Chapter 377 Keterkejutan Ruby.

Chapter 377 : Keterkejutan Ruby.

Bottlomless Gap.

Pada saat Lyon dan lainnya sedang saling berbincang, tidak jauh di sana, terdapat Snowly dan Ruby. Pada saat sebelumnya, Ruby pergi menarik Snowly menjauh dari kelompok. Sepertinya ada sesuatu yang ingin dibahas olehnya.

"Hei, Snowly, apakah kamu selama ini bersama dengan kakakku??" ucapnya sembari mendekatkan mulutnya di telinga Snowly, berbisik kepadanya.

Snowly mengangguk ke atas dan ke bawah menandakan kalau apa yang Ruby katakan itu ada benarnya. Setelah itu dia menjawab, "Iya, itu benar." Snowly merendahkan nadanya.

"Oh, sejak kapan???" Ruby semakin penasaran bertanya lebih lanjut kepada Snowly.

"Itu... semenjak kita berpisah di Markas Guild, aku selalu mengikuti Lyon. Yah, itu semua karena dia yang mengajak."

"Begitu yah..." Senyum Ruby semakin lebar. "Berarti selama itu juga kalian pasti mengalami suatu hal, kan??" Setelah itu menaikkan kedua alisnya, naik dan turun, mencoba untuk memastikan kalau jawabnya benar.

Ruby mereka jika ada sesuatu yang terjadi di antara Lyon dan Snowly. Dan setelah dia mendengarkan jawaban yang dikeluarkan oleh Snowly, Dia semakin senang. Sudah pasti apa yang dia pikirkan adalah benar. Jadi dia pun kembali bertanya.

Akan tetapi jawaban itu tidak langsung keluar. Snowly terdiam ketika mendengarkan pertanyaan yang Ruby berikan. Bagaimana tidak, pertanyaan tersebut mengingatkannya akan suatu kejadian yang di mana itu adalah kejadian yang amat memalukan baginya. Bahkan hal itu membuat wajahnya menjadi kemerahan. Tidak berselang lama, dia kembali memberikan respons berupa anggukan. Saat melihat anggukannya, Ruby semakin senang. Dia memikirkan jika ada peningkatan pada hubungan mereka berdua.

"Heh, benarkah!? Apakah Kakak menembakmu?? Ataukah kamu menembaknya?? Snowly, jawablah...?"

tetapi, Snowly menggeleng-gelengkan kepalanya. Itu berarti pertanyaannya tidak sesuai dengan apa yang dia maksud.

Ruby pun kembali bertanya dengan heran, "Jadi, apa yang terjadi??"

Snowly dengan malu-malu mendekatkan mulutnya ke telinga Ruby, Memberikan sebuah bisikan.

Snowly berbisik dengan durasi yang lumayan lama. Ruby pun menyimak setiap kata-kata yang keluar dari mulutnya. Semua itu dia simak dengan baik hingga pada akhirnya dia menemukan sebuah kata-kata yang aneh. Kata-kata tersbeut sangat sensitif sehingga dia tahu mengapa Snowly begitu malu. Tidak sadar wajahnya juga memerah, tetapi tidak semerah Snowly. Di saat bersamaan juga rasa kesal tumbuh dari dalam hatinya.

"Apa!!!! Kakak melakukan hal seperti itu?!"

Ruby lansung berteriak dengan kencang saat Snowly sudah selesai berbisik. Suaranya bahkan terdengar ke segala sisi, bahkan saat ini di dengar oleh Lyon dan lainnya. Ketika mereka mencoba untuk berjalan, suara teriakan Ruby menghentikan mereka sehingga membuat mereka kembali terdiam. Lyon pun segera mencari asal suara tersebut dan menemukan Ruby di sana. Lyon melihat Ruby yang begitu terkejut kemudian Snowly menarik dirinya dan menutup mulutnya dengan begitu rapat. Dia hanya bisa heran menyaksikannya kelakuan dari kedua gadis tersebut.

Heee... apalagi yang sedang mereka bicarakan...? batinnya dengan begitu heran.

