelah terciptanya sayatan, angka-angka kerusakan juga bermunculan. Bar kesehatan Giant Skull langsung anjlok dan mencapai batasnya. Pada akhirnya setelah memberikan sayatan yang ke sekian kalinya, sayatan terebut menjadi sayatan terakhir. Bar kesehatan dari Giant Skull telah habis sepenuhnya.
...[Selamat! Anda berhasil mengalahkan The Giant Skull Of Doom, salah satu monster Undead tingkat tinggi yang di panggil oleh Sang Lich Legendaris, Gluch. Menghadiahkan 155.000 keping emas, 14.100.465 poin pengalaman + 4.700.155 poin pengalaman pribadi] ...
...[Anda naik level!] ...
...[Anda naik level!]...
... ...
Setidaknya itulah pemberitahuan sistem yang muncul di hadapan Lyon. Dia sudah berhasil mengalahkan Giant Skull dengan begitu mudahnya mendapatkan bonus kenaikan level hingga 2 tingkat sekaligus. Ini memang sangat membahagiakan. Di sisi lain, Giant Skull yang sudah kehabisan darah, kini mulai menghilang menjadi butiran cahaya. Tanaman yang memikirkannya perlahan menghilang karena sudah mendeteksi jika Giant Skull sudah tidak ada.
"Hahaha, terima kasih untuk poin pengalamannya, itu sangat bagus..." ucapnya dengan nada senang. "dan untuk sekarang, mari kita lihat apa barang-barang apa saja yang telah kamu jatuhkan."
Tidak ada kata kepuasan bagi Lyon. Setelah Dia mendapatkan beberapa peningkatan level, sekarang dia ingin mengambil barang jarahan milik Giant Skull yang terjatuh. Sudah pasti itu adalah barang hebat seperti halnya milik Death Coach. Lyon pun berjalan dengan penuh kesenangan, mendekati bekas dari mayat Giant Skull.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Rahmat Abdul gani
✨
2023-06-10
0
KHALIFA_69
90
2021-07-01
0
Hirage Mieru
Push Komen Dulu
2021-05-14
0