Ruby yang tadi berteriak dengan begitu kencang, segera ditarik oleh Snowly dan mulutnya ditutup rapat. Ruby begitu kaget pada saat Snowly menarik dirinya dan segera memberontak.

"Hust!! Ruby, diam!!"

Ruby yang tadinya masih memberontak, perlahan mulai tenang dan menuruti apa yang dia katakan. Snowly pun melepaskannya.

"Snowly, bagaimana Kakakku bisa melakukan hal tidak senonoh kepadamu!?? Cih! Padalah kalian masih belum pacaran, tetapi dia malah melakukan hal bejat seperti itu. Dasar kakak sialan. Lihat saja nanti yah, akan dipukul dia!"

Hal yang membuat mengapa Ruby bisa sampai semarah itu adalah bisikan Snowly. Bisikan itu berisi tentang apa yang terjadi kepada dirinya ketika tiba di Benteng Tua bersama dengan Lyon melalui langit. Pada saat itu secara tidak disengaja mereka jatuh ke dalam Benteng karena durasi dari keterampilan Lyon habis. Kemudian kejadian itu tercipta. Tentu Ruby yang mendengarkan merasa emosi. Dia marah mengapa kakaknya melakukan hal seperti itu. Rasanya dia ingin segera memukulnya.

"Sudahlah Ruby, kamu tidak perlu semarah itu... Ya, itu juga terjadi secara tidak disengaja."

"Kamu mengapa malah membelanya, Snowly. Apakah kamu tidak marah kalau dadamu diremas-remas!?" tanyanya dengan menaikkan nada bicaranya.

Snowly menjadi diam dengan wajah yang masih merona. Sesaat, dia menjawabnya dengan cara yang sama, yaitu menganggukkan kepalanya. "Yah, kalau itu adalah Lyon, maka aku tidak akan mempermasalahkannya, hehe...."

Ruby pun terdiam. Yap, setelah dia mendekati kata-kata tersebut keluar dari gadis itu, dia tidka bisa membalasnya. Hanya ada kata heran yang terutama dibenaknya pikirannya mengenaku orang ini. tetapi itu hanya sesaat. Ruby kembali mendapatkan kesadaran dirinya. Dengan segera dia pun menyentuh dahi Snowly dengan tangannya beberapa kali sembari membolak-balikkan telapak tangannya.

"Snowly, apakah kamu sakit??"

Ruby mengira Snolwy itu sudah sakit. Ini sakit dalam artian lain, tetapi dia memeriksanya seakan Snolwy sedang demam. Mungkin saja demam membuat orang tidak bisa fokus sehingga dia tidak sadar dengan apa yang barusan keluar dari mulutnya.

"Eh, aku sehat-sehat saja. Emangnya mengapa??" jawabnya dengan penuh kebingungan.

Ruby pun melepaskan tangannya dari sana, dan segera berpikir, Dia sudah tergila-gila dengan kakak. Mereka harus segera disatukan.

Ruby merasa sedikit kecemasan. Sepertinya perasaan Snowly ke Lyon semakin meningkat seiring waktu dan mungkin nanti tidak terkendali. Memang sih ini adalah hal yang baik karena ada yang sudah menyukai kakaknya yang jomlo itu, namun sayangnya Lyon sendiri tidak sadar. Mereka mereka segera disatukan agar hal yang tidak diinginkan terjadi.

Di saat Ruby sedang berpikir, Snowly kembali berbicara, "Ruby, sebenarnya ada sesuatu yang ingin disampaikan...." Nada bicaranya masih sama seperti yang tadi, yaitu masih terdengar rendah, namun dengan sedikit rasa sedih. Ruby dapat merasakannya. Dia memalingkan pandangannya dan kembali melihat Snowly.

"Ada apa Snolwy, mengapa kamu terlihat murung, padahal tadi kamu terlihat senang??"

Sesudah Ruby berbalik, dia melihat wajah murung dari Snowly. Padahal barusan sebelumnya dia memuat Snolwy yang begitu senang yang dia sembunyikan dibalik wajah malunya, akan tetapi sekarang berbeda.

"Itu..." Snowly pun mendekatkan lagi mulutnya ke telinga Ruby dan memberikan beberapa bisikan. Ruby kembali mendengarkan bisikannya.

Beberapa saat, ekspresi wajah Ruby berubah drastis. Kedua matanya melotot dengan begitu lebar. Tanpa disadari, mulutnya juga ikut terbuka.

"Apa! Ada orang lain yang menyukai Kakakku?!"

Ruby pun segera memegang kedua sisi pundak Snowly, dan bertanya, "Snowly, katakan siapa orang yang menyukai Kakakku!?"

Ruby tidak percaya dengan apa yang dia dengar tadi. Ada orang lain yang menyukai kakaknya? Itu tidak mungkin. Seorang jomlo, no life, yang hanya bersarang didalam game. Disukai oleh beberapa orang? Sudah cukup Snowly yang menyukainya, ini mengapa harus ada orang lain lagi. Ruby segera bertanya identitas dari orang-orang tesebut.

"Nama mereka... kalau tidak salah dia adalah Silvana, orang yang pernah kita temui sewaktu di hutan dan di Markas Guild..."

Orang itu...

Ruby ingat dengan orang yang bernama Silvana ini. Dia adalah orang yang pernah mereka temui sewaktu pertama kali menginjakkan kakinya di kerajaan Heaven. Pada waktu itu mereka mencuri semua jarahan yang dijatuhkan oleh bos monster. Dan yang kedua, mereka bertemu di Markas Guild beberapa hari yang lalu itu pun hanya pertemuan sekilas. Ruby bisa mengakui kalau dia itu cantik, tetapi dia masih belum terima karena dia adalah orang asing.

"dan satunya lagi..." Snowly masih melanjutkan perkataannya. Sekali lagi Ruby mencoba untuk menyimaknya. "Namanya adalah Isabella, putri dari Raja Heaven, dia seorang NPC."

Setelah identitas orang itu disebutkan, Ruby hanya bisa terdiam, namun dengan wajah yang terlihat shok akan sesuatu. Setelah mendengarkan identitas orang satunya, bisa dibilang orang ini adalah hal yang paling membuatnya heran. Tidak tersadar dia memiringkan kepalanya ke samping karena keheranannya itu.

"Snolwy, apa yang kamu katakan? Seorang N... PC...??"

Terpopuler

Comments

Best Friend

Best Friend

ℕ𝕚𝕔𝕖

2022-10-27

0

Mukhlis B

Mukhlis B

Aneh si Rubi kakaknya disenangi orang kok dia yg sewot, kakaknya jomblo dia yg sibuk aneh. aneh

2021-11-20

0

anggita

anggita

ok. 👌👍

2021-07-17

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog + Chapter 364
2 Chapter 365 Lanjutan Kekacauan
3 Pengumuman
4 Chapter 366 Pertarungan Orang Kuat
5 Chapter 367 Semakin menegangkan!
6 Chapter 368 Terus Berlanjut
7 Chapter 369 Dampak Dari Pertarungan Mereka
8 Chapter 370 Ruby, Armegon, Gordon VS The Giant Skull of Doom.
9 Chapter 371 kerja sama Armegon dan Gordon
10 Chapter 372 Rombongan Lyon Telah tiba di Bottlomless Gap
11 Chapter 373 Hubungan Ardes dan Lyon
12 Chapter 374 Lyon Menjadi Pusat Perhatian
13 Chapter 375 Judul Ada Di Akhir Bab
14 Chapter 376 Pembahasan Singkat.
15 Chapter 377 Keterkejutan Ruby.
16 Chapter 378 Sisi Iblis Lyon
17 Chapter 379 Akhirnya Ingat
18 Chapter 380 Tangisan Salsa
19 Chapter 381 Ladang Keuntungan di Medan Pertempuran.
20 Chapter 382 Kemunculan Vincle Dan Kelompok lain
21 Chapter 383 Kelompok Sinon Telah Kembali
22 Chapter 384 Vincle Vs Soul Curser
23 Chapter 385 Memulai Rencana
24 Chapter 386 Keputusan Yang Salah
25 Chapter 387 Mengumpulkan
26 Chapter 388 Pertemuan Kelompok Lyon dan Lich Legendaris
27 Chapter 389 Pertarungan Dimulai
28 Chapter 390 Pertarungan Yang Berlanjut
29 Chapter 391 Sesuatu Yang Tidak Terduga
30 Chapter 392 Dataran Es di Tengah Medan Pertempuran
31 Chapter 393 Dataran Es Yang Mengejutkan Semua Orang
32 Chapter 394 Kemenangan Heraces
33 Chapter 395 Pertarungan Sengit Lyon Vs Gluch
34 Chapter 396 Melemah
35 Chapter 397 Kemarahan Gluch
36 Chapter 398 Monster Panggilan Lich
37 Chapter 399 Dua Monster Yang Merepotkan
38 Chapter 400 Kekalahan Lyon Yang Telak
39 Alternatif Ending + Promosi
40 Gaskeun kawan-kawan
41 Chapter 401 Kabar Mengenai Kematian Lyon
42 Chapter 402 Ayah Anak
43 Chapter 403 Kekacauan Yang Datang kembali Disertai Musuh Baru
44 Chapter 404 Menghadapi Giant Bone Centipede
45 Chapter 405 Kegagalan
46 Chapter 406 Kembali Memasuki Permainan
47 Chapter 407 Tibanya Lyon di Bottlomless Gap
48 Chapter 408 Transformasi Lyon
49 Chapter 409 Lyon si Half Demon
50 Chapter 410 Serangan Serentak
51 Chapter 411 Bertemu dan Bertarung lagi
52 Chapter 412 Pertarungan Dahsyat
53 Chapter 413 Serangan Yang Mengerikan
54 Chapter 414 Pertarungan Dua Sisi
55 Chapter 415 Akhir Dari Pertarungan Sengit!
56 Chapter 416 Perang Berakhir
57 Chapter 417 Dimulainya Pencarian Monumen
58 418 Tawaran Lyon
59 Chapter 419 Keberuntungan Yang Masih Tersisa
60 Chapter 420 Memeriksa Gua
61 Chapter 421 Pertemuan Dengan Forgotten Person
62 Chapter 422 Alam lain, White Room.
63 Chapter 423 Keluar Dari Gua
64 Chapter 424 Penjahat Perang
65 Chapter 425 Di penjara
66 Chapter 426 Adu Perasaan
67 Chapter 427 Rencana Baru
68 Chapter 428 Tamu Yang Mengejutkan
69 Chapter 429 Penyusupan Ke Istana
70 Chapter 430 Sosok Misterius
71 Chapter 431 Rapat
72 Chapter 432 Terungkap Dalang Sebenarnya
73 Chapter 433 Berusaha Kabur
74 Chapter 434 Kabar Buruk Mengenai Ganta
75 Chapter 435 Identitas Asli
76 Chapter 436 Kebenaran Awal
77 Chapter 437 Perlawanan Helias dan Isabella
78 Chapter 438 Lyon Bergerak
79 ####
80 Chapter 439 Penyelamatan
81 Chapter 440 Lyon VS Emertas
82 Chpater 441 Kedatangan Bala Bantuan
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Prolog + Chapter 364
2
Chapter 365 Lanjutan Kekacauan
3
Pengumuman
4
Chapter 366 Pertarungan Orang Kuat
5
Chapter 367 Semakin menegangkan!
6
Chapter 368 Terus Berlanjut
7
Chapter 369 Dampak Dari Pertarungan Mereka
8
Chapter 370 Ruby, Armegon, Gordon VS The Giant Skull of Doom.
9
Chapter 371 kerja sama Armegon dan Gordon
10
Chapter 372 Rombongan Lyon Telah tiba di Bottlomless Gap
11
Chapter 373 Hubungan Ardes dan Lyon
12
Chapter 374 Lyon Menjadi Pusat Perhatian
13
Chapter 375 Judul Ada Di Akhir Bab
14
Chapter 376 Pembahasan Singkat.
15
Chapter 377 Keterkejutan Ruby.
16
Chapter 378 Sisi Iblis Lyon
17
Chapter 379 Akhirnya Ingat
18
Chapter 380 Tangisan Salsa
19
Chapter 381 Ladang Keuntungan di Medan Pertempuran.
20
Chapter 382 Kemunculan Vincle Dan Kelompok lain
21
Chapter 383 Kelompok Sinon Telah Kembali
22
Chapter 384 Vincle Vs Soul Curser
23
Chapter 385 Memulai Rencana
24
Chapter 386 Keputusan Yang Salah
25
Chapter 387 Mengumpulkan
26
Chapter 388 Pertemuan Kelompok Lyon dan Lich Legendaris
27
Chapter 389 Pertarungan Dimulai
28
Chapter 390 Pertarungan Yang Berlanjut
29
Chapter 391 Sesuatu Yang Tidak Terduga
30
Chapter 392 Dataran Es di Tengah Medan Pertempuran
31
Chapter 393 Dataran Es Yang Mengejutkan Semua Orang
32
Chapter 394 Kemenangan Heraces
33
Chapter 395 Pertarungan Sengit Lyon Vs Gluch
34
Chapter 396 Melemah
35
Chapter 397 Kemarahan Gluch
36
Chapter 398 Monster Panggilan Lich
37
Chapter 399 Dua Monster Yang Merepotkan
38
Chapter 400 Kekalahan Lyon Yang Telak
39
Alternatif Ending + Promosi
40
Gaskeun kawan-kawan
41
Chapter 401 Kabar Mengenai Kematian Lyon
42
Chapter 402 Ayah Anak
43
Chapter 403 Kekacauan Yang Datang kembali Disertai Musuh Baru
44
Chapter 404 Menghadapi Giant Bone Centipede
45
Chapter 405 Kegagalan
46
Chapter 406 Kembali Memasuki Permainan
47
Chapter 407 Tibanya Lyon di Bottlomless Gap
48
Chapter 408 Transformasi Lyon
49
Chapter 409 Lyon si Half Demon
50
Chapter 410 Serangan Serentak
51
Chapter 411 Bertemu dan Bertarung lagi
52
Chapter 412 Pertarungan Dahsyat
53
Chapter 413 Serangan Yang Mengerikan
54
Chapter 414 Pertarungan Dua Sisi
55
Chapter 415 Akhir Dari Pertarungan Sengit!
56
Chapter 416 Perang Berakhir
57
Chapter 417 Dimulainya Pencarian Monumen
58
418 Tawaran Lyon
59
Chapter 419 Keberuntungan Yang Masih Tersisa
60
Chapter 420 Memeriksa Gua
61
Chapter 421 Pertemuan Dengan Forgotten Person
62
Chapter 422 Alam lain, White Room.
63
Chapter 423 Keluar Dari Gua
64
Chapter 424 Penjahat Perang
65
Chapter 425 Di penjara
66
Chapter 426 Adu Perasaan
67
Chapter 427 Rencana Baru
68
Chapter 428 Tamu Yang Mengejutkan
69
Chapter 429 Penyusupan Ke Istana
70
Chapter 430 Sosok Misterius
71
Chapter 431 Rapat
72
Chapter 432 Terungkap Dalang Sebenarnya
73
Chapter 433 Berusaha Kabur
74
Chapter 434 Kabar Buruk Mengenai Ganta
75
Chapter 435 Identitas Asli
76
Chapter 436 Kebenaran Awal
77
Chapter 437 Perlawanan Helias dan Isabella
78
Chapter 438 Lyon Bergerak
79
####
80
Chapter 439 Penyelamatan
81
Chapter 440 Lyon VS Emertas
82
Chpater 441 Kedatangan Bala Bantuan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